
Bintang Tianyu, Makam Pedang Kematian
Jrezh!
Tetua Agung Sekte Pedang merasakan tubuhnya dilewati oleh sesuatu. Ia merasakan jantungnya berdetak sangat cepat, selain dari itu, ia merasakan bahwa daya hidupnya memudar dengan sangat cepat.
“Teknik.. Ruang dan... Waktu...”
Jrezh!
Saat kata-kata Tetua Agung Sekte Pedang terucap, jurang yang sangat dalam membentang ke tempat yang sangat jauh.
Serangan yang dilancarkan oleh Jie Yan tidak berhenti sama sekali dan terus merobek semua yang lewatinya.
Tidak lama kemudian, serangan itu mencapai dinding goa bawah tanah yang dikatakan tidak dapat ditembus oleh siapapun sebelumnya.
Blar!
Ledakan besar terjadi yang membuat Makam Pedang Kematian bergetar keras.
**
Makam Pedang
Roh Artefak yang memperhatikan hal itu pun tercengang. Sosoknya yang semula menggunakan jubah putih dengan aura spiritual serta niat pedang Ekstrim pun langsung melesat ke arah udara.
Sosok tersebut menampilkan wajahnya yang sebenarnya, Roh tersebut terlihat seperti wanita yang sangat muda, tampak berumur hampir 15 tahun, pakaian serba putih, memiliki keunikannya sendiri.
Dua pedang terlihat di pinggangnya, pedang itu adalah pedang yang tercipta melalui kekuatan spiritual dan niat pedang yang dipadatkan dalam waktu yang sangat lama.
Zhep!
Roh Artefak tersebut mencabut kedua pedang di pinggangnya lalu mengayunkannya ke arah bilah energi yang datang dari bawah tanah.
Sraing!
Blar!
Kekuatan konsep Ruang dan Waktu meledak ke segala arah, di tekan oleh niat pernah ekstrim yang sangat tangguh.
Bahkan ketika Roh Artefak tersebut melancarkan serangan, itu langsung menarik perhatian semua ahli pedang tingkat tinggi di Sekte Pedang. Bahkan untuk Qing Long, dia sangat sadar bahwa hanya ada beberapa sosok yang mampu mengeluarkan niat pedang sekuat itu.
Oleh karena itu, semua ahli pedang tingkat tinggi pun langsung bergerak ke arah Makam Pedang karena mereka semua telah menebak bahwa Roh Artefak lah yang melakukan serangan dahysat tersebut.
“Kekuatan Ruang dan Waktu! Aku tidak menyangka bahwa bocah itu akan menguasai konsep seperti ini di usia yang begitu muda.” Suara Roh Artefak tersebut berubah dalam sekejap dari suara berat yang biasa ia gunakan.
Citranya sebagai ahli pedang tingkat tinggi, dan memiliki bobot berat saat ini terlihat sangat berbeda karena dia hanya terlihat seperti seorang gadis yang sedang beranjak dewasa.
Roh Artefak tersebut menyarungkan kedua pedangnya lalu mengarahkan telapak tangannya ke tempat lubang yang dibuat oleh Jie Yan. Ia tentu tidak akan membiarkan Jie Yan keluar dari tempat itu karena hukuman Jie Yan belum selesai kecuali Master Sekte atau Pemimpin Aula Penegak Hukum mencabut hukumannya.
Gunung tempat Sekte Pedang bergetar sedikit lalu lubang yang dibuat oleh Jie Yan langsung ditutup kembali dengan kecepatan yang sangat tinggi. Tidak sampai satu detik, lubang tersebut langsung tertutup sepenuhnya dan tempat tersebut berhenti bergetar.
“Sungguh bencana! Kenapa Qing Long sialan itu dan Qing Mu mengirim bocah itu ke Makam Pedang Kematian? Semua Semangat Niat Pedang yang aku ciptakan dalam Waktu yang lama disapu bersih! Hanya menyisakan beberapa dari mereka! Setelah ini, tidak mungkin lagi untuk mengirim seseorang ke Makam Pedang Kematian jika diberi hukuman!” Roh Artefak tersebut menggertakkan giginya dengan kuat. Wajahnya yang tampak belum dewasa cukup gelap.
Roh Artefak sangat kesal kepada Qing Long yang tidak lain adalah Master Sekte dan Qing Mu yang merupakan Pemimpin Aula Penegak Hukum.
“Dua bajingan tua! Aku akan menyelesaikan akun ini ketika bertemu!” ucap Roh Artefak tersebut lalu perlahan pudar. Ia kembali ke tempatnya berada untuk menunggu dua fosil tua menghampirinya.
**
Makam Pedang Kematian
Bussssh!
Jie Yan yang baru saja menyelesaikan tekniknya, langsung meledak, tiga tubuh tampak terpisah.
Jie Yan, Xia Yue'er dan Xiao Ziya tampak sedikit pucat karena mereka menggunakan semua qi dan konsep yang mereka miliki untuk dirubah ke bentuk konsep Ruang dan Waktu ketika melancarkan serangan sebelumnya.
Tatapan Jie Yan tertuju pada Tetua Agung Sekte Pedang. Ia menatap tubuh musuhnya yang perlahan terbelah lalu jatuh ke dalam bawah jurang tepat di belakangnya.
“Huft.. jika serangan itu tidak membunuhnya, maka kita pasti akan mati.” ucap Jie Yan saat ia perlahan duduk di permukaan tanah lalu menarik nafas dalam-dalam.
“Makhluk jelek itu cukup merepotkan.” Xia Yue'er yang terbang di udara dengan wajah sedikit pucat, mendengus sedikit. Ia masih menampilkan postur kuat agar dianggap perkasa.
Untuk Xiao Ziya, ia hanya menatap ke arah jurang dengan tatapan datar. Ia mencoba memikirkan kembali tentang cara Jie Yan mengunakan konsep Ruang dan Waktu. Namun ia menggelengkan kepalanya karena tau bahwa ia tidak akan bisa menggunakan konsep rumit seperti itu.
Jie Yan menatap ke sekelilingnya, ia mengerutkan sedikit keningnya ketika merasakan niat pedang yang perlahan meresap ke dalam tubuhnya.
“Ziya, ambil mayat Tetua Agung Sekte Pedang! Aku ingin memastikan sesuatu!” ucap Jie Yan dengan nada sedikit lelah.
Xiao Ziya tidak bertanya untuk apa Jie Yan membutuhkan mayat Tetua Agung Sekte Pedang karena ia juga tau bahwa mayat seseorang bisa mengahasilkan banyak hal juga.
“Niat pedang milikku tampak meningkat. Apakah ini dikarenakan serangan sebelumnya yang menghancurkan banyak Semangat Niat Pedang? Tetapi kenapa ini sangat sedikit?” Batin Jie Yan. Ketika ia mencoba memikirkannya kembali, ia sedikit terdiam karena sudah menduga bahwa serangan sebelumnya pasti menghancurkan niat pedang yang berasal dari Semangat Niat Pedang.
Jie Yan hanya menggelengkan kepalanya sedikit menyesal. Jika saja niat pedang itu tidak hancur, kemungkinan Kekuatannya akan meningkat drastis.
Xiao Ziya yang masuk ke dalam jurang itupun, perlahan keluar, membawa dua bagian tubuh Tetua Agung Sekte Pedang yang telah terbelah.
Saat meletakkan mayat itu di depan Jie Yan, Xiao Ziya melihat dengan seksama apa yang akan dilakukan oleh Jie Yan terhadap mayat tersebut.
Menatap mayat yang ada dihadapannya, Jie Yan menaikkan sudut bibirnya. Ia perlahan berdiri lalu menusuk ke arah setengah mayat menggunakan pedang miliknya.
“Hm.. ini...” Kilatan tertentu muncul di mata Jie Yan. Ia tidak menyangka bahwa pedang miliknya ternyata memang menyerap niat pedang yang tersisa di tubuh mayat tersebut.
Selain dari itu, ketika niat pedang diserap oleh pedang, itu langsung disalurkan ke tubuhnya. Pengetahuan alami niat pedang juga tampak tercetak di dalamnya. Tubuh Jie Yan seolah-olah menerima cara menggunakan niat pedang yang lebih maju seolah-olah dirinyalah yang mengembangkan niat pedang tersebut.
Bahkan untuk Xiao Ziya, menggunakan persepsinya juga cukup terkejut ketika melihat ke arah pedang yang di pedang oleh Jie Yan. Saat ini, ia semakin yakin bahwa pedang Jie Yan bukan hanya sekedar Artefak Abadi tingkat menengah, tetapi Artefak Dewa yang memiliki tingkatan cukup tinggi karena mampu melakukan hal luar biasa seperti itu.