Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Jebakan


Bintang Tianyu, Makam Pedang Kematian


“Ayo pergi!” Setelah menyimpan semua batu roh yang ditambang oleh Xiao Ziya, Jie Yan pun langsung terbang menggunakan sayapnya ke arah jalan keluar diikuti oleh Xiao Ziya. Sementara Xia Yue'er, dia tentu akan duduk di kursi kebanggaannya.


Tidak lama kemudian, ketiganya pun akhirnya keluar dari bangunan tersebut lalu langsung bergerak keluar dari hutan. Selama perjalanan, ketiganya menatap hutan tersebut layu dengan kecepatan yang sangat tinggi karena semua batu roh telah ditambang.


“Tampaknya Zhou Tian Cheng memiliki teknologi yang mengubah batu roh menjadi konsep kehidupan seperti ini.” ucap Jie Yan dengan nada sedikit heran. Ia tidak menyangka bahwa makhluk jenius seperti itu akan ada di 33 Surga.


“Ya, kemungkinan teknologi yang di ciptakan olehnya mengikuti struktur makhluk hidup tertentu yang sangat ahli mengubah qi ke bentuk konsep. Walaupun semua makhluk bisa melakukannya, itu dalam porsi yang sangat kecil sampai-sampai dapat diabaikan karena sedari awal, konsep adalah bagian dari pemahaman terhadap sebuah unsur.”


“Bisa dikatakan, Zhou Tian Cheng telah menemukan cara penggunaan kekuatan spiritual tertinggi, metode ini kemungkinkan yang dapat mengubah qi menjadi konsep dengan kecepatan yang sangat tinggi. Kemungkinan Zhou Tian Cheng mempelajarinya dari Roh khusus seperti kami.”


“Para Roh menggunakan kekuatan spiritual untuk menciptakan konsep, tidak seperti manusia yang menggunakan Akar Spiritual dan kebugaran fisik yang terkait erat dengan qi. Tetapi, jika menerapkan cara pengubahan menggunakan qi dengan cara yang dilakukan oleh Roh, mungkin hanya Zhou Tian Cheng yang telah memikirkan metodenya.” ujar Xiao Ziya dengan gelengan kepala. Sebagai salah satu Roh yang telah mencapai puncak, ia merasa wawasan serta kepintarannya masih tidak layak disebut di depan Zhou Tian Cheng.


Namun, di 33 Surga, bukan hanya kepintaran yang digunakan, tetapi kekuatan nyata. Pemikiran cerdas mampu menciptakan banyak hal sehingga kekuatan dapat meningkat pesat. Tetapi itu pasti masih bisa disaingi oleh jenius kultivasi. Bisa dikatakan, jenius puncak dalam Kultivasi pasti akan setara dengan Zhou Tian Cheng yang merupakan jenius dalam hal pemikiran.


Ini adalah keseimbangan alam. Jika sosok seorang Zhou Tian Cheng bisa muncul, maka jenius kultivasi sebenarnya pasti akan bisa muncul juga. Xiao Ziya tanpa sadar melirik ke arah Jie Yan. Entah mengapa, ia merasa bahwa jenius puncak dalam jalan kultivasi adalah Jie Yan.


Setelah keluar dari hutan tersebut, Xiao Ziya kembali memimpin jalan karena ia tau jalan menuju tempat terakhir yang pernah dilalui oleh Tetua Agung Sekte Pedang. Ia tau bahwa jalur yang harus dilewati adalah Oasis yang pernah mereka datangi sebelumnya.


**


Waktu terus berlalu, saat ini Zhou Qin yang semula telah membawa pasukannya ke tempat lainnya telah tiba.


Tempat tersebut terlihat seperti sebuah gunung tajam raksasa di tengah Padang Gurun. Bisa dikatakan, itu terlihat seperti sebuah piramida dengan satu Piramida kecil dengan puluhan Piramida lainnya di pinggiran tepat di tengah tubuh Piramida utama.


Wusssh!


Satu sosok setinggi emam meter muncul di jarak hampir dua puluh meter dari Zhou Qin. Ia memiliki fitur yang mirip dengan Zhou Qin tanda ia adalah salah satu dari Kloning Titan Kuno.


“Kau terlambat Zhou Qin!” ucap sosok tersebut dengan nada acuh tak acuh.


Zhou Qin berhenti di jarak yang sangat dekat dengan sosok tersebut lalu berkata dengan nada sedikit dingin, “Kau hanya bertugas untuk menjaga tempat ini. Apa kau pernah berpikir bagaimana kesulitan kami yang mengelola sumber energi dan sumber kehidupan, Zhou Chun?”


