
Bintang Brahma, Istana Surgawi Mimpi Ilahi
“Tingkat Raja Abadi tahap awal!” Jie Yan tersenyum kecil karena setelah pelatihan di Alam Mimpi, ia sudah menebak nebak level apa yang akan ia capai.
Tetapi senyum Jie Yan pudar saat ia merasakan kepalanya hendak meledak, tubuhnya sangat kaku, Meridian di tubuhnya tampak di tarik, qi-nya cukup kacau dan rasa lelah berkepanjangan langsung muncul.
“Ini.. apakah ini efek samping dari pelatihan di Alam Mimpi? Sungguh mengerikan! Jika seseorang selevel diriku sebelumnya melakukan pelatihan di Alam Mimpi selama 100 tahun, mereka akan tewas seketika saat keluar dari Alam Mimpi!” Jie Yan berkeringat deras, wajahnya sangat pucat. Kegembiraannya hilang dalam sekejap.
Inilah resiko makhluk hidup jika melakukan pelatihan di Alam Mimpi. Ini dikarenakan manusia adalah tubuh dan jiwa. Tidak seperti para Roh yang tidak memiliki jiwa karena para Roh, tubuh mereka adalah jiwa itu sendiri dikombinasikan dengan qi, kekuatan spiritual dan konsep.
Inilah mengapa Roh yang berlatih selama 1.000 tahun di Alam Mimpi hanya akan kelelahan fisik ketika keluar dari Alam Mimpi.
“Tampaknya kau sudah sadar.” Han Xueyi muncul seketika di samping tempat Jie Yan berbaring.
“Kau menerima banyak manfaat. Awalnya kau pasti mengira bahwa pelatihan 100 tahun di Alam Mimpi menghasilkan banyak manfaat sangat kurang bukan? Tetapi, setelah keluar dari Alam Mimpi, apakah kau masih berpikir begitu?” Tanya Han Xueyi dengan nada acuh tak acuh.
Jie Yan merasa malu karena sedari awal ia memang berfikir seperti itu. Namun saat keluar dari Alam Mimpi, ia bahkan tidak ingin masuk ke dalam sana lagi dalam waktu puluhan tahun kemudian karena ia tau apa yang diterima tubuhnya untuk melakukan pelatihan di Alam Mimpi.
Menurut Jie Yan, ketika ia mencapai level melampaui tingkat Kaisar Abadi, ia akan mampu menanggung Simulasi Kehidupan sekali lagi.
Melihat Jie Yan hanya diam dengan wajah sedikit malu, Han Xueyi tidak lagi mencoba menggodanya. Ia pun menaruh telapak tangannya di jarak 10cm di atas tubuh Jie Yan.
Di saat itu juga, aura berwana putih menyelimuti tubuh Jie Yan yang membuatnya sedikit rileks.
“Mungkin tubuhmu dan jiwamu akan pulih dalam waktu beberapa hari.” Setelah mengatakan itu, Han Xueyi pergi kembali ke pinggir kolam kecil lalu memainkan Guzheng.
Jie Yan yang awalnya sedikit melamun, langsung mengantuk saat mendengarkan suara Guzheng yang dimainkan oleh Han Xueyi. Dan tidak lama kemudian, ia pun tertidur pulas.
Setelah Jie Yan tertidur, Han Xueyi berhenti bermain Guzheng dan ia tersenyum sedikit.
Tiga hari kemudian
Jie Yan yang tertidur, perlahan bangun. Ia merasakan tubuhnya sangat segar, semua kelelahannya sebelumnya telah hilang. Ia perlahan duduk dan melihat ke semua tempat.
Tidak jauh darinya, Xiao Ziya dan Xia Yue'er tertidur pulas dan ia tau bahwa keduanya masih berlatih di Alam Mimpi.
“Hm? Di mana Xiao Xiao?” Tanya Jie Yan dan menatap ke arah Han Xueyi yang masih duduk bersila di depan kolam kecil.
“Bawa Xiao Xiao kecil ke sini.” Gumam Han Xueyi.
Jie Yan sedikit bingung, tetapi tidak sampai satu menit kemudian, satu sosok wanita bercadar muncul dan membawa Xiao Xiao bersamanya.
“Guru...!” Xiao Xiao kecil berteriak keras dan langsung berlari dengan kaki kecilnya ke arah Jie Yan.
