
Bintang Brahma, Dimensi Kecil
Sosok Sing He setinggi 25 meter di tutupi oleh api yang sangat liar. Saat ini dia terlihat seperti Minotaur yang baru saja merangkak dari lubang neraka. Lahar terus-menerus meletus di bawah kakinya, mempengaruhi wilayah yang cukup luas.
Tempat yang awalnya beku di buat oleh semua anggota Klan Rubah Salju pun langsung mencair.
“Mati!” Sing He berteriak keras saat ia mengayunkan kapak di tangannya sekuat tenaga ke arah Jie Yan dan Yu Mei.
“Bilah Lidah Api!”
Blar!
Ketika Sing He mengayunkan kapaknya, jurang yang sangat dalam tercipta di depannya, api yang sangat liar meletus dari permukaan tanah, memanjang ke arah tempat Jie Yan dan Yu Mei berada.
Jie Yan langsung memegang pundak Yu Mei karena tau bahwa serangan itu sangat sulit untuk dihindari. Bahkan ia harus menggunakan banyak kekuatan untuk menghindar.
“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”
“Waktu Kilat!”
Dung!
Di belakang Jie Yan, pusaran ungu muncul dan langsung menarik Jie Yan dan Yu Mei ke dalam.
Jrezzh!
Serangan dari Sing He terus melesat, melewati tempat Jie Yan dan Yu Mei sebelumnya lalu mencapai ujung tempat mata paling jauh memandang.
Mata Sing He tertuju pada tempat tertentu. Meksipun Jie Yan menggunakan kemampuan Waktu Kilat, dengan kekuatannya, Sing He masih bisa melacaknya.
“Biarkan aku menyerang! Bantu aku!” ucap Yu Mei.
“Bentuk Sejati, Tubuh Mawar Api Surgawi!”
Bussssh!
Yu Mei pun langsung diselimuti oleh api, tubuhnya menghilang seketika dan muncul di permukaan tanah. Ia langsung tenggelam ke dalamnya lalu semua tempat bergetar keras.
Jrezzh!
Satu tumbuhan mawar raksasa yang diselimuti oleh api muncul. Tepat di kelopak bunga, terlihat Yu Mei yang telah menyatu dengan bunga tersebut.
“Keajaiban Hutan Mawar Api!”
Blar!
Tumbuhan mawar berduri tak terhitung jumlahnya muncul seketika, Yu Mei langsung mengendalikan mereka semua dan menyerang ke arah Sing He.
Mata Sing He tampak sangat ganas saat ini ketika menatap semua tumbuhan yang menerjang ke arahnya.
Layaknya binatang liar, Sing He mengayunkan kapaknya ke sana ke mari tanpa henti untuk memusnahkan semua tumbuhan mawar yang mencoba untuk melilitnya.
Tetapi Sing He terlalu meremehkan kekuatan Yu Mei. Ketika tumbuhan merambat di potong, itu langsung tumbuh kembali lalu mengepung dirinya.
Semua tumbuhan mawar berduri yang diselimuti oleh api langsung meliliti tubuh Sing He.
Sing He yang telah dililiti, hanya memiliki kedua kaki yang bebas. Ia pun mengangkat kaki kanannya lalu menghentakkannya.
“Sumber Api Neraka!”
Bussssh!
Lidah api yang sangat banyak muncul dari permukaan tanah, mencoba untuk membakar semua tanaman merambat yang ada disekitarnya.
Keduanya saling melawan satu sama lain, bisa dilihat bahwa serangan dari Yu Mei sedikit lebih unggul.
“Teleportasi!”
Jie Yan langsung menghilang saat menatap apa yang terjadi di medan perang. Ia muncul di jarak yang tidak terlalu jauh dari Sing He yang masih mencoba untuk melepaskan diri dari teknik Yu Mei.
Di saat Jie Yan mendekat, tubuhnya langsung membesar, memasuki bentuk Naga Hitam Kehancuran.
“Cakar Naga!”
“Belitan Qi Raja!”
Cakar Jie Yan dalam bentuk Naga Hitam Kehancuran pun diselimuti oleh petir yang sangat ganas yang tidak lain adalah qi Raja.
Dalam wujud Naga Hitam Kehancuran, Sing He tampak jauh lebih pendek.
