Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Pertahanan Terakhir Benua Saint


Daratan Utara


“Apa katamu?” Lin Xi berteriak sangat marah ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Guan Yu. Ia tidak menyangka bahwa gerbang teleportasi yang ada di Daratan Selatan telah hancur sehingga siapapun dari Daratan Utara ataupun tempat lainnya, tidak bisa pergi ke sana.


“Nenek...” Huan Caiyi langsung gugup ketika mendengar berita dari Guan Yu. Bahkan untuk Gu Yin saat ini tidak tau harus berkata apa.


Selain dari Lin Ming, sepupunya juga berada di Daratan Selatan.


Bahkan untuk Mu Xuanyin dan Mu Xuan Xian tidak tau harus berkata apa saat ini.


Sebelum Lin Xi berteriak karena marah, seseorang datang tiba-tiba melapor ke ruangan tempat mereka melakukan rapat.


“Celaka! Daratan Timur telah runtuh! Dan saat ini para Iblis sedang bergerak ke Daratan Utara!” Salah satu Tetua dari Klan Lin berteriak keras saat memasuki ruangan tersebut.


Semua yang ada di sana langsung berdiri di tempat. Kabar tentang kepergian Canglan dan Li Hao sudah membuat mereka pusing, dan berita tentang hancurnya gerbang teleportasi semakin membuat mereka muram. Dan disaat seperti ini, para iblis yang semula bertaring di Daratan Timur, bergerak ke arah Daratan Utara.


“Bagaimana dengan para Pangeran Iblis?” Zhu Feng yang sudah cukup pulih dari luka-lukanya, bertanya dengan nada muram. Ia tentu tidak akan melupakan bahwa Leluhur Tua Klan Zhu, Yao Chen dan semua generasi tua mengorbankan nyawa hanya untuk membiarkan mereka pergi.


“Tidak ada dari mereka yang jatuh! Dari pesan yang kami terima saat pertarungan itu, para Pangeran Iblis tampaknya menghindari pertarungan secara langsung dengan seseorang yang kuat dan ini kemungkinan karena kejatuhan tiga Pangeran Iblis!” ucap Tetua Klan Lin muram.


“Berapa lama mereka tiba?” Tanya Lin Xi dengan wajah pucat.


“Dari kecepatan pergerakan mereka, pasukan iblis akan tiba dalam waktu kurang dari delapan jam!”


Saat mendengar kata-kata Tetua Klan Lin, wajah semua yang ada di sana semakin muram.


“Qinzhu, Xiao Yuu, kalian berdua urus semua yang terluka. Aku akan pergi ke medan perang!” ucap Lin Xi saat ia perlahan berjalan ke arah luar.


“Nenek.. tapi...” Lan Qinzhu yang sangat menghormati Lin Xi karena membesarkan Jie Yan, tentu tidak ingin melihatnya mati di medan perang. Ia tau kakaknya pasti akan sedih. Saat ini kondisi Lin Ming tidak diketahui dan Lin Xi ingin berperang.


“Senior, tolong pertimbangan kembali. Saat ini hanya anda yang mampu membuat pasukan pulih lebih cepat.” Mu Xuanyin langsung mencoba membujuk Lin Xi.


Kehilangan Lin Xi sama artinya kehilangan nyawa kedua bagi para pasukan. Tentu Mu Xuanyin akan mencoba menghentikan Lin Xi. Ia bahkan menatap ke arah Gu Yin dan Huan Caiyi agar mencoba membantunya menahan Lin Xi.


Namun, tanpa di duga duga, Huan Caiyi dan Gu Yin sama sekali tidak menghentikan Lin Xi. Malahan keduanya mengikuti dari belakang dengan wajah dingin, tanpa bertanya pun, siapapun pasti akan tau bahwa keduanya juga ingin berperang kali ini.


Xiao Yuu dan Lan Qinzhu mengepalkan tangan mereka lalu berjalan perlahan juga setelah memberi perintah ke seseorang lain yang memiliki kemampuan medis cukup tinggi untuk bertanggung jawab. Kali ini mereka juga akan ikut memasuki Medan perang.


Bahkan Zhu Feng, Yao Shen, Yao Ran yang sudah pulih lebih dari 80% keluar dari ruangan tanpa bertanya karena mereka tentu ingin membalas dendam.


Melihat itu, Mu Xuanyin hanya tersenyum pahit. Ia melihat ke arah Mu Xuan Xian lalu memberi isyarat untuk mengelola para tenaga medis lalu berjalan keluar dari ruangan bersama dengan setengah Tetua Naga yang tersisa dan semua Tetua lainnya yang ada di sana.


Lin Xi memimpin mereka semua ke arah tertentu dan itu adalah arah tempat para Iblis akan datang. Tidak sampai lima menit kemudian, mereka semua tiba di tempat tersebut.


Di tempat itu, terlihat Guan Yu yang telah berpindah tugas karena tau bahwa tidak perlu lagi menjaga gerbang teleportasi. Ia sedang memimpin pasukan bersama dengan Lin Huang.


Menatap semua pasukan, Lin Xi semakin muram karena jumlah keseluruhan pasukan hanya tersisa sekitar 20% dari keseluruhan pasukan asli.


“Tampaknya ini akan menjadi pertarungan terakhir kita.” Gumam Guan Yu menatap ke arah kejauhan, memperhatikan kabut tebal, ia seolah-olah telah melihat bahwa para iblis akan menerobos kabut tersebut.


