
Daratan Barat
Jie Yan yang memegang dadanya yang berdarah, menatap ke arah Nie Fang dengan tatapan dingin. Ia tau bahwa dirinya hanya kecil kemungkinan menang melawan Nie Fang karena dia musuh terburuk untuknya saat ini karena Nie Fang adalah tipe iblis yang mampu merobek ruang secara paksa dan dapat menyerang dirinya yang mencoba menggunakan teknik berbasis teleportasi.
“Bagaimana cara menghadapi iblis ini?” Jie Yan memasang wajah muram. Semua strategi yang ia pikirkan pasti tidak akan mampu melawan Nie Fang karena kebanyakan dari tekniknya yang kuat adalah basis konsep Ruang. Jika ia menguasai konsep yang lebih tinggi atau ia menembus tingkat kultivasinya, maka ia akan dapat mengalahkan Nie Fang.
“Tunggu Jie Yan...” Suara Xiao Ziya bergema di kepala Jie Yan.
Di saat itu juga, Xiao Ziya keluar dari Ruang Roh dan muncul di sebelah Jie Yan.
“Hm?” Nie Fang sedikit heran ketika ada satu lagi Roh yang muncul di sebelah Jie Yan. Ia sangat mengetahui bahwa untuk seseorang membuat kontrak dengan dua Roh sangatlah sulit, apa lagi jika kedua Roh tersebut berada dalam kategori roh tingkat tinggi. Dan untuk Nie Fang, ia tau bahwa Xia Yue'er dan Xiao Ziya adalah Roh tingkat tinggi.
“Jie Yan, kita harus bekerja sama untuk melawannya. Dia adalah iblis...” Xiao Ziya langsung menceritakan secara spesifik tentang kemampuan yang dimiliki oleh Nie Fang karena ia tentu pernah melawan Pancaran Iblis di masa lalu. Dan kekuatan yang digunakan selalu sama walaupun cara penggunaannya sedikit berbeda.
Jie Yan menarik nafas dalam-dalam dan tidak menyangka bahwa skill unik milik Nie Fang akan sangat keterlaluan, dapat meningkatkan daya dalam hal kekuatan, Kecepatan dan daya tahan tubuh berkali-kali lipat dari kondisi puncak.
“Ingin membuat rencana? Terlambat! Walaupun kalian berkerja sama, tidak akan ada yang berubah!” Setelah mengatakan itu, Nie Fang mengepalkan kedua tangannya tampak seperti mengumpulkan kekuatan. Ia tau bahwa jika satu Roh lagi ditambahkan, maka akan sulit untuknya menang. Ia paham bahwa bahwa ada kasus seseorang mampu melakukan fusi dengan dua Roh kontrak sekaligus, dan sudah pasti peningkatan kekuatannya akan sangat mengerikan.
“Apakah kita tidak akan melakukan fusi?” Jie Yan bertanya kepada Xiao Ziya disebelahnya saat menatap Nie Fang mencoba melakukan sesuatu.
“Tidak, kita akan kalah jika melakukan fusi, gabungan kita belum mampu menampung konsep level berikutnya serta aku tidak mengerti cara menggunakan Belitan Qi Raja, sama halnya untukmu. Jadi percuma saja melakukan hal itu!” Balas Xiao Ziya.
“Dengarkan, tahan dia sementara waktu! Jangan mati, aku akan membunuhnya dengan satu serangan!” Xiao Ziya kini berbicara melalui telepati kepada Jie Yan.
Mendengar itu, Jie Yan mengangguk kecil karena ia memang sudah percaya kepada Xiao Ziya. Sementara untuk Xia Yue'er yang mendengar itu, ia sedikit tidak puas, tetapi ia tidak membantah karena tau bahwa lawan saat ini sangat kuat, bahkan dengan gabungannya dan Jie Yan, mereka tidak berkutik sama sekali.
“Seni Rahasia, Ruang Kubus Kekacauan!”
Jie Yan mengarahkan telapak tangannya ke arah Nie Fang lalu menyerang ketika Nie Fang terlihat masih mengumpulkan kekuatan.
Di tempat Nie Fang berada, kubus berwarna ungu tercipta seketika. Tanpa menunda-nunda lagi, Jie Yan pun mengepalkan telapak tangannya ia arahkan ke Nie Fang.
Krak!
Robekan ruang tercipta, dan disaat itu juga, ketika ruang tampak kacau, konsep Ruang yang cukup besar mencoba melahap Nie Fang.
Nie Fang hanya mendengus jijik lalu mengerahkan konsep yang ia miliki, konsep yang ia ledakkan dari tubuhnya sangatlah mendominasi, itu langsung menyapu semua ruang secara langsung.
“Tampaknya aku harus menyerang dari jarak dekat!” Batin Jie Yan saat ia berteleportasi dan muncul tepat di depan Nie Fang lalu mengeluarkan Tombak Pembunuh Naga dan menyerang ketika Nie Fang masih mengumpulkan kekuatan.
“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”
Di ujung Tombak Pembunuh Naga konsep Ruang berkumpul lalu memadat, di saat itu juga, Jie Yan langsung mengayunkan tombaknya.
“Tombak Petir Neraka, Tusukan Neraka Keputusasaan!”
Zhep!
Jie Yan yang menyerang, tampak seperti sebuah sambaran petir.
