
Bintang Tianyu, Lembah Bulan
Di Lembah Bulan, semua tumbuhan terlihat berwarna perak, apa lagi ketika malam tiba, semua yang ada di sana bersinar terang. Selain dari itu, konsep Cahaya Bulan yang terasa semakin lebih tinggi ketika malam tiba.
Jie Yan dan Xia Yue'er saat ini berjalan di dalam Lembah Bulan sambil memperhatikan semua tempat. Lembah Bulan dihapit oleh dua tebing yang ditumbuhi oleh rerumputan berwarna putih.
“Tempat ini sungguh aneh. Bahkan di Alam Roh, tidak ada tempat yang terdiri dari tumbuhan yang menyerap konsep sepanjang waktu lalu menyimpannya. Jie Yan, apakah tumbuhan ini sudah bisa dihitung sebagai tumbuhan pemahaman jika kita mencabutnya lalu mencoba mempelajari konsep ini memalui tumbuhan itu?” Tanya Xia Yue'er penasaran.
Jie Yan juga cukup penasaran, ia mencabut satu tumbuhan secara acak lalu memperhatikannya dengan Mata Dewa.
“Tidak, konsep Cahaya Bulan yang tersimpan di dalam tumbuhan ini tampak lenyap seketika ke udara.” ucap Jie Yan dengan gelengan kepala karena sedikit kecewa. Ia juga tertarik dengan konsep Cahaya Bulan karena tampaknya itu mampu meningkatkan kecepatan ke level yang sangat tinggi menurut perkataan Xiao Ziya.
“Oh..” Xia Yue'er sedikit kecewa juga karena ia juga pengguna konsep Cahaya. Jika ia dapat menggunakan versi lain dari konsep Cahaya, pasti kekuatannya akan meningkat pesat.
“Tetapi pasti ada alasan mengapa Lembah ini membuat semua tumbuhan mampu menyerap konsep.” Jie Yan tersenyum kecil karena itulah yang saat ini ingin ia bongkar.
Ketika menyusuri Lembah Bulan, Jie Yan dan Xia Yue'er tiba di sebuah jurang kecil, walaupun hari sudah gelap, jurang dangkal itu masih terlihat terang karena adanya tumbuhan yang memancarkan sinar.
Jie Yan langsung melompat ke dalam diikuti oleh Xia Yue'er. Ia tidak khawatir tentang jalan keluar karena ia memiliki sayap yang bisa membawanya terbang keluar dari jurang kecil itu.
Ketika mendarat di permukaan jurang kecil, Jie Yan langsung memeriksa daerah tersebut tetapi ia terkejut ketika satu sosok tiba-tiba muncul dan mencoba menerkamnya.
Bam!
Jie Yan mengayunkan tinjunya sekuat tenaga lalu mengenai tepat pada sosok yang mencoba menggigitnya.
Darah berceceran di saat sosok yang merupakan seekor serigala berwarna perak menghantam tepat ke dinding jurang kecil.
“Binatang roh?” Jie Yan menatap ke arah serigala berwarna perak dengan seksama. Kekuatan serigala perak tersebut mencapai level Transformasi Abadi tahap menengah.
“Grrrr....!” Serigala perak menggeram, tubuhnya sedikit gemetaran saat perlahan berdiri dengan darah berceceran.
Dengan wajah tenang, Jie Yan memperhatikan serigala perak tersebut yang tampak hendak menerkamnya sekali lagi.
Serigala perak tersebut melompat sekali lagi lalu mengayunkan cakarnya yang telah dilapisi oleh konsep Cahaya Bulan. Kecepatannya juga tampak meningkat ketika aura berwarna putih menyelimuti tubuhnya.
“Tidak ada yang istimewa.” Jie Yan menggelengkan kepalanya lalu mengayunkan pedang yang muncul di tangan kanannya.
Sraing!
Srak!
Serigala berwarna perak itupun langsung terbelah seketika.
“Inti ini..” Jie Yan sedikit terkejut karena inti bintang roh yang ia bunuh ternyata mengandung qi dan konsep Cahaya Bulan. Kilatan tertentu muncul di mata Jie Yan karena jika ia mendapatkan banyak inti binatang roh seperti itu, maka ia akan dapat menguasai qi dan konsep Cahaya Bulan.
