Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Perang Akhir (4)


Bintang Brahma, Dimensi Kecil


Perang semakin kacau, dalam waktu kurang dari 20 menit, lebih dari setengah pasukan dari kedua kubu telah jatuh.


Duar!


Ledakan aura berwana hitam terjadi udara dan satu sosok yang tidak lain adalah Wang Zi terhempas.


Bom!


Wang Zi menabrak permukaan tanah lalu ia pun perlahan berdiri. Tubuhnya mengeluarkan aura berwarna hitam, dan itu adalah kekuatan yang dimiliki oleh Li Xiaogang.


“Bajingan! Bagaimana bisa ada binatang roh sekuat itu?” Wang Zi menggertakkan giginya dengan kuat sampai-sampai terdengar. Ia tidak pernah sangat menderita seperti ini ketika dalam pertarungan satu lawan satu di tingkat yang sama.


Li Xiaogang yang terbang di langit, menatap dengan dingin ke arah Wang Zi. Ia pun langsung mengarahkan telapak tangannya yang aneh ke arah langit.


Dung!


Bola berwarna hitam yang sangat besar meneteskan cairan aneh tercipta seketika.


“Kau memang cukup kuat! Tetapi dihadapanku, kau masih lemah! Matilah!” ucap Li Xiaogang dingin saat ia melemparkan bola hitam tersebut ke arah bawah.


Wang Zi menggerakkan giginya dengan kuat. Ia mengumpulkan sangat banyak kekuatan lalu menyerang menggunakan senjatanya ke arah udara.


“Jangan remehkan aku sialan!” Teriak Wang Zi sekuat tenaga.


Sraing!


Blar!


Ledakan besar terjadi dan ledakan itu berasal dari teknik Wang Zi yang dihancurkan secara paksa oleh teknik Li Xiaogang.


“Arrrrrgggh!”


Teriakan Wang Zi terdengar di semua tempat dan disaat itu juga, ledakan besar terjadi seketika.


Duar!


Awan jamur raksasa berwarna hitam muncul saat teknik Li Xiaogang membentur permukaan tanah.


“Apakah dia telah tewas?” Gumam Li Xiaogang. Meksipun Wang Zi tidak sekuat dirinya, itu tetap menjadi sebuah ancaman.


Sebelum Li Xiaogang memeriksa keadaan Wang Zi, ia menyipitkan matanya. Ia merasakan ancaman yang hanya dapat ia rasakan dari Dewa Naga dan ia pun menatap ke arah sumber ancaman tersebut.


“Suhu dingin ini.. tidak, kenapa wanita itu datang ke Medan perang ini?” Wajah Li Xiaogang kusut seketika karena hanya Xue Lingyi eksistensi lainnya yang dapat menghabisinya di Dimensi Kecil tersebut.


Wusssh!


Daerah dalam radius yang sangat luas pun membeku seketika di saat Xue Lingyi mendekat ke arah medan perang.


Bahkan untuk Shen Long yang awalnya berdiam diri, perlahan berdiri. Wajahnya tampak sedikit ganas karena ingat tentang masa lalu ketika ia menderita di tangan Xue Lingyi.


“Wanita sialan! Apakah kau ingin ikut campur atau kau ingin membantu manusia? Kau adalah binatang roh, ingatlah posisimu!” ucap Li Xiaogang saat Xue Lingyi tiba di dekatnya.


“Apakah aku harus meminta ijin kepadamu untuk melakukan sesuatu?” Tanya Xue Lingyi acuh tak acuh.


Wajah Li Xiaogang gelap. Sebelum ia berbuat lagi, kata-katanya tersangkut di tenggorokannya ketika melihat pasukan Rubah Salju dan Minotaur.


Dari hal itupun, Li Xiaogang tau bahwa Xue Lingyi akan melakukan sesuatu yang membuatnya menderita, sama seperti ketika ia dan Shen Long bekerja sama di masa lalu menghabisi manusia di Dimensi Kecil tersebut.


“Kapan aku mengatakan bahwa aku berada di sisi manusia? Aku hanya ingin melindungi kepentinganku!” ucap Xue Lingyi dengan mata sedikit menyipit.


“Kepentinganmu?” Li Xiaogang semakin marah ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Xue Lingyi.


Sebelum Xue Lingyi berbicara, raungan naga yang sangat kuat dan membuat semua binatang roh di sana takut pun terdengar.


“Wanita Salju! Lebih baik kau pergi dari tempat ini sebelum kami menghabisimu. Walaupun kau kuat, kau tidak akan bisa melawan kami berdua! Walaupun kau akan bekerja sama dengan semua semut ini, kau tidak akan bisa melawan kami!” Suara Shen Long menggema di udara.


Xue Lingyi masih tampak seperti biasa walaupun Shen Long datang.


Angin berhembus ke segala arah disaat Shen Long mendarat di sebelah Li Xiaogang. Ia menatap ke arah Xue Lingyi dengan dingin. Niat membunuhnya perlahan merembes keluar.


“Pergi dari tempat ini sebelum kami tidak lagi memberimu wajah, wanita Salju!” ucap Shen Long sekali lagi dengan nada dingin.


