Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Penginapan Angin Salju


Bintang Tianyu


Wusssh!


Di jarak puluhan km dari Kota Qing, terlihat Jie Yan yang terus bergerak diantara pepohonan ke suatu tempat yaitu tempat ia melakukan misi yang ia ambil sebelumnya.


“Tekanan di Alam Abadi memang sangat berbeda. Ini seperti aku memulai kultivasi dari awal sekali lagi!” Batin Jie Yan saat terus bergerak.


Sudah lebih dari setengah hari ia bergerak keluar dari Kota Qing. Ia merasa tidak berdaya karena bahkan untuk terbang pun ia harus mengandalkan sayapnya. Tetapi ia akan sangat cepat lelah jika menggunakannya tetapi kecepatannya bergerak hanya hampir setengah kali lebih cepat.


“Jie Yan, apakah jarak tempat misi itu masih jauh?” Tanya Xia Yue'er penasaran.


“Tidak, menurut peta yang aku miliki, jarak dari tempat ini ke desa tempat lokasi misi hanya berjarak kurang dari setengah hari. Tetapi sebelum itu, aku ingin berhenti di desa kecil tempat persinggahan untuk berisitirahat.” ucap Jie Yan.


Karena tekanan dari Alam Abadi, kekuatan tubuhnya tidak mendukung bergerak terus-menerus. Ia sama seperti orang biasa saat ini yang baru saja memasuki jalan kultivasi sehingga ia membutuhkan istirahat.


“Kita tiba.” ucap Jie Yan saat menatap desa kecil tidak jauh. Itu adalah desa pertama yang harus di singgahi lalu selanjutnya adalah desa tempat ia melakukan misi yang berjarak kurang dari delapan jam perjalanan.


Saat mencapai desa, Jie Yan perlahan berjalan. Ia memang sedikit kelelahan saat ini karena sudah bergerak lebih dari seharian tanpa henti.


Desa kecil itu cukup ramai, diisi oleh ratusan manusia. Selain dari itu, banyak kultivator pengelana yang terlihat keluar dan masuk dari desa.


Karena tempat itu tidak terlalu jauh dari Kota Qing, itu sering menjadi tempat persinggahan yang dibuat oleh para kultivator untuk beristirahat.


Menggunakan kekuatan spiritual dan mengandalkan Mata Dewa, Jie Yan dapat melacak bahwa desa kecil itu hanya diisi oleh kebanyakan kultivator tingkat Transformasi Abadi. Hanya ada dua tingkat Emas Abadi tahap awal, dan selebihnya adalah tingkat Alam Sage.


“Kita akan berisitirahat hari ini di tempat ini.” ucap Jie Yan saat menatap sebuah penginapan yang bernama Penginapan Angin Salju.


Penginapan Angin Salju terlihat sedikit unik walaupun itu sederhana. Bangunan dua lantai yang menyediakan lebih dari tiga puluh ruangan untuk disewakan.


Dari satu pandangan, Jie Yan sangat paham kenapa penginapan itu dinamai seperti itu karena dekorasi yang tampak seperti musim salju yang dibarengi angin yang selalu berhembus.


Jie Yan langsung memesan satu kamar untuk tempat berisitirahat. Selain dari itu, ia juga memesan beberapa hidangan yang membuatnya sedikit tidak berdaya.


Ini adalah hukum Alam. Ketika berada di Alam Fana, Jie Yan juga harus melakukan hal yang sama ketika ia pertama kali memasuki jalan kultivasi.


Jika itu di Alam Abadi, kultivator tingkat Transformasi Abadi akan sanggup bertahan hidup lebih dari seminggu sebelum mereka kelaparan. Walaupun rentan usia sangat lama, ketebalan qi di dalam tubuh mempengaruhi konsumsi qi pada tubuh untuk bertahan.


Penginapan Angin Salju kali ini tidak memiliki banyak tamu. Dari kabar yang ada, biasanya ruangan yang di sewa di penginapan itu akan diisi oleh lebih dari setengah.


Di saat Jie Yan bermeditasi, wajahnya tiba-tiba berkerut sedikit.


Duar!


Ledakan terdengar tepat di lantai satu Penginapan Angin Salju. Hal ini membuat Jie Yan langsung berdiri dari posisi meditasi lalu keluar dari ruangan tersebut.


“Ada yang sedang bertarung!” Gumam Jie Yan saat ia berdiri di pinggiran lantai dua menatap ke arah bawah.


Xia Yue'er juga dengan penasaran menatap ke arah bawah. Di jarak padang keduanya, terlihat dua kultivator yang baru saja selesai bentrok.


