Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Jie Yan vs Han Qin (2)


Kekaisaran Han, Basis Klan Wang


Saat ini sudah lebih dari setengah pasukan dari Klan Wang berkumpul. Mereka semua bersiap-siap untuk menyerang Klan Kuno. Dan Klan Kuno yang terdekat adalah Klan Zhu.


Terlihat Wang Lee dan Wang Qi dan Wang Lee sedang melayang di udara menatap ke arah kejauhan dengan tatapan sangat serius. Keduanya saat ini tentu sedang melacak pertarungan yang terjadi di tempat yang cukup jauh.


Kekuatan yang ditampilkan oleh Xiao Chen sebelumnya membuat mereka waspada. Keduanya telah merasakan secara samar bahwa Han Wang Zhan telah tewas.


“Ternyata masih ada kultivator sekaliber itu di Benua Saint! Apakah kita harus ikut campur dalam pertarungan Han Qin?” Tanya Wang Qi menatap ke arah Wang Lee di sebelahnya.


“Biarkan dia tewas. Sampah itu tidak perlu untuk hidup lagi. Apa gunanya hanya satu kultivator tingkat Alam Sage tahap kesembilan? Walaupun dia cukup kuat, dengan dia sendiri, pasukan kita dengan mudah menghabisinya. Jadi, tidak perlu menghabiskan tenaga menyelamatkannya. Kita harus fokus menghubungi semua bawahan untuk saat ini. Jika hanya dengan kita berdua, akan sulit melawan kultivator sekaliber itu.” ujar Wang Lee.


“Ya, aku heran ke mana mereka bertiga pergi! Sungguh sangat tