
Bintang Tianyu, Sekte Pedang
Keesokan harinya, Jie Yan terbangun dari meditasinya dan menemukan Xia Yue'er yang tampak memasang ekspresi bosan sepanjang waktu.
“Jie Yan, apakah kita akan pergi? Aku sudah lelah menunggu.” ucap Xia Yue'er saat perlahan terbang ke arah bahu Jie Yan.
Jie Yan hanya memutar bola matanya ke arah Xia Yue'er karena ketika ia mulai bermeditasi untuk berisitirahat, Xia Yue'er selalu bertanya apakah mereka akan segera pergi mengambil misi atau tidak.
Sikap Xia Yue'er hanya membuat Jie Yan tidak bisa berkata-kata karena sangat terlihat bahwa Xia Yue'er ingin pergi ke tempat bermain. Hanya menunggu waktu satu jam saja, menurut Xia Yue'er sudah seperti menunggu setahun lamanya.
Saat berdiri dari siapa meditasi, Jie Yan pun berbicara, “Ayo kita mengambil misi. Lagi pula, aku sangat penasaran dengan Bintang Tianyu. Dunia ini sangatlah besar, mungkin puluhan kali lebih besar dari pada Bintang Saint.”
“Um, aku juga ingin melihat seperti apa sebenarnya Alam Abadi.” Balas Xia Yue'er dengan nada bersemangat karena tidak sabar untuk berpetualang.
Jie Yan tidak membuang waktu lagi dan langsung keluar dari ruangan itu. Ketika ia keluar, beberapa murid menatapnya dengan wajah mendengus karena melihat bahwa Jie Yan sangat lemah.
Tetapi Jie Yan tidak peduli dengan tatapan murid lainnya. Hanya saja, Xia Yue'er sedikit tidak puas dengan sikap mereka. Namun ia juga mengetahui bahwa kekuatannya saat ini memang tidak bisa bersaing dengan murid terlemah sekalipun.
Saat Jie Yan mencapai Aula Misi, semua murid yang ada di sana juga memandang Jie Yan dengan tatapan aneh dan meremehkan. Karena hanya kuat yang akan dihormati, jadi mereka hanya menganggap bahwa Jie Yan terlalu menanggap dirinya tinggi karena dengan tingkat kultivasi seperti itu mencoba mengambil misi.
Kabar tentang dua murid baru di lingkaran dalam telah menyebar luas. Mereka semua tau bahwa ilmu pedang Jie Yan dan Yun Che lumayan hebat di usia yang sangat muda. Tetapi, bagi para murid yang menjadi pekerja keras, mereka tidak akan menghormati jenius apa lagi jika jenius hanya mengandalkan bakat tanpa kerja keras.
Aula Misi sangatlah besar. Di lantai pertama bangunan tersebut, sangat banyak papan pencarian yang merupakan misi yang disediakan untuk para murid Sekte Pedang.
Dari pengantar tentang Sekte Pedang yang Jie Yan terima saat menerima sumber daya dan pakaian, di dalam cincin ruang yang diberi oleh Sekte Pedang, terdapat informasi tentang level misi yang disediakan untuk para murid.
Untuk misi paling rendah, adalah misi tingkat D. Kategori misi dibagi menjadi D, C, B, A, S dan SS. Walaupun hanya itu yang tercatat, Jie Yan yakin bahwa pasti ada misi kelas SSS.
Saat tiba di papan pencarian, Jie Yan menatap semua misi yang ada di sana. Untuk lantai pertama, misi yang tersedia hanyalah misi tingkat D dan C.
Karena saat ini Jie Yan hanya memiliki tingkat kultivasi Tranformasi Abadi tahap menengah, maka ia pastinya akan mengambil misi tingkat D.
“Masih lama bagiku untuk mencapai tingkat selanjutnya dari tingkat Abadi. Tingkat pertama adalah Tranformasi Abadi, selanjutnya adalah tingkat Emas Abadi.”
“Aku harus secepatnya mencapai tingkat Emas Abadi!” Batin Jie Yan dan menatap ke arah papan pencarian. Matanya bergerak dengan sangat cepat, memperhatikan semua misi yang ada di sana.
Tatapan Jie Yan tertuju pada misi yang cukup menarik, yaitu mengurus binatang roh yang tidak pernah dikenal oleh Jie Yan.
