
Istana Bawah Laut
“Ayo kita periksa reruntuhan ini.” ucap Jie Yan saat ia langsung terbang ke arah Reruntuhan Atlantis diikuti oleh Gu Yuena dan Gu Yin.
Bangunan-bangunan yang ada di bawah terlihat sudah sangat tau. Reruntuhan tersebut, menurut Jie Yan pasti telah ada ratusan ribu tahan yang lalu atau bahkan lebih tua.
Dari perkataan Gu Yuena, Reruntuhan Atlantis adalah tempat yang paling jarang dikunjungi oleh para kultivator generasi muda yang masuk ke dalam Istana Bawah Laut. Ini juga dikarenakan kesulitan mencari sumber daya di tempat itu walaupun para kultivator meyakini banyak sumber daya di sana. Ini juga dikarenakan dahulu beberapa kultivator yang berniat mengelilingi Reruntuhan Atlantis mendapatkan sumber daya berharga.
Mata Dewa milik Jie Yan terus aktif. Ia tidak akan kelelahan karena pengguna qi di Mata Raja hampir dapat diabaikan. Ia terus memeriksa sekelilingnya dan juga ke tempat yang jauh untuk mencari apakah ada anomali tertentu.
Setelah bergerak selama hampir 5 jam, Mata Dewa milik Jie Yan pun tertuju ke arah tertentu. Walaupun tempat itu lumayan jauh, ia dapat melihat beberapa bangunan yang sedikit unik, berbeda dengan bangunan lainnya. Lagi pula, di tempat itu terdapat aura khusus yang tidak lain adalah konspe yang berkumpul bersama.
Tanpa membuang waktu, Jie Yan pun bergerak ke arah tempat tersebut diikuti oleh Gu Yuena dan Gu Yin.
“Apakah kau melihat sesuatu?” Tanya Gu Yuena.
“Ya. Kemungkinan ada sesuatu yang bagus di sana.” Jie Yan mengangguk kecil atas pertanyaan Gu Yuena.
Saat Ketiganya telah mendekat, Jie Yan berhenti di udara dan menatap banyak bangunan yang berbeda dari reruntuhan lainnya. Tempat memiliki luas sekitar kurang dari 1/2 km persegi. Hanya di daerah tersebut yang memiliki bangunan berbeda, selain dari itu, bangunan tersebut tampak lebih awet dari pada yang lainnya meksipun telah berubah menjadi reruntuhan.
“Tidak ada apapun yang menarik di sini.” ucap Gu Yuena dengan alis sedikit berkerut saat menatap ke arah bangunan yang di tatap oleh Jie Yan.
“Ya, bagi orang lain mungkin tidak ada yang berbeda. Tetapi ini hanya untuk menipu siapapun yang datang ke tempat ini.” Jie Yan dengan senyum kecil pun berbicara, ia juga mengarahkan telapak tangan kanannya ke arah reruntuhan tersebut.
Gu Yuena dan Gu Yin tidak berbicara dan tertarik dengan apa yang akan dilakukan oleh Jie Yan selanjutnya.
Jie Yan yang telah berkonsentrasi pun membentuk lingkaran formasi, ia menanamkan qi berwarna ungu miliknya dalam jumlah yang sangat besar.
Dalam ingatan Jie Yan, ini adalah sebuah teknik Formasi sederhana untuk membuka kunci lingkaran formasi tertentu di suatu tempat, inti dari teknik tersebut adalah memindahkan sebuah Formasi ke tempat lain agar apa pun yang disembunyikan dapat terlihat.
“Formasi Teleportasi, Pemindahan Formasi!”
Dung!
Ruang lingkup 1/2 km persegi pun ditutupi oleh lingkaran formasi yang berlapis-lapis yang membuat tempat tersebut tampak bergetar untuk beberapa saat.
Bussssh!
Cahaya menyilaukan bercampur warna ungu pun meledak ke segala arah di saat lingkaran formasi yang diciptakan oleh Jie Yan tampak meledak.
Untuk Gu Yuena dan Gu Yin, keduanya langsung mengangkat tangan untuk menghalau sinar yang begitu menyilaukan yang mencoba mengganggu pandangan mata.
Tidak lama kemudian setelah cahaya menyilaukan menghilang, terlihat sebuah tempat yang membuat Gu Yuena dan Gu Yin terkejut.
