
Klan Lin
Lin Ming dan Lin Xi telah mencerna Buah Persik Kehidupan yang membuat keduanya langsung kembali ke penampilan ketika kekuatan mereka berdua berada di puncaknya.
“Buah Persik Kehidupan memang sesuai dengan reputasinya. Seperti yang dicatat di catatan kuno, beberapa kekuatan besar di masa lalu bahkan berperang untuk sumber daya seperti ini. Yan’er, nenek penasaran dari mana kau sebenarnya mendapatkan benda ini.” ucap Lin Xi menatap ke arah cucunya.
“Seperti ini nenek...” Jie Yan pun menceritakan perjalanannya di Istana Bawah Laut.
“Apa? Kau berhasil memasuki tempat yang tidak bisa dimasuki oleh siapapun dalam waktu ribuan bahkan puluh ribuan tahun itu?” Lin Ming dan Lin Xi terkejut dengan cerita Jie Yan.
“Ya. Lalu, apakah nenek berencana untuk membuat obat-obatan dari Buah Pohon Persik Dewa?” Tanya Jie Yan. Ia masih memiliki daun serta batang Pohon Persik Dewa tetapi ia tidak memiliki cara untuk mengolahnya.
“Ya. Nenek memiliki cara. Namun, melihat kesegaran dari Buah Pohon Persik Dewa ini, nenek yakin bahwa kau pasti membawa batang, Akat dan daunnya bukan? Untuk akar, nenek memiliki cara mengolahnya. Nenek juga merasa bahwa kau telah membaca tentang hal itu. Namun, untuk daun dan batangnya, dibutuhkan waktu lama untuk menganalisisnya agar dapat diolah. Jika digunakan secara sembarangan, itu hanya akan membuang-buang sumber daya.” ujar Lin Xi.
“Aku tau nenek. Mungkin aku akan menemukan caranya suatu hari nanti.” Jie Yan mengangguk.
Lin Xi sama sekali tidak meminta hal itu walaupun itu adalah sumber daya yang sangat berharga. Ia yakin setelah ia mengajari Jie Yan cara untuk membuat obat-obatan sejak kecil, dia memiliki kemampuan hebat yang pasti suatu hari nanti tidak akan kalah darinya.
“Untuk Akar Pohon Persik Dewa, itu telah lama aku konsumsi. Tetapi itu sama sekali tidak membuat Akar Spiritualku berevolusi seperti yang tercatat dalam buku obat-obatan. Tetapi, untuk Yue-Yue dan Tang Yueha yang aku ceritakan, keduanya memiliki evolusi yang membuat keduanya mampu menampilkan skill unik tertentu.” ujar Jie Yan.
Lin Xi hanya menghela nafas karena merasa sedikit menyesal tidak bisa mengolah sumber daya seperti itu. Ia sangat ini menganalisis efek yang dihasilkan sehingga ingin mencoba apakah ia bisa membuat efek yang sama dengan bahan-bahan lainnya yang tidak terlalu langka.
“Tidak perlu memikirkan hal ini lagi. Ayo pergi ke tempat pertemuan. Nenek akan mencoba mengolah Buah Pohon Persik Dewa ini agar dapat menghasilkan banyak obat-obatan yang memiliki efek yang sama ketika mencernanya secara langsung.” ucap Lin Xi.
Jie Yan sama sekali tidak terkejut bahwa neneknya akan melakukan hal seperti itu. Ia yakin bahwa neneknya pasti bisa melakukannya karena kemampuan obat-obatan neneknya jauh di atasnya. Karena ia tidak berfokus pada pembuatan obat-obatan, maka kemampuannya dalam bidang tersebut akan lama mengejar neneknya.
Setelah itu, Jie Yan, Lin Ming, Lin Xi dan Huan Caiyi pun langsung bergerak ke arah tempat pertemuan diadakan. Pertemuan kali ini snagat penting karena menyangkut kelangsungan kehidupan di Benua Saint.
Saat Jie Yan mendekat ke tempat pertemuan, ia merasakan aura yang sangat familiar mendekat dengan kecepatan yang sangat tinggi ke arahnya. Ia hanya tersenyum kecil karena sudah mengetahui siapa itu.
“Suami!” Sosok wanita cantik pun melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi ke arah Jie Yan lalu langsung memeluk Jie Yan ketika dia tiba.
Jie Yan hanya menangkapnya secara naluriah dengan senyum hangat diwajahnya. Ia selalu merasa sikap istrinya Gu Yin sangatlah lucu.
Huan Caiyi yang menatap itu hanya terdiam dengan tatapan kosong karena setelah sekian lama pun, Gu Yin selalu terlihat seperti wanita yang sedang jatuh cinta.
Sementara Lin Ming dan Lin Xi terdiam untuk beberapa saat karena sifat Gu Yin memang membuat Keduanya merasa lucu.
“Senangnya menjadi muda.” Lin Ming bergumam kecil ketika melihat Jie Yan dan Gu Yin.
“Hm? Aku tau bahwa kau saat ini telah kembali muda, pria tua. Apakah kau berniat mencari pasangan lain karena kau menjadi muda? Jika begitu, aku akan dengan senang hati mencarinya.” Lin Xi berbicara dengan nada sedikit dingin sambil melirik ke arah Lin Ming dengan mata bau.
“Senior, lama tidak bertemu.” Mu Xuanyin dan Mu Xuan Xian yang tiba di dekat Lin Ming dan Lin Xi, membungkuk sedikit untuk memberi penghormatan. Keduanya juga terkejut ketika melihat penampilan Lin Ming dan Lin Xi karena itu kembali ketika mereka berdua pertama kali melihatnya, yaitu saat kedua sosok itu menyelamatkan mereka di masa lalu.