“Sudah pasti misi ini adalah yang tersulit dari misi tingkat D. Misi lainnya di tingkat D hanyalah mengumpulkan bahan-bahan. Membantu para kultivator lainnya ataupun usaha dagang menjadi seorang penjaga. Tetapi misi ini secara langsung bertarung untuk menumpas bintang roh yang tidak dikenal. Dikatakan bahwa binatang roh tersebut memiliki kekuatan tingkat Transformasi Abadi tahap puncak.” Batin Jie Yan dan memutuskan mengambil misi tersebut.
Jie Yan juga melihat ke misi lainnya dan menemukan misi untuk mengumpulkan herbal bernam Bambu Perak di sekitar tempat misi yang ia ambil. Tentu saja ia akan mengambilnya karena itu akan menghemat waktu.
Saat Jie Yan mengambil kedua misi tersebut, murid terlemah lainnya memasang wajah jijik ketika menatap ke arah Jie Yan. Biasanya hanya murid tingkat Emas Abadi tahap menengah berani mengambil misi membereskan binatang roh.
Ini juga dikarenakan binatang roh tingkat Abadi sangat kuat. Selain dari itu, ada kemungkinan bahwa tidak hanya ada satu bintang roh yang harus dibereskan.
“Bukankah itu salah satu dari dua murid baru? Benar saja, kultivasinya hanyalah tingkat Tranformasi Abadi tahap menengah. Bahkan jika dia memiliki keahlian pedang, level Kultivasi membuatnya tetap tidak akan pernah bisa menang melawan musuh setingkat Emas Abadi.”
“Selain dari itu, dia mengambil misi membereskan binatang roh! Sungguh kesombongan yang sangat tinggi! Apakah dia berpikir bahwa dia jenius dia akan dapat melakukan apapun yang dia inginkan?”
Para murid pun berdiskusi ketika melihat Jie Yan. Mereka semua ingin memberi pelajaran kepada Jie Yan karena merasa bahwa Jie Yan terlalu menganggap dirinya tinggi.
Hal ini juga dikarenakan apa yang dilakukan oleh Yun Che sehari yang lalu. Sikap Yun Che terhadap para murid lainnya membuat banyak murid marah. Itulah sebabnya para murid tidak menyukai dua murid baru yang dirumorkan.
“Dasar para manusia menjijikkan! Ketika Putri ini mencapai tingkat Emas Abadi, Putri ini akan memberikan kalian semua pelajaran!” ucap Xia Yue'er sangat marah karena ia memang sangat mudah terpancing jika di provokasi. Tetapi karena ia sudah memiliki pemikiran lebih dewasa dari pada sebelumnya, ia tidak langsung terbang dan mengajak siapapun itu untuk bertarung.
“Tenanglah Yue'er. Di masa depan kita akan memiliki waktu untuk memberi mereka pelajaran.” ucap Jie Yan sambil berjalan perlahan ke arah tempat mendaftarkan misi.
Saat mencapai tempat tersebut, terlihat salah satu Tetua menatap ke arah Jie Yan dengan tatapan sedikit tidak senang yang membuat Jie Yan menyerit sedikit.
“Jadi kaulah yang menjadi murid baru lainnya?” Tanya Tetua tersebut.
“Ya.” Jie Yan mengangguk kecil lalu menyerahkan dua lembar kertas misi.
“Tampaknya kau juga sombong seperti murid baru lainnya.” ucap Tetua tersebut sedikit tidak senang ketika Jie Yan menyerahkan dua lembar kertas misi.
Jie Yan terdiam karena tampaknya Yun Che pasti telah membuat masalah di Aula Misi.
“Hm? Misi tingkat D membersihkan binatang roh? Kau memang sama seperti dia walaupun kau masih dapat mengukur dirimu sendiri. Jika kau sama seperti dia mengambil misi tingkat C dengan tingkat kekuatan seperti itu, maka kau pasti lebih sombong dari pada dia!” ucap Tetua itu menggelengkan kepalanya. Tetapi karena itu masih misi tingkat D, ia pun langsung memberi stempel persetujuan pengambilan misi.
Jie Yan semakin terdiam karena Yun Che mengambil misi tingkat C. Ia sekarang paham kenapa banyak murid di Aula Misi menatapnya dengan jijik dan itu semua dikarenakan Yun Che.