Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Reruntuhan Atlantis


Istana Bawah Laut


“Kita akan pergi ke Reruntuhan Atlantis! Aku ingin melihat tempat seperti apa itu sebenarnya.” ucap Jie Yan menatap ke arah Gu Yuena.


“Jika begitu, aku akan memimpin jalan.” Gu Yuena mengangguk lalu langsung terbang ke arah tertentu.


Jie Yan dan Gu Yuena pun langsung terbang mengikuti dari belakang.


Jarak tempat yang diberi nama Reruntuhan Atlantis lumayan jauh, tetapi dengan tingkat kultivasi ketiganya, bisa dipastikan bahwa ketiganya akan mencapai tempat tersebut dalam waktu paling lama dua hari.


Ketika sedang terbang ke arah tujuan, Jie Yan yang telah memulihkan ingatannya mencoba menarik kekuatan Spiritual dari ruang roh. Alasan ia melakukan ini, ia ingin membuka Gerbang Roh. Tentu saja tujuannya adalah memanggil Xia Yue'er dan Xiao Ziya.


Tetapi, ketika Jie Yan mencoba membuka gerbang roh, ia terdiam karena melupakan sesuatu yang sangat penting. Ia lupa bahwa Xia Yue'er dan Xiao Ziya adalah roh independent yang tidak lagi terikat dengan Dunia Roh, keduanya tidak bisa menggunakan Gerbang Roh.


Yang artinya, walaupun Jie Yan bisa membuka gerbang roh, ia tidak akan bisa memanggil kembali Xia Yue'er dan Xiao Ziya karena keduanya tidak akan bisa lewat. Hal ini membuat ia merasa lebih pusing.


Tetapi, Jie Yan yang tau bahwa itu memang tidak bisa dilakukan tetap mencobanya. Saat ia sedang terbang, ia pun mengarahkan kekuatan spiritual ke depannya lalu perlahan menciptakan Gerbang Roh.


Pintu emas perlahan tercipta dan itu terus bergerak disaat Jie Yan terus terbang mengikuti Gu Yuena.


“Suami? Apa yang kau lakukan?” Tanya Gu Yin saat menatap Gerbang Roh dengan posisi pintu terbuka.


“Aku ingin mencoba memanggil Yue'er dan Ziya.” jawab Jie Yan.


“Oh? Sudah sangat lama aku tidak bertemu dengan Yue'er kecil.” Gu Yin tentu senang jika benar bahwa Jie Yan bisa memanggil Xia Yue'er. Ia semula berpikir bahwa Xia Yue'er pasti kembali ke Dunia Roh dan jika Jie Yan membuka Gerbang Roh, maka Xia Yue'er pasti akan muncul.


Tetapi apa yang dipikirkan oleh Gu Yin tidak seperti yang dia harapkan. Tidak ada siapapun yang keluar bahkan setelah satu menit waktu berlalu.


“Ternyata tidak bisa.” Jie Yan menghela nafas panjang, saat ini ia tau bahwa ia harus mencari keduanya secara pribadi.


“Kenapa?” Tanya Gu Yin heran.


Jie Yan pun menjelaskan semuanya tentang apa yang terjadi kepada Xia Yue'er dan Xiao Ziya yang tidak diizinkan masuk ke Dimensi Naga sebelumnya. Lalu ia juga menjelaskan tentang situasi Xia Yue'er dan Xiao Ziya yang merupakan Roh independent.


Mendengar penjelasan Jie Yan, Gu Yin merasa sedih untuk Xia Yue'er karena sudah pasti Roh Peri mungil tersebut sangat kesepian tanpa adanya Jie Yan.


“Cepat atau lambat kita akan bertemu dengan mereka lagi.” ucap Jie Yan saat membubarkan Gerbang Roh.


Gu Yin mengangguk kecil dengan apa yang dikatakan oleh Jie Yan. Mereka pun akhirnya menyampingkan tentang hal tersebut untuk saat ini dan terus bergerak ke arah Reruntuhan Atlantis.


**


Di tempat tertentu di Istana Bawah Laut, satu sosok mungil dengan empat sayap, rambut pirang panjang dan telinga runcing pun tampak sangat gelisah saat ini.


“Ke mana gerbang sebelumnya menghilang?” Xia Yue'er terbang ke sana ke mari dengan panik.


