
Istana Bawah Laut
Trang!
Aura tak kasat mata menyebar ke segala arah. Jie Yan dapat melihat aura tersebut dengan jelas tetapi tidak untuk Gu Yin.
Disaat itu juga, Gu Yuena yang sedang dalam keadaan kesurupan pun tampak berlutut ke lantai. Nafasnya terdengar sangat cepat karena ia sedang menahan sesuatu.
Selain dari itu, kultivasinya tampak sangat aneh karena itu turun dan naik beberapa kali di satu titik.
“Apa yang terjadi pada kakak?” Gu Yin yang mendekat bertanya dengan nada gugup, apa lagi ketika melihat kultivasi Gu Yuena yang perlahan merosot lalu kembali lagi.
Jika melakukan hal itu, bisa dipastikan bahwa rasa sakit akan dijalani oleh tubuh, dan itu bukan rasa sakit yang bisa di tanggung oleh orang biasa.
“Tenang gadis kecil, walaupun aku mengatakan akan merubah takdir kakakmu, dia harus mengalaminya sendiri agar menjadi orang yang layak memegang Trisula Takdir!” ucap Patung Dewi Laut.
Jie Yan yang mendengar itu menyipitkan matanya. Ia tentu ingat apa yang dikatakan oleh anggota ras Atlantis yang ia temui sebelumnya bahwa dia bernama Dewi Laut Xinxin.
“Dewi Laut Xinxin, aku ingin bertanya beberapa hal padamu.” ucap Jie Yan.
Patung Dewi Laut merasa heran karena Jie Yan bahkan mengetahui namanya.
“Apa yang ingin kau tanyakan?” Tanya Patung Dewi Laut.
“Apa yang aku pikirkan saat ini adalah, Trisula Takdir yang kau katakan memang sangat kuat, dan aku yakin itu berada di level yang sama dengan Tombak Pembunuh Naga yang sering aku gunakan. Tetapi, kenapa kau meninggalkan Trisula Takdir di tempat ini? Dari semua yang aku perkirakan, kau pasti pemilik asli Trisula Takdir.” Jie Yan pun langsung mengatakan apa yang ada di dalam kepalanya.
“Aku memang yang memegang Trisula Takdir walaupun sebenernya bukan aku pemilik aslinya. Untuk pertanyaanmu, alasan aku meninggalkan Trisula Takdir di tempat ini tentu karena aku tidak bisa membawa Trisula ini. Karena itu, aku meninggalnya, berharap bahwa seseorang mampu menggunakannya suatu hari nanti. Bahkan dua murid yang aku banggakan tidak bisa mengunakan Trisula Takdir.” ucap Patung Dewi Laut.
Mata Jie Yan menyipit sedikit karena dari perkataan Patung Dewi Laut, dia tidak bisa membawa Trisula Takdir yang artinya dia masih hidup sampai saat ini. Ia sangat yakin bahwa patung di depannya pasti memiliki koneksi dengan tubuh asli yang saat ini entah berada di mana.
“Yang aku tau, Gu Yuena tampak tidak layak di matamu. Tetapi, kenapa kau mencoba membantunya?” Tanya Jie Yan lagi.
Pertanyaan Jie Yan membuat Gu Yin juga terkejut. Ia juga mendengar sebelumnya, dan saat ia lebih gugup lagi karena takut kakaknya gagal lalu kehilangan kultivasinya.
“Anak ini memang sangat peka, sama seperti dia. Tenang dan pandai menganalisis tentang semua hal tanpa kehilangan kendali.” Batin Patung Dewi Laut.
“Alasanku? Suatu hari nanti kau akan mengetahuinya.” Di saat kata-kata Patung Dewi Laut jatuh, ia kembali menghentakkan Trisula di tangannya.
Dung!
Bussssh!
Pilar-pilar yang terbentuk melalui elemen air pun muncul di segala arah, Jie Yan, Gu Yin dan Gu Yuena adalah pusat dari pilar-pilar air tersebut.
Di saat itu juga, air dalam jumlah yang besar meledak di daerah wilayah tengah pilar-pilar air. Ketika itu terjadi, Jie Yan dan Gu Yin tampak tenggelam ke dalam air.
Jie Yan yang merasakan ia kehilangan nafas ingin menggunakan teknik teleportasi, tetapi ia terkejut karena bahkan ia tidak bisa berpindah tempat seolah-olah ada sesuatu yang mengunci qi-nya agar tidak bisa dialiri, dan penyebabnya adalah air yang menekannya.
Sementara untuk Gu Yuena, dia tetap terus berlutut sambil menahan rasa sakit, tetapi air yang berada di sekitarnya tidak mencoba menekannya.
