Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Tikus Yang Mengintai


Istana Bawah Laut


Mata Gu Yin saat ini berkaca-kaca. Ia saat ini tidak lagi meragukan siapa sebenarnya Jie Yan, dia adalah suaminya yang telah lama menghilang, dikabarkan telah tewas di Dimensi Naga.


Qi Raja tidak akan bisa disamarkan dan tidak ada cara untuk membuatnya persis dengan qi Raja kultivator lainnya. Ini adalah yang diketahui secara umum.


Sedari dahulu, Gu Yin sudah menghafal dengan benar qi Raja milik Jie Yan, dan ketika ia merasakannya hari ini, ia langsung yakin bahwa Jie Yan adalah suaminya. Selain dari itu, Jie Yan juga mengetahui tentang Daratan Utara dan Desa Pelangi yang menandakan identitasnya tidak diragukan sama sekali.


“Suami!” Gumam Gu Yin saat ia langsung melesat dengan kecepatan penuhnya. Ia tentu akan bergerak dan membantu Jie Yan karena terlihat bahwa suaminya saat ini sedang dalam kesulitan melawan Humanoid Hiu.


Gu Yuena yang menatap itupun langsung bergegas mendekat juga. Ia tentu akan membantu keduanya melawan musuh yang memang lumayan kuat.


Dikejauhan, Han Chen yang sedang turun ke bawah pun terhenti di tengah air dan menatap ke arah pertarungan yang sedang terjadi. Wajahnya sedikit menyipit ketika menatap ke arah humanoid hiu tersebut.


“Binatang roh itu memang kuat. Selain dari kekuatan, medan pertarungan akan menguntungkannya.” Gumam Han Chen. Walaupun ia adalah serigala Berbulu Domba, tetap saja kecerdasannya sangat tinggi. Jika tidak, ia tidak mungkin menjadi pewaris dari Kekaisaran Han dibandingkan dengan saudaranya yang lainnya.


“Pangeran, apakah kita akan membantu mereka? Atau apakah kita akan menyelundup menghabisi pemuda itu lalu membawa paksa wanita itu? Kekuatan Pangeran saat ini lebih tinggi dari ketiganya, dengan bantuan kami berdua, tidak akan sulit membereskan mereka. Lagi pula, tidak ada saksi mata di sini.” ucap salah satu bawahan Han Chen. Bawahan Han Chen yang lainnya juga mengangguk setuju.


“Kita tidak mungkin membantu ketiganya.” Han Chen membalas dengan nada sedikit jijik karena ia sangat membenci Jie Yan saat ini. Selain itu, ia ingin memberi pelajaran kepada Gu Yin karena menolak pangeran yang memiliki status sangat tinggi seperti dirinya.


“Kita akan menyerang ketika ada kesempatan. Jangan sampai kalian berdua dicurigai oleh ketiganya. Jaga jarak, dan ketika aku memberi aba-aba, kalian menyerang bersamaku dengan sekuat tenaga. Bocah itu pasti akan tewas jika kita menyerangnya secara telak. Dan setelah itu, aku ingin kalian berdua mengurus Gu Yuena dan serahkan Gu Yin kepadaku!” Lanjut Han Chen saat memberi perintah kepada kedua bawahannya. Dengan tingkat kultivasi Alam Sage tahap ketujuh dan dua Alam Sage tahap keenam, tidak mungkin tiga kultivator tingkat Alam Sage tahap kelima akan mampu melawan.


Inilah yang diyakini oleh Han Chen walaupun kemampuan tempur Gu Yuena dan Gu Yin sangat kuat dan mampu mengimbangi kultivator yang lebih kuat satu tahap. Tetapi, dirinya telah mencapai tingkat Alam Sage tahap ketujuh, tidak ada kesempatan menang kecuali mereka bertiga melawannya bersama-sama. Tetapi itu tidak mungkin karena ia membawa kedua bawahannya yang kuat di tingkat yang sama bersamanya.


“Baik Pangeran.” Kedua bawahan Han Chen langsung mengangguk serius.


Han Chen mengangguk kecil lalu perlahan berenang mendekat ke tempat pertarungan antara Jie Yan, Gu Yuena dan Gu Yin melawan Humanoid Hiu diikuti oleh dua bawahannya.


Sementara itu, Jie Yan yang bertarung dengan sengit, merasa tidak berdaya karena Gu Yuena dan Gu Yin memaksakan diri membantunya.


Gu Yuena dan Gu Yin belum berbicara apa-apa tentang siapa Jie Yan sebenarnya karena tentu saja keduanya fokus untuk membunuh binatang roh terlebih dahulu lalu mendiskusikan semua hal yang telah terjadi.


Karena Gu Yin sangat ingin menyelesaikan musuh secepat mungkin, ia pun menggunakan kekuatan penuhnya. Setiap kali ia menyerang, es hitam akan meledak dan membekukan air di area yang sangat luas.


Bahkan Jie Yan sedikit kagum dengan kemampuan Gu Yin saat ini karena tidak menyangka bahwa efek dari Es Hitam akan sangat kuat, jika dibandingkan dengan Es biasa milik Gu Yin, itu hampir dua kali lebih kuat.


Inilah kekuatan para Pembunuh Iblis, atribut mereka jauh lebih unggul dari pada pemilik atribut yang bukan bagian dari Pembunuh Iblis.