“Oh? Kalian berdua sudah besar. Tidak disangka bahwa kekuatan kalian berdua akan mengajar kekuatan kami saat ini. Ketika terakhir kali kami melewati Istana Salju hendak pergi ke Daratan Utara, kalian belum menjadi pemimpin Sekte Istana Salju.” ucap Lin Ming dengan senyum kecil di wajahnya.
Mu Xuanyin dan Mu Xuan Xian hanya tersenyum karena tau bahwa walaupun tingkat kultivasi mereka setara dengan Lin Ming dan Lin Xi, masih ada celah diantara keduanya.
Ini seperti Mu Xuanyin yang tidak bisa mengalahkan Han Wang Zhan, bahkan menekannya ia hampir tidak bisa walaupun ia mungkin juga tidak akan bisa dibunuh oleh Han Wang Zhan dengan mudah.
“Bagaimana kabarnya? Walaupun dia seroang pria, dia dianggap sebagai Penjaga Istana Salju. Hanya dia yang memiliki keistimewaan di Sekte Istana Salju karena kekuatannya.” ucap Lin Ming merujuk pada orang tua Mu Xuanyin dan Mu Xuan Xian.
Keduanya terdiam karena tidak bisa menjawab. Tetapi tidak ada jejak kesedihan sama sekali di mata kedua wanita itu.
Melihat itu, Lin Ming dan Lin Xi paham bahwa Mu Xuanyin dan Mu Xuan Xian pasti telah bertarung dengan Penjaga terkuat Sekte Istana Salju. Sebelum keduanya menjabat sebagai Nyonya Pertama dan Kedua Sekte Istana Salju, tidak ada pemimpin sama sekali. Namun, kekuatan Sekte Istana Salju tidak turun sama sekali karena kehadiran ayah dari Mu Xuanyin dan Mu Xuan Xian.
“Tidak perlu membahas hal itu. Ayo kita masuk ke ruang pertemuan.” ucap Lin Xi dan langsung terbang ke arah bangunan yang sangat besar, yaitu Aula Pertemuan milik Klan Lin.
Mu Xuanyin dan Mu Xuan Xian setra Huan Caiyi, langsung mengikuti Lin Ming dan Lin Xi meninggalkan Jie Yan dan Gu Yin di belakang.
Setelah itu, Jie Yan dan Gu Yin juga ikut masuk ke Aula Pertemuan karena keduanya memenuhi syarat untuk ikut dalam pertemuan karena keduanya telah mencapai tingkat Alam Sage tahap kedelapan.
Canglan dan Dai Mubai juga datang kemudian karena keduanya juga memenuhi syarat masuk ke dalam pertemuan tersebut.
Jie Yan yang masuk belakangan bersama dengan Gu Yin, menatap semua kekuatan utama Benua Saint di dalam ruangan yang sangat luas tersebut. Jumlah mereka sangatlah banyak.
Untuk tingkat Alam Sage tahap kesembilan, itu mencapai angka ratusan walaupun kebanyakan dari mereka tidak bisa bersaing melawan seseorang yang menyandang gelar pemimpin kekuatan besar.
Tatapan Jie Yan tertuju pada Klan Li, di sana ia hanya melihat hanya empat Kultivator yang hadir. Tiga diantaranya adalah generasi tua dan satu lagi adalah generasi muda yang tidak lain adalah Li Hao.
Untuk Sekte Istana Salju, jumlah mereka yang hadir mencapai angka sekitar delapan puluh kultivator. Ini membuktikan kekuatan salah satu kekuatan terbesar memang sangat tinggi.
Jie Yan membayangkan kembali tentang Sekte Cahaya Suci yang memiliki jumlah kultivator tingkat Alam Sage tahap kedelapan keatas yang mungkin hanya mencapai jumlah enam puluh. Ini membuktikan bahwa Sekte Istana Salju sedikit lebih kuat.
Untuk Kekaisaran Han, terdapat tiga kultivator tingkat Alam Sage tahap kesembilan walaupun dua diantaranya sangat lemah. Dan yang terkuat tentu saja Kaisar Han. Selain dari itu, tiga Duke terkuat dari Kekaisaran Han juga hadir. Jie Yan pernah melihat ketiganya. Selain dari itu, jumlah kultivator tingkat Alam Sage tahap kedelapan dari Kekaisaran Han tampak lebih banyak dari Sekte Istana Salju.
Saat Kelompok Jie Yan masuk, semua mata tertuju pada Lin Ming dan Lin Xi yang berada di depan. Dan ketika melihat penampilan keduanya, wajah semua yang ada di sana menampilkan ekspresi sangat terkejut terutama untuk Kaisar Han.
“Bagaimana bisa?” Batin Kaisar Han dengan wajah muram saat melirik ke arah Lin Ming dan Lin Xi. Ia sangat tau betapa mengerikannya kedua sosok tersebut dan hanya ayahnya dari Kekaisaran Han yang bisa melawannya. Namun, jika keduanya kembali ke kondisi puncaknya, maka ayahnya Han Wang Zhan tidak akan memiliki kesempatan untuk melawan Lin Ming apa lagi jika bekerja sama dengan Lin Xi.
Tekanan yang dirasakan oleh Kaisar Han saat ini tidak lagi bisa dijelaskan karena Kekaisaran Han memiliki dendam yang tidak akan bisa di damaikan dengan Lin Ming dan Lin Xi.