
Bintang Brahma
“Aku tau kau sedari awal sudah mengetahui dan merasa familiar dengan aura Jie Yan. Jangan berbohong padaku, jika tidak, kau tidak akan langsung membantunya berlatih tanpa syarat.” Xiao Ziya mendengus sekali lagi.
Han Xueyi terkekeh kecil. Ia memang sudah menebak sedari awal siapa Jie Yan walaupun ada keraguan bahwa Jie Yan memiliki warisan Kaisar Manusia generasi pertama. Siapa sangka bahwa itu ternyata putranya.
“Juga, kau tampaknya yakin bahwa Jie Yan mampu bertahan dalam 100 tahun di alam mimpi walaupun dia tidak memiliki kekebalan sepertimu terhadap tekanan spiritual murni. Kekuatan itu hanya kau yang memilikinya di 33 Surga, ini adalah kekuatan asal sejati dari penghuni tempat yang disebut sebagai Dunia Lain di zaman kuno.” ujar Xiao Ziya.
“Hm, apa salahnya jika aku membantunya?” Tanya Han Xueyi sedikit tidak puas. Jika kultivator puncak lainnya melihat sikapnya saat ini, mereka tidak akan pernah percaya bahwa dia adalah pemimpin Istana Surgawi Mimpi Ilahi. Hanya di depan Xiao Ziya dia akan menampilkan sifat seperti itu. Jika di hadapan yang lainnya, ia akan terlihat anggun, misterius, dingin dan memiliki aura sang pemimpin layaknya seorang Ratu.
Xiao Ziya menatap kosong ke arah Han Xueyi karena ia tau bahwa wanita tua itu akan mencoba melakukan sesuatu yang aneh kepada Jie Yan di belakang hidungnya. Ia sangat tau obsesi Han Xueyi terhadap Klan Ren.
Ini juga alasan Han Xueyi berlatih seperti orang gila di masa lalu dan mencoba melampaui puncak 33 Surga agar dapat mencari keberadaan Klan Ren di luar 33 Surga. Tetapi sayangnya dia gagal karena tidak mengetahui Esensi sejati untuk melampaui ranah tertinggi di 33 Surga.
Jika Jie Yan mendengar percakapan keduanya, ia hanya pasti akan terdiam seperti orang bodoh. Ia pasti tidak akan menyangka bahwa Han Xueyi ternyata terkait dengan keluarga ayahnya sama seperti Xiao Ziya. Dan ini juga alasan mengapa Han Xueyi di masa lalu dapat melakukan kontrak dengan Xiao Ziya.
**
Alam Mimpi
Jie Yan tersadar dari tidurnya di Alam Mimpi, ketika ia mencoba bangun, ia merasa bahwa tubuhnya menjadi anak-anak kembali. Dan apa yang ia lihat di depannya adalah tempat yang ia kenal dengan jelas.
Dan tempat itu adalah tempat dimana Jie Yan tinggal bersama dengan Lin Ming dan Lin Xi.
Ingatan Jie Yan tampak tumpang tindih saat ini. Ia terbangun seolah-olah ia memang masih kecil, ingatannya tampak disegel.
Jie Yan tau ada yang salah karena pemikirannya memang sudah matang lebih awal.
Dan ketika mencoba menyelusuri ingatannya dalam waktu semalaman, Jie Yan akhirnya menemukan sebuah petunjuk penting.
“Simulasi kehidupan!” Batin Jie Yan dan tau apa yang terjadi.
Jie Yan langsung tersenyum. Ia tau apa maksud dari pelatihan di Alam Mimpi. Ini untuk memperbaiki banyak hal, bukan memperbaiki dunia, tetapi memperbaiki diri agar beberapa kesalahan tidak menghambat kultivasinya.
Waktu terus berlalu, tanpa sadar sudah dua puluh tahun waktu berlalu di Alam Mimpi. Dan di Alam Mimpi, Jie Yan telah naik ke Alam Abadi, lebih awal dari pada sejarah sebenarnya di dalam hidupnya.
Ini adalah simulasi pertama. Jika itu simulasi kedua, Jie Yan akan terbangun dalam keadaan kekuatan puncaknya.
Hanya sedikit kejadian yang dialami Jie Yan sama seperti yang ia lalui di masa lalu. Karena pemikirannya yang matang, ia tau bahwa ini adalah pelatihan sehingga ia tidak akan ceroboh sedikitpun.
