
Bintang Tianyu
Pemimpin desa kecil yang bertarung dengan pemimpin kelompok mush pun menyerit sedikit. Ia tentu mendengar gumaman musuh yang mengatakan bahwa Jie Yan menjadi buronan seharga 1.000 batu roh kelas atas.
“Buronan? Kenapa bocah itu diincar oleh organisasi gelap?” Batin pemimpin desa. Ia sedikit tidak percaya bahwa Jie Yan yang hanya memiliki kultivasi tingkat Transformasi Abadi tahap menengah akan dihargai semahal itu. Bahkan dirinya yang menjadi pemimpin desa kecil hanya memiliki kekayaan dua kali lipat jumlah harga kepala Jie Yan.
“Yue’er, lawanlah kedua orang yang berada di luar penginapan! Jangan ceroboh! Walaupun keduanya terluka, kekuatannya masih tangguh!” Jie Yan memperingati dengan nada tegas.
Mendengar nada Jie Yan yang sangat serius, Xia Yue'er tentu tidak akan bermain-main. Ia langsung terbang ke arah luar bangunan untuk mengejar dua musuh yang dihempaskan oleh Jie Yan sebelumnya.
Sementara itu, Jie Yan menatap ke arah dua musuh yang tampak waspada menatapnya.
“Jangan ragu! Dia hanya seorang diri!” Salah satu dari kedua kultivator bertopeng berkata dengan nada dingin. Sementara yang lainnya mengangguk serius.
Jie Yan terdiam sedikit saat menatap kedua musuh yang tampaknya bersiap-siap menyerangnya. Ia sangat penasaran sampai saat ini siapa yang mencoba untuk memburunya.
Menyampingkan pemikirannya tentang hal itu, Jie Yan pun bersiap-siap untuk bertarung. Qi-nya meledak dahysat yang membuat permukaan lantai di bahwa kakinya memiliki banyak retakan.
Zhep!
Tanpa adanya aba-aba, kedua musuh pun menghilang lalu muncul di arah kiri dan kanan Jie Yan. Keduanya langsung melancarkan serangan bersamaan.
“Kalian terlalu menganggap diri kalian tinggi!” Gumam Jie Yan saat sebuah portal muncul tepat di belakangnya.
“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”
Tubuh Jie Yan di tarik secara langsung yang membuat kedua kultivator bertopeng terkejut. Keduanya juga mencoba menghentikan serangan masing-masing tetapi sudah terlambat.
Trang!
Kedua pedang kultivator bertopeng saling beradu dan disaat itu juga, keduanya merasakan kesemutan dan tubuh mereka mundur sedikit.
Saat keduanya mencoba mencari keberadaan Jie Yan, salah satu dari mereka membeku karena merasakan ancaman kematian. Ia mencoba menoleh ke arah belakang dan langsung melebarkan matanya saat menatap bilah berwarna ungu yang mendekat ke arah lehernya.
“Seni Rahasia, Tebasan Dimensi!”
Sraing!
Srak!
Darah menyembur dari leher kultivator tersebut saat kepalanya terlepas dari lehernya. Selain dari itu, tebasan Jie Yan menghasilkan gelombang qi yang bercampur dengan niat pedang ke arah satu kultivator tersisa.
“Bajingan!” Kultivator tersebut langsung mengangkat pedang miliknya untuk mencoba bertahan. Ia menggunakan banyak qi dan konsep di pedangnya hanya untuk bertahan.
Trang!
Kultivator tersebut di dorong mundur sedikit lalu ia langsung menepis bilah qi yang dilancarkan oleh Jie Yan ke samping.
Crang!
“Mati!” Kultivator tersebut menyerang secara langsung ketika ia menepis serangan Jie Yan.
“Pedang Api!”
Sraing!
Bilah api yang cukup panas menerjang ke arah Jie Yan.
Jie Yan yang baru saja mendarat, tidak panik melihat serangan yang datang padanya. Ia mengarahkan telapak tangan kirinya ke arah bilah tersebut.
“Seni Rahasia, Kubus Pemecah Ruang!”
Dung!
Kabut ungu meledak lalu membentuk kubus. Di saat itu juga, bilah api yang menyerang Jie Yan masuk ke dalam dan Jie Yan mengepalkan tangannya.
Bom!
Bilah tersebut meledak di dalam kubus ungu yang diciptakan oleh Jie Yan. Namun, ia mengerutkan keningnya saat merasakan sosok yang muncul tiba-tiba di kirinya.
“Api Surgawi!”
“Teleportasi!”
Duar!
Ledakan api besar terjadi saat kultivator bertopeng melancarkan serangannya. Namun wajahnya muram karena Jie Yan kembali menghilang. Tanpa bertanya pun, ia langsung tau bahwa Jie Yan menggunakan konsep Ruang.
“Formasi Cahaya, Segel Empat Pilar!”
Empat pilar muncul tepat di empat sisi kultivator tersebut sebagai pusatnya lalu cahaya menyilaukan meledak dan mengunci gerakannya.
Jie Yan yang menatap itu, tidak membuang waktu sama sekali dan langsung bergerak kembali.
“Teleportasi!”
Deg!
Jie Yan muncul tepat di depan musuh lalu mengayunkan pedangnya dengan gaya menusuk.
“Sial!” Kultivator tersebut hanya bisa melebarkan matanya dan mengutuk Jie Yan dalam hati.
Jleb!
Pedang Jie Yan langsung bersarang di jantung kultivator bertopeng tersebut tanpa bisa melawan sama sekali. Memang benar bahwa formasi segel itu akan hilang dengan sendirinya dalam waktu kurang dari dua detik, tetapi gerakan Jie Yan lebih cepat dari pada hilangnya segel sehingga kultivator bertopeng tidak dapat melawan sama sekali.