Tumbuhan tersebut juga sangat besar, dengan batang berwarna hitam dengan banyak liris biru. Cabang-cabang pohon menumbuhkan banyak dedaunan berwarna biru laut.
Yang lebih uniknya lagi, banyak lubang-lubang di batang pohon, terlihat sebuah pintu masuk yang menandakan bahwa pohon raksasa tersebut digunakan sebagai tempat tinggal.
Jie Yan juga sedikit heran karena semula ia menduga bahwa apapun yang disembunyikan adalah sebuah benda penting bagi pemilik Reruntuhan tersebut di masa lalu.
“Ayo kita lihat apa sebenarnya pohon ini.” Jie Yan perlahan melayang ke arah pohon lalu memasuki salah satu lubang yang menjadi jalan masuk ke dalam pohon raksasa.
Ketika memasuki pohon, Jie Yan menaikkan alisnya karena tidak menduga bahwa pohon tersebut adalah sebuah perpustakaan, sejuah mata memandang, hanya ada buku. Jumlah buku yang ada di satu jalan masuk tersebut bisa dipastikan mencapai ribuan.
Tatapan Jie Yan tertuju pada Lebel yang ada di atas, bahasa yang digunakan sedikit kuno walaupun sebenarnya sedikit mirip dengan bahasa yang digunakan oleh para kultivator di Benua Saint.
“Sejarah Benua Saint?” Gumam Gu Yuena terkejut karena ia sedikit mengetahui bahasa tersebut karena tercatat di Sekte Istana Salju.
“Menarik. Tampaknya tempat ini menyimpan semua rekaman zaman kuno. Tetapi yang aku ketahui, sejarah Benua Saint juga tercatat di Benua Saint itu sendiri. Semua kekuatan besar memilikinya.” ucap Jie Yan lalu menatap ke arah tangga yang ada di sudut ruangan besar tersebut. Di sudut lainnya juga ada tangga. Sebelah kiri mengarah ke atas, dan sebelah kanan menuju ke arah bawah.
“Kalian berdua, periksalah jalan menuju ke bawah. Aku akan pergi ke arah atas.” ucap Jie Yan.
“Aku ingin pergi bersamamu.” Gu Yin langsung berbicara yang membuat Gu Yuena memutar bola matanya dan menatap ke arah sepupunya dengan tatapan tidak puas.
Tetapi Gu Yuena tidak berbicara dan langsung berjalan ke arah anak tangga yang menuju ke arah bawah untuk mencari tau apa saja yang ada di dalam sana.
Jie Yan hanya tersenyum kecut lalu berjalan ke arah anak tangga yang mengarah ke arah atas.
Melihat Jie Yan dan Gu Yuena tidak berkomentar, Gu Yin hanya bisa tersenyum puas dan mengikuti Jie Yan ke lantai atas.
Sesampainya di lantai atas, Jie Yan melihat tulisan besar di tempat tersebut, walaupun bahasanya sedikit kabur, ia masih mengetahui apa artinya.
“Sejarah Perlombaan. Tampaknya tempat ini mencatat semua sejarah makhluk hidup. Jika begitu, mari kita lihat apakah ada yang menarik. Yin’er, cari informasi tertentu yang berkaitan dengan Iblis dan Naga atau yang lainnya yang menurutmu janggal.” ucap Jie Yan saat ia bergerak ke arah rak buku yang telah di tutupi oleh debu.
Gu Yin tidak berkomentar sama sekali dan langsung melihat semua buku. Tidak akan sulit memeriksa karena setiap ujung buku, akan ada tulisan mengenai buku tersebut.
Jie Yan terus mencari-cari informasi yang ingin ia ketahui. Karena kemungkinan ras Atlantis adalah salah satu ras tua, merekam pasti merekam banyak hal.
“Ras Jiwa?” Batin Jie Yan saat menatap sebuah buku. Ia merasa sedikit tertarik lalu menyimpannya ke dalam cincin ruang.
Setelah itu, Jie Yan kembali menatap semua buku yang ada di sana lalu tatapannya mendarat pada buku berwarna hitam gelap yang sedikit usang.
“Ini dia yang aku butuhkan!” Jie Yan tersenyum kecil saat menatap buku yang sedikit usang yang memiliki lebel Bangsa Iblis.