Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Roh Artefak


Bintang Tianyu


Qi Tetua Kedua Klan Cao meledak dahsyat yang membuat daerah sekitarnya berguncang.


“Sial! Walaupun kekuatannya telah merosot jauh karena luka, itu masih sangat kuat! Dasar monster!” Batin Cao Yuan dengan wajah gelap saat mencoba bertahan dari tekanan yang diberikan oleh Tetua Kedua Klan Cao.


“Tetua Kedua, hentikan! Kematian dalam misi adalah hal yang wajar! Jangan terbawa emosi, kau bisa membalas dendam atas kematian putramu! Walaupun begitu, kau masih memiliki satu putra berbakat lainnya. Lebih baik kau mengolahnya agar menjadi kultivator tangguh yang dapat memberikan kontribusi besar kepada Klan Cao!” ucap pria paruh baya yang berdiri di sebelah Tetua Kedua Klan Cao.


Tetua Kedua menarik auranya dan menatap ke arah samping dengan dingin. Orang yang ditatap olehnya adalah Tetua Ketiga. Karena kekuatannya telah jatuh, Tetua Ketiga hampir tidak pernah memberikannya wajah karena bisa dipastikan bahwa Tetua Ketiga saat ini lebih kuat sedikit darinya.


“Katakan siapa dia!” Tetua Kedua menoleh kembali ke arah Cao Yuan mengabaikan Tetua Ketiga.


“Ini orangnya dan semua informasi yang kami kumpulkan tentangnya walaupun itu hanya sedikit.” Cao Yuan mengeluarkan sebuah kertas lalu memberikannya kepada Tetua Kedua.


Menerima kertas tersebut, Tetua Kedua menatap gambar seorang pemuda tampan yang memiliki ciri khas unik yaitu warna rambutnya. Tetapi, ketika membaca detail dari pemuda yang tidak lain adalah Jie Yan, wajah Tetua Kedua gelap seketika.


“Ini...” Tetua Kedua bergetar sedikit dan tau bahwa kematian putranya memang tidak bisa dihindarkan lagi karena bertemu dengan jenis seperti itu.


“Walaupun dia jenius, jadi apa? Karena dia telah membunuh putraku, maka dia tidak akan bisa lolos dari tanganku!” ucap Tetua Kedua lalu melempar kertas tersebut dan pergi dari tempat itu.


Tetua Ketiga menatap kepergian Tetua Kedua dengan tatapan menghina lalu membaca keterangan tentang Jie Yan. Awalnya ia merasa bahwa garis keturunan Tetua Kedua sangatlah lemah tetapi ketika membaca informasi, wajahnya berubah dalam sekejap.


Dan satu lagi sosok yang semula diam juga menatap ke arah kertas yang di pegang oleh Tetua Kedua. Ia tidak lain adalah Tetua Pertama Klan Cao. Ketika menatap informasi tentang Jie Yan, ia juga menyipitkan matanya dan berkata dengan nada yang sangat dalam, “Tidak disangka bahwa akan ada jenius seperti itu yang muncul dan masuk ke Sekte Pedang.”


“Dia tidak bisa dibiarkan tumbuh! Beri informasi tentangnya kepada organisasi gelap lainnya!” Perintah Tetua Pertama karena merasa bahwa Jie Yan suatu hari nanti akan menjadi ancaman yang sangat besar.


Inilah mengapa Tetua Pertama ingin menyebarkan informasi tentang Jie Yan karena kekuatan besar lainnya pasti akan memikirkan hal yang sama dan mencoba membunuh Jie Yan sebelum tumbuh sepenuhnya ke tingkat yang tidak dapat mereka tangani lagi.


Cao Yuan yang mendengar perintah pun langsung mengangguk lalu pergi bersama dengan semua bawahannya untuk menyebarkan informasi tentang Jie Yan.


**


Jie Yan yang saat ini sedang berada di Alat Transportasi menuju Sekte Pedang, tidak mengetahui bahwa ia telah menarik perhatian banyak pihak. Bisa dipastikan bahwa dalam waktu dekat, ia akan menjadi incaran berbagai pihak karena jika jenius seperti itu bergabung dengan Sekte Pedang, maka ancamannya akan meningkat drastis.


Sudah hampir seminggu setelah Qing Tao mengendalikan alat transportasi tersebut menuju Sekte Pedang. Selama perjalanan, mereka tidak memiliki kendala sama sekali.


“Kita akan segera tiba.” ucap Qing Tao.


Kata-kata Qing Tao membuat Jie Yan menatap ke arah kejauhan dengan wajah tenang. Tidak lama kemudian, ia melihat sebuah kota raksasa, kota itu begitu luas, terletak diantara banyak pegunungan.


Di udara, terlihat sangat banyak alat transportasi yang keluar dan masuk dari kota tersebut. Selain dari itu, apa yang menjadi perhatian Jie Yan adalah sebuah tempat di salah satu gunung, dan gunung tersebut merupakan gunung tertinggi di daerah pegunungan tersebut.


Bangunan yang terdapat di gunung tersebut terlihat sedikit berbeda dengan bangunan yang ada di kota. Selain dari itu, dengan Mata Dewa, Jie Yan dapat memastikan bahwa pusat dari jumlah kultivator kuat lebih banyak berada di tempat tersebut.


Saat mendekat, Jie Yan dapat melihat bahwa dari kaki gunung mencapai pertengahan, pedang tak terhitung jumlahnya tertancap, itu terlihat seperti kuburan pedang karena semua dari pedang itu terlihat telah rusak.


