Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Perang Akhir (1)


Bintang Brahma, Dimensi Kecil


“Sudah waktunya kita bergerak!” Wang Zi yang sudah berdiskusi dengan semua kultivator di sana, berkata dengan nada serius sambil menatap ke arah tempat para binatang roh membuat basis mereka.


Semua kultivator yang ada di tempat itu tidak berkomentar sama sekali karena mereka sudah sepakat untuk menyerang dengan kekuatan penuh.


Ratusan ribu kultivator berkumpul, menunggu perintah dari Wang Zi.


“Lakukan sesuai rencana! Gelombang pertama berangkat!” Teriak Wang Zi dengan nada yang sangat kuat.


Wusssh!


Lima kultivator tingkat Kaisar Abadi tahap puncak pun langsung memimpin banyak kultivator tingkat Kaisar Abadi tahap menengah dan akhir pergi ke arah Medan perang sebelumnya yang kini telah di dominasi oleh para binatang roh.


“Gelombang kedua dan ketiga menyerang dari kiri dan kanan! Gelombang empat menjadi bala bantuan gelombang pertama!” Perintah Wang Zi.


Wusssh!


Ketika suara Wang Zi terdengar, lebih dari setengah kultivator pun langsung bergerak lagi.


“Menyebar, serang mereka dan temukan target yang telah kita tetapkan untuk kalian masing-masing!” ucap Wang Zi dan ia pun langsung terbang ke arah tertentu sementara semua kultivator lainnya langsung menyebar ke banyak arah, mencari target mereka masing-masing.


Karena pengetahuan Wang Zi tentang musuh cukup banyak, tidak ada yang berkomentar tentang pengaturan dari Wang Zi.


Tetapi mereka belum memastikan tentang Dewa Naga dan tiga Naga Bencana, serta pemimpin Klan Kelelawar Iblis Kegelapan bersama dengan tiga Kelelawar Iblis Kegelapan Malapetaka.


Selain dari itu, Patriak dari Klan Binatang roh kuat lainnya belum mereka ketahui, inilah informasi yang belum mereka peroleh sehingga persentase kemenangan mungkin hanya 60% menurut perhitungan mereka saat berdiskusi. Tetapi, jika dilihat kembali, pasukan aliansi kultivator hanya memiliki persentase kemenangan yang sebenarnya hanya mencapai 30%.


**


Di tempat para binatang roh berada, terlihat banyak jenis binatang roh. Tetapi yang terkuat dari mereka adalah jenis Naga dan Kelelawar Iblis Kegelapan.


Pasukan yang terdiri lebih dari 300.000 binatang roh itu di pimpin oleh Li Xiaogang.


“Tuan, mereka telah menyerang dengan kekuatan penuh!” Satu anggota Kelelawar Iblis Kegelapan dalam kategori Malapetaka, muncul di sebelah Li Xiaogang dan langsung memberikan informasi.


“Manusia rendahan! Tidak mengetahui ketinggian langit sama sekali!” Dengus Li Xiaogang. Ia pun mengepakkan sayapnya lalu berteriak keras, suara itu pecah melalui kekuatan spiritual.


“Serang semau kalian, lebih baik menyerang dengan tiga lawan satu agar mereka semakin cepat binasa!” Perintah Li Xiaogang. Ia bukan tipe seseorang yang membuat rencana dalam perang karena itulah sifat dari Kelelawar Iblis Kegelapan.


Tiga Naga Bencana mendengus marah kepada Li Xiaogang tetapi mereka hanya bisa bergerak karena Dewa Naga sudah memberikan komando kepada Li Xiaogang.


Di tempat yang tidak terlalu jauh, Xun Hai yang dalam bentuk bintik-bintik merah konsep Darah, menatap ke arah dua kubu yang akhirnya menyerang dengan kekuatan penuh.


“Binatang roh tidak membuat rencana sama sekali. Mungkin ini dikarenakan pemimpin Kelelawar Iblis Kegelapan itu!” Batin Xun Hai saat memerhatikan Li Xiaogang yang tidak ikut menyerang.


“Hm?” Li Xiaogang melihat ke arah tertentu dengan kerutan diwajahnya. Ia mencium aroma darah kuat tetapi ia tidak bisa mendeteksi di mana tepatnya aroma darah itu berasal.


“Apakah hanya perasaanku saja?” Gumam Li Xiaogang dan mengalihkan pandangannya ke arah medan perang yang akan segera pecah. Sebagai spesies yang menggunakan darah meningkatkan kekuatan, ia tentu akan sensitif terhadap darah.


Xun Hai yang sedang berpindah tempat, merasa sedikit kedinginan karena ia hampir saja terlacak.


“Aku harus menjaga jarak darinya.” Batin Xun Hai. Ia pun menatap ke arah istana yang cukup jauh dan menemukan Dewa Naga yang hanya berdiam diri di sana menatap ke arah medan perang dengan tatapan acuh tak acuh.


