
Bintang Brahma, Dimensi Kecil
Jie Yan menaikkan sedikit sudut bibirnya saat mendapat kedua binatang roh yang sedang bertarung di dalam lautan Magma. Ini menandakan bahwa pasti banyak binatang roh lainnya yang tinggal di dalam sana.
Tanpa membuang waktu, Jie Yan langsung kembali ke arah atas, menjauh sedikit dari pinggiran lautan Magma. Ia berniat untuk mengendalikan binatang roh tersebut tetapi ia tentu tidak akan dengan sengaja mengendalikannya di depan umum.
Saat Jie Yan terlihat pergi, kultivator lainnya juga langsung pergi karena tidak ada lagi herbal yang bisa dikumpulkan di pinggiran lautan magma.
Sementara itu, Jie Yan hanya berdiam diri di sebuah cabang pohon, menatap ke arah pertarungan bintang roh di dalam lautan magma. Ia juga menyembunyikan kehadirannya agar tidak menarik minat kultivator lainnya karena ia tetap berada di sana.
Para kultivator yang tidak mau membuang waktu, langsung pergi dari puncak gunung karena merasa bahwa percuma datang ke tempat itu.
Setelah beberapa menit, hanya Jie Yan yang tersisa di puncak gunung selain dari dua binatang roh yang masih bertarung.
“Tampaknya sudah waktunya.” Gumam Jie Yan dan langsung menggunakan tekniknya.
“Supremasi: Dewa Binatang Buas!”
Wusssh!
Aura tak kasat mata meledak dari tubuh Jie Yan dan langsung menyapu ke arah dua binatang roh yang sedang bertarung.
Keduanya langsung terhenti dan tubuh mereka masing-masing bergetar lalu menatap ke arah Jie Yan dengan tatapan takut.
“Jawab pertanyaan ku. Apakah ada ruang kosong di bawah lautan magma itu tempat tinggal para binatang roh?” Tanya Jie Yan melalui telepati.
Keduanya langsung mengangguk dengan cepat. Walaupun keduanya tidak bisa berbicara bahasa manusia, keduanya masih paham dengan apa yang dikatakan oleh Jie Yan.
“Apakah ada sesuatu yang berharga di dalam sana yang bahkan membuat binatang roh tingkat 6 memperebutkannya?” Tanya Jie Yan kembali.
Kedua binatang roh itu mengangguk lagi dengan cepat karena mereka tentu sudah melihat banyak hal di dalam gunung tersebut.
“Jika begitu, bawa aku ke dalam sana! Aku akan masuk ke dalam mulutmu dan lindungi aku agar cairan magma itu tidak memasuki tubuhmu!” Perintah Jie Yan dengan telepati.
Keduanya langsung berenang ke arah pinggiran lautan Magma. Kedua binatang roh itu adalah jenius ular, dengan sisik yang sangat tangguh. Tubuhnya memang dibuat khusus untuk hidup di tempat dengan suhu yang sangat panas.
“Teleportasi!”
Jie Yan tidak membuang waktu dan langsung melakukan teleportasi ke depan binatang roh lalu langsung melompat ke dalam rahang binatang roh itu.
“Ayo bergerak!” Perintah Jie Yan dingin saat ia melepaskan tekniknya sekali lagi.
Kedua binatang roh itu semakin ketakutan dan binatang roh yang membawa Jie Yan, langsung menutup rahangnya. Ia mengeluarkan uap panas dari dalam tubuhnya lalu ia langsung berenang ke dalam lautan magma diikuti oleh satu lagi jenis yang sama dengannya.
Tidak ada yang memperhatikan bahwa Jie Yan memiliki metode untuk masuk ke dalam lautan magma itu karena Jie Yan memang sangat berhati-hati. Ia tentu tidak akan menunjukkan kepada siapapun bahwa ia bisa mengendalikan binatang roh.
Jika kabar tentang dirinya yang dapat mengendalikan binatang roh tersebar, mungkin ia akan di tangkap seperti Huan Caiyi.
Dan memang benar bahwa kemampuan Jie Yan dan Huan Caiyi adalah kemampuan yang dapat membentuk pasukan dalam jumlah yang sangat besar, dan semua pasukan itu akan sangat setia.