Kesadaran Jie Yan dan Gu Yin perlahan kabur. Keduanya sama sekali tidak bisa menolak apapun yang dilakukan oleh Patung Dewi Laut. Keduanya saat ini tau bahwa Patung Dewi Laut pasti memiliki kekuatan yang sangat mengerikan karena bahkan dirinya yang menjadi patung yang pasti hanyalah sisa sisa qi sangat kuat.
Melihat Jie Yan dan Gu Yin yang telah kehilangan kesadarannya, Patung Dewi Laut hanya tersenyum kecil. Semula ia tentu tidak akan menampilkan bagaimana wataknya yang sebenarnya.
“Ren Jie, kau sudah tumbuh. Karena kau berhasil sampai ke tempat ini, aku tentu akan memberikan hadiah kepadamu. Mungkin kau akan bingung dan pasti bertanya lebih banyak kenapa aku membantu wanita itu menjadi pemilik Trisula Takdir, inilah mengapa aku harus membuatmu tertidur untuk beberapa saat.”
“Karena wanita itu memiliki takdir yang sangat erat denganmu, maka suatu hari nanti kau mungkin membutuhkan bantuannya. Dan ini adalah hadiah pertemuan pertama kita walaupun sebenarnya dahulu aku sudah pernah melihatmu ketika kau masih sangat kecil dan rapuh.” Patung Dewi Laut bergumam kecil dengan senyum diwajahnya.
Sebagai Dewi Laut yang bernama Xinxin, ia tentu sangat akrab dengan Jie Yan. Bukan hanya itu, mereka masih keluarga. Ia sangat tau pengaturan apa yang dibuat oleh Dark Phoenix dan seorang wanita yang memiliki gelar Permaisuri Surgawi yang tidak lain adalah ibu Jie Yan.
Tetapi tidak ada yang berbicara tentang pengaturan tersebut. Namun, semua dari mereka pasti akan memberikan bantuan kecil agar jalan Jie Yan lebih mulus walaupun sebenarnya jalannya sudah sangat sulit untuk menemukan keberadaan sisa-sisa mereka yang tertinggal.
“Ini adalah hadiah untukmu!”
Setelah mengatakan itu, mata Patung Dewi Laut bersinar dengan warna biru laut.
Qi dan aura lainnya yang sangat kuat meletus lalu memasuki tubuh Jie Yan, Gu Yin dan Gu Yuena.
Akar Spiritual ketiganya tampak berkembang dengan pesat. Tetapi Patung Dewi Laut merasa heran ketika melihat kekuatan misterius di mata Jie Yan.
“Hm? Mata ini menghasilkan kekuatan Takdir? Bukan.. ini bukan kekuatan yang sama seperti yang dihasilkan oleh Trisula Takdir tetapi memiliki cara kerja yang sama. Karena itu, aku akan meningkatkan kualitasnya lebih cepat dari yang seharusnya. Ketika kau membuka matamu kembali, kau pasti akan dapat melihat Konsep dengan jelas. Ini akan mempermudah latihan mu.” ucap Patung Dewi Laut saat mengeluarkan qi yang jauh lebih besar dari sebelumnya, itu langsung meresap dan masuk ke mata Jie Yan.
Waktu terus berlalu, apa yang dilakukan oleh Patung Dewi Laut terhadap Jie Yan, Gu Yin dan Gu Yuena berlangsung selama hampir setengah jam. Aura yang terpancar dari Patung Dewi Laut pun akhirnya mereda.
Jreg! Jreg! Jreg!
Semua pilar-pilar air itupun masuk kembali ke dalam lantai secara misterius dan air yang menekan Jie Yan dan Gu Yin pun menghilang sepenuhnya.
“Selesai. Satu diantaranya meningkatkan kualitas mata. Satu lagi meningkatkan atribut Pembunuh Iblis, mungkin saat ini dia bisa disebut sebagai Pembunuh Dewa Iblis. Dan yang terakhir...” Patung Dewi Laut melihat ke arah Gu Yuena yang telah pingsan dengan Trisula Takdir di tangannya.
“Kau akan menjadi penerus ku saat ini. Gunakanlah kekuatan Takdir untuk merubah takdir mu menjadi lebih baik!”
Setelah mengatakan itu, Patung Dewi Laut kembali ke posisinya semula lalu cahaya yang menyelimutinya yang membuatnya tampak hidup pun lenyap seketika. Di saat itu juga, ia terlihat seperti patung mati sebelumnya, meninggalkan Jie Yan, Gu Yuena dan Gu Yin yang masih tidak sadarkan diri.