Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Tanah Kematian


Bintang Brahma, Dimensi Kecil


Satu minggu setelah Jie Yan menerobos, Yu Mei memimpin Jie Yan ke tempat yang ia ketahui walaupun itu melalui rumor informasi dari semua tumbuhan.


Selama perjalanan, Yu Mei juga beberapa kali menunjukkan lokasi beberapa herbal tingkat atas yang akhirnya di panen oleh Jie Yan dengan senang hati.


“Jie Yan, tidak lama lagi kita akan tiba!” Yu Mei yang mengendarai akar dengan anggun, berkata sambil melihat ke arah Jie Yan di udara.


Jie Yan yang berada di udara, menatap ke arah banyak tempat dengan serius. Tempat yang mereka datangi saat ini adalah sebuah tanah gersang dengan warna tanah merah kehitaman.


Aura yang terpancar di udara sangatlah mencekam, berbau kematian disertai oleh kekuatan spiritual menyebar di udara yang cukup padat.


“Tempat apa ini, apakah ada yang unik dengan tanah kematian ini?” Tanya Jie Yan menatap ke arah Yu Mei.


“Um, tempat ini dikatakan sebagai Makam Para Jendral, aku tidak mengerti apa maksudnya. Namun, ada rumor dari banyak tumbuhan bahwa dahulu Dimensi Kecil ini di huni oleh sangat banyak manusia. Tetapi mereka telah punah.”


“Sebagian besar dari mereka jatuh di sini, aku tidak tau spesifik tentang kenapa mereka jatuh di sini. Dan dikatakan, beberapa tumbuhan di sini menyebarkan informasi bahwa banyak makhluk aneh dengan kekuatan spiritual yang melayang di banyak tempat, seperti sedang mencari sesuatu.” ujar Yu Mei.


“Makhluk aneh dengan kekuatan spiritual yang melayang di banyak tempat? Kenapa ini sangat mirip dengan jiwa bergentayangan?” Batin Jie Yan.


Mengingat bahwa makhluk aneh itu mencari sesuatu di dalam tanah kematian itu, Jie Yan secara alami menyadari bahwa pasti ada sesuatu yang spesial.


Jika banyak manusia yang mati di sana, sudah pasti mereka memperebutkan sesuatu tetapi tidak menemukannya sampai saat ini.


“Ayo pergi. Aku penasaran dengan apa saja yang ada di dalam tempat ini.” ucap Jie Yan dan langsung terbang menggunakan sayapnya ke arah tempat gersang dengan langit hitam diikuti oleh Yu Mei.


Semakin lama Jie Yan dan Yu Mei masuk, semakin gelap semua tempat, kekuatan spiritual yang tampak mencoba menekan semua yang ada di sana juga semakin padat.


“Ini memang benar-benar tanah kematian karena konsep Kematian di sini sangatlah padat!” Batin Jie Yan. Ia secara langsung mengalami konsep Kematian dari Xiao Ziya jadi ia sangat peka dengan hal seperti itu.


Jika Xiao Ziya melihat tempat seperti itu, bisa dipastikan bahwa tubuhnya akan menumbuhkan konsep Kematian mendekati puncaknya jika berkultivasi di sana, apa lagi jika kultivasi Xiao Ziya melampaui Kaisar Abadi.


“Jie Yan, ada aura spiritual mendekat.” ucap Yu Mei saat ia berhenti mengendalikan akar.


Jie Yan juga berhenti terbang dan mendarat tepat di sebelah Yu Mei, mengaktifkan Mata Dewa untuk memperhatikan semua tempat dan terutama pada aura spiritual yang mendekat.


Wusssh!


Satu sosok berwarna biru pun mendekat ke lokasi Jie Yan dan Yu Mei berada, tubuhnya terlihat tidak memiliki kaki sama sekali, hanya ada hamburan aura spiritual saat sosok itu bergerak di udara.


“Jiwa? Tunggu, kenapa jiwa ini tidak memasuki Tanah Suci?” Batin Jie Yan saat sudah melihat sosok jiwa pria di tempat yang cukup jauh menggunakan Mata Dewa.


Jiwa aneh itu merasakan bahwa seseorang melihatnya dan ia langsung menatap lurus ke arah tempat Jie Yan. Wajah ganas tampak ditampilkan olehnya dan ia langsung bergerak ke arah Jie Yan.


