Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Perang Akhir (6)


Bintang Brahma, Dimensi Kecil


“Xiao Yuu, Qinzhu...” Gumam Jie Yan saat menatap kedua naga yang sedang bentrok di udara. Ia tau bahwa keduanya sedang berlatih, bukan saling menghancurkan.


Saat Jie Yan masuk, Xiao Yuu dan Lan Qinzhu juga langsung berhenti di udara karena merasakan aura yang sangat akrab yang telah lama tidak mereka temui.


Keduanya langsung menatap ke arah sumber suara tersebut dan menemukan Jie Yan yang menatap mereka berdua di udara.


Xiao Yuu dan Lan Qinzhu terkejut luar biasa saat menatap ke arah Jie Yan. Keduanya pun langsung gembira lalu memasuki wujud manusia secara langsung.


“Saudaraku...” Lan Qinzhu adalah yang pertama berteriak dan langsung menerjang ke arah Jie Yan lalu memeluknya dengan erat.


“Qinzhu, lama tidak bertemu.” ucap Jie Yan dengan senyum hangat diwajahnya dan memeluk kembali Lan Qinzhu.


Lan Qinzhu langsung melepaskan pelukannya dan menganggukkan beberapa kali dengan senyum hangat.


Setelah itu, Xiao Yuu juga langsung memeluk Jie Yan dengan hangat.


Setelah reuni singkat selesai, Jie Yan pun langsung bertanya, “Bagaimana kalian berdua bisa berada di tempat ini?”


Xiao Yuu dan Lan Qinzhu saling memandang lalu tersenyum sedikit pahit.


“Kami berdua langsung terlempar ke dalam sini. Tetapi kami sama sekali tidak bisa keluar. Namun tempat ini memiliki sangat banyak sumber daya walaupun kami telah menggunakan semuanya untuk berkultivasi.” ucap Lan Qinzhu sedikit malu.


Jie Yan terdiam karena ia memang dapat melihat bahwa Kultivasi Xiao Yuu dan Lan Qinzhu telah mencapai tingkat Kaisar Abadi tahap puncak. Tetapi ia sedikit heran bahwa keduanya tidak bisa keluar karena kunci untuk masuk dan keluar adalah menggunakan konsep Kehancuran.


“Kami tau cara keluar, tetapi kami tetap tidak bisa keluar karena kekuatan yang kami miliki adalah kekuatan Kehancuran yang telah bergabung dengan kekuatan warisan kami yang lainnya. Dan yang dibutuhkan adalah konsep Kehancuran murni.” ujar Xiao Yuu saat menatap wajah heran Jie Yan.


“Dari mana kalian mengetahui bahwa harus menggunakan konsep Kehancuran agar bisa keluar?” Tanya Jie Yan penasaran karena ia tau bahwa segel itu akan menghapus apapun yang menyentuhnya jika tidak menggunakan konsep Kehancuran.


“Seseorang yang mengaku sebagai murid ayah.” jawab Lan Qinzhu lalu menunjuk ke arah atas dan melanjutkan, “Ada sisa auranya di sebuah patung miliknya di lantai dua.”


“Antar aku ke sana.” ucap Jie Yan.


Xiao Yuu dan Lan Qinzhu mengangguk lalu langsung memimpin jalan ke lantai dua istana tersebut. Sesampainya di lantai dua, hanya ada satu patung yang berada di sana.


Patung tersebut adalah patung seorang wanita cantik yang berdiri di atas kepala naga dengan wajah anggun.


“Selamat datang di Istana Kehancuran Ilahi. Aku tidak menduga bahwa kau akan datang ke tempat ini juga, Ren Jie...” ucap patung tersebut. Tubuhnya tampak sedikit hidup saat ini walaupun itu hanyalah patung.


“Kau...” Jie Yan tidak tau harus berbicara apa saat ini.


“Pasti banyak hal yang ingin kau tanyakan bukan? Tetapi kau bisa bertanya semua hal itu kepada kedua saudarimu. Aku akan memperkenalkan diri secara singkat karena semakin lama aku aktif, kekuatan yang aku simpan di patung ini akan semakin cepat lenyap. Aku adalah murid ketiga ayahmu, seseorang yang dijuluki sebagai Dewi Naga Kehancuran di masa lalu.” ujar Dewi Naga Kehancuran.


“Jadi, apa alasan kau membuat Istana Kehancuran Ilahi di Dimensi Kecil yang kemungkinan Dimensi yang kau ciptakan dan meninggalkan auramu?” Tanya Jie Yan.


“Awalnya aku ingin mencari penerus tepat dari 12 bawahan kepercayaanku. Tetapi Tidak satupun dari mereka tidak memiliki kualifikasi bahkan untuk keturunannya. Semula aku ingin mengajari konsep Kehancuran Mutlak kepada kedua saudarimu, tetapi keduanya tidak mampu mengolahnya. Walaupun basis konsep Keduanya dasarnya adalah Kehancuran, itu tetap saja berbeda sehingga mereka terjebak di tempat ini. Selain dari itu, jika keduanya keluar dari tempat ini, para naga akan mengincar mereka sehingga aku tidak menggunakan kekuatanku untuk menghapus segel.”