“Pergilah.” Gumam Han Xueyi dan wanita yang muncul dan tampak sedikit bingung, langsung pergi karena tidak berani bertanya apa-apa.
Saat ini Xiao Xiao telah memakai pakaian resmi murid langsung Istana Surgawi Mimpi Ilahi, pakaian itu sedikit mirip dengan milik Han Xueyi. Hanya murid Han Xueyi yang akan menggunakan pakaian seperti itu.
“Bagaimana kabarmu?” Tanya Jie Yan dengan senyum diwajahnya.
Saat Xiao Xiao melepaskan pelukannya, ia langsung menjawab dengan antusias lalu menceritakan apa saja yang ia lakukan selama setengah tahun ini.
Ketika Xiao Xiao menceritakan tentang di disebut sebagai Wanita Suci, Jie Yan terdiam karena ia langsung tau apa artinya. Ia menatap ke arah Han Xueyi dengan tatapan kosong penuh arti.
“Kenapa kau menatapku seperti itu? Karena kau bahkan tidak pernah mengajari muridmu sendiri, dia sekarang ada setengah dari muridku. Akulah yang mengajarinya dalam empat bulan belakangan.” Han Xueyi langsung berbicara dengan nada acuh tak acuh.
Untuk Jie Yan, ia sedikit malu karena ia hanya mengajari tentang dasar-dasar Kultivasi kepada Xiao Xiao.
Walaupun Xiao Xiao sudah menjadi setengah murid atau murid dalam nama Han Xueyi, Xiao Xiao belum pernah memanggilnya Guru.
Han Xueyi juga paham bahwa ia tidak memiliki banyak yang bisa diajari kepada Xiao Xiao jika Xiao Xiao telah mencapai tingkat setidaknya di level Kaisar Abadi.
“Xiao Xiao.. jika seperti itu, panggil dia sebagai Guru oke? Tidak apa-apa jika memiliki dua Guru.” ucap Jie Yan sambil menepuk kepala kecil Xiao Xiao. Ia tau bahwa ia tidak memiliki banyak waktu untuk mengajari Xiao Xiao berlatih sehingga lebih baik Xiao Xiao kecil menyembah dua Guru.
Xiao Xiao kecil memiliki pemikiran yang matang dan tau kenapa Gurunya berkata seperti itu.
“Bibi Guru..” Xiao Xiao bergumam dan menatap ke arah Han Xueyi.
Jie Yan hampir tersedak karena Xiao Xiao menggabungkan dua panggilan sekaligus.
Sementara untuk Han Xueyi, ia sedikit terkejut bukan karena panggilan Xiao Xiao, tetapi sikap Jie Yan yang membiarkan Xiao Xiao menyembah dua Guru sekaligus.
“Tunggu, bukankah Guru sehari adalah Ayah atau Ibu seumur hidup? Bukankah artinya..” Han Xueyi sedikit berfantasi saat ini.
“Kapan Ziya dan Yue'er sadar?” Tanya Jie Yan.
Fantasi Han Xueyi buyar seketika. Ia langsung menjawab dengan nada acuh tak acuh seperti biasa, “Empat setengah tahun kemudian karena keduanya menjalani pelatihan 1.000 tahun.”
Mendengar itu, Jie Yan hanya mengangguk. Ia langsung menatap ke arah Xiao Xiao lalu berkata, “Guru akan melatihmu dalam dua bulan sebelum Guru pergi ke suatu tempat.”
Mendengar itu, Xiao Xiao sedikit sedih karena ia tau bahwa ia tidak akan bisa pergi bersama Gurunya karena ia sangat lemah. Tetapi ia langsung mengangguk serius karena ia ingin mempelajari semua yang akan diajarkan oleh Gurunya kepadanya.
“Pertama, Guru akan mengajarimu tentang menggunakan Pedang Ganda.” Jie Yan pun langsung mengeluarkan Asura dan Attila dari cincin ruang miliknya lalu memberikannya kepada Xiao Xiao.
“Asura dan Attila.” Batin Han Xueyi. Ia sedikit terkejut melihat pedang kembar itu karena ia tau bahwa kedua pedang itu adalah legenda diantara semua pedang.
“Dan yang pertama kali Guru ajarkan adalah tentang niat pedang.” Lanjut Jie Yan dan mulai melatih Xiao Xiao selama dua bulan sebelum ia pergi berkeliling di Bintang Brahma.