
Istana Bawah Laut
“Trisula Takdir!”
Gu Yuena yang tampak sedang dirasuki oleh sesuatu berkata dengan nada yang cukup aneh. Suaranya tidak terdengar seperti suaranya yang asli, melainkan suara seorang wanita yang memiliki keanggunan serta nada seorang ratu.
Jie Yan yang menyetabilkan tubuhnya saat menahan gelombang aura aneh sebelumnya pun menyipitkan matanya ketika menatap ke arah Gu Yuena. Sebelum ia berbicara, patung yang ada di belakang Gu Yuena bercahaya.
Melihat hal itu, Jie Yan dan Gu Yin memandang ekspresi serius. Keduanya pun langsung bergerak karena merasa mungkin Gu Yuena akan dalam bahaya ketika memegang trisula aneh tersebut.
Di saat Jie Yan dan Gu Yin hendak menjatuhkan trisula dari tangan Gu Yuena yang tampak mematung, aura yang menutupinya langsung menolak mereka berdua.
“Memilliki sedikit kelayakan!”
Suara kuno yang terdengar sangat berwibawa pun masuk ke telinga Jie Yan dan Gu Yin. Keduanya langsung berbalik dan menatap patung wanita yang memegang trisula tampak hidup.
Di saat Jie Yan dan Gu Yin hendak menyerang karena terkait dengan Gu Yuena yang membeku di tempat, suara dari patung wanita itu terdengar kembali.
“Laut Jiwa!”
Dung!
Cahaya menyilaukan terpancar dari mata patung tersebut, hal ini membuat Jie Yan dan Gu Yin mematung di tempat. Pandangan keduanya tampak sangat kosong saat ini.
Patung wanita tersebut menatap ke arah Gu Yuena untuk beberapa saat, ia menggelengkan kepalanya karena kecocokan Gu Yuena dengan Trisula Takdir sangatlah kecil.
“Tampaknya percuma menemukan seseorang yang bisa menggunakannya. Bahkan kedua muridku tidak layak.” Patung wanita tersebut bergumam kecil. Ia melihat ke arah Gu Yin terlebih dahulu lalu menaikkan sedikit alisnya.
“Pembubuh Iblis? Sungguh sangat jarang melihat Pembunuh Iblis apa lagi seorang wanita.” Gumam patung wanita tersebut lalu menatap ke arah Jie Yan.
Mata patung wanita tersebut melebar seketika. Tetapi ia langsung menenangkan dirinya kembali dan senyum kecil tampak menghiasi wajahnya.
“Tampaknya bahkan untukmu tidak bisa menggunakan Trisula Takdir seperti ayahmu yang selalu memegang trisula ini dahulu.” Gumam patung wanita tersebut lalu membatalkan teknik pengekangan yang ia gunakan sebelumnya, yaitu Laut Jiwa. Itu adalah teknik yang mengunci Jiwa seseorang menggunakan qi jenis air, ini hanya bisa dicapai ketika seseorang mencapai tingkat kekuatan tertentu.
Jie Yan dan Gu Yin pun tersadar tetapi tubuh keduanya tidak bisa digerakkan sama sekali. Keduanya berkeringat deras karena sebelumnya mereka berdua merasa sangat dekat dengan kematian.
Bahkan untuk berbicara pun Jie Yan dan Gu Yin tidak bisa sama sekali. Keduanya tidak menyangka bahwa sebuah patung memiliki kekuatan sebesar itu.
“Apakah kalian bisa tenang?” Tanya patung wanita tersebut dengan nada lembut.
Jie Yan dan Gu Yin tidak menjawab sama sekali tetapi keduanya setuju dalam hati karena tau bahwa tidak mungkin bisa bersaing dengan sebuah patung yang memiliki kekuatan tidak masuk akal.
Patung wanita itu kembali memancarkan sinar biru sedikit putih, di saat itu juga, Jie Yan dan Gu Yin langsung terjatuh ke bawah sambil terengah-engah.
“Siapa kau?” Tanya Jie Yan sangat dingin. Ia membuat kuda-kuda untuk bertarung karena masih khawatir dengan kekuatan yang terpancar dari patung tersebut, sama halnya dengan Gu Yin.
“Aku? Kalian bisa memanggilku Dewi Laut.” Patung tersebut menjawab dengan nada sangat bermartabat, layaknya seorang ratu.
“Dewi Laut?” Batin Gu Yin yang masih dalam posisi bertahan.
“Penguasa ras Atlantis.” Gumam Jie Yan.
“Oh? Tampaknya kau tau ras Atlantis walaupun mungkin hanya beberapa yang tinggal, tampaknya mereka masih bertahan.” Patung Dewi Laut sedikit heran, ia telah membawa semua anggota rasnya ke tempat tertentu, hanya beberapa yang ditinggalkan karena masih memiliki tugas tertentu.