Bahkan tanpa melalui semua siksaan dan kesedihan, Jie Yan mampu membangkitkan garis darahnya.
Dan di usia 50 tahun, Jie Yan akhirnya mencapai tingkat Raja Abadi. Bahkan di 33 Surga, itu masih bisa dikatakan sangat cepat.
Dan ketika berusia 75 tahun, Jie Yan akhirnya mencapai kemacetan menerobos ke tingkat Kaisar Abadi.
Karena kemacetan, Jie Yan mengambil jalur berbeda, dan itu adalah jalur pencapaian konsep dan niat pedang.
Jie Yan telah menghitung waktu ia berada di Alam Mimpi dan ia tau bahwa 25 tahun lagi, ia akan keluar secara otomatis.
Oleh karena itu, Jie Yan bertekad untuk menguasai konsep puncak level kedua dalam waktu 23 tahun menggunakan pemahamannya sendiri.
Sisa dua tahun lagi, Jie Yan sudah membuat rencana untuk mencari cara menerobos ke tingkat Kaisar Abadi.
Tempat Jie Yan melalukan pelatihan saat ini adalah Alam Surga di Bintang Tianyu. Karena ia tau tentang Zhou Tian Cheng, ia akhirnya membereskannya sebelum dia melakukan sesuatu untuk kebangkitannya.
Meskipun banyak yang berbeda di Alam Surga di Alam Mimpi yang dijalani oleh Jie Yan, itu tidak akan mengubah fakta bahwa di dalam Alam Surga, pemahamannya terhadap konsep akan niat ke tingkat yang baru.
Inilah inti sebenarnya dari pelatihan di Alam Mimpi, bukan tentang peningkatan kultivasi, tetapi pemahaman untuk menemukan cara agar dirinya sendiri lebih baik dari pada yang aslinya.
**
Sementara itu, saat Jie Yan sedang memulai pelatihan di Alam Mimpi, Xiao Ziya juga telah memulai. Tetapi untuk Xiao Ziya dan Xia Yue'er melakukan pelatihan di Alam Mimpi selama 1.000 tahun yang sama dengan 5 tahun lamanya di dunia nyata.
Han Xueyi saat ini sedang menjaga tubuh mereka semua dan melatih Xiao Xiao dari waktu ke waktu. Karena Xiao Xiao belum bisa melakukan pelatihan di Alam Mimpi, jadi pelatihan yang dilakukan oleh Xiao Xiao adalah pelatihan normal.
“Xiao Xiao kecil memang sangat jenius. Tidak akan lama lagi baginya mencapai tingkat Transformasi Abadi.” Gumam Han Xueyi saat melihat Xiao Xiao yang sedang bermeditasi.
Lalu tatapan Han Xueyi tertuju pada Jie Yan. Ia awalnya sangat terkejut karena ada gangguan kecil di Alam Mimpi Jie Yan. Dan ia tentu tau apa artinya, itu adalah tanda bahwa seseorang yang memasuki Alam Mimpi telah menyadari bahwa itu adalah Simulasi Kehidupan.
“Bahkan untuk diriku melakukan pelatihan di Alam Mimpi, baru menyadari ketika aku memasuki pelatihan yang ke puluhan kalinya. Putra Kaisar Manusia generasi pertama memang tidak mempermalukan ayahnya.” Han Xueyi menatap Jie Yan dengan tatapan kosong.
Semakin Han Xueyi memperhatikan, semakin mirip Jie Yan dengan Kaisar Manusia generasi pertama.
“Bibi.. bibi...”
Lamunan Han Xueyi disadarkan oleh Xiao Xiao kecil yang sudah selesai berkultivasi. Ia sedikit malu karena tertangkap basah oleh Xiao Xiao memperhatikan Jie Yan yang tertidur selama lebih dari seharian.
Xiao Xiao kecil menatap ke arah Han Xueyi dengan mata besar berair. Mata itu berkedip beberapa kali seolah-olah itu menyiratkan sesuatu yang membuat Han Xueyi merasa semakin malu.
Tetapi karena mentalis Han Xueyi yang sangat tinggi, ia pun langsung menyetabilkan pemikirannya dan mulai mengajari Xiao Xiao tentang ilmu pedang.