
Serangan formasi gabungan yang dilakukan oleh Xia Yue'er dan Xiao Ziya membuat Jin Gu memasang wajah yang sangat muram.
Dua sosok muncul dari arah kiri, menggunakan sebuah tombak yang tampak seperti bor, sosok tersebut berwarna hitam, dengan pakaian perang serta sayap hitam.
Sementara itu, di sebelah kanan Jin Gu, dua sosok diselimuti oleh cahaya menyilaukan, dengan pakaian aneh, menggunakan senjata yang sedikit mirip dengan dua sosok sebelumnya juga ikut menyerang dengan cara menusuk ke arah Jin Gu.
“Sial!” Empat sosok yang menyerang sudah sangat dekat yang membuat Jin Gu hanya bisa mengutuk kedua roh tersebut. Ia tidak memiliki waktu untuk melawan sehingga ia hanya bisa mencoba bertahan sebisanya. Ia tau bahwa kedua serangan Roh itu sangat kuat, itu terbukti dengan konsep yang teramat luar biasa menyelimuti senjata keempat sosok tersebut.
“Dosa Kerakusan, Cemin Iblis!”
Aura aneh berwarna abu-abu tampak membentuk riak tertentu di kiri dan kanan Jin Gu. Itu hanya seperti sebuah penghalang tipis, tetapi nyatanya perisai itu cukup unik, karena tercipta melalui qi dan konsep Kerakusan, itu dapat menyerap sebagian kekuatan serangan yang mengarah padanya.
Trang!
Ketika keempat senjata membentur perisai, itu membuat dampak yang cukup kuat.
Krak! Krak! Krak!
Tetapi pertahanan yang dibuat oleh Jin Gu mengalami retakan yang membuat Jin Gu tau dengan pasti bahwa kekuatan kedua roh tersebut memang setingkat dengannya, sedikit lebih rendah dari pada Jie Yan. Alasannya tentu sederhana, perisai yang ia ciptakan tidak bisa dibuat retak oleh Pangeran Iblis lainnya, sementara kedua roh tersebut mampu melakukannya yang menandakan kekuatan keduanya diatas Pangeran Iblis lainnya.
Jin Gu langsung memahami kenapa semua rekannya termasuk untuk kultivator dari Alam Abadi dan Pangeran Iblis lainnya telah jatuh.
“Seni Iblis, Dunia Ilusi!”
Kabut abu-abu meledak dari tubuh Jin Gu dan setelah itu, sosoknya terlihat menghilang dari pandangan.
Prang!
Wusssh!
Keempat sosok yang diciptakan oleh Xia Yue'er dan Xiao Ziya yang menghancurkan penghalang, tampak hanya menembus udara ketika menusuk ke arah kabut aneh yang dikeluarkan oleh Jin Gu sebelumnya.
Jie Yan yang telah berpindah sebelumnya, menatap kejadian itu dengan Mata Dewa miliknya. Menggunakan mata itu, tidak ada yang bisa disembunyikan sama sekali. Ia pun langsung melakukan telepati kepada Xiao Ziya dan Xia Yue'er.
“Ziya, Yue'er, ledakan area kabut aneh itu menggunakan konsep terkuat kalian. Tubuh Jin Gu masih berada di sana, tetapi karena kekuatan dari konsep Kerakusan, di tampak seperti menghilang lalu menyerap semua kekuatan serangan yang mencoba menyentuhnya.” ucap Jie Yan melalui telepati.
Ketika Xiao Ziya dan Xia Yue'er mendengar itu, keduanya sedikit terkejut terutama untuk Xiao Ziya yang tidak pernah mendengar kemampuan Pangeran Iblis Klan Jin seperti itu.
“Jika seperti itu, maka tidak akan sulit sama sekali!” Xia Yue'er menyeringai saat ia mengarahkan telapak tangannya ke arah sosok yang ia ciptakan lalu lingkaran Formasi tercipta. Hal yang sama juga dilakukan oleh Xiao Ziya.
Tentu keduanya akan merasa bahwa Jin Gu terlalu ceroboh menggunakan teknik seperti itu karena untuk Roh setingkat mereka berdua, setiap kali mereka menggunakan formasi dan menciptakan sesuatu, mereka akan dapat meledakkannya.
“Meledaklah!” ucap Xia Yue'er dan Xiao Ziya bersamaan saat mengendalikan keempat sosok tersebut, mengubah qi dan konsep yang terkandung menjadi ledakan walaupun keduanya sudah tau bahwa qi dan konsep yang terkandung lebih sedikit dari sebelumnya, ini dikarenakan teknik Jin Gu yang menyerap qi dan konsep.