Huan Caiyi dan Gu Yin yang merupakan pemilik keahlian seperti itu menjadi kekuatan tempur tertinggi. Keduanya memiliki kekuatan untuk menekan para Iblis. Bisa dikatakan, jika keduanya bergandengan tangan, maka mereka bisa melawan satu Pangeran Iblis secara setara. Selain dari itu, Huan Caiyi telah mengumpulkan pasukan bayangan dalam jumlah yang besar, dan mereka semua adalah kekuatan tempur menyaingi tingkat Alam Sage tahap kesembilan.


Semua mata tertuju pada Gu Yin yang merupakan pemimpin dari Pembunuh Iblis, kekuatannya diakui yang menjadi salah satu tertinggi saat ini ketika dia telah menembus tingkat Alam Sage tahap kesembilan beberapa hari yang lalu. Perang memang membuat banyak kultivator tumbuh pesat.


Perkataan Lin Xi membuat para kultivator mendapatkan kembali semangat juangnya.


Sebelum ada yang berbicara, aura kuat dapat dirasakan oleh semua yang ada di sana. Hal ini membuat mereka menjadi sangat waspada.


“Bukankah kalian mengatakan kurang dari delapan jam? Waktu bahkan belum sampai satu jam!” Lin Huang berteriak ke arah para pengumpulan informasi.


“Patriak.. kami...” Banyak dari kultivator yang bertugas untuk mengumpulkan informasi ingin membantah tetapi kata-kata mereka tersangkut di tenggorokan karena seseorang telah mendekat. Ini artinya kemampuan mereka mengumpulkan informasi sangatlah lemah.


“Semuanya bersiap-siap!” Teriak Di Diqing.


Para pasukan langsung membuat gerakan pertahanan karena musuh telah mendekat.


Hanya Lin Xi yang menyipitkan matanya untuk beberapa saat lalu tersenyum. “Hentikan! Dia bukan musuh! Seseorang yang datang adalah kekuatan tempur tertinggi yang saat ini ada di Benua Saint!”


Kata-kata Lin Xi membuat mereka semua terkejut dan mata mereka tidak berkedip untuk melihat siapa sebenarnya seseorang dengan kekuatan tempur tertinggi saat ini di Benua Saint.


Tidak lama kemudian, satu sosok terlihat menembus kabut. Kecepatannya sangatlah mengerikan. Ketika sosoknya terlihat, semua yang ada di sana terkejut terutama untuk generasi yang lebih tua, mereka menatap ke arah Lin Xi karena pernah melihat bentuk seperti itu di masa lalu.


Wusssh!


Kabut tampak terbelah dan ketika sosok tersebut berhenti di jarak hampir dua puluh meter, ia menatap ke arah semua pasukan. Sosok tersebut tidak lain adalah Xiao Chen, ia langsung bergegas ke Daratan Utara setelah mendapatkan pesan dari Lin Ming bahwa gerbang teleportasi telah dipindahkan ke tempat tersebut.


“Tampaknya aku tidak datang terlambat. Lin Xi, kau tampak sangat berantakan saat ini! Aku berharap lebih pada kemampuanmu, bukan untuk mengembangkan kemampuan medis!” ucap Xiao Chen dengan nada sedikit dingin menatap ke arah putrinya.


“Jaga bicaramu orang tua! Apakah kau ingin orang pertama yang aku bereskan selain dari iblis adalah kau?” Garis-garis hitam terlihat di dahi Lin Xi saat melihat wajah Xiao Chen yang tampak sedikit menghinanya.


“Siapa dia? Orang tua? Dia terlihat sangat muda!” Huan Caiyi sedikit tercengang menatap ke arah Xiao Chen lalu ke arah Lin Xi. Dari perbincangan keduanya, sangat terlihat bahwa Xiao Chen dan Lin Xi memiliki hubungan yang sedikit aneh.


“Leluhur...” Lin Huang, Zhu Feng dan Yao Shen langsung membungkuk ke arah Xiao Chen. Sebagai Patriak, ketika ketiganya dinobatkan menjadi Patriak, tentu mereka akan datang ke tempat Xiao Chen di segel sebelumnya.


Kata-kata dan sikap para Patriak Klan Kuno membuat semua yang ada di sana tercengang karena tidak menyangka pria yang tampak sangat muda tersebut disebut sebagai leluhur.


Sementara untuk Lin Xi, ia menghela nafas lega. Karena, dengan hadirnya ayahnya, maka para Pangeran Iblis tidak akan bisa berbuat sesukanya dengan menyerang Daratan Utara.


Tatapan Xiao Chen tertuju ke arah kerumunan dan tidak menemukan keberadaan Lin Ming dan Gu Yuena yang membuat matanya menyusut sedikit.


“Di mana Lin Ming dan wanita laut itu?” Tanya Xiao Chen menatap ke arah Lin Xi.


Lin Xi terdiam. Ia tentu tau siapa maksud ayahnya dengan sebutan wanita laut karena Gu Yuena memang dijuluki sebagai Dewi Laut saat ini karena memiliki kemampuan mengendalikan para binatang roh laut. Tetapi wajahnya langsung masam ketika memikirkan tentang gerbang teleportasi di Daratan Selatan tidak lagi terhubung dengan gerbang teleportasi di Daratan Utara.


Menatap penampilan menyedihkan Lin Xi, Xiao Chen hanya bisa menghela nafas panjang karena ia langsung membuat Spekulasi bahwa Lin Ming dan Gu Yuena pasti tertahan di Daratan Selatan hanya untuk mengirim gerbang teleportasi ke Daratan Utara.