“Ya. Aku melihat satu anggota ras Atlantis sebelumnya di Istana Bawah Laut ini. Setelah itu, dia pergi bersama istana berwarna biru laut ke angkasa.” ucap Jie Yan.
Patung Dewi Laut langsung paham dengan apa yang dibicarakan oleh Jie Yan. Ia pun menatap ke arah Jie Yan dengan seksama lalu berbicara, “Apakah kau tau kekuatan apa yang terpendam di dalam tubuhmu?”
Gu Yin yang masih diam merasa heran, ia juga menatap suaminya tidak lagi waspada seperti sebelumnya seolah-olah mereka saling kenal. Tetapi ia juga penasaran dengan kekuatan apa yang dimiliki oleh suaminya.
“Kaisar Surgawi dan Naga Hitam Kehancuran.” jawab Jie Yan. Ia sangat sadar bahwa Patung Dewi Laut tersebut pasti mengetahui tentang kekuatannya sehingga dia bertanya.
Jawaban Jie Yan bahkan membuat Patung Dewi Laut semakin terkejut. Apa yang ia lacak sebelumnya adalah garis darah yang terkait dengan kemampuan teleportasi.
Namun, Patung Dewi Laut tidak menunjukkan reaksi apapun walaupun ia telah membuat spekulasi tentang siapa Jie Yan sebenarnya.
“Kaisar Surgawi, bukankah itu milik Permaisuri Surgawi? Lalu, jika anak ini memang dia, kenapa aku tidak bisa mendeteksi garis darah Naga Hitam Kehancuran? Tunggu dulu, mungkinkah...” Patung Dewi Laut yang berpikir beberapa saat langsung mengingat seseorang tertentu yang memiliki kekuatan Dark Phoenix. Ia juga melacak aura tersebut di tubuh Jie Yan.
“Nirvana : Seni Terlarang Kelahiran Kembali!” Batin Patung Dewi Laut dan ia langsung tau siapa Jie Yan sebenarnya. Lagi pula, penampilan Jie Yan memang sangat mirip dengan seseorang yang ia kenal, terutama warna rambut dan mata ungu sedikit putih tersebut.
“Tidak disangka bahwa anak yang rapuh telah tumbuh dewasa. Sepertinya Dark Phoenix itu menyegel garis darah Naga Hitam Kehancuran karena suatu hal. Apakah ini agar efek samping teknik pembangkitan tidak mempengaruhi tubuhnya?” Batin Patung Dewi Laut lagi. Tetapi, ketika memikirkan kembali Dark Phoenix, ia hanya bisa menggelengkan kepalanya karena makhluk tersebut sangat memusuhi mereka saat itu.
“Apa yang terjadi pada Gu Yuena?” Tanya Jie Yan dengan mata menyipit.
Patung Dewi Laut tersadar dari lamunannya dan menatap ke arah Gu Yuena.
“Dia sedang berjuang untuk menundukkan Trisula Takdir. Tetapi, kemungkinan besar dia akan gagal.” ucap Patung Dewi Laut.
“Apa? Jika kakak gagal, apa yang akan terjadi?” Tanya Gu Yin buru-buru. Ia tau bahwa Trisula Takdir adalah senjata hebat sama seperti milik suaminya, sudah pasti memiliki resiko jika gagal menundukkannya.
“Dia akan kehilangan seluruh kultivasinya.” jawab Patung Dewi Laut acuh tak acuh.
“Kakak!” Gu Yin ingin menghentikan Gu Yuena memegang Trisula Takdir, tetapi ia langsung ditangkap oleh Jie Yan.
“Yin’er, tunggu dulu. Dia pasti memiliki cara untuk membantu Na’er, jika tidak, dia tidak mungkin melepaskan kita sebelumnya.” ucap Jie Yan yang sebelum Gu Yin mulai berteriak.
Patung Dewi Laut tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Jie Yan. “Kau memang sangat sama dengan wanita itu, tenang dan penuh perhitungan.” Batin Patung Dewi Laut.
“Ya. Aku memang memiliki cara.” Patung Dewi Laut mengangguk kecil.
“Tolong bantu kakakku!” Gu Yin pun langsung memohon dengan mata berkaca-kaca. Walaupun ia selalu berdebat dengan sepupunya yang lebih tua, ia masih sangat menyayanginya.
“Tenang saja gadis kecil. Karena suatu hal khusus, aku akan merubah takdir kakakmu!” Saat mengatakan itu, Patung Dewi Laut menghentakkan Trisula batu yang ada di tangannya ke permukaan lantai.
Trang!