“Itukah yang disebut sebagai makam pedang?” Yun Che juga memperhatikan hal itu dan bergumam kecil.


“Makam Pedang?” Batin Jie Yan dengan alis sedikit terangkat.


Qing Tao yang berada di depan Jie Yan dan Yun Che pun berbicara, “Ya, itu adalah Makam Pedang. Semua ahli pedang bersama dengan pedang mereka yang jatuh di dalam pertarungan akan dimakamkan di sana.”


“Selain dari itu, Makam Pedang juga memiliki fungsi lainnya. Kalian melihat semua pedang itu bukan? Semua pedang itu tampak rusak, tetapi untuk murid Sekte Pedang, jika mereka berhasil menyelesaikan ujian di Makam Pedang, maka akan ada pedang yang akan pulih dengan sendirinya yang kemudian menjadi senjata untuk murid yang menyelesaikan ujian tertentu.” ujar Qing Tao.


“Oh? Menarik? Apakah Makam Pedang ini memiliki sejenis semangat tertentu atau lebih tepatnya memiliki Roh khusus?” Tanya Jie Yan karena ia pernah membaca tentang hal seperti itu. Kemungkin tempat seperti itu memiliki Roh Senjata yang mengendalikan semua senjata di sana dan juga dapat memperbaikinya.


“Pengetahuanmu cukup luas. Memang benar seperti yang kau katakan. Master Sekte Pedang Utama di Wilayah Barat adalah yang menciptakan tempat ini di masa lalu. Untuk Cabang Sekte Pedang, hanya ada dua dari yang memiliki Makam Pedang dengan Roh Artefak.”


“Roh Artefak itu cukup misterius. Tidak ada yang pernah melihatnya. Baiklah, kita telah tiba. Hal lainnya akan kalian berdua pelajari ketika kalian resmi menjadi murid dari Sekte Pedang.” ucap Qing Tao.


Jie Yan dan Yun Che hanya mengangguk. Untuk Yun Che, ia tentu tidak sabar datang ke Sekte Pedang karena bisa dikatakan bahwa ia adalah penggila pedang. Ia ingin mencoba kemampuannya untuk menantang seseorang yang lebih kuat dan menunjukkan keahlian pedang miliknya.


Sementara Jie Yan, banyak pemikiran yang terlintas di benaknya saat ini. Terutama untuk Roh Artefak yang dikatakan mampu memperbaiki pedang.


**


Makam Pedang


Angin berhembus setiap saat di tempat tersebut. Niat pedang yang tak terhitung jumlahnya selalu memberikan penindasan di tempat itu. Untuk seseorang yang tidak memiliki niat pedang, mereka pasti akan langsung tercabik-cabik jika memasuki Makam Pedang.


Di suatu tempat di Makam Pedang, tepatnya di daerah yang cukup gelap, satu sosok yang terlihat cukup kabur sedang duduk bersila. Aura yang terpancar dari tubuhnya terlihat sangat tajam, bisa dipastikan bahwa itu adalah niat pedang Ekstrim yang telah mencapai ranah Jantung Pedang.


Dan sosok tersebut tidak lain adalah Roh Artefak, dia adalah Roh Artefak yang sangat unik, hanya ada beberapa darinya yang memiliki kemampuan menggunakan niat pedang. Dengan kata lain, untuk dirinya sendiri jika berniat bertarung, maka kekuatannya pasti sangatlah mengerikan.


“Hm?” Roh Artefak tersebut membuka matanya dan niat pedang di seluruh tubuhnya pudar dalam sekejap. Ia menoleh ke arah atas dan menemukan alat transportasi yang bergerak ke arah Sekte Pedang.


“Aura ini.. ada dua pedang setingkat Artefak Abadi tingkat menengah yang muncul. Selain dari itu.. apa aura yang lainnya? Kenapa aku merasakan aura iblis darinya? Dan Artefak itu, mengapa aku merasa bahwa itu adalah Artefak Dewa sekaligus juga tidak?” Gumam Artefak Roh tersebut dengan nada heran.


“Tunggu, aura iblis ini.. apakah itu Cermin Tembaga? Tidak.. auranya hanya sedikit mirip. Apa itu?” Batin Roh Artefak tersebut lalu menggelengkan kepalanya dan menutup matanya kembali. Ia tidak peduli dengan hal lainnya karena ia hanya memiliki tugas untuk mengelola Makam Pedang.


Sebagai Roh Artefak, ia tentu telah mengenal banyak jenis Artefak dari tingkat Fana, Abadi dan bahkan Artefak Dewa. Dan salah satu yang pernah ia lihat sebelumnya adalah Cermin Tembaga, dan itu adalah Cermin Tembaga yang lengkap di masa lalu.


Roh Artefak tersebut tidak tau bahwa Cermin Tembaga telah dipecah menjadi tiga. Jika ia tau bahwa salah satu pecahan saat ini sedang berada di Sekte Pedang, ia akan bergegas untuk melihat siapa pemegangnya karena untuk dapat memegang Artefak Dewa, seseorang harus memiliki kemampuan khusus. Karena dari zaman kuno sampai saat ini, jika seseorang memegang Artefak Dewa, jika kekuatannya tidak mencukupi atau mereka tidak layak, mereka akan tewas oleh Artefak Dewa itu sendiri.