“Terlambat bocah!” Nie Fang menyeringai jahat ketika konsep yang ia gunakan memadat ke dalam tubuhnya.
“90% Daya...!”
Tap!
Nie Fang langsung menangkap ujung Tombak Pembunuh Naga. Ia meremas tombak tersebut dengan kekuatan yang sangat besar.
Prang!
Konsep ruang yang menyelimuti Tombak Pembunuh Naga langsung hancur. Tetapi Nie Fang terkejut bahwa Tombak Pembunuh Naga tidak meninggalkan bekas sama sekali walaupun ia menggunakan kekuatan yang cukup besar.
“90% Daya...!”
“Pukulan Kaisar Iblis!”
Nie Fang mengabaikan tentang Tombak Pembunuh Naga untuk saat ini lalu mengayunkan tinju kirinya.
Mata Dewa milik Jie Yan saat ini dalam fokus yang sangat tinggi. Ia hanya bisa melihat secara samar serangan langsung oleh Nie Fang ke arahnya. Dengan reaksi yang sangat tinggi, ia mengangkat tangan kirinya lalu sebuah pedang muncul.
Trang!
“Uhuk..” Jie Yan lebih dulu muntah darah karena ada efek seperti gelombang kejut lalu ia pun terhempas ke tempat yang sangat jauh. Tangan kirinya mati rasa saat menahan serangan tersebut walaupun ia menggunakan pedangnya untuk bertahan.
“Apa? Ada satu lagi senjata yang tidak bisa rusak oleh seranganku?” Nie Fang semakin terkejut. Tetapi ia langsung sadar saat Jie Yan menghilang di kejauhan lalu muncul tepat di belakangnya.
“Seni Rahasia, Bilah Pemisah Ruang!”
Sraing!
Saat Nie Fang berbalik, ia langsung mencoba menangkap pedang tetapi Jie Yan juga langsung mengayunkan Tombak Pembunuh Naga.
“Tombak Petir Neraka!”
“Gaya Pertama, Tusukan Neraka Keputusasaan!”
Tap!
Trang!
Saat Nie Fang menangkap pedang, ia merasakan sesuatu mencoba menusuk jantungnya. Ketika ia mencoba untuk menepisnya karena serangan itu tidak mampu menembus pertahanannya, wajahnya sedikit pucat karena ada rasa bahaya yang ia rasakan ketika Jie Yan menarik pedang secara paksa lalu melepaskan Tombak Pembunuh Naga.
“Seni Rahasia Tertinggi, Tebasan Kaisar Surgawi!”
Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Jie Yan mengangkat pedangnya lalu mengayunkannya menggunakan kedua tangannya.
Sraing!
“Sial!” Nie Fang mengutuk karena ia terlalu ceroboh. Ia hanya langsung menyilangkan kedua lengannya untuk menahan serangan dari Jie Yan.
Sraing!
Jrezh!
Bilah yang dilancarkan oleh Jie Yan langsung membawa Nie Fang yang bertahan karena dia tidak akan terbelah oleh serangan seperti itu walaupun ia merasa bahwa dia akan menerima kerusakan yang cukup besar.
Langit terbelah, bahkan kabut yang sangat tebal langsung terpencar ke dua arah yang berbeda.
Xiao Chen dan Bi Luo yang sedang bertarung, langsung mundur menjaga jarak lalu menatap ke arah tempat serangan Jie Yan dengan tatapan serius.
“Sungguh tidak terduga bahwa anak itu bisa melancarkan serangan sekuat itu!” Batin Xiao Chen.
Bahkan untuk Bi Luo sangat tidak menyangka bahwa seseorang dengan tingkat kultivasi seperti itu mampu melancarkan serangan yang cukup kuat.
**
Di dalam laut lepas, sosok bintang roh roh laut berenang dengan kecepatan yang sangat tinggi. Dia adalah binatang roh laut yang mendapatkan gelar Kaisar Laut, dia adalah sejenis paus, namun ukurannya mencapai ukuran setengah dari Daratan Kecil, lebih dari sepuluh kali lipat lebih besar dari pada Raja Laut pada umumnya.
Tepat di atas paus raksasa tersebut, terlihat sosok yang sedang berdiri, ia tampak tidak terpengaruh dengan kecepatan Kaisar Laut tersebut.
“Hm? Apa itu?” Sosok tersebut menyipitkan matanya ketika melihat bilah yang sangat kuat yang bahkan semakin jauh bergerak, itu tampak semakin kuat.
Tanpa membuang waktu, sosok wanita itupun mengarahkan senjata yang ada di tangannya.
“Pusaran Air!”
Wusssh!
Air laut disekitarnya langsung berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi. Bilah tersebut langsung dilapis lalu dibelokkan ke samping dengan mudahnya walaupun itu tidak bisa dihancurkan sama sekali.
“Kekuatan ini...” Sosok tersebut mengerut sedikit tetapi ia pun tersenyum karena sedikit kenal dengan aura tersebut.
“Percepat!” Sosok tersebut pun memberi perintah lalu paus tersebut mengeluarkan suara aneh dan kecepatannya meningkat drastis.
Sosok kuat yang membawa Kaisar Laut bersamanya pun mendekat ke Medan perang besar yang diikuti oleh dua Pangeran Iblis.