
Kekaisaran Han
Duar!
Ledakan dahsyat terjadi dalam sekejap. Wilayah dalam ruang lingkup hampir 100km hancur berantakan akibat gelombang kejut yang dihasilkan oleh dua serangan yang berbenturan.
Bahkan untuk Xiao Chen langsung terhempas ketika mencoba bertahan. Ia masih terlalu meremehkan daya rusak kedua serangan tersebut. Ia harus mengakui bahwa bahkan dirinya akan terluka parah jika terkena secara langsung oleh salah satu teknik tersebut.
Untuk tembok yang melindungi kota Kekaisaran Han juga langsung hancur berantakan di satu sisi. Banyak bangunan kota yang menjadi puing-puing dalam sekejap. Puluh ribuan nyawa manusia yang lemah tewas karena sedari awal mereka hanya berdiam diri di dalam kediaman mereka atas perintah Han Qin.
Di tempat yang cukup jauh, Wang Lee dan Wang Qi juga memasang wajah jelek saat melihat cahaya putih yang tampak seperti lautan dari tempat yang jauh. Keduanya tidak mengharapkan bahwa pertempuran akan mencapai level seperti itu.
Hal ini membuat keduanya merasa sangat terancam dan sedikit menyesal tidak membantu Han Qin melawan musuh. Jika keduanya melakukannya, ancaman bagi mereka akan berkurang satu.
“Ayo pergi! Bawa banyak anggota tingkat Alam Sage tahap kesembilan! Apapun situasinya, kita harus menghabisi musuh Han Qin! Jika dia selamat, maka bisa dipastikan bahwa dia akan menjadi pengalang terbesar untuk mengambil alih Benua Saint!” ucap Wang Lee saat ia langsung terbang ke arah tempat ledakan dahsyat terjadi.
Wang Qi langsung memberi perintah menggunakan telepati agar banyak kultivator tingkat Alam Sage tahap kesembilan yang ikut bersamanya untuk membereskan musuh.
Saat ledakan perlahan mereda, Xiao Chen muncul di dekat tempat bekas ledakan dengan wajah datar walaupun riak dihatinya yang sangat besar muncul. Ia merasa bahwa dirinya terlalu menanggap kecil Jie Yan dan Han Qin sebelumnya. Ini juga merupakan kebiasaannya karena sedari dulu, hampir tidak ada yang bisa melawannya ketika ia mencapai tingkat Alam Sage tahap Kesembilan.
“Tampaknya aku harus menilai seseorang secara berbeda mulai saat ini. Aku mengira bahwa hanya Pangeran Iblis yang akan membuatku merasa terancam. Tetapi tampaknya para kultivator dari Alam Abadi juga pasti bisa melakukan hal yang sama.” Batin Xiao Chen saat menatap ke arah bekas ledakan yang belum mereda. Ia melirik ke arah lainnya dan melihat Xia Yue'er yang memaku Roh Gemini dengan banyak pedang cahaya serta banyak tongkat terbuat dari ranting.
Untuk Xia Yue'er, dia terlihat kelelahan dan berbaring di permukaan tanah. Ia tersenyum lebar saat ini karena telah memenangkan pertempuran walaupun ia mendapatkan kesempatan mengalahkan musuh karena adanya ledakan yang berasal dari tabrakan dua serangan kuat.
Jika Jie Yan dan Han Qin tidak memberinya kesempatan, bisa dipastikan bahwa ia akan bertarung selama seharian penuh dan pada akhirnya ia akan kalah. Siapa yang menduga bahwa Roh Gemini akan merasa tidak nyaman ketika ledakan dahsyat ingin menyapunya dan disaat itu juga Xia Yue'er mengambil kesempatan untuk menjatuhkannya.
Saat debu menghilang, terlihat dua sosok yang berdiri di permukaan tanah di jarak hampir ratusan meter. Keduanya sangat berantakan saat ini.
Jie Yan meneteskan banyak darah di tubuhnya. Walaupun skala naga miliknya memiliki pertahanan kuat, itu tidak dapat menahan badai qi dan konsep yang meledak.
Di depan Jie Yan, terlihat robekan ruang yang ingin melahap semua yang ada ke dalamnya.
Sisi lainnya, terlihat Han Qin yang terlihat jauh lebih buruk dari pada Jie Yan karena menggunakan teknik yang merubah tubuhnya menjadi dua elemen agar memaksimalkan serangan ke puncak yang lebih tinggi. Tetapi itu membuatnya harus menggunakan semua qi dan konsep yang ia miliki. Selain dari itu, vitalisnya tampak dibakar yang membuatnya terlihat sedikit kurus.
“Sialan! Sialan! Kenapa bocah itu tidak tewas?” Han Qin yang bisa tumbang kapan saja, meraung keras di dalam hati. Ia tidak mampu lagi berteriak dan hanya bisa menatap ke arah robekan ruang dengan wajah pucat.
“Robekan ruang itu akan menelan semua yang ada di sini! Celaka! Ruang yang robek itu mungkin akan tertutup dalam waktu lima menit paling tidak! Siapapun yang ada di sini akan di tarik ke dalamnya!” Xiao Chen menatap ke arah ruang yang robek dengan mata tajam. Ia tau bahwa dalam waktu lima menit, setengah dari wilayah Kekaisaran Han akan berubah menjadi jurang tak berdasar.