“Berhentilah bersikap kuat, bocah! Kau tidak layak berbicara seperti itu dihadapanku. Bahkan untuk pendahulumu tidak akan sembarangan berbicara seperti itu kepadaku.” ucap Xue Lingyi dingin. Di saat itu juga, suhu di tempat itu turun secara drastis. Untuk para eksistensi Kaisar Abadi tahap menengah, mereka semua membeku secara instan tanpa perlawanan sama sekali.


Jreg! Jreg!


Shen Long mengangkat cakarnya bergantian lalu menghantam permukaan tanah. Aura panas yang merupakan konsep Yang, meletus ke dalam tanah, mencoba mencairkan semua es yang diciptakan oleh Xue Lingyi.


“Karena kau ingin bertempur, maka aku akan menemanimu!” Teriak Shen Long dan langsung bergerak ke arah Xue Lingyi diikuti oleh Li Xiaogang.


Xue Lingyi mendengus dingin dan ia pun bergerak setelah memberi perintah kepada semua bawahannya bersama dengan Klan Minotaur untuk menyerang.


Ketika pertempuran pecah, di tempat tertentu di Medan perang, terlihat sebuah kawah yang cukup besar. Satu sosok yang tidak lain adalah Wang Zi keluar dengan susah payah dari dalam kawah.


“Bajingan! Kalian akan membayarnya!” ucap Wang Zi marah. Ia menatap ke semua bawahannya yang telah menyusup ke dalam setiap organisasi di Pegunungan Para Raja. Tetapi tidak ada dari mereka yang tersisa yang membuatnya semakin marah. Niat membunuhnya merembes dan ia pun mengambil keputusan untuk menghabisi semua yang ada di sana. Ia hanya perlu menunggu kesempatan itu tiba.


“Tidak satupun dari kalian yang akan lolos!” ucap Wang Zi dingin dan ia pun langsung pergi, mencari kesempatan untuk menyerang serta memulihkan sedikit kekuatannya.


Di saat Wang Zi pergi, bintik-bintik merah berkumpul menbentuk satu sosok yang tidak lain adalah Xun Hai.


“Sisa Klan Wang. Aku telah menghabisi secara diam-diam semua anggota Klan Wang karena mereka adalah sesuatu yang sangat berbahaya.” Gumam Xun Hai. Ia terus menggunakan konsep Darah untuk memantau Wang Zi setiap saat.


“Karena Kelelawar Iblis Kegelapan terkuat itu sedang sibuk, sudah waktunya untuk meningkatkan kekuatanku!” Batin Xun Hai dan ia pun langsung pergi dari tempat itu untuk menyerap banyak darah di medan perang.


Sementara itu, ketika pertempuran Shen Long, Li Xiaogang melawan Xue Lingyi pecah, pusaran ungu muncul di medan perang dan beberapa sosok keluar dari dalamnya.


“Medan perang ini sangat kacau. Tidak banyak manusia yang tersisa, tampaknya aliansi kultivator menerima kerugian yang sangat besar. Jumlah mereka bahkan tidak mencapai angka 20.000 lagi.” ucap Lin Ming dengan wajah serius.


“Aku akan pergi meningkatkan kekuatanku agar dapat melawan musuh.” Xiao Chen adalah yang pertama membuka suara lalu pergi karena di medan perang, sangat banyak mayat Kelelawar Iblis Kegelapan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatannya.


“Yan’er, aku juga akan pergi untuk membuat Pasukan Bayangan.” ucap Huan Caiyi dan langsung pergi setelah Jie Yan mengangguk.


“Aku akan ikut berperang. Apa yang akan kau lakukan? Apakah kau akan ikut memasuki pertempuran itu Yan’er?” Tanya Lin Ming saat menatap ke udara, tempat pertempuran Shen Long, Li Xiaogang dan Xue Lingyi.


“Tidak. Pertama-tama, aku harus pergi ke sana!” ucap Jie Yan menatap ke arah pusat Dimensi yang merupakan sebuah istana yang ditutupi oleh kabut tebal.


“Berhati-hatilah, Yan’er..” ucap Lin Ming dan ia pun langsung menghilang, pergi dari tempat tersebut untuk bergabung dengan medan perang.


“Apakah kau tidak ingin melawan mereka?” Tanya Jie Yan menatap ke arah Yu Mei.


“Tidak, wanita dingin itu mampu melawan mereka dalam waktu yang sangat lama tanpa kerugian sama sekali. Walaupun mungkin menang hampir tidak mungkin, untuk menahan keduanya, dia sudah lebih dari mampu.” ucap Yu Mei saat menilai pertempuran antara Xue Lingyi melawan gabungan dari Shen Long dan Li Xiaogang.


Jie Yan tidak bertanya lagi dan langsung berkata, “Ayo pergi. Ada sesuatu yang istimewa dengan istana aneh itu.”


Yu Mei mengangguk kecil dan langsung mengikuti Jie Yan terbang ke arah istana berkabut yang dikatakan oleh Xue Lingyi sebagai kunci untuk membuka Dimensi Kecil tersebut.