Jin Gu yang awalnya memperhatikan situasi dan mencari cara untuk menyerang balik, tiba-tiba melebarkan matanya karena ia melihat keempat sosok yang ada di sampingnya memancarkan aura kekerasan.
Duar! Duar! Duar! Duar!
Empat Ledakan besar yang terdiri dari konsep Kehidupan dan Kematian, melukai tubuh Jin Gu dengan cukup parah. Konsep Kehidupan tampak merusak daya hidup Jin Gu dan konsep Kematian menyerap hidup Jin Gu. Jika digunakan bersama-sama untuk menjatuhkan satu tubuh, bisa dibayangkan efek yang dihasilkan akan sangat mengerikan.
“Apakah berhasil?” Tanya Xia Yue'er mencoba untuk melacak keberadaan Jin Gu.
Untuk Xiao Ziya, ia hanya diam karena tau bahwa Jin Gu tidak akan mati begitu saja. Ia juga mencoba untuk melacaknya tetapi tidak menemukan apa-apa, teknik yang digunakan oleh Jin Gu cukup aneh, yang membuat kekuatan spiritual tidak bisa melacaknya.
Sedangkan Jie Yan yang tidak jauh dari posisi tersebut, membuat kuda-kuda menyerang karena ia telah melihat semuanya menggunakan mata Dewa miliknya.
Jie Yan mengumpulkan semua qi dan konsep yang ia miliki di satu titik, yaitu tepat di pedang yang ia pegang di tangan kanannya sambil terus menatap ke arah tertentu. Ia juga menyuntikkan qi Raja dalam jumlah yang bisa ia kerahkan secara langsung.
“Bajingan! Kalian akan membayarnya!” Teriak Jin Gu sekuat tenaga saat konsep Kerakusan mengamuk dari dalam tubuhnya. Itu seperti iblis yang sangat rakus, menyebar ke segala arah, mencoba melahap semua yang ada di sana sampai tidak tersisa. Inilah betapa uniknya konsep Kerakusan yang dikuasai oleh Jin Gu.
Aura berwana abu-abu mencoba menutupi semua tempat yang membuat Xiao Ziya dan Xia Yue'er yang meraksasa bahaya besar mencoba menjauh dari tempat itu.
“Seni Rahasia Tertinggi, Tebasan Kaisar Surgawi!”
Saat Xiao Ziya dan Xia Yue'er mundur, suara seseorang terdengar menggema di udara, suara tersebut tidak lain adalah suara Jie Yan.
Sraing!
Jrezh!
Bilah raksasa yang sangat kuat, melesat ke arah tempat Jin Gu yang mencoba melakukan upaya terakhirnya yaitu melahap semua yang ada di Benua Saint walaupun taruhannya adalah nyawanya. Ketika ia merasa bahwa semua yang ada di dunia tersebut akan mati oleh serangan bunuh diri miliknya, tatapannya tertuju ke arah tertentu dan menemukan bilah raksasa yang telah mendekat ke arahnya.
Srak!
Zhung!
Jin Gu tidak mampu merespon sama sekali saat bilah tersebut langsung melewatinya seketika. Ia tidak merasakan sakit, tetapi tau bahwa daya hidupnya memudar dengan kecepatan yang sangat tinggi. Bahkan untaian qi yang ia gunakan untuk memulihkan diri tidak dapat membantunya karena itu seperti dihalangi oleh aura tebasan yang membelah tubuhnya menjadi dua.
Langit terbelah mencapai ke ujung, jurang yang tampak tidak memiliki dasar tercipta, membentang sampai ke ujung dunia. Inilah serangan terkahir yang digunakan oleh Jie Yan dalam upaya untuk menghabisi Jin Gu.
Puncak Gunung Saint
Patung Kaisar Manusia Generasi Pertama menatap langsung ke arah serangan yang dilancarkan oleh Jie Yan. Ia menaikkan sedikit sudut bibirnya karena tentu tau teknik apa yang digunakan oleh Jie Yan.
Kaisar Manusia Generasi Pertama mengetahui dengan jelas daya serang teknik tersebut. Ia juga bisa menggunakan teknik seperti itu, tetapi ia harus memiliki syarat tertentu, yaitu mencapai tingkat kekuatan tertentu.
“Kau memang keturunan dari ibumu. Hanya dengan garis darah langsung Permaisuri Surgawi seseorang dapat menggunakan teknik setingkat ini di tingkat kekuatan fana!”
Gumaman kecil dari Kaisar Manusia Generasi Pertama terdengar saat dia menatap ke arah langit yang terbelah, ruang pun ikut robek. Ia dapat melacak bahwa serangan yang dilancarkan oleh Jie Yan sebenarnya telah membelah Benua Saint menjadi dua bagian.