Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Kekacauan


Bintang Tianyu, Hutan Purba


Kilatan tertentu terlihat di mata Jie Yan saat menatap ke arah pertempuran yang terus berlangsung di dekat mayat Golem Magma berada.


Disaat para murid ingin bertarung satu sama lainnya agar hanya sedikit peserta yang bersaing untuk mengambil mayat Golem Magma, mata mereka semua menyusut tajam saat menatap ke arah tertentu.


Dari segala tempat, lebih dari lima puluh binatang roh tingkat Jiwa Abadi tahap awal, lebih dari lima puluh binatang roh tingkat Jiwa Abadi tahap menengah, dan lebih dari tiga puluh binatang roh tingkat Jiwa Abadi tahap akhir bergerak ke arah para murid.


Bahkan untuk Tetua Pertama, Tetua Kedua dan Tetua Ketiga terkejut ketika melihat hal itu, mereka semua tidak menyangka bahwa para binatang roh akan berkumpul bersama menyerang ke satu arah.


“Apa yang terjadi? Kenapa semua binatang roh itu menyerang bersama-sama?” Tetua Ketiga tercengang saat menatap binatang roh itu. Walaupun kebanyakan itu lemah, tetap saja merepotkan melawannya. Namun, jumlah binatang roh tingkat Jiwa Abadi tahap akhir sangatlah merepotkan.


“Ini sangat tidak normal. Apakah karena penguasa hutan ini dibunuh?” Tetua Kedua mengerutkan keningnya dan membuat Spekulasi yang hampir tidak mungkin.


Untuk Tetua Pertama, matanya berkilat aneh saat ini. Ia tau bahwa tidak mungkin para binatang roh akan berkerja sama melawan para kultivator kecuali mereka pemikiran layaknya manusia.


Tetua Pertama sangat tau dengan sikap binatang roh, apa lagi yang memiliki kekuatan tidak akan mau bekerja sama dengan binatang roh jenis lainnya selain jika adanya Raja binatang roh yang mengendalikan mereka dengan kekuatan.


“Apakah ada binatang roh kuat lainnya di sini yang mampu memerintah binatang roh lainnya? Atau, apakah...” Batin Tetua Pertama memikirkan kemungkinan bahwa ada murid yang mengendalikan binatang roh. Ia pun menggelengkan kepalanya karena hal itu tidak mungkin dan hanya berpikir bahwa ada binatang roh yang mampu mengendalikan semua binatang roh lainnya.


“Sial! Dari mana asal semua binatang roh ini?” Qing Cao yang menatap kedatangan binatang roh memasang wajah sangat muram. Walaupun kebanyakan dari mereka lemah, jumlah mereka adalah masalah yang sebenarnya.


Bahkan Qing Lan Yu dan Qing Mo memasang wajah muram karena mereka juga tau bahwa melawan semua binatang roh itu sangatlah sulit karena jumlahnya yang sangat banyak.


Ketika semua binatang roh mendekat, para peserta yang tersisa tentu tidak mau membuang waktu lagi dan langsung melawan balik.


Jie Yan yang berada di udara tentu tau bahwa semua bintang roh itu pasti akan tewas di tangan semua murid elit. Tetapi itu pasti membutuhkan waktu untuk membereskan mereka semua.


Untuk Yun Che, matanya menyipit sedikit lalu melirik ke arah Jie Yan karena ia juga berencana untuk bergerak.


“Bajingan!” Qing Mu meraung marah dan langsung menyerang ke arah para binatang roh diikuti oleh semua murid lainnya.


Untuk Jie Yan, ketika melihat hal itu, ia langsung menggunakan tekniknya untuk berpindah tempat.


“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”


Deg!


Jie Yan langsung menghilang dalam sekejap. Yun Che menatap hal itu dan ia juga langsung terbang dengan kecepatan tinggi menggunakan pedangnya ke arah mayat Golem Magma karena ia tau bahwa Jie Yan pasti akan pergi ke mayat Golem Magma.


Tetapi, ketika Yun Che mencoba mendekat, sosok mungil muncul tepat di depan wajahnya memegang pedang yang sangat besar lalu berayun ke arahnya.


Yun Che langsung membentuk pedang qi lalu mengayunkannya ke arah serangan yang dilancarkan oleh Roh Peri mungil yang tidak lain adalah Xia Yue'er.


Trang!


Bussssh!


Karena Yun Che tidak menggunakan Pedang Awan Abadi, tentu kekuatan serangannya menurun drastis.


“Kau tidak akan bisa lewat lebih dari ini!” Xia Yue'er yang sangat kecil, menyeringai lebar karena ia sangat bersemangat melawan Yun Che.


“Roh Dunia Peri.” Batin Yun Che dengan mata menyipit. Pengetahuannya tentu cukup luas karena ia memiliki Guru yang cukup terkenal sebelumnya. Selain dari itu, serangan Xia Yue'er sebelumnya membuatnya tau bahwa tanpa menggunakan Pedang Awan Abadi, ia tidak akan mungkin mengalahkan Xia Yue'er.


