Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Hang Song


Bintang Brahma, Benua Kekacauan


Lembah Katisan


“Pemimpin, Organisasi Kegelapan tidak sederhana kelihatannya. Apakah anda tidak menghubungi anggota suku anda yang lainnya untuk menyelesaikan perang lebih cepat? Dengan nama Klan Manusia Ular, tidak akan ada yang bisa memprovokasi kita!”


Salah satu dari eselon atas Organisasi Kegelapan yang memiliki tingkat kultivasi Kaisar Abadi tahap puncak pun berbicara dengan nada serius.


Manusia Ular yang bernama Hang Song, memasang wajah muram ketika mendengar apa yang dikatakan oleh bawahannya.


Zhep!


Hang Song muncul dalam sekejap di belakang kultivator yang sebelumnya berbicara. Sebuah tombak langsung muncul di tangannya dan ia pun menikam bawahannya sendiri tanpa ampun.


Jleb!


“Arrrgggh!”


Kultivator tersebut berteriak keras saat bahunya di tikam oleh tombak.


“Ini adalah peringatan terakhir! Jika kau berani menyinggung tentang anggota Sukuku, maka kedua kalinya nyawamu akan melayang. Aku tidak pernah mengandalkan nama Klan untuk mencapai apa yang aku capai saat ini!” ucap Hang Song dingin.


“Ampuni bawahanmu ini! Aku tidak akan mengatakan hal itu lagi!” kultivator itu berkeringat dingin karena ia merasakan nafas kematian dilehernya. Jika Hang Song menikam leher, jantung atau kepalanya, ia sudah pasti akan tewas.


Hang Song mendengus dingin dan mencabut tombak tersebut. Darah yang sangat banyak berceceran dan ia pun langsung menghilang, kembali ke kursinya.


Tidak ada yang berani berbicara ketika Hang Song melakukan itu karena mereka tau betapa kejamnya Hang Song. Dengan kata lain, Organisasi Raja Ular tetap dapat bertahan saat ini karena Organisasi Raja Ular dikendalikan oleh kekuatan mutlak dari Hang Song.


Metode kejam seperti itu pasti membuat siapa saja tidak ingin dekat dengannya. Tetapi, Hang Song adalah manusia ular yang cukup murah hati karena dia mau memberi sumber daya kepada bawahannya yang setia dan mau memberikan nyawanya kepadanya. Inilah yang membuat banyak kultivator masih bertahan di Organisasi Raja Ular.


Jika tidak ada kemurahan hati seperti itu dari Hang Song, sudah pasti semua anggota Organisasi Raja Ular akan pergi secara langsung karena tanpa sumber daya besar yang diberikan, mereka hanyalah menjadi budak untuk Manusia Ular.


Semua kultivator tau betapa kejamnya Manusia Ular, dan mereka membenci manusia ke tulang-tulangnya. Dan Hang Song tampak cukup berbeda karena dia berinteraksi secara normal kepada manusia lainnya.


Tetapi mereka tidak tau alasan di balik sikap Hang Song yang mau berkomunikasi dengan para Manusia. Dan ini dikarenakan dirinya di usir dari Klan Manusia Ular, tentu saja karena tidak memiliki tempat, Hang Song akan berhubungan dengan manusia.


Ini juga alasan kenapa Hang Song sangat marah ketika bawahannya membahas tentang Klan Manusia Ular. Ia tidak ingin ada yang tau bahwa dirinya adalah anggota buangan. Jika ada yang mengetahuinya, rasa takut semua bawahannya akan langsung hilang ketika menatapnya.


Dan Hang Song yang merupakan anggota buangan, pasti akan diincar oleh banyak kultivator karena Klan Manusia Ular tidak akan bergerak jika para kultivator membunuh Hang Song.


“Siapkan pasukan! Aku akan menghubungi Asosiasi Mercenaries di Bukit Pelangi untuk menyewa Mercenaries mereka!” Perintah Hang Song dengan nada dingin.


Semua eselon atas Organisasi Raja Ular langsung pergi buru-buru karena mereka tau bahwa Hang Song saat ini sedang marah. Lebih baik diam dan mengikuti perintah dari pada dibunuh.


“Manusia sampah sialan!” Hang Song menggertakkan giginya dengan kuat. Ia pun langsung menghilang setelah menggumamkan kalimat itu dan bergerak ke arah Bukit Pelangi yang tidak terlalu jauh dari Lembah Katisan.


Waktu terus berlalu, Pemimpin Tertinggi Organisasi Kegelapan memimpin semua pasukan. Dalam waktu kurang dari dua hari, mereka telah hampir mencapai Lembah Katisan.


Dan Pemimpin Organisasi Kegelapan yang cukup bijak, memberikan waktu hampir empat jam bagi semua pasukan untuk memulihkan energi mereka agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan ketika perang pecah.