Bahkan untuk Xia Yue'er juga merasakan hal yang sama. Matanya juga berbinar karena jika ada banyak inti binatang roh seperti itu, ia akan dapat meningkatkan konsep Cahaya yang ia miliki. Selain dari itu, ia akan menguasai versi lainnya dari konsep Cahaya.
“Jie Yan, ayo buru semua binatang roh yang ada di tempat ini!” ucap Xia Yue'er bersemangat. Tanpa menunggu jawaban dari Jie Yan, ia langsung terbang ke tempat acak mencari binatang roh untuk di buru.
Jie Yan hanya menggelengkan kepalanya lalu berjalan perlahan ke arah lain mencari benda yang ia cari, yaitu Bambu Perak.
Tidak lama kemudian, Jie Yan pun mencapai pinggiran lainnya jurang kecil tersebut lalu menemukan apa yang ia cari.
“Ternyata memang ada Bambu Perak di tempat ini. Jumlah ini cukup banyak, sangat disayangkan bahwa permintaan misi hanya menginginkan satu batang Bambu Perak.” Gumam Jie Yan saat ia mencabut puluhan Bambu Perak. Walaupun herbal aneh itu tidak cukup berharga, itu masih bisa jual menjadi beberapa batu spiritual.
Sekarang Jie Yan tau bahwa dirinya harus mengumpulkan banyak sumber daya agar dapat meningkatkan kekuatannya secepat mungkin sehingga ia tidak akan membuang sumber daya begitu saja jika ia melihatnya.
“Snagat disayangkan bahwa aku tidak tau herbal apa saja yang bisa diperdagangkan di Alam Abadi. Melihat semua tumbuhan di sini, sudah pasti akan banyak tumbuhan yang bisa dijual.” Gumam Jie Yan saat selesai memanen Bambu Perak yang terakhir.
Saat Jie Yan sedang memeriksa situasi di sekitarnya, ledakan besar terjadi di tempat yang cukup jauh yang membuat Jie Yan mengerutkan keningnya.
“Ini bukan aura Yue'er. Selain dari itu, ini juga bukan qi dan konsep Cahaya Bulan!” Wajah Jie Yan serius seketika karena tau bahwa pasti ada orang lain yang masuk ke tempat itu Selain dari dirinya dan Xia Yue'er.
Tanpa membuang waktu, Jie Yan bergegas ke arah sumber ledakan sebelumnya.
Di tempat ledakan terjadi, terlihat Xia Yue'er yang sedang terbang menjaga jarak dari arah ledakan tersebut. Wajahnya terlihat sedikit pucat, amarah terlihat jelas di wajahnya yang semula terlihat imut.
“Kalian.. Murid Sekte Pedang?” Tanya Xia Yue'er dengan wajah marah. Kedua tangannya yang mungil telah dilingkari oleh lingkaran formasi karena ia bersiap-siap untuk menyerang.
“Hm? Apakah Roh sepertimu juga kenal dengan Sekte Pedang? Sungguh tidak terduga. Kau pastilah Roh yang menjaga tempat ini bukan?” Tanya salah satu dari pria tersebut dengan nada jahat.
“Itu sudah pasti! Lebih baik kita menunjukkannya. Aku tidak tau bagaimana bisa Roh datang ke tempat ini tanpa melakukan Kontrak dengan manusia! Tetapi tampaknya Roh kecil ini cukup kuat.” Satu lagi dari mereka berbicara lagi.
Kedua murid Sekte Pedang yang awalnya mencari sesuatu di Lembah Bulan, bertemu dengan Xia Yue'er. Mereka sudah tertarik untuk menundukkan Xia Yue'er bagaimanapun caranya karena mereka tidak pernah melihat Roh seperti Xia Yue'er. Ini juga kesempatan bagi mereka untuk menjadi Spiritualis Dunia yang cukup langka.
“Kau ingin menundukkan Putri ini! Jaga bicaramu manusia hina!” Teriak Xia Yue'er saat ia mengayunkan kedua telapak tangannya bergantian dengan cara postur tubuh yang anggun.
“Formasi Alam, Kelahiran Alam Kematian!”
Bussssh!
Akar-akar yang tampak memiliki aura jahat meledak di semua tempat yang membaut kedua murid Sekte Pedang terkejut.
Jika Xiao Ziya berada di tempat itu, ia akan terkejut ketika melihat bahwa qi penyimpangan yang selalu tidur di dalam tubuh Xia Yue'er kembali aktif.