Terlihat saat ini seroang menggunakan topeng aneh sedang memegang pedang di tangannya, berdiri di jarak hampir lima meter dari pria dengan pakaian longgar berwarna hitam.


“Siapa kau? Kenapa kau mencari masalah di desa kecil ini?” Pria paruh baya berjubah hitam bertanya dengan nada dingin. Ia menyeka darah dari sudut bibirnya.


“Apakah itu kau?” Gumam pria bertopeng tersebut.


Mata Jie Yan menyipit sedikit karena ia tau bahwa pria bertopeng tersebut sedang memperhatikannya.


“Kau mengabaikanku? Sungguh lancang!” Pria paruh baya berpakaian hitam itu sangat marah. Sebagai pemimpin desa, ia tidak akan pernah membiarkan seseorang berbuat sesuka hati di desanya.


“Kau bukan seseorang yang ingin aku habisi! Pergilah!” ucap pria bertopeng lalu membuat isyarat dengan tangan kirinya.


Setelah itu, empat sosok pun masuk ke dalam bangunan tersebut, keempatnya juga menggunakan topeng.


“Target berada di lantai dua!” Perintah pria bertopeng tersebut kepada empat bawahannya.


“Bajingan!” Pemimpin desa kecil itu sangat marah karena seseorang membuat kekacauan di tempatnya berkuasa. Tanpa membuang waktu, ia langsung bergerak ke arah pria bertopeng tersebut.


Sementara itu, Jie Yan yang berada di lantai dua memasang wajah dingin karena tampaknya seseorang mengincarnya. Walaupun ia penasaran siapa yang sebenarnya sedang memburunya.


“Jie Yan, keempatnya memiliki tingkat kultivasi Tranformasi Abadi tahap akhir!” ucap Xia Yue'er dengan wajah serius.


“Tidak peduli apa! Karena mereka mencoba memburuku, maka hanya ada satu jalan, habisi mereka semua!” ucap Jie Yan saat pedang muncul di tangan kanannya.


Zhep!


Dua sosok bertopeng muncul dalam sekejap di depan Jie Yan dengan posisi mengayunkan pedang masing-masing ke arah Jie Yan.


“Belitan Qi Raja!”


Zrrrrt! Zrrrrt!


Pedang Jie Yan langsung diselimuti oleh petir hitam kemerahan lalu ketika matanya melebar, ia langsung mengayunkan pedang tersebut dengan cara horizontal.


“Seni Rahasia, Tebasan Dimensi!”


Sraing!


Jrezh!


Kedua sosok yang ingin menyerang, terkejut dengan dampak mengerikan yang mereka terima ketika aura aneh tampak hendak membelah tubuh mereka.


Keduanya memuntahkan darah lalu terbang ke tempat yang jauh, menabrak dinding bangunan lalu merobohkannya. Tidak ada luka sama sekali dipermukaan, namun organ dalam mereka seperti diacak-acak, ini adalah rasa sakit yang lebih mengerikan dari pada luka luar.


“Efek yang diberikan belum mampu merobek ruang! Tampaknya jalanku masih panjang!” Batin Jie Yan. Di saat itu juga, ia melirik ke arah dua musuh lainnya yang tampak waspada di sebelah kiri di jarak hampir lima meter darinya.


Untuk pemimpin musuh tersebut yang saat ini melawan pemimpin desa, memasang wajah serius. Ia tidak mengerti metode apa yang digunakan Jie Yan sehingga dapat menghasilkan efek seperti itu di tingkat kultivasi setelah itu.


“Menarik! Layak menjadi buronan seharga 1.000 batu roh kelas atas hanya dengan tingkat kultivasi setinggi itu!” ucap pemimpin kelompok bertopeng tersebut.


Jie Yan yang menggunakan Mata Dewa setiap waktu, tentu melihat musuh bergumam kecil. Walaupun ia tidak mendengar, ia mengerti apa yang dikatakan oleh musuh hanya dengan gerakan bibirnya. Dan ia sedikit terkejut bahwa ia saat ini telah menjadi buronan seseorang, dan harganya bahkan mencapai 1.000 batu roh kelas atas.


Harus diketahui bahwa 1 batu roh kelas atas sama dengan 10.000 batu roh kelas bawah. Sudah bisa dipastikan bahwa jumlah itu sangatlah banyak, dan jika benar seseorang menghadiahinya setinggi itu, Jie Yan sangat paham bahwa setelah masalah di Penginapan Angin Salju selesai, akan banyak masalah yang menantinya.