“Ada yang salah! Jiwa ini hanya memiliki insting untuk melahap layaknya binatang buas tanpa otak yang sangat kelaparan!” ucap Jie Yan dengan nada serius.


“Teleportasi!”


Zhep!


Wusssh!


Jiwa itu bereaski sangat cepat, dia menghindar lalu melesat kembali ke arah Jie Yan sambil membuka mulutnya lebar-lebar.


Mulut Jiwa itu tampak dipenuhi oleh taring tajam seperti binatang buas, selain dari itu, tetesan cairan yang merupakan perpadatan dari kekuatan spiritual terlihat di gigi-gigi tajam jiwa tersebut.


Jie Yan memasang wajah kosong ke arah Jiwa yang tampak hendak melahapnya hidup-hidup.


“Waktu Kilat!”


Plak!


Jie Yan muncul di samping Jiwa itu lalu menamparnya seperti lalat. Hanya dengan basis spiritual tingkat Raja Abadi tahap puncak, itu tidak akan bisa melukainya.


Jiwa yang di tampar oleh Jie Yan terpental jauh lalu Jie Yan kembali muncul lalu mencekik Jiwa itu menggunakan kekuatan spiritual yang dibaluti di tangan kanannya.


“Makhluk aneh apa ini?” Tanya Yu Mei yang entah kapan muncul di samping Jie Yan.


“Ini adalah Jiwa, tetapi tidak bisa keluar dari tempat ini. Hanya dengan menatapnya, aku yakin bahwa tempat ini mampu mengikat jiwa seseorang, melahap pikiran rasionalnya dan menjadikan mereka Jiwa yang hanya tau untuk memangsa. Tetapi mereka memiliki insting aneh, yaitu memiliki satu tujuan lainnya, mencari sesuatu di tempat ini.” ujar Jie Yan saat menatap ke arah Jiwa dengan Mata Dewa miliknya.


Jie Yan sangat menyadari bahwa pikiran jiwa itu hanya dipenuhi oleh melahap dan mencari sesuatu.


“Oh..” Yu Mei tidak lagi tertarik dengan sesuatu seperti itu dan langsung mengembuskan nafasnya ke arah Jiwa.


Bussssh!


Menggunakan konsep Api, tubuh Jiwa itu langsung dibakar habis yang membuat Jie Yan terdiam.


Tetapi Jie Yan tau bahwa ia tidak bisa mengorek informasi apapun dari Jiwa itu. Dan tentu saja Yu Mei menyadarinya dan langsung menghabisinya karena Jiwa jelek itu sangat merusak pemandangan menurutnya.


“Ayo pergi. Aku semakin tertarik dengan apa yang sebenarnya dicari oleh jiwa-jiwa itu.” ucap Jie Yan dan langsung terbang dengan kecepatan penuh diikuti oleh Yu Mei yang menunggangi akar.


Selama perjalanan, Jie Yan dan Yu Mei terus-menerus menghabisi jiwa tanpa akal sehat. Keduanya menyadari bahwa semakin mereka masuk, Jiwa yang ada di dalamnya semakin kuat.


“Tampaknya di tempat ini memang terjadi perang besar sebelumnya.” ucap Jie Yan saat menatap banyak tengkorak, dan banyak dari tengkorak itu berubah menjadi abu ketika di tiup oleh angin tanda bahwa perang yang terjadi di sana terjadi di masa lalu yang sangat jauh.


“Khaaaa...!”


Sebelum Jie Yan dan Yu Mei berbicara lagi, ruangan mengerikan terdengar di tempat yang tidak terlalu jauh.


Mata Jie Yan menyipit dan mencoba melihat ke tempat yang sangat jauh. Tetapi, apa yang membuatnya terkejut adalah, sesuatu yang mengeluarkan raungan tersebut.


“Jie Yan, apa kau dapat melihatnya?” Tanya Yu Mei penasaran.


“Ya, di tempat yang cukup jauh, banyak Jiwa aneh yang mencoba melahap Jiwa dengan ukuran sangat besar. Dan itu adalah jiwa..” ucap Jie Yan saat menarik nafasnya dalam-dalam saat menghentikan kata-katanya lalu melanjutkan.


“Jiwa seekor Naga!”