Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Bi Luo Yang Tidak Berkutik


Daratan Barat


Para kultivator dari Benua Saint tidak ada yang tau bahwa iblis telah melakukan kontak dengan para kultivator dari Alam Abadi. Krisis Benua Saint semakin besar karena dua masih kuat bekerja sama hanya untuk membereskan semua penduduk Benua Saint.


Untuk Jin Gu, dia telah berdiskusi dengan Pancaran Iblis lainnya karena mereka tentu tau bahwa Nie Fang telah tewas. Untuk Bi Luo, mereka merasa bahwa Bi Luo akan segera tewas sewaktu mencoba menyelidiki siapa sebenarnya yang menyimpan Cermin Tembaga.


Tanpa bertanya pun, lima Pangeran Iblis lainnya paham bahwa Nie Fang dan Bi Luo pasti mendambakan Cermin Tembaga untuk mereka sendiri tetapi musuh terlalu kuat sehingga Nie Fang tewas dan Bi Luo akan segera menyusul.


Pertarungan yang terjadi di Daratan Utara terlihat sangat intens. Pusaran air tercipta di mana-mana ketika sosok wanita yang tidak lain adalah Gu Yuena menggunakan Trisula Takdir mengendalikan segala sesuatu di dalam laut.


Bussssh!


Lebih dari sepuluh Raja Laut langsung membentuk bola air yang cukup besar lalu di padatkan ke level tertinggi dan setelah itu mereka menembaknya ke arah satu sosok yang melayang tidak jauh dari permukaan air.


Bom!


Bola air yang dipadatkan ketika di tembakkan membuat sosok yang tidak lain adalah Iblis bernama Bi Luo memasang ekspresi lebih jelek. Tanpa membuang waktu, ia membuat sebuah tameng dengan qi dan konsep di lengan kirinya.


Tameng tersebut sangat besar dan langsung mencoba menahan semua serangan bola air yang telah dipadatkan.


Duar! Duar! Duar!


Tubuh Bi Luo di dorong mundur. Lengan kirinya mati rasa. Tetapi, ia tiba-tiba merasakan sakit di punggungnya. Walaupun ia merasakan bahaya, ia sama sekali tidak bisa menghindar karena serangan yang mengarah padanya tercipta melalui perpadatan udara, bukan terbuat dari qi.


Srak!


Saat luka terbentuk di punggung Bi Luo, ia pun langsung berbalik dan menatap ke tempat yang tidak terlalu jauh. Ia menemukan seseorang yang tidak lain adalah Xiao Chen dengan pedang besar yang diselimuti oleh aura putih.


“Kau.. tidak salah lagi! Kau menggunakan semua teknik miliknya! Itu tercatat di sejarah kelam bangsa Iblis! Apa hubunganmu dengannya?” Tanya Bi Luo dengan teriakan saat ia mengayunkan perisai yang perlahan mengecil di lengan kirinya ke arah Xiao Chen.


“Gelombang Kejut Perisai Iblis!”


Blar!


Saat tameng yang terbuat dari qi diayunkan oleh Bi Luo, itu menghasilkan gelombang kejut besar. Konsep yang digunakan juga sangat unik, itu tampak konsep yang tercampur dari udara dan cahaya.


Xiao Chen yang menatap itu serta mendengar teriakan Bi Luo, menyilangkan pedangnya di depannya. Ia menyentuh ujung pedang dengan tangan kiri karena tau bahwa serangan dari Bi Luo tidak sederhana sama sekali.


Trang!


Duar!


Xiao Chen terpental puluhan meter lalu terlihat seperti berguling-guling di permukaan air lalu menyetabilkan tubuhnya sepenuhnya.


“Inikah kekuatan dari konsep Kemarahan? Semakin dia marah, semakin dia kuat! Tidak mengherankan bahwa Bi Luo adalah iblis terkuat dibawah Jin Gu!” Batin Xiao Chen. Ia tentu mengetahui informasi tentang semua Pangeran Iblis karena Klan Lin telah sering bentrok dengan para Pangeran Iblis sejak masa lalu.