Saat pertarungan terus berlanjut, Jie Yan tentu dapat merasakan kedatangan Han Chen dan kedua bawahnya.


“Apakah ketiga tikus itu ingin menyelinap menyerang? Percuma untuk menyembunyikan keberadaanmu di rumah-rumah itu. Aku tau bahwa kalian berniat menyerang secara diam-diam.” Jie Yan mendengus di dalam hati. Ia pun menatap kembali ke arah humanoid hiu yang melesat ke arahnya dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Saat ini, Humanoid Hiu telah mengalami banyak luka karena tidak mungkin mampu melawan Jie Yan yang bergandengan tangan dengan Gu Yuena dan Gu Yin. Tetapi, karena insting binatang roh, dia tidak mau menyerah sama sekali karena sedari awal pun, dia memang penjaga kota bawah air sama seperti binatang roh gurita yang menjaga pintu masuk.


Kedua binatang roh tersebut seolah-olah telah ditanamkan perintah untuk melakukan satu tugas. Jie Yan mengetahui hal ini dengan jelas tetapi ia tidak peduli sama sekali. Baginya, binatang roh yang mencoba menyerangnya hanya meminta kematian.


“Tampaknya aku harus menyelesaikan binatang roh ini secara langsung. Jika tidak, mungkin ketiga tikus itu akan menyerang secara mendadak ketika aku terlalu sibuk memikirkan rencana melawan binatang roh ini.” Batin Jie Yan dan ia pun menyatukan kedua telapak tangannya. Di saat itu juga, qi berwarna ungu merembes keluar dalam jumlah yang sangat besar.


“Kalian berdua, serang dengan sekuat tenaga ketika aku melancarkan teknik untuk menguncinya!” Perintah Jie Yan melalui telepati.


Keduanya sangat kuat ketika menggunakan pedang. Hal ini juga dikarenakan Pedang Kembar Chi adalah salah satu senjata terkuat yang pernah muncul di Benua Saint. Pemilik sebelumnya sangatlah kuat, tetapi dikalahkan oleh Lin Ming dan Lin Xi.


Ketika Jie Yan telah mengumpulkan qi yang cukup banyak, ia pun langsung mengarahkan telapak tangannya ke arah binatang roh yang mendekat ke arahnya dengan kecepatan tinggi.


“Seni Rahasia, Ruang Kekacauan!”


Dung!


Qi Jie Yan meledak lalu menyebar ke segala arah dan langsung memadat ke satu titik membentuk kubus seukuran ruangan kecil.


Bom!


Humanoid Hiu yang tampak tidak berakal dan hanya tau cara bertarung pun langsung dihantam oleh teknik Jie Yan. Dia tidak terbunuh sama sekali tetapi mengalami luka lebih serius. Di ruang tersebut, air juga dihancurkan menjadi bubuk oleh teknik Jie Yan sehingga pergerakan Humanoid Hiu menjadi kaku karena tidak adanya air.


Melihat itu, Gu Yuena dan Gu Yin pun melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi dan langsung mengagunkan pedang yang mereka pedang masing-masing di tangan kanan.


“Bilah Es Pembelah Alam!”


Sraing!


Gu Yuena dan Gu Yin menggunakan teknik yang sama dan langsung memasuki ruang tersebut lalu melewati Humanoid Hiu yang telah kaku karena tidak adanya air.


Srak! Srak!


Tebasan mematikan di leher kiri dan kanan langsung mencoba memenggal leher humanoid hiu tersebut. Walaupun lehernya tidak terpenggal, tidak mungkin dia akan bertahan hidup dari cidera seperti itu.


Sementara di salah satu bangunan, terlihat Han Chen dengan kilatan pembunuhan dimatanya. Ia pun mengeluarkan pedangnya lalu memberi perintah.


“Bunuh dia!”


Sraing! Sraing! Sraing!


Han Chen dan kedua bawahannya pun langsung menyerang ke arah Jie Yan yang berkonsentrasi menahan jebakan untuk humanoid hiu.


Tiga bilah qi yang sangat kuat melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi ke arah Jie Yan.


Untuk Gu Yuena dan Gu Yin yang baru saja selesai melepaskan teknik mereka untuk memenggal kepala humanoid hiu pun sangat terkejut dengan serangan yang telah sangat dekat dengan Jie Yan.


“Awas!” Teriak Gu Yuena dan Gu Yin bersamaan. Tubuh mereka tidak mampu bereaksi cepat karena baru saja selesai menggunakan teknik tunggal.


Mata Jie Yan menyusut tajam karena jika serangan itu mengenainya, maka ia akan terluka sangat parah paling ringan dan kemungkinan untuk tewas sangat besar.


Bom!


Ketika bilah tersebut bertabrakan di posisi tempat Jie Yan berada sebelumnya. Ledakan tersebut membuat air di sana menjadi tidak stabil dan menghempaskan siapapun di sekitarnya ke segala arah.


Teknik Jie Yan sebelumnya pun langsung menghilang lalu air dengan tekanan tinggi langsung menyapu ke arah Gu Yuena dan Gu Yin yang sangat terkejut ketika menatap serangan yang meledak di tempat Jie Yan berada.