Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Bentrokan Melawan Han Chen


Istana Bawah Laut


Kata-kata Jie Yan membuat wajah Han Chen semakin garang, sudah pasti itu akan menyulut amarahnya. Mengingat kembali teknik yang digunakan Jie Yan untuk berpindah tempat dengan mudahnya, ia tentu waspada. Tetapi, ketika melihat bekas luka di punggung Jie Yan sebelumnya, ia sangat yakin bahwa perbedaan kultivasi yang menyebabkan hal itu. Ia tidak akan ragu untuk bertarung dengan Jie Yan walaupun itu pertarungan satu vs satu.


“Sungguh arogan! Jika begitu, matilah!” Teriak Han Chen saat ia melesat dengan kecepatan penuhnya ke arah Jie Yan.


“Yin’er, Na’er, hadapi kedua bawahan bangsat ini! Aku akan membunuhnya secara pribadi karena aku tau bahwa aku juga di buru oleh Kekaisaran Han.” Jie Yan memberi perintah dan tidak menunggu Gu Yin dan Gu Yuena menjawab dan langsung bergerak ke arah Han Chen juga.


Gu Yuena dan Gu Yin tidak menolak sama sekali. Keduanya pun langsung bergerak ke arah kedua bawahan Han Chen. Walaupun kultivasi musuh lebih kuat satu tahap dari keduanya, mereka tentu tidak gentar karena memang sedari awal, kedua wanita itu memiliki kekuatan tempur yang mampu melawan tahapan lebih tinggi.


Ketika Jie Yan tiba di depan Han Chen, ia pun langsung mengayunkan pedangnya sekuat tenaga, sama halnya bagi Han Chen yang mengeluarkan pedangnya juga.


Trang!


Ketika kedua pedang bentrok di dalam air, petir merah kehitaman dan petir hitam keemasan pun meledak ke segala arah. Badai kuat langsung menyapu semua yang ada di dalam air tersebut.


Tidak hanya sampai situ, air di tempat tersebut langsung tersapu, meledak ke segala arah yang membuat tempat tersebut menjadi kering sepenuhnya.


Bahkan untuk dua bawahan Han Chen, Gu Yuena dan Gu Yin terkejut ketika bentrokan kekuatan penuh antara Jie Yan dan Han Chen akan berdampak sekuat itu. Mereka berempat langsung terhempas karena tidak bisa bertahan dari ledakan bentrokan.


Dua tsunami raksasa langsung menerjang ke dua arah yang berbeda.


Gu Yuena dan Gu Yin yang menatap ini mengambil kesempatan. Keduanya langsung mendarat di permukaan tanah lalu meletakkan telapak tangan mereka di permukaan yang telah kering.


“Zaman Es!”


Bussssh!


Ke tempat dua arah yang berbeda, aura yang sangat dingin mematikan melesat dan langsung membekukan ombak yang membuat tempat tersebut menjadi kering sepenuhnya.


Untuk membekukan air dalam jumlah yang besar, Gu Yin dan Gu Yuena tentu akan mampu karena keduanya memiliki kultivasi tingkat Alam Sage tahap kelima. Semula, karena mereka berdua di dalam air, tentu keduanya mencoba menahan kemampuan Es mereka agar tidak mengenai diri sendiri.


Gu Yuena dan Gu Yin yang baru saja melepaskan teknik kuat, menatap ke arah Jie Yan dan Han Chen yang masih saling mendorong pedang masing-masing ke arah musuh.


Bahkan kedua bawahan Han Chen juga sama. Wajah keduanya terlihat sangat muram saat ini karena tidak menyangka bahwa Jie Yan akan memiliki qi Raja, bahkan qi Raja Jie Yan sungguh tidak masuk akal karena langsung menekan qi Raja milik Han Chen.


Krak! Krak! Krak!


Tanah dalam radius yang cukup luas mengalami retakan, ini adalah efek yang ditimbulkan oleh qi Raja milik Jie Yan.


Han Chen yang sedang mencoba menekan Jie Yan memasang wajah yang sangat muram karena tidak menyangka bahwa Jie Yan akan memiliki qi Raja selevel itu yang bahkan dapat mengakibatkan kerusakan fisik. Sebagai pemilik qi Raja, ia tentu pernah mendengar tentang qi Raja seperti itu walaupun hanya ada satu orang yang memilikinya. Dan saat ini, ada orang lainnya yang membuatnya sangat marah.