Di dekat Xia Yue'er, terlihat satu sosok wanita cantik panas dengan pakaian sexy berwarna hitam. Ia tidak lain adalah Roh Dewi Kematian, Xiao Ziya.


“Ternyata dia memang masih hidup. Tetapi kami berdua tidak bisa melewati Gerbang Roh. Jika itu Yue'er kecil seorang diri, dia tidak akan bisa kembali. Tetapi tidak untukku.” Batin Xiao Ziya dengan senyum kecil diwajahnya.


“Yue’er, ayo kita pergi!” Teriak Xiao Ziya saat menatap Xia Yue'er yang terbang ke sana ke mari dengan wajah gugup.


Xia Yue'er terhenti di udara dan menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan tidak puas. Ia ingin mengomel tetapi Xiao Ziya lebih dulu berbicara.


“Kita akan segera bertemu dengannya. Aku bisa melacak dari mana arah koneksi Gerbang Roh yang muncul sebelumnya.” ucap Xiao Ziya.


“Benarkah?” Mata Xia Yue'er berbinar tetapi langsung redup dan menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan curiga. “Bagaimana kau tau dia di mana?”


Xiao Ziya terdiam ketika mendengar pertanyaan Xia Yue'er. Ia tidak tau harus berkata apa karena Xia Yue'er tidak menembangkan kecerdasannya sama sekali walaupun sudah dua tahun waktu berlalu. Sudah pasti Roh akan memiliki koneksi dengan kultivator yang melakukan Kontrak.


Awalnya Xiao Ziya dapat merasakan secara samar tetapi itu menghilang terus-menerus. Tetapi, ketika Jie Yan mencoba membuka Gerbang Roh untuk mereka, tentu ia langsung dapat melacak dari mana asalnya.


“Aku akan memberitahumu nanti. Ayo pergi, kita akan menjemput Dai Mubai terlebih dahulu. Aku merasakan auranya di sana setelah kita berpisah beberapa saat lalu.” ucap Xiao Ziya dan langsung terbang ke arah tertentu, tempat Dai Mubai berada tanpa menunggu jawaban dari Xia Yue'er.


Xia Yue'er sangat kesal ketika Xiao Ziya tidak mau menjelaskan apapun padanya. Tetapi ia hanya bisa mengikuti dengan pasrah.


**


Jie Yan yang saat ini sedang bergerak ke arah Reruntuhan Atlantis tidak mengetahui hal itu sama sekali. Ia terus bergerak bersama dengan Gu Yuena dan Gu Yin dengan kecepatan penuh.


Waktu terus berlalu dan tanpa sadar, sudah hampir dua hari Jie Yan, Gu Yuena dan Gu Yin bergerak tanpa ada hambatan sama sekali.


Gu Yuena yang memimpin jalan pun langsung terhenti di udara sambil menatap ke arah tempat yang sangat jauh dengan tatapan serius.


Jie Yan juga berhenti di sebelah Gu Yuena bersama dengan Gu Yin. Keduanya juga menatap ke arah kejauhan dengan tatapan serius.


“Inikah Reruntuhan Atlantis?” Tanya Gu Yin menatap ke arah kejauhan.


“Ya. Guru sudah pernah menjelaskan tentang hal ini sebelumnya kepadaku.” Gu Yuena mengangguk kecil.


Sementara untuk Jie Yan, ia hanya diam menatap ke arah kejauhan. Ia mengaktifkan Mata Dewa dan ia terkejut ketika melihat bahwa tempat tersebut dipenuhi oleh qi dan konsep yang sangat tinggi. Ketinggian konsentrasi qi dan konsep di tempat itu mengingatkannya pada tempat di Dimensi Naga tempat ia bertemu dengan Naga Hukum.


Sejauh mata memandang, hanya ada sebuah reruntuhan bangunan yang sangat unik. Tempat tersebut dahulunya adalah tempat tinggal bagi para Atlantis.


Tempat tersebut sangat terlihat seperti sebuah Kerajaan yang sangat luas yang telah runtuh. Mungkin butuh beberapa Minggu untuk menyusuri semua tempat. Jie Yan juga yakin bahwa banyak hal yang belum ditemukan di tempat itu karena dari informasi yang ia dapat dari Gu Yuena, para kultivator tidak terlalu tertarik datang ke tempat tersebut.