Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Tingkat Mata Pedang Tidak Sempurna


Setelah Jie Yan naik, alat transportasi antar bintang pun terbang setelah beberapa menit kemudian ke ruang hampa.


Karena adanya token yang diberikan oleh pria tua di alat transportasi antar bintang sebelumnya, Jie Yan tetap menerima perlakuan yang sama.


Ini juga membuat empat Kultivator yang mengikuti ke dalam alat transportasi antar bintang sedikit resah karena mereka tidak akan bisa datang ke tempat seperti itu jika tidak adanya token VIP khusus.


Di dalam ruang VIP yang di tempati oleh jIe Yan, Xiao Ziya pun keluar dari Ruang Jiwa dan langsung bertanya, “Jie Yan, apakah kau berencana untuk mengurus mereka?”


“Keempat kultivator itu? Tentu saja aku akan mengurus mereka! Aku tau jika di Bintang Brahma, kita akan disergap. Mungkin keempat kultivator mampu berkomunikasi dengan musuh lainnya sehingga jika rencanaku yaitu keluar dari alat transportasi antar bintang ketika mendekat ke Bintang Brahma ketahuan, semuanya akan menjadi lebih merepotkan.” ujar Jie Yan.


Xiao Ziya mengangguk setuju. Ia tentu tau tentang konsep Ruang, dan ketika siapapun yang mengolah konsep Ruang ke tingkat kedua, mereka akan mampu bertahan di ruang hampa dalam kurun waktu tertentu.


“Ketika waktunya, aku akan membantumu menggunakan formasi agar waktu untukmu bertahan di ruang hampa bersama dengan Xiao Xiao lebih lama. Mendarat di sebuah Bintang tingkat atas menggunakan kultivasimu saat ini sangat berbahaya jika datang dari ruang hampa.” ujar Xiao Ziya.


Jie Yan mengangguk setuju dan sudah memperhitungkan hal itu.


“Ziya, Yue'er, Xiao Xiao, aku akan kembali berkultivasi agar mampu melawan keempat kultivator yang ikut ke dalam alat transportasi antar bintang. Kalian berdua juga sebaiknya menembus tingkat Penguasa Abadi agar kesempatan kita menghabisi keempatnya lebih tinggi.” ucap Jie Yan.


“Serahkan kepadaku! Ketika aku mencapai tingkat Penguasa Abadi tahap awal, aku akan menghabisi mereka secepat mungkin!” Xia Yue'er menepuk dadanya dengan arogan, ia juga tidak sabar untuk bertarung ketika kekuatannya meningkat.


Xiao Xiao kecil di sisi lain hanya menatap percakapan mereka dengan mata besarnya yang berkedip beberapa kali. Ia pun memasang wajah serius yang sangat imut karena ia juga ingin menjadi kuat agar tidak menjadi beban bagi Gurunya.


Jika Jie Yan ataupun Xiao Ziya mengetahui pemikiran Xiao Xiao, keduanya akan merasa heran karena anak seusia itu tampak sangat bijaksana.


Siapapun yang tau akan hal itu akan menganggap Xiao Xiao sebagai bibit yang bagus walaupun sifatnya sedikit terlalu lemah lembut. Mungkin suatu hari itu akan membuat masalah padanya.


“Aku akan menyerahkan Xiao Xiao dalam waktu hampir satu tahun kepadamu, Ziya.” ucap Jie Yan dan menepuk kepala kecil Xiao Xiao dengan lembut.


“Berkultivasilah dengan baik. Ketika mencapai Bintang Brahma, aku akan mengajarimu beberapa trik kuat.” ucap Jie Yan dengan senyum diwajahnya. Ia berencana mengajari Xiao Xiao tentang kemampuan ruang yang sering ia gunakan untuk diwariskan kepada Xiao Xiao.


Mata Xiao Xiao langsung berbinar karena ia selalu mengharapkan Jie Yan untuk mengajarinya secara pribadi. Jika itu terjadi, artinya Jie Yan telah mengakuinya sebagai murid.


“Um, baik Guru.” ucap Xiao Xiao serius dan itu terlihat sangat imut, sama seperti Xia Yue'er jika memasang wajah serius.


Karena Jie Yan meraba-raba, ia tau bahwa hanya kecil kemungkinan untuknya dapat mempelajari konsep Waktu tingkat kedua dalam waktu kurang dari satu tahun.