“Aku ingin keduanya mencapai level yang sangat tinggi dan mampu menghadapi semua musuh di Dimensi ini. Jika keduanya mengalami kecelakaan, aku tidak akan berani menghadapi ayah kalian. Dan kedatanganmu membuatku berpikir bahwa kalian pasti akan menang melawan semua musuh di Dimensi ini.”


“Selain dari itu, kau adalah pengguna konsep Kehancuran Mutlak yang sangat murni, sama seperti Guru. Konsep Kehancuran dan konsep Kehancuran Mutlak sangat berbeda, bisa dikatakan, konsep Kehancuran adalah salah satu konsep Kuno peringkat ke 3 dalam daftar.”


“Namun, konsep Kehancuran Mutlak adalah konsep yang sebanding dengan konsep Ketiadaan. Mungkin keduanya memiliki sifat yang sama. Konsep Kehancuran Mutlak bahkan mampu menghancurkan waktu itu sendiri.”


“Aku tidak akan berbicara banyak hal lagi. Kau akan menerima warisan yang aku miliki walaupun mungkin aku akan merasa malu dihadapan ayah kalian karena mencoba mewarisi kekuatanku yang diberikan oleh Guruku kepada putranya.” Setelah mengatakan itu, mata Dewi Naga Kehancuran bersinar terang lalu konsep Kehancuran perlahan berkumpul di tubuh Jie Yan.


“Ini..” Jie Yan merasakan perasaan yang sama dengan kekuatan yang diberikan oleh Xiao Bai dahulu. Ini adalah kekuatan yang membuka garis darah miliknya sepenuhnya.


“Segel ini akan dipertahankan oleh kekuatanku sampai kau selesai menembus belenggu darah. Setelah aku melakukan ini, semua kekuatanku akan hilang di sini. Dan hal terakhir yang ingin aku katakan, kalian harus mencapai puncak di 33 Surga jika ingin menemuiku, Guru dan yang lainnya. Jangan kecewakan ayah kalian! Mulai hari ini dan seterusnya, kau adalah Dewa Naga Kehancuran yang baru!” Setelah mengatakan itu, patung Dewi Naga Kehancuran langsung redup seketika dan kehilangan cahayanya.


Jie Yan mengangguk kecil dan ia pun langsung duduk bersila, mulai mencerna semua aura konsep Kehancuran yang meresap ke dalam tubuhnya. Ia dapat merasakan bahwa ada segel aneh di dalam garis darahnya yang menghalanginya menggunakan potensi penuh garis darah miliknya.


Tetapi kini semuanya telah hilang, auranya langsung meningkat tajam. Selain dari itu, Jie Yan langsung paham apa sebenarnya konsep Kehancuran yang sebenarnya. Apapun yang tersentuh akan langsung hancur tanpa tersisa, selama ini ia hanya menghancurkan sesuatu dengan konsep Kehancuran tetapi masih menyisakan sesuatu. Inilah perbedaan konsep Kehancuran yang ia gunakan selama ini dengan pemahamannya sekarang.


“Cih! Kenapa begitu Yan’er datang wanita itu langsung berbicara banyak? Apakah kita tidak sebaik Yan’er?” Lan Qinzhu sedikit mengeluh meskipun dalam hati ia sangat senang bahwa Jie Yan mendapatkan berkah luar biasa.


Xiao Yuu hanya memutar bola matanya ke arah Lan Qinzhu tetapi tidak berbicara apa-apa. Ia tau bahwa Dewi Naga Kehancuran pernah mencoba kepada mereka secara diam-diam untuk membangkitkan konsep Kehancuran yang sebenarnya tetapi dirinya dan Lan Qinzhu seperti menolak konsep itu sehingga Dewi Naga Kehancuran tidak punya pilihan lain menyuruhnya berkultivasi dengan giat bersama dengan Lan Qinzhu.


“Jangan mengeluh Qinzhu, dia pasti memiliki alasannya sendiri. Lagi pula, kau harusnya senang karena setelah ini kita akan keluar dari tempat ini. Apa kau ingat apa yang dikatakan oleh Dewi Naga Kehancuran? Di luar sana banyak binatang roh kuat. Mungkin ini kesempatan bagi kita menunjukkan hasil latihan kita selama ini!” ujar Xiao Yuu.


Mendengar itu, rasa tidak puas di hari Lan Qinzhu langsung lenyap digantikan oleh semangat juang membara.


“Ya, di luar sedang ada perang besar! Dan tentu saja aku akan ikut dalam perang itu!” ucap Lan Qinzhu saat kedua telapak tangannya berubah menjadi cakar naga seperti kristal es dan terlihat sangat cantik, memancarkan aura yang sangat dingin. Inilah yang ia tunggu selama ini, yaitu keluar dan berpetualang setra mencari seseorang untuk dikalahkan, dan dia tidak lain adalah kakaknya juga, Xia Yuuxuan.