“Kau...!” Kultivator tersebut memuntahkan seteguk darah sekali lagi saat mencoba berbicara tetapi daya hidupnya pudar lebih cepat karena jantungnya di tikam oleh Jie Yan.
Jie Yan tidak berbicara sama sekali, ia pasti akan menghabis siapapun yang mencoba untuk memburunya. Dan siapapun yang menaruh hadiah untuk membunuh atau menangkapnya akan ia buru suatu hari nanti.
Setelah kematian musuh kedua, Jie Yan menarik pedangnya, ia juga langsung menjarah kedua cincin ruang yang dimiliki musuh yang ia bunuh. Lalu, tatapan Jie Yan tertuju pada pertarungan yang sedang terjadi di bawah. Semua tempat di penginapan Angin Salju telah hancur berantakan.
“Arrrrgh!” Teriakan yang sangat keras terdengar di luar saat kedua musuh yang semula dihempaskan oleh Jie Yan di bunuh dengan tragis oleh Xia Yue'er.
“Yue’er memang sangat kuat, mampu membunuh kultivator yang jauh lebih kuat darinya. Tetapi itu masuk akal karena untuk kultivator tingkat awal di Alam Abadi tidak akan mampu bersaing dengan Roh pengguna formasi karena tingkat kekuatan mereka di awal seperti lebih kuat satu tingkat dari pada para kultivator.” Batin Jie Yan. Ia ingat bahwa ketika Xiao Ziya menggunakan formasi melawan kultivator di atas tingkat Abadi Emas, dia masih bisa membunuh beberapa.
Dari hal itupun, Jie Yan yang menyadari bahwa para kultivator yang belum mencapai tingkat di atas Abadi Emas, akan sangat kesulitan melawan Roh yang baru saja mencapai tingkat Transformasi Abadi.
“Tampaknya ini akan merepotkan.” Pemimpin kelompok bertopeng berkata dalam hati saat mengetahui bahwa keempat bawahannya telah tewas. Ia juga telah melacak bahwa ada satu lagi kultivator tingkat Emas Abadi tahap awal yang mendekat ke Penginapan Angin Salju.
“Sepertinya aku harus mundur! Tidak masalah sama sekali! Aku akan memburunya ketika kekuatanku meningkat! Jenius? Tidak ada yang lebih layak!” Batin pria bertopeng tersebut saat ia mencengkram erat pedangnya lalu kekuatan yang membuat Jie Yan terkejut muncul.
Mata Jie Yan menyusut tajam ketika melihat dari lantai dua bahwa pria bertopeng tersebut ternyata adalah pemilik qi Raja. Selain dari itu, musuh tersebut juga menggunakan metode Belitan Qi Raja.
Walaupun metode tersebut lebih rendah dari pada Jie Yan, tetap saja kekuatan yang dihasilkan sangatlah kuat.
“Siapa dia?” Batin Jie Yan saat mencengkeram erat pedang di tangannya. Ia tau bahwa jika ia melawan kultivator tingkat Emas Abadi tahap awal yang telah berlatih Belitan Qi Raja, ia tidak akan bisa menang sama sekali kecuali ia melakukan fusi dengan Xia Yue'er. Itupun kemungkinan ia akan kalah.
Pria bertopeng tersebut langsung mengayunkan pedang di tangannya sekuat tenaga setelah dilapisi oleh Qi Raja. Walaupun metode Belitan Qi Raja miliknya lebih rendah dari pada Jie Yan dan ia tidak mengetahui tingkatannya, ia merasa bahwa dirinyalah yang akan mencapai puncak dikemudian hari.
“Kehancuran Ilahi!”
Zhep!
Saat kultivator bertopeng hendak menyerang, satu sosok muncul tepat di samping pemimpin desa kecil tersebut.
“Matilah!”
Sraing!
Saat pria bertopeng itu mengayunkan pedangnya, percikan petir merah meledak dibarengi oleh gelombang kejut yang cukup besar.
Jie Yan yang semula telah melihat itu, juga tidak tinggal diam. Sedari awal ia telah mempersiapkan serangan yang cukup kuat untuk menghalau setiap serangan dari pria bertopeng.
“Seni Rahasia, Bilah Pemisah Ruang!”
Sraing!
Blar!
Kedua serangan bertabrakan seketika yang membuat pria bertopeng menyipitkan matanya.
Zhung!
Serangan yang dilakukan oleh pria bertopeng pun langsung di bawa ke arah lain lalu menbrak dinding bangunan.
Bom!
Hampir seluruh dinding di sebelah bagian yang terkena serangan tersebut meledak, tidak hanya itu, serangan itu terus menebus ke tempat yang jauh dan menghancurkan semua yang dilewati.
“Kekuatan ini...!” Mata pemimpin desa menyusut tajam ketika melihat hal itu. Walaupun rekannya telah tiba, walaupun keduanya bekerja sama menahan serangan itu, salah satu dari mereka kemungkinan akan tewas.
Saat debu di tempat itu menghilang, banyak kultivator lainnya yang telah tiba, mereka semua adalah kultivator dari desa kecil tersebut.
“Dia telah pergi.” Gumam Jie Yan saat melompat ke lantai satu dan menatap ke arah tempat kepergian kultivator bertopeng sebelumnya. Matanya sangat dingin saat ini karena ia tau bahwa pria bertopeng tersebut adalah ancaman nyata.
Saat ini, Jie Yan menyadari kenapa ia di buru. Itu pasti dikarenakan ketika di Kota Pedang, ia menggunakan Belitan Qi Raja dan disaksikan oleh Cao Yuan sehingga dirinya dianggap sebagai ancaman nyata, sama seperti pria bertopeng yang mencoba memburuknya.