
Bintang Tianyu, Lembah Bulan
Xiao Ziya memikirkan banyak hal tetapi ia kembali menutup matanya setelah memberi pesan kepada Jie Yan untuk kembali ke Sekte Pedang agar mempersiapkan untuk menggunakan Jimat Bulan.
Sementara untuk Jie Yan, ia juga memikirkan siapa sebenarnya sosok tersebut sehingga sangat familiar menurutnya tetapi ia menyampingkan pemikirannya saat ini.
“Yue’er, ayo kita kembali ke Sekte Pedang. Misi untuk mencari Bambu Perak telah selesai, tidak ada gunanya lagi kita berada di sini.” ucap Jie Yan saat ia menyimpan Jimat Bulan ke cincin ruang setelah meletakkan formasi khusus padanya agar qi dan konsep yang ada di dalamnya tidak bocor.
“Ya.” Xia Yue'er langsung duduk di kursi VIP-nya. Ia tidak sabar lagi untuk kembali untuk mempelajari konsep Cahaya Bulan yang cukup unik agar kecepatannya meningkat.
Jie Yan pun keluar dari ruangan rahasia tersebut lalu langsung menggunakan sayapnya dan terbang keluar dari Lembah Bulan.
Dengan kecepatan tinggi, Jie Yan bergegas terbang ke arah Sekte Pedang berada.
Dalam waktu kurang dari dua hari, Jie Yan pun akhirnya tiba di dekat Sekte Pedang dan ia langsung turun ke permukaan. Ia tentu tidak akan menunjukkan kepada siapapun tentang sayapnya saat ini karena ia masih lemah.
Dari pemahaman Jie Yan, tampaknya ras campuran sangat langka di Alam Abadi. Bahkan para Naga dianggap sebagai keberadaan khusus di 33 Surga saat ini.
Saat memasuki gerbang kota Qing, sama seperti biasa, tidak ada yang menghalangi jalannya karena pakaian serta token yang ada di pinggangnya.
“Jie Yan, apakah kita langsung pergi ke Sekte Pedang?” Tanya Xia Yue'er penasaran karena ia memperhatikan banyak hal menarik di Kota Qing.
“Tidak, kita akan mencari sesuatu yang berharga di Kota ini terlebih dahulu karena kita masih memiliki satu hari untuk bersantai.” ucap Jie Yan saat ia terus berjalan menyusuri kota Qing.
Ketika menyusuri Kota Qing dalam waktu hampir satu jam, Jie Yan memperhatikan sebuah bangunan yang berjudul Asosiasi Qing. Dari namanya, ia menduga bahwa itu adalah tempat penjualan senjata, herbal, pil dan sebagainya.
Bahkan di pintu masuk Asosiasi Qing, terlihat banyak murid Sekte Pedang yang keluar masuk.
Tanpa bertanya, Jie Yan pun langsung masuk ke dalam bangunan yang dari luar terlihat memiliki empat lantai. Ketika ia masuk, ia melihat banyak kotak kaca berisi herbal dan pil.
Menatap semua herbal dan pil jenis terbaru, Jie Yan semakin tertarik. Tentu saja ia tidak mengetahui sebagian besar jenisnya karena ia tidak memiliki informasi tentang hal itu. Ia hanya memiliki informasi tentang herbal fana dan pil pil tingkat fana.
“Ada yang bisa kami bantu tamu yang terhormat?” Seorang pelayan pria menghampiri Jie Yan dan bertanya dengan senyum diwajahnya.
“Apakah kau bisa menunjukkan herbal ataupun pil untuk kultivator singkat diriku agar cepat menerobos tahap selanjutnya?” Tanya Jie Yan.
Pelayan tersebut tersenyum lalu berbicara, “Ikuti aku tamu yang terhormat.”
Pelayan itu memimpin Jie Yan ke arah tertentu di lantai pertama bangunan tersebut. Tidak lama kemudian, sebuah pil terlihat di kotak kaca. Pil tersebut berwarna biru laut dan mengeluarkan uap putih setiap saat.
“Tamu yang terhormat, ini adalah pil Qi Abadi. Terbuat dari 77 herbal berkualitas, mampu meningkatkan qi dalam jumlah besar, sangat cocok dikonsumsi oleh kultivator tingkat Transformasi Abadi.” ujar pelayan tersebut.
“Berapa harga pil Qi Abadi ini?” Tanya Jie Yan karena ia cukup tertarik.
Jie Yan tidak terlalu terkejut dengan harganya yang cukup mahal. Ia hanya mengangguk kecil lalu mengeluarkan cincin ruang yang berisi 50.000 batu roh kelas rendah untuk membayarnya.