Dari satu kali bentrokan saja, ia langsung menyadari bahwa jika kultivasinya setara dengan Jie Yan, maka ia akan dikalahkan secara langsung. Oleh karena itu, Han Chen dengan niat membunuh yang begitu besar bersumpah untuk membereskan Jie Yan di tempat itu juga agar tidak menjadi bencana dikemudian hari.


“Sesuai yang diharapkan dari peringkat 41 Master Bela Diri! Aku sudah menduga bahwa bajingan itu pasti memiliki qi Raja!” ucap Gu Yuena sedikit jijik ketika menatap ke arah Han Chen.


“Walaupun dia memiliki qi Raja, jadi apa? Suami pasti akan tetap menang.” Gu Yin selalu berpandangan optimis jika itu menyangkut Jie Yan.


“Heee... Tidak disangka bahwa Pangeran Kekaisaran Han akan memiliki qi Raja.” Jie Yan mencemooh sedikit yang membuat Han Chen sangat marah.


“Tetapi, jika hanya selevel ini, masih tidak cukup!” Lanjut Jie Yan saat mengerahkan qi Raja yang lebih banyak.


Duar!


Qi Raja milik Han Chen langsung hancur dalam sekejap. Ia sangat terkejut karena tidak menyangka bahwa ketika Jie Yan menaikkan sedikit levelnya, qi Raja miliknya akan langsung hancur.


Dan disaat itu juga, Jie Yan mengambil kesempatan lalu mengayunkan tinju kirinya karena tangan kanannya saat ini sedang sibuk menekan pedang Han Chen.


Qi berwarna ungu bercampur petir hitam kemerahan berkumpul di kepalan tangan kiri Jie Yan dan itu langsung ia ayunkan ke arah wajah Han Chen.


Bam!


Pukulan dahsyat pun langsung mengenai wajah Han Chen. Walaupun Han Chen tidak bereaksi, qi-nya secara pasif melindunginya.


Han Chen terpental sangat jauh dan langsung menabrak permukaan tanah.


Bom!


Tanah berguncang keras, efek dari pertarungan antara kultivator selevel tingkat Alam Sage tahap ketujuh memang sangat dahysat.


Jie Yan yang masih di udara tidak hanya diam. Ia pun langsung membuat kuda-kuda lalu mengayunkan pedangnya ke arah Han Chen.


“Seni Rahasia, Teleportasi Bilah Kekacauan!”


Sraing!


Dari segala arah di udara, bilah bilah yang sangat besar pun langsung melesat ke tempat Han Chen berada.


Srak! Srak! Srak!


Kedua bawahan Han Chen yang melihat itupun sangat terkejut dan langsung terbang ke arah Han Chen sambil berteriak, “Pangeran!”


Tetapi, ketika kedua bawahan Han Chen telah bergerak dalam jarak pendek, Gu Yuena dan Gu Yin pun langsung menghalangi keduanya.


“Kalian tidak akan bisa pergi! Kali ini Han Chen pasti akan tewas di sini, di tangan suamiku!” ucap Gu Yin dengan senyum jahat.


“Sialan! Apa kalian ingin memprovokasi perang? Kalian harus tau bahwa Pangeran Han Chen adalah putra mahkota!” Teriak salah satu bawahan Han Chen sangat marah.


“Perang? Jika tidak ada yang keluar hidup-hidup dari tempat ini diantara kalian bertiga, tidak akan ada yang tau siapa yang membunuh Han Chen!” ucap Gu Yuena dengan seringai lebar diwajahnya. Aura biru keputihan merembes dari tubuhnya. Ia telah bersiap-siap melakukan pertarungan menggunakan segenap kekuatannya untuk menjatuhkan salah satu bawahan Han Chen.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Gu Yuena, kedua bawahan Han Chen hanya bisa menelan kata-kata mereka. Dan keduanya sangat paham bahwa saat ini, mereka harus menyingkirkan Gu Yuena dan Gu Yin agar bisa membantu Han Chen.