“Apa?” Sing He yang menatap Jie Yan dalam bentuk Naga Hitam Kehancuran, tampak terpana. Ia tidak menyangka bahwa Jie Yan adalah seekor naga yang telah mengambil wujud manusia.
Sraing!
Jrezzh!
Darah yang sangat banyak terlihat berjatuhan ke arah tanah, tubuh Sing He di dorong mundur, dia menggertakkan giginya karena merasakan sakit luar biasa. Ia langsung menyadari bahwa itu adalah qi Raja.
“Bajingan!”
Sing He meraung keras dan qi Raja juga meledak dari tubuhnya. Tetapi ia tidak tau menggunakan metode Belitan Qi Raja seperti Jie Yan sehingga itu pasti percuma saja.
“Kau tidak akan bisa melakukan apa-apa!” ucap Yu Mei saat ia mengendalikan tumbuhan mawar api berduri sekali lagi.
Wusssh!
Kaki, tangan dan tubuh Sing He dililiti oleh tanaman mawar api berduri sekali lagi.
Sing He tau bahwa jika itu terus berlanjut, ia akan tewas di tempat. Apa lagi saat ini ada Jie Yan tepat di hadapannya. Ia tidak menyangka bahwa kekuatan Yu Mei akan setinggi itu. Saat ini ia merasa bahwa ia sedang melawan Dewa Naga ataupun pemimpin Klan Kelelawar Iblis Kegelapan.
“Meriam Api!”
Sing He membuka mulutnya lebar-lebar dan api yang dipadatkan langsung di tembakkan dari mulutnya karena hanya kepalanya yang dapat bergerak dengan bebas.
Menatap hal itu, Jie Yan tidak ragu sama sekali dan langsung memadatkan bola yang diselimuti oleh petir lalu menyerang ke arah depan, tepat di arah serangan Sing He datang.
“Seni Kehancuran, Bola Awal Kehancuran!”
Blar!
Ledakan besar terjadi seketika, di saat itu juga, tubuh besar Jie Yan dan Sing He terhempas ke dua arah yang berlawanan.
“Hujan Tombak Mawar Api!”
Yu Mei pun memadatkan banyak tumbuhan merambat, membentuk tombak tajam lalu langsung melesat ke arah tempat Sing He berada.
Jleb! Jleb! Jleb!
Sing He yang tidak sempat untuk bertahan, langsung di tusuk oleh barang tumbuhan ramping yang sangat tajam di banyak tempat.
“Sialan! Kalian akan membayarnya!” Teriak Sing He saat kekuatannya meroket sekali lagi.
Tetapi Jie Yan yang telah menyetabilkan tubuhnya, langsung bergerak, tidak memberikan kesempatan kepada Sing He untuk melakukan sesuatu.
“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”
Tubuh Jie Yan memasuki bentuk kecil, bentuk setengah naga.
Jie Yan yang muncul tepat di atas Sing He yang terpaku ke permukaan tanah, langsung mengayunkan pedangnya dari atas ke bawah sekuat tenaga yang ia bisa.
“Seni Rahasia Tertinggi, Bilah Kekacauan Ilahi!”
“Waktu Kilat!”
Sraing!
Jrezzh!
Jie Yan langsung muncul di permukaan tanah, dengan gaya berjongkok terlihat baru selesai mengayunkan pedangnya.
Crash!
Darah yang sangat banyak menyemprot ke udara. Sing He yang awalnya ingin membakar esensi darahnya dan mencoba membawa semua yang ada di sana ke Tanah Suci, merasakan sakit luar biasa.
Sing He menatap darah yang sangat banyak menyembur ke udara dan disaat itu juga, ia tidak dapet merasakan bagian bawah tubuhnya.
Yu Mei yang tidak terlalu jauh, memadatkan kembali tumbuhan merambat, membentuk sebuah bor raksasa yang diselimuti oleh api.
Wusssh!
Layaknya seperti sebuah bor, tanaman merambat yang terdiri dari banyak gabungan tanaman merambat berputar dengan cepat, melesat ke arah kepala Sing He.
Jleb!
Blar!
Kepala Sing He yang di bor langsung meledak seketika menjadi pasta daging. Dia bahkan tidak sempat melakukan gerakan terkahir untuk bunuh diri dan lebih dulu tewas ketika kepalanya meledak.
“Selesai!” Gumam Jie Yan dan ia menatap ke arah tertentu dengan mata dingin.
“Supremasi: Dewa Binatang Buas!”