Binatang roh tipe ular itupun terus berenang ke dalam lautan magma dengan kecepatan yang sangat tinggi. Ia terus menggunakan qi-nya untuk melindungi tubuhnya agar panas dari magma tidak mempengaruhi bagian dalam tubuhnya.
Jie Yan yang berada di dalam tubuh binatang roh, merasakan cukup panas walaupun binatang roh ular sudah mencoba sebisanya agar panas tidak masuk ke dalam.
Dan dalam waktu kurang dari 10 menit, binatang roh itu pun memasuki sebuah goa lava, setelah berenang beberapa menit lagi, dia pun langsung keluar dari dalam magma.
Tempat kedua binatang roh itu keluar adalah tempat yang sangat sunyi karena tentu Jie Yan akan memberikan perintah seperti itu. Ia tidak akan dengan bodohnya memasuki sarang binatang roh.
Mulut binatang roh itupun terbuka lalu Jie Yan yang berkeringat karena kepanasan, melompat keluar.
Jie Yan secara naluriah menggunakan qi-nya dan rasa panas itu menghilang sedikit.
“Jika aku menggunakan qi terus-menerus, aku hanya bisa melakukannya dalam waktu beberapa jam sebelum qi milikku habis.” Jie Yan menghela nafas karena tampaknya sangat sulit bertahan di dalam kawah gunung tersebut.
“Pimpin jalan ke tempat semua benda berharga yang jarang di datangi oleh binatang roh lainnya.” Perintah Yi Yun saat ia melompat ke arah atas kepala binatang roh.
Kedua binatang roh ular itu mendesis lalu langsung bergerak dengan cepat ke arah tertentu.
Selama perjalanan, semakin jauh dari tempat lautan magma berada, suhu turun sedikit yang membuat Jie Yan tidak perlu menggunakan qi lagi walaupun ia masih merasakan panas.
Kedua binatang roh itu terus bergerak dan menghindari tempat binatang roh lainnya sering muncul.
Dan tidak lama kemudian, kedua bintang roh yang memimpin jalan pun tiba di sebuah tempat aneh.
“Hm? Tempat apa ini?” Batin Jie Yan saat menatap bebatuan aneh yang meneteskan sedikit magma lalu langsung berubah menjadi bebatuan.
“Shhhhh...!”
Binatang roh itu seperti tampak sedang menjelaskan sesuatu kepada Jie Yan.
Walaupun Jie Yan tidak paham bahasa binatang roh, garis darahnya secara naluriah mengerti apa yang dikatakan oleh binatang roh walaupun itu secara samar.
“Sebuah tumbuhan aneh yang mengeluarkan panas kuat dan mengandung sangat banyak qi?” Gumam Jie Yan dan ia sedikit tertarik. Ia pun menatap ke arah goa yang mengandung banyak bebatuan yang meneteskan magma.
Tanpa membuang waktu, Jie Yan memberi perintah kepada binatang roh untuk masuk ke dalam.
Jie Yan dapat melihat bahwa keduanya merasa sangat enggan tetapi tidak berani menolak.
Kedua binatang roh terus masuk ke dalam dan semakin lama, suhu di tempat itu semakin panas. Walaupun tidak sepanas magma, aura yang terpancar lebih ganas karena itu langsung membakar semuanya menjadi abu.
“Pancaran konsep? Ini adalah level konsep tingkat kedua! Pantas saja kedua binatang roh ini tidak sanggup menanggung panas dari konsep tingkat kedua puncak.” Batin Jie Yan dan langsung menggunakan konsep Ruang miliknya untuk membuang semua konsep tipe panas yang mencoba menyentuh kulitnya.
Jie Yan tau bahwa ia hanya akan bisa bertahan dalam waktu kurang dari 10 menit sebelum konsep miliknya yang ia lepaskan terus-menerus habis.
Ketika mencapai ujung goa itu, Jie Yan pun akhirnya melihat apa yang ada di sana sana. Hanya dalam pandangan pertama, ia langsung terpesona dan tidak menyangka bahwa akan ada tumbuhan seperti itu.