Gaya tarikan langsung menarik Han Qin dan Jie Yan yang paling dekat dengan robekan ruang yang tampak melebar sedikit.
“Sialan! Sialan! Sialan!” Han Qin akhirnya berteriak seperti binatang yang hendak di sembelih saat mencoba memaksa tubuhnya menjauh dari robekan ruang walaupun ia tidak bisa sama sekali.
Bahkan untuk Jie Yan, ia langsung ditarik. Ia sangat kelelahan saat ini. Walaupun ia bisa melawan, perlawanannya sangat kecil. Ia telah kehabisan qi dan konsep. Jika ia menggunakan konsep Ruang, ia pasti akan selamat.
“Bajingan! Aku terlalu ceroboh dan tidak menyisakan konsep Ruang sama sekali!” Batin Jie Yan mengutuk dirinya sendiri. Saat ia ingin meminta bantuan kepada Xiao Ziya yang masih menonton dengan tenang dari Ruang Jiwa, ia tidak melakukannya karena seseorang muncul lalu menariknya menjauh dari robekan ruang tersebut.
Jie Yan melihat ke arah Han Qin yang berteriak dan setelah masuk ke dalam robekan ruang, tubuhnya langsung tercabik-cabik. Dalam waktu kurang dari tiga detik, Han Qin berubah menjadi kabut darah. Hal ini membuat Jie Yan merasa kedinginan karena tidak menyangka bahwa robekan ruang akan seberbahaya itu.
Tatapan Jie Yan tertuju pada seseorang yang menariknya dengan tatapan waspada. Tetapi, ketika melihat bentuk seseorang yang menariknya, ia langsung menyadari bahwa pria muda tersebut memiliki hubungan dengan neneknya karena keduanya terlihat mirip, yaitu dengan sayap, tanduk dan mata merah dengan pupil emas.
“Siapa kau? Apa hubunganmu dengan nenekku?” Tanya Jie Yan dengan nada sangat waspada. Ia ingin melepaskan diri karena belum tau tujuan dari pria muda tersebut menyelamatkannya.
Pemuda tersebut tentu adalah Xiao Chen. Ia menaikkan sedikit alisnya ketika mendengar kata nenek. Ia langsung tau siapa yang dimaksud oleh Jie Yan karena hanya ada orang yang memiliki garis darah yang sama seperti dirinya. Ia tidak berbicara lagi dan membawa Jie Yan ke tempat Xia Yue'er berada.
“Jie Yan? Siapa dia? Kenapa dia sangat mirip dengan nenek tua itu?” Tanya Xia Yue'er lelah dan tidak mau menggerakkan satu inci pun tubuhnya di permukaan tanah.
Jie Yan tidak tau harus berkata apa, ia menurunkan sedikit kewaspadaannya karena tau bahwa Xiao Chen tidak ingin berbuat jahat padanya.
“Cepatlah pergi dari tempat ini. Robekan ruang itu akan melahap semua yang ada di sini dalam waktu beberapa menit sebelum ruang tersebut stabil sepenuhnya.” ucap Xiao Chen saat menatap ke arah robekan ruang yang terus melahap semua yang ada di sekitarnya dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Selain dari itu, Xiao Chen telah melacak sangat banyak kultivator dari Alam Abadi yang datang mendekat dan mereka semua sangat kuat karena tidak ada yang memiliki kultivasi di bawah tingkat Alam Sage tahap kesembilan. Walaupun ia bisa mengalahkan mereka, ia harus membayar harga yang cukup mahal sehingga ia lebih memilih mundur saat ini. Bukan hanya dirinya yang bertugas melawan musuh dan lebih baik menunggu semua pasukan untuk siap menyerang.
Jie Yan tidak berbuat dan langsung mengambil Xia Yue'er. Ia langsung terbang ke arah berlawanan dari arah yang ia lacak bahwa ada musuh mendekat.
Melihat Jie Yan pergi dengan kecepatan yang sangat lambat, Xiao Chen menggelengkan kepalanya lalu membawa Jie Yan bersamanya. Ia sudah menebak siapa Jie Yan sebenarnya walaupun ia tidak berbicara apapun saat ini.
Setelah kepergian Xiao Chen, Jie Yan dan Xia Yue'er, kelompok yang di pimpin oleh Wang Lee dan Wang Qi telah tiba. Tetapi mereka langsung menjaga jarak kembali ketika melihat robekan ruang yang terus membesar.
“Sial! Aku tidak bisa melacak siapa yang melakukan ini! Kekuatan ini sangat berbahaya! Dia pasti lebih dulu pergi karena melacak kira mendekat!” Wang Lee mengutuk kecerobohannya karena melepaskan musuh mengerikan.
“Tidak ada gunanya mengeluh saat ini. Kita harus pergi. Kita harus memindahkan pasukan karena kemungkinan besar basis kita akan terhisap ke dalam robekan ruang ini!” ucap Wang Qi.
Wang Lee yang tidak rela dan ingin mengejar musuh, hanya bisa membawa pasukannya mudur bersama dengan Wang Qi dengan wajah marah.