Sosok bernama Zhou Chun hanya mendengus lalu bertanya kembali, “Apakah kau sudah memutuskan koneksi jalur energi?”


“Aku tidak setolol Zhou Peng! Aku pasti langsung memutuskan koneksi dari tempat itu ke tempat ini agar jalur energi tidak dilacak!” ucap Zhou Qin dengan nada dingin.


“Jika begitu, ayo kita mulai rencananya. Bawa mereka semua ke dalam.” ucap Zhou Chun lalu langsung terbang ke arah Piramida raksasa.


Zhou Qin hanya mendengus lalu memimpin semua bawahannya mengikuti Zhou Chun.


Jika keduanya tau, keduanya pasti akan mengutuk Tetua Agung Sekte Pedang dan mereka akan sangat menyesal tidak membunuh Tetua Agung Sekte Pedang ketika pertama kali datang ke tempat mereka.


**


Sementara itu, Jie Yan yang mengikuti Xiao Ziya pun telah tiba di Oasis sebelumnya. Awalnya mereka ingin memutar sedikit, tetapi ketika melacak bahwa kota gersang dan Oasis tidak lagi dijaga, keduanya pasti terkejut.


“Jie Yan, apakah menurutmu ini perangkap?” Tanya Xiao Ziya yang melayang di udara sambil menatap ke arah kota gersang dan Oasis.


Jie Yan mengerutkan keningnya sedikit lalu menggunakan Mata Dewa untuk melacak semua tempat.


“Ya, ada energi yang terfokus pada satu titik. Jika melacak dengan cara biasa, itu tidak akan terlihat. Dan itu cukup tersembunyi, mekanismenya kemungkinan akan aktif ketika seseorang mencoba memasuki Oasis itu.” ucap Jie Yan.


“Hmp, ayo kita lihat jebakan seperti apa yang mereka buat!” Xiao Yue'er mendengus lalu menciptakan pohon hidup yang cukup lemah untuk memancing mekanisme yang dikatakan oleh Jie Yan.


Pohon hidup tersebut langsung berlari ke arah Oasis dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Untuk Jie Yan dan Xiao Ziya, keduanya terdiam karena merasa bahwa Xia Yue'er memang sangat cocok membongkar sesuatu. Apalagi Jie Yan tau bahwa mekanisme tersebut akan aktif jika ada makhluk hidup yang masuk dan pohon yang diciptakan oleh Xia Yue'er memang sangat cocok menjadi umpan.


Saat pohon tersebut memasuki Oasis, mekanisme yang dibuat oleh Zhou Qin pun aktif secara langsung.


Duar!


Awan jamur bercampur dengan pasir terlihat secara langsung di depan mata Jie Yan, Xia Yue'er dan Xiao Ziya.


“Sangat kuat! Aku tidak menyangka bahwa jebakan yang diletakkan akan sangat mengerikan. Jika kita masuk, sudah pasti kita akan tewas di tempat!” ucap Xiao Ziya dengan wajah gelap.


Xia Yue'er di sisi lain mendengus kecil dan merasa bangga pada dirinya sendiri karena melakukan sesuatu yang hebat.


Untuk Jie Yan, ia menatap ke arah Xia Yue'er yang bangga pada dirinya sendiri lalu berkata, “Yue’er, dalam hal membuat kekacauan, aku Jie Yan akan menyetujuimu sebagai yang terkuat!”


Xiao Ziya memutar bola matanya karena julukan itu tidak berkualitas sama sekali. Gelar Xia Yue'er di masa lalu bahkan lebih hebat, yaitu Roh Dewi Kehidupan.


Sementara Xia Yue'er, ia menatap ke arah Jie Yan dengan mata besar berair. Terlihat sedikit keraguan dalam tatapannya ketika mendengar kata-kata Jie Yan. Namun, karena pemikiran sederhananya, ia merasa langsung bangga dan membusungkan dadanya yang rata serta mengangkat kepalanya tinggi-tinggi.


Melihat itu, Xiao Ziya menggelengkan kepalanya lalu berkata, “Tampaknya mereka telah mengantisipasi hal ini. Ayo pergi, kita akan memberi kejutan kepada mereka!”


Jie Yan dan Xia Yue'er tersenyum lalu langsung mengikuti Xiao Ziya ke tempat terakhir di tempat itu dan mereka langsung menebak bahwa tempat itu pastilah makam Raja Titan Kuno Zhou Tian Cheng.