
Kekaisaran Han
Sraing!
Tebasan sederhana dari Xiao Chen membuat Han Wang Zhan ketakutan. Ia langsung menggunakan teknik bergerak terkuat yang ia miliki. Itu adalah teknik yang mengunakan dua elemen sekaligus. Teknik itu juga pernah digunakan oleh Han Chen ketika melawan Jie Yan agar dirinya bergerak lebih cepat melampaui batas yang bisa di tanggung oleh tubuhnya sendiri.
Jrezh!
Ketika ayunan pedang Xiao Chen mengenai permukaan tanah, itu langsung membuang jurang yang cukup dalam. Matanya saat ini sangat tajam ketika melirik ke arah tempat tertentu. Ia tentu dapat melacak pergerakan Han Wang Zhan yang menghindar sebelumnya.
“Sangat cepat! Tampaknya aku tidak bisa bertarung dengan cara biasa saat ini. Jika tidak, mungkin aku akan terjerat dalam waktu yang cukup lama melawan bocah ini!” Batin Xiao Chen saat aura berwana hitam yang menyelimuti seluruh tubuhnya langsung luntur.
“Huft.. Huft.. Huft..” Han Wang Zhan yang saat ini sudah berpindah tempat ke tempat yang cukup jauh dari Xiao Chen, menatap ke arah Xiao Chen dengan tatapan sedikit takut. Nafasnya sangat memburu saat ini dan tidak teratur sama sekali. Bukan karena kehabisan qi atau konsep, tetapi ini adalah murni karena ketakutan.
“Aku takut padanya? Tidak.. bagaimana bisa seseorang seperti itu membuatku takut?” Han Wang Zhan semakin marah. Sebagai mantan Kaisar dari Kekaisaran Han, ia telah melawan banyak musuh kuat di masa lalu, bahkan semua Patriak Klan Kuno. Ia berhasil bertahan hidup sampai saat ini itu dikarenakan belum ada yang bisa membunuhnya jika ia berniat untuk pergi dari pertarungan apa lagi ketika ia berada di dalam kondisi Fusi dengan Roh Kontraknya.
“Bajingan! Aku akan membunuhmu!” Teriak Han Wang Zhan saat petir dan api langsung menyelimuti seluruh tubuhnya. Ia pun mengerahkan semua kekuatannya saat ini untuk membuktikan bahwa dirinya tidak takut terhadap Xiao Chen.
“Jubah Petir Api!”
Xiao Chen yang masih berada di kejauhan, menatap ke arah Han Wang Zhan dengan tatapan acuh tak acuh. Teknik seperti itu tentu sudah ia lihat berkali-kali pada anggota Klan Han yang sering ia lawan di masa lalu.
Aura Xiao Chen tiba-tiba melejit sekali lagi saat petir hitam kemerahan meledak ke segala arah. Aura berwana hitam dan merah menutupi seluruh langit sekali lagi tetapi kali ini berbeda karena itu tidak langsung lenyap seperti terakhir kali.
Jrezh!
Sepasang sayap kelelawar langsung muncul di punggung Xiao Chen karena tidak ada gunanya lagi menggunakan kemampuan lainnya melawan Han Wang Zhan yang tampak berniat untuk mati melawannya.
Selain dari sayap, sepasang tanduk pun langsung muncul di kelapa Xiao Chen, matanya berubah serta wajahnya tampak jauh lebih jahat dari pada sebelumnya. Temperamennya kini terlihat seperti seorang raja, tidak lagi seperti seorang pemuda lemah lembut seperti sebelumnya.
Petir hitam kemerahan langsung menyambar dari langit yang gelap. Hal itu menarik semua pandangan para kultivator yang berada tidak jauh dari tempat tersebut. Selain dari itu, bahkan untuk banyak kultivator yang berasal dari Alam Abadi tampaknya tertarik dengan aura jahat yang meledak tiba-tiba dan bahkan sampai membuat langit menimbulkan fenomena luar biasa.