Pelayan tersebut menerima cincin tuang dan setelah memeriksanya, pelayan itu pun mengeluarkan cincin ruang lainnya lalu mengambil pil dari kotak kaca menyimpannya ke dalam cincin ruang lalu memberikannya kepada Jie Yan.
“Apakah ada hal lainnya yang ingin anda beli tamu yang terhormat?” Tanya pelayan tersebut dengan senyum diwajahnya.
“Tidak.” Jie Yan menggelengkan kepalanya lalu langsung berbalik. Ia tidak memiliki batu roh lagi. Itupun batu roh keseluruhan yang ia miliki dari jarahan ketika berada di Bintang Saint serta dari kedua murid Sekte Pedang sebelumnya.
Pelayan itu tidak berbicara lagi dan hanya memperhatikan punggung Jie Yan yang pergi dengan gelengan kepala.
“Supernova Jie Yan, apakah dia tidak tau bahwa dia saat ini dalam keadaan sulit? Aku tidak menyangka bahwa dia masih memiliki waktu untuk pergi ke Asosiasi Qing membeli beberapa benda.” Dengan gelengan kepala, pelayan itu bergumam. Ia tentu mendapatkan berita tentang Jie Yan yang membunuh sesama murid Sekte Pedang.
Kabar ini diketahui oleh banyak kekuatan di kota Qing termasuk untuk Asosiasi Qing. Sebagai pelayan di tempat itu, berita seperti itu tentu akan masuk ke telinganya.
Jie Yan tidak tau bahwa drinya kini telah dicap sebagai faktor tidak stabil di Sekte Pedang karena membunuh sesama murid.
Para eselon atas Sekte Pedang telah memikirkan banyak hal tentang hukuman apa yang akan diberikan kepada Jie Yan. Mereka tau bahwa Jie Yan adalah jenius, tetapi Sekte Pedang tidak mentolerir pembunuhan semasa murid apa lagi bukti yang didapat oleh Sekte Pedang dari tiga murid lainnya.
Jie Yan memang tidak diburu saat ini, tetapi semua yang tau kabar tersebut tidak membocorkannya sama sekali karena seperti itulah cara Sekte Pedang berkerja. Jika Jie Yan tidak kembali ke Sekte Pedang, barulah Sekte Pedang akan memburu Jie Yan.
Karena sudah membeli pil Qi Abadi, Jie Yan bergegas kembali ke Sekte Pedang.
Ketika mencapai gerbang Sekte Pedang, Jie Yan menyipitkan sedikit matanya karena penjaga menatapnya dengan sedikit rasa jijik. Ia tentu dapat melihat sesuatu seperti itu karena ia telah bertemu dengan sangat banyak kultivator. Ia langsung menyadari jika seseorang tidak menyukainya.
Walaupun karena apa yang terjadi dari perbuatan Yun Che, seharunya para murid Sekte Pedang tidak melihatnya seperti itu.
“Apa yang terjadi? Kenapa mereka melihatku seperti itu? Itu bukan cara melihat seseorang jenius yang sombong. Tetapi itu cara melihat seseorang sedikit jijik.” Batin Jie Yan.
Menyampingkan pemikirannya saat ini, Jie Yan bergegas ke arah Aula Misi untuk melaporkan hasil misi. Tetapi, ketika ia mendekat ke tempat itu, dua murid muncul di hadapannya.
Jie Yan tau betapa kuatnya kedua murid tersebut dan ia menduga bahwa kedua murid tersebut pastilah murid inti karena pakaiannya sedikit berbeda dari pada murid lingkaran dalam.
“Murid Jie Yan, ikut dengan kami, para Tetua telah menunggumu.” ucap salah satu dari murid tersebut.
“Apakah ada sesuatu yang dibutuhkan dariku?” Tanya Jie Yan dengan mata menyipit.
“Tolong bekerja sama! Kami tidak ingin menggunakan cara kekerasan untuk menyeret mu ke tempat para Tetua berada!” Murid lainnya berkata dengan dingin.
Jie Yan langsung tau bahwa itu pasti terkait dengan kedua murid Sekte Pedang yang ia bunuh. Tetapi ia tidak tau bagaimana cara Sekte Pedang mengetahui bahwa ia menghabisi dua murid di Lembah Bulan.
“Baik, pimpin jalan.” Jie Yan mengangguk kecil. Ia tidak khawatir sama sekali. Tetapi ia penasaran siapa sebenarnya yang ingin menjebaknya karena alasan ia membunuh kedua murid itu karena keduanya mencoba untuk memperbudak seseorang yang penting baginya, yaitu Xia Yue'er.