“Garis darah luar biasa! Setelah menyerap Jimat Darah, aku dapat merasakan level garis darah makhluk hidup tertentu. Namun, walaupun garis darah Dewa Naga itu luar biasa, itu masih jauh lebih rendah dari garis darah Jie Yan.” Batin Xun Hai. Ia pun menghilang kembali lalu muncul di tempat yang cukup jauh setelah memeriksa situasi tempat itu.


Tubuh Xun Hai memadat lalu ia pun menggunakan beberapa gerakan kecil.


“Pengendalian Darah!”


Di tempat Jie Yan berada, setitik darah tampak menyerap konsep Darah disekitarnya lalu membentuk banyak tulisan di udara.


Jie Yan dan yang lainnya memerhatikan hal itu lalu mereka semua saling memandang karena informasi yang diberikan oleh Xun Hai sangat terperinci. Selain dari itu, kultivator yang bersembunyi di balik bayang-bayang yang merupakan beberapa anggota Klan Wang lainnya juga dicatat di informasi tersebut.


“Ya.” Xue Lingyi tidak menolak sama sekali.


Jie Yan mengangguk lalu mengeluarkan sebuah jubah panjang berwarna hitam. Ia pun menggunakannya dan langsung berbalik, mengibaskan jubah tersebut.


“Ayo pergi, kita bereskan semua anggota Klan Wang yang bersembunyi merencanakan sesuatu.” ucap Jie Yan saat ia berjalan ke arah luar tempat mereka berdiskusi diikuti oleh Huan Caiyi, Yu Mei, Xiao Chen dan Lin Ming.


“Semoga berhasil.” ucap Xiao Zun menatap kepergian Jie Yan dan yang lainnya.


Ketika keluar dari basis sementara, Jie Yan menatap dingin ke arah tertentu lalu mengarahkan telapak tangannya.


“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”


Dung!


Pusaran ungu muncul lalu melebar seketika. Jie Yan pun masuk ke dalam, diikuti oleh Huan Caiyi, Yu Mei, Xiao Chen dan Lin Ming.


Di suatu tempat yang tidak terlalu jauh dari medan perang yang baru saja pecah, delapan kultivator tingkat Kaisar Abadi tahap puncak sedang memata-matai perang.


“Hm? Fluktuasi ini...” Kedelapan anggota Klan Wang memasang ekspresi serius ketika merasakan adanya gangguan spasial. Jika itu kultivator biasa, mereka tidak akan mampu melakukannya di Dalam Dimensi Kecil. Yang artinya, seseorang pengguna konsep Ruang luar biasa datang ke arah mereka.


Kedelapan dari anggota Klan Wang pun langsung melompat menjauh, mengeluarkan senjata mereka masing-masing. Mereka tentu waspada karena hanya anggota Klan Wang yang mengetahui tempat mereka. Dan diantara anggota Klan Wang, tidak ada penggunaan konsep Ruang yang artinya yang datang pastilah musuh.


Dari pusaran Ruang, Jie Yan dan yang lainnya pun keluar.


“Lima kultivator dan hanya satu tingkat Kaisar Abadi tahap puncak?” semua anggota Klan Wang sedikit rileks dan tidak lagi takut dengan Jie Yan dan kelompoknya.


“Oh? Ternyata kalian memang anggota Klan Wang dari Wilayah Utara Alam Abadi hanya dengan melihat token di pinggang kalian!” ucap Jie Yan saat ia mengeluarkan pedangnya.


Wajah kedelapan anggota Klan Wang sangat jelek ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Jie Yan.


“Tampaknya kita harus membereskan mereka!” ucap salah satu anggota Klan Wang dengan wajah dingin.


Jie Yan hanya menatap dengan acuh tak acuh. Dengan Mata Dewa, ia dapat melihat siapa yang terkuat dan siapa yang terlemah diantara anggota Klan Wang.


“Bunuh!”


Ketika anggota Klan Wang hendak menyerang, Jie Yan dengan kilatan dingin diwajahnya pun langsung menghilang.


“Teleportasi!”


“Waktu Kilat!”


“Busur Waktu - Masa Depan!”


“Belitan Qi Raja!”


“Seni Rahasia, Tebasan Kecepatan Teleportasi!”


Sraing!


Jrezzh!


Jie Yan muncul di belakang salah satu anggota Klan Wang terlemah karena mungkin hanya itu yang bisa di bunuhnya secara instan menggunakan semua kekuatannya.


Ketika jubah Jie Yan berkibar, kepala salah satu anggota Klan Wang pun terbang ke udara yang membuat ketujuh anggota Klan Wang membeku di tempat.


Ketujuhnya merasakan ancaman bahaya dan langsung melompat mundur. Ini adalah ancaman dari aura tirani dari garis darah Jie Yan yang membuat siapapun secara naluriah mundur.


“Tidak ada satupun dari kalian yang akan lolos dari tempat ini!” ucap Jie Yan saat qi Raja miliknya meledak ke segala arah dan matanya pun berubah menjadi pupil naga karena ia langsung menggunakan Kekuatan Naga yang ada di dalam tubuhnya.