“Kau...!” Han Wang Zhan pucat ketika melihat bentuk Xiao Chen karena ia pernah melihat hal seperti itu walaupun itu pada seseorang yang ia kenal dan itu adalah wanita. Ketika melihat seseorang seperti itu, ia teringat tentang pertempuran dahysat ketika ia masih muda dan energik.
Disaat itu, Han Wang Zhan adalah seorang pemuda berdarah panas, apa lagi ketika kekuatannya saat ini baru saja mencapai tingkat Alam Sage tahap kesembilan. Namun, ketika melihat seseorang yang mengamuk dan membutuhkan banyak kultivator setingkat dirinya hanya untuk menahannya, barulah ia sadar bahwa ada garis darah mengerikan diantara para anggota Klan Kuno.
Tentu seseorang yang ia lihat mengamuk saat itu adalah Lin Xi. Setelah itu, Han Wang Zhan mencari banyak informasi tentang Lin Xi dan asal-usulnya. Tidak ada catatan tentang hal itu sama sekali tetapi di Klan Han tercatat tentang seseorang yang memiliki bentuk seperti itu.
Ini juga awal mula Han Wang Zhan begitu ambisius untuk memusnahkan Lin Xi karena takut Lin Xi menjadi seseorang seperti Patriak Klan Xiao generasi kedua. Hal ini berakibat dendam yang tidak bisa lagi dimaafkan antara dirinya dengan Lin Ming dan Lin Xi.
“Tidak peduli siapa kau! Kekuatan jahat itu tidak boleh ada di Benua Saint karena itu hanya mengganggu rencana Klan Han menjadi penguasa sebenarnya!” Kilatan dingin terlihat di mata Han Wang Zhan saat ia mengerahkan semua kekuatannya.
“Teknik Terlarang Klan Han!”
Kedua pedang Han Wang Zhan bergetar keras saat qi dan konsep merasuki kedua pedang tersebut. Retakan kecil terlihat ketika jumlah qi dan konsep yang disuntik olehnya melampaui batas yang bisa ditanggung oleh pedang tersebut.
Zhep!
Han Wang Zhan muncul tepat di jarak hampir dua puluh meter dari Xiao Chen. Retakan juga terlihat di sekujur tubuhnya karena ia menggunakan teknik terlarang untuk meningkatkan kekuatannya dalam jumlah yang sangat besar. Jika dibandingkan dengan kultivator tingkat Abadi awal, kekuatannya bisa dipastikan lebih besar.
“Kau pastilah Patriak Klan Xiao generasi kedua! Aku tidak tau apa hubunganmu dengan Lin Xi! Tetapi kau akan mati di sini hari ini juga karena kekuatan jahat seperti itu tidak boleh ada di dunia ini!”
Setelah Han Wang Zhan berbicara, ia pun langsung melesat dengan kecepatan tertingginya lalu mengayunkan kedua pedangnya sekuat tenaga.
“Teknik Terlarang, Tebasan Pembunuh Surgawi!”
Xiao Chen tetap tenang. Ia tau bahwa tebasan dari Han Wang Zhan dapat membunuh sangat banyak kultivator tingkat Alam Abadi level terendah sekalipun. Petir hitam tampak lebih menyengat di pedang besar di tangan kanannya. Ia pun membuat kuda-kuda sederhana untuk menyerang.
“Tebasan Serigala Surgawi!”
Sraing!
Ketika Xiao Chen mengayunkan pedangnya, itu langsung bertemu dengan kedua pedang Han Wang Zhan.
Duar!
Ledakan dahysat terjadi dalam sekejap. Ledakan tersebut tidak melebar ke semua arah, tetapi hanya meluas di satu arah, dan itu membentuk pusaran bilah yang tak terhitung jumlahnya.
Dan arah dari serangan itu, terus bergerak ke tempat yang cukup jauh, yaitu istana milik Kekaisaran Han. Semua tempat yang dilewati oleh serangan itu langsung dihancurkan dan rata menjadi tanah.
Serangan itu tentu adalah serangan Xiao Chen yang menghancurkan serangan Han Wang Zhan sepihak. Tubuh Han Wang Zhan pun disapu bersama dengan tekniknya lalu di bawa ke arah istana.
Bom!