Untuk Jie Yan, Xiao Chen dan yang lainnya, mereka tentu akan memulihkan kekuatan mereka ke puncaknya. Terbang selama dua hari menghabiskan cukup banyak energi untuk para kultivator tingkat Raja Abadi. Bahkan untuk kultivator Kaisar Abadi akan kehilangan setidaknya 10% dari kekuatannya terbang selama hampir dua hari.


“Nak, aku ingin bertanya, di mana Roh Peri yang selalu bersamamu itu?” Tanya Xiao Chen yang sudah selesai memulihkan kekuatannya.


“Yue’er? Dia bersama dengan Ziya, berlatih di Istana Surgawi Mimpi Ilahi.” ucap Jie Yan.


“Apakah kalian mengenal seseorang di kekuatan terkuat di Bintang Brahma itu?” Tanya Xiao Zun heran.


“Ya, salah satu Roh yang memiliki Kontrak denganku pernah melakukan Kontrak dengan pemimpin Istana Surgawi Mimpi Ilahi.” ujar Jie Yan dengan nada yang samar dan hanya bisa di dengar oleh Xiao Chen dan yang lainnya.


Xiao Zun, Xiao Fang dan Xiao Yang tercengang ketika mendengarnya. Jika Jie Yan melalukan Kontrak dengan Roh yang pernah di Kontrak pemimpin Istana Surgawi Mimpi Ilahi, bukankah Roh itu adalah jenis Roh terkuat yang pernah ada?


“Tuan muda, jika ada memiliki hubungan dengan Istana Surgawi Mimpi Ilahi, jangan merusak hubungan itu! Kami pernah mendengar di Klan Xiao bahwa Istana Surgawi Mimpi Ilahi merupakan kekuatan puncak yang setara dengan Klan Xiao yang tersembunyi!” ucap Xiao Zun dengan nada serius.


Kali ini Jie Yan yang lebih terkejut karena tidak menyangka bahwa Klan Xiao di Alam Abadi akan memiliki kekuatan yang setara dengan Istana Surgawi Mimpi Ilahi. Ia tau dengan jelas sekuat apa Istana Surgawi Mimpi Ilahi dari Xiao Ziya.


“Tunggu, aku ingin bertanya hal lainnya. Apa yang terjadi pada Klan Lin, Zhu dan Klan Yao di Alam Abadi?” Tanya Jie Yan dengan nada rendah.


Xiao Zun dan yang lainnya tersenyum pahit lalu Xiao Fang pun berbicara, “Mereka semua telah musnah ketika Perang Kaisar pecah. Hanya Klan Xiao yang tersisa karena tempat Klan Xiao berada sangat tersembunyi!”


“Perang ini terjadi setelah empat Klan Kuno mengirim anggota Klan mereka untuk tinggal di Bintang Fana! Dahulu Klan Xiao juga kehilangan Vitalis sangat mengerikan. Namun, karena beberapa dari anggota Klan Xiao level puncak selamat, mereka dapat menyelematkan Klan Xiao dan bersembunyi dalam waktu tertentu sampai Vitalis Klan kembali seperti semula!” Lanjut Xiao Fang.


Mata Jie Yan menjadi serius ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Fang dan Xiao Zun.


“Lalu, bagaimana dengan Klan Yan yang di pimpin oleh Yan Di?” Tanya Jie Yan penasaran. Ia yakin bahwa Klan Xiao pasti kenal dengan Klan Yan.


“Tuan muda, dari mana anda tau tentang Klan Yan milik Yan Di? Hanya sedikit yang mengetahui tentang mereka.” ucap Xiao Zun dengan nada heran.


“Yan Di pernah menyelamatkanku satu kali.” jawab Jie Yan.


“Oh?” Mata Xiao Zun, Xiao Fang dan Xiao Yang berbinar. Sebagai anggota Klan kuno, hal pertama yang mereka pelajari adalah tentang sejarah Klan dan semua yang berhubungan dengan mereka. Tentu saja catatan tentang Yan Di ada di sana.


“Klan Yan juga hampir musnah dalam perang itu. Kaisar Api Yan Di yang sudah sangat tua, terluka parah karena tidak mampu menanggung kekuatannya sendiri. Jika saja Yang Mulia Yan Di memiliki tubuh muda, dia pasti akan memenangkan Perang Kaisar waktu itu!” ujar Xiao Zun dengan nada pahit.


Mata Jie Yan berkedip beberapa kali karena tidak menyangka bahwa di masa itu, Klan Yan ikut dalam perang hegemoni untuk memperebutkan kekuasaan. Dan mungkin itu adalah awal mula bencana untuk Klan Yan. Yang menjadi pertanyaan di benak Jie Yan saat ini, Yan Di yang sudah tua pasti mengetahui bahwa Klan Yan tidak mungkin menang.


Tetapi, tampaknya ada yang janggal, dan itu terletak di Klan Yan sendiri. Yang artinya, ada anggota Klan Yan yang sengaja untuk membuat semua eselon atas Klan Yan merasa panas dan berniat untuk menjadi penguasa di Alam Abadi.