Sesampainya di ruang berkultivasi, Jie Yan mengeluarkan giok pemahaman niat pedang yang ia dapat ketika memenangkan kompetisi.


Setelah itu, Jie Yan mengeluarkan pedangnya dan tidak langsung menusuk secara sembarangan. Ia ingin melihat apakah efek yang di terima akan sama seperti terakhir kali.


“Semoga pedang ini mampu melakukannya.” Batin Jie Yan saat menaruh ujung pedang ke giok pemahaman niat pedang.


Ketika itu sedikit di tusuk, aura samar merembes perlahan. Jie Yan memerhatikan hal itu menggunakan Mata Dewa dengan seksama. Dan ternyata benar, aura yang merupakan niat pedang bercampur dengan informasi, langsung diserap oleh pedang.


Tetapi proses kali ini pasti lebih panjang dari yang terakhir kalinya. Jie Yan tidak terburu-buru sama sekali, ketika informasi perlahan memasuki kepalanya serta aura yang di simpan di dalam giok pemahaman niat pedang, ia tidak langsung mempelajarinya agar tidak terjadi kecelakaan. Tentu itu dikarenakan giok Pemahaman Niat pedang sangat sensitif dan bisa saja hancur.


Setelah setengah hari, semua informasi dan niat pedang yang ada di dalam giok pun di serap. Jie Yan langsung menutup matanya dan mulai memahami niat pedang level Mata Pedang.


Walaupun itu tidak sempurna, menurut Jie Yan, untuk menyempurnakan niat pedang Mata Pedang dikemudian hari, ia membutuhkan waktu yang sangat lama kecuali ia mendapatkan giok pemahaman niat pedang level Mata Pedang sempurna. Tetapi mencari benda seperti itu tentu tidak mudah. Untuk belajar secara pribadi, kemungkinan ia akan mencapai kesempurnaan ketika mencapai tingkat Kaisar Abadi.


Ketika memahami niat pedang, Jie Yan dapat merasakan bahwa ketika mencapai level tidak sempurna, kekuatannya akan meningkat sangat banyak, tetapi itu dalam hal daya serang menggunakan pedang. Biasanya jika diperkirakan serangannya saat akan menimbulkan kerusakan 60 dari 100, maka ketika ia menguasai niat pedang level Mata Pedang tidak sempurna, kerusakannya akan meningkat ke level 75 dari 100.


Niat pedang menyelimuti Jie Yan terus-menerus. Karena adanya pedang di tangannya, ia tidak akan kesulitan mempelajarinya. Itu seperti membaca sebuah buku, dan hanya perlu menghafalnya.


Dan dalam waktu kurang dari satu bulan, niat pedang yang mengelilingi Jie Yan sudah mencapai puncak yang bisa ia raih saat ini.


“Akhirnya...” Gumam Jie Yan saat membuka matanya dan tersenyum kecil. Hanya dengan niat pedang, ia mampu membentuk aura murni menjadi sebuah pedang, dan itu memiliki ketajaman setingkat pedang Tingkat Penguasa Abadi tahap puncak.


“Hanya dengan kemampuan pedang tanpa menggunakan qi dan konsep, aku dapat dengan mudah membunuh kebanyakan kultivator tingkat Penguasa Abadi tahap awal! Niat pedang memang sungguh menakjubkan. Pantas saja ketika ahli pedang yang telah mencapai kesempurnaan di level Jantung Pedang mampu melawan kultivator puncak di Alam Abadi.” Batin Jie Yan kagum.


Niat pedang itu sama seperti perpaduan antara qi dan konsep, itulah sebabnya para ahli pedang sangat kuat, apa lagi jika mereka bisa memadukan qi dan konsep ke niat pedang sama seperti yang dilakukan oleh Yun Che.


Bahkan untuk Jie Yan hanya bisa melapisinya, bukan memadukan. Itu sangat terlihat betapa sulitnya memadukan niat pedang dengan qi dan konsep. Tetapi, jika mampu melakukannya, maka kekuatan tempur akan meningkat drastis.


Sama seperti Yun Che yang tidak memiliki garis darah apapun dan konsep spesial seperti dirinya, tetapi Yun Che mampu bersaing dan melewati tahap Kultivasi jika bertarung.