Posisi Yun Che saat ini berada di udara, jika ia mengambil Pedang Awan Abadi untuk bertaring, sudah pasti ia akan menjadi sasaran empuk karena ia tidak bisa terbang tanpa menggunakan pedang itu.


Tetapi, meskipun begitu, Yun Che tidak akan mundur sama sekali walaupun ia tidak menggunakan Pedang Awan Abadi.


“Cobalah tahan aku jika kau bisa!” ucap Yun Che saat niat pedang miliknya meledak dahsyat.


“Qi Pedang...!”


Di sekitar Yun Che, qi memadat berbentuk pedang tercipta dan langsung menyerang ke arah Xia Yue'er.


“Formasi Cahaya, Pedang Cahaya!”


Dung! Dung! Dung!


Lingkaran formasi dalam jumlah yang sangat besar tercipta dan pedang cahaya muncul dalam jumlah yang besar lalu menyerang ke arah qi Pedang yang diciptakan oleh Yun Che.


Trang! Trang! Trang!


Pedang qi dan pedang cahaya berbenturan terus-menerus yang menyebabkan qi dan konsep serta niat pedang meledak ke segala arah.


Sementara itu, Jie Yan yang telah berteleportasi pun muncul tepat di atas mayat Golem Magma.


Kemunculan Jie Yan membuat wajah semua murid sangat jelek. Ketika mereka hendak menyerang ke arah Jie Yan, para binatang roh langsung menyerang lebih ganas seolah-olah mereka tidak takut mati sama sekali. Hal ini membuat para murid terkejut.


Tidak hanya untuk murid, ketiga Tetua juga semakin bingung saat ini dan merasa bahwa Jie Yan adalah yang mengendalikan binatang roh.


Tetapi Jie Yan tidak bodoh, ia langsung mengendalikan beberapa binatang roh tingkat Jiwa Abadi tahap menengah ke arahnya untuk menyerang dirinya.


Ketika binatang roh itu mendekat, Jie Yan dengan santainya melepaskan qi Raja yang membuat para binatang roh gemetaran ketakutan. Ini adalah kejadian normal untuk para binatang roh takut pada qi Raja apa lagi level tingkat kultivasi mereka setara.


Hal ini membuat ketiga Tetua yang menonton tidak lagi mencurigai Jie Yan adalah seseorang yang mengendalikan binatang roh.


Setelah itu, Jie Yan yang sudah memegang pedang, menggunakan Qi Raja di pedangnya dengan metode Belitan Qi Raja lalu mengayunkan pedangnya ke arah dada mayat Golem Magma.


Sraing! Sraing! Sraing!


Jrezh!


Tebasan Jie Yan membuat tubuh Golem Magma terbelah belah dan inti Golem Magma itupun terlihat secara langsung.


“Hentikan dia!” Teriak para murid sangat marah. Mereka langsung menepis binatang roh secara paksa lalu menyerang menggunakan tebasan jarak jauh.


Murid tingkat tinggi lainnya juga melakukan hal yang sama karena mereka tidak akan membiarkan Jie Yan mengambil hasil jarahan setelah mereka bertempur habis-habisan melawan Golem Magma sebelumnya.


“Tampaknya memang sulit untuk mengambil inti binatang roh ini.” Batin Jie Yan. Ia pun langsung menggunakan kemampuan yang ia miliki agar semua tebasan tersebut tidak mengenainya.


“Seni Rahasia, Robekan Dimensi!”


Bussssh!


Konsep Ruang dalam jumlah yang sangat menakutkan meledak. Ruang di sekitar Jie Yan tampak memiliki banyak rekanan lalu robekan ruang pun terjadi.


Tanpa membuang waktu, Jie Yan yang menggunakan setengah dari konsep miliknya menggunakan teknik lainnya agar tidak terjadi kecelakaan.


“Seni kehancuran, Perisai Yin-Yang!”


Saat Perisai Yin-Yang muncul, Jie Yan langsung mengambil inti binatang roh Golem Magma.


Zhep! Zhep! Zhep!


Hampir setengah serangan yang dilancarkan oleh para murid pun diserap ke dalam robekan ruang dan sisa lainnya menabrak Perisai Yin-Yang. Kejadian itu hanya terjadi dalam waktu kurang dari dua detik.


Bom! Bom! Bom! Bom!


Para murid yang menatap itu sangat bersemangat karena mereka yakin bahwa Jie Yan pasti akan terluka. Mereka juga langsung menyerang para binatang roh lagi.


Untuk Qing Lan Yu dan Qing Mo, wajah keduanya sangat jelek saat ini. Dengan kekuatan mereka, tentu mereka dapat melihat sekilas apa yang terjadi sebelumnya bahwa Jie Yan memiliki kemampuan ruang yang menyerap banyak serangan dan ada Perisai aneh yang muncul menahan tebasan. Dan salah satu serangan yang di tahan oleh Perisai Yin-Yang adalah serangan dari Qing Lan Yu dan Qing Mo.


Ketika debu perlahan menghilang, Qing Lan Yu dan Qing Mo adalah yang pertama mengetahui situasi Jie Yan. Dan menatap hal itu, mereka tau bahwa mereka telah dikalahkan oleh seorang murid baru yang sangat lihai.