Saat Bi Luo selesai menyerang, wajahnya semakin pucat karena merasakan bahaya lainnya. Tatapannya tertuju pada Kaisar Laut yang membuka mulutnya lebar-lebar. Walaupun jarak mereka sangat jauh, dengan ukuran seperti itu, serangan yang dilancarkan pasti serangan dalam ruang lingkup yang sangat luas.


“Grooooo...!”


Bussssh!


Saat suara aneh dari Kaisar Laut terdengar, itu langsung membuat dampak pada air yang ada di depannya. Itu membentuk pusaran lalu menerjang ke arah tempat Bi Luo dengan kecepatan yang sangat tinggi. Metode yang digunakan oleh Kaisar Laut tentu saja adalah serangan kecepatan gelombang suara yang mengakibatkan qi dan konsep di laut tersebut disapu ke arah tertentu membentuk serangan.


“Serangan binatang laut itu sangat kuat! Kenapa aku tidak pernah mendengar tentangnya?” Batin Xiao Chen saat ia mengepakkan sayapnya untuk terbang menjauh sedikit karena ia juga dalam ruang lingkup serangan walaupun masih bisa dikatakan di pinggiran area serangan Kaisar Laut.


Untuk Bi Luo, amarahnya semakin memuncak dan di saat itu juga, kekuatannya terus bertambah kuat walaupun dampak yang ia terima tidaklah sederhana. Ini juga berkaitan dengan dirinya menggabungkan diri dengan Roh Dewa Iblis. Jika tidak melakukan itu, dengan konsep Kemarahan, peningkatan kekuatannya juga bisa dikatakan terbatas. Tetapi menggunakan fusi, kekuatannya akan menjadi lebih besar tetapi memiliki efek samping.


Bi Luo menyilangkan kedua lengannya ke depan lalu sebuah perisai tercipta. Ia adalah ahli pertahanan diantara para Pangeran Iblis, walaupun ia menggunakan konsep Kemarahan, penggunaannya sedikit berbeda dengan pendahulunya.


Duar!


Pusaran air tersebut menabrak perisai dan langsung terhempas ke dua arah yang berbeda.


“Matilah!” Ketika Bi Luo masih bertahan, ia mendengar suara wanita tepat di belakangnya.


Bi Luo masih bisa merespon dengan cepat. Ia berbalik lalu mengayunkan cakarnya ke arah wanita yang tidak lain adalah Gu Yuena.


“Kemarahan Dewa Iblis!”


“Cakar Dewa Iblis!”


Jleb!


Jrezh!


Serangan Gu Yuena langsung menusuk ke arah bahu kiri Bi Luo sementara cakar Bi Luo meleset ke samping sedikit dan tidak mengenai Gu Yuena.


“Bajingan!” Bi Luo berteriak keras saat dan disaat itu juga, aura aneh meledak dari mulutnya saat ia berteriak.


Gu Yuena di sisi lain mencengkram erat Trisula Takdir lalu mengaliri qi dan konsep yang ia miliki.


“Aliran Air!”


“Ledakan Es!”


Blar!


Lengan kiri Bi Luo meledak seketika saat diselimuti oleh air lalu membeku perlahan. Walaupun Gu Yuena adalah penerus dari Dewi Laut, ia juga ahli dalam elemen Es, bisa dikatakan ia adalah versi baru dari penerus Dewi Laut.


Sementara itu, tubuh Gu Yuena tampak hilang setengah. Bi Luo yang kehilangan lengan kirinya, menyeringai kejam tetapi seringai diwajahnya tiba-tiba berubah menjadi senyum jelek.


Tubuh Gu Yuena yang dihancurkan oleh Bi Luo perlahan berubah menjadi patung es.


“Kloning Es? Kapan?” Bi Luo merasa dirinya menjadi gila karena di tipu habis-habisan. Ia mengorbankan lengan kirinya hanya untuk menghancurkan kloning es Gu Yuena.


Saat Bi Luo hampir kehilangan kewarasannya, bahaya besar lainnya datang.


“Kau ingin tau siapa aku sebenarnya? Tebakanmu memang tidak salah sama sekali! Aku adalah keturunan langsung darinya, dan aku terlahir dengan kekuatan jahat yang ada di dalam tubuhnya!” Xiao Chen yang muncul di jarak hampir sepuluh meter dari Bi Luo, berbicara dengan nada acuh tak acuh lalu mengangkat pedangnya ke arah langit dengan dua tangan lalu mengayunkannya.


“Tebasan Serigala Surgawi!”


Sraing!


Jrezh!


Bi Luo yang hampir tidak siap, hanya bisa melapisi tubuhnya dengan qi dan konsep terkuat yang ia miliki. Kata-kata dari Xiao Chen juga membenarkan spekulasinya.


Tebasan dari Xiao Chen terus melesat ke tempat yang jauh lalu akhirnya meledak.


Tidak jauh dari ledakan, terlihat satu sosok yang berada di atas pulau kecil. Ia tidak lain adalah Bi Luo yang sedang berlutut. Darah berceceran dari tubuhnya. Ia sama sekali tidak mampu menahan serangan dari Xiao Chen yang bisa dikatakan sangatlah brutal.


“Uhuk..”


Setelah Bi Luo batuk darah, ia melihat ke arah depan dan menemukan semua musuh yang harus ia hadapi. Ia sama sekali tidak takut mati, tetapi hanya merasa putus asa karena tidak bisa menang melawan musuh.


Tatapan Bi Luo tertuju pada Raja Laut lalu ke arah Gu Yuena yang berdiri di atas Hiu Raksasa. Ia tidak tau kapan ada eksistensi seperti itu muncul di Benua Saint. Lalu tatapannya tertuju pada Xiao Chen yang berdiri di pinggiran pulau, dengan jarak hampir lima puluh meter darinya.


“Aku tidak tau siapa dia! Tetapi sejarahnya masih tercatat, tidak ada nama, tidak ada asal usul, dan hanya diakui sebagai Kaisar Manusia Generasi Kedua! Eksistensi kedua yang membuat Alam Iblis kacau!”


“Kami paling benci seseorang bernama Dewa Kematian Xiu! Tetapi, seseorang yang paling kami benci adalah, Kaisar Manusia Generasi Kedua yang melahap semua Pangeran Iblis sehingga kami penerusnya sangatlah lemah, tidak mampu menggunakan bahkan 50% warisan asli Pangeran Iblis! Dan kau pasti keturunannya bukan?” Tanya Bi Luo menatap ke arah Xiao Chen.


Gu Yuena yang awalnya mencoba mendengar, terkejut luar biasa dan menatap ke arah Xiao Chen dengan heran.


Sementara itu, Xiao Ziya yang sedang mengurus Jie Yan dan Xia Yue'er, sudah tau sedari awal. Walaupun ia tidak ingat nama Kaisar Manusia Generasi Kedua, ia telah melawannya dalam pertarungan panjang dan akhirnya ia disegel oleh Kaisar Manusia Generasi Kedua. Semua keahlian Xiao Chen persis dengannya, sehingga ia tidak terkejut bahwa Xiao Chen adalah keturunannya.


“Oh? Aku tidak menyangka bahwa sejarahnya masih tercatat di Alam Iblis. Kau benar, aku adalah keturunan generasi keempat darinya, darah yang mengalir di dalam tubuhku berasal darinya! Karena kau tau tentangnya, maka kau pasti ingat apa ini bukan?” Xiao Chen berbicara dengan acuh tak acuh saat ia mengarahkan telapak tangannya ke arah Bi Luo.


Kekuatan kegelapan perlahan merembes lalu membentuk pusaran aneh. Mata Xiao Chen saat ini bersinar terang.


“Kau...!” Mata Bi Luo saat ini memancarkan ketakutan murni. Ini adalah ingatan yang di bawa oleh semua penerus Pangeran Iblis karena pendahulu mereka mengalaminya.


Zhep!


Xiao Chen muncul dalam sekejap di depan Bi Luo lalu mencengkram erat leher Bi Luo.


“Ya, kau benar! Ini adalah versi sederhana dari kemampuan Kaisar Manusia Generasi Kedua untuk melahap kalian semua para Iblis lalu menggunakan kekuatan itu untuk kepentingannya sendiri!”


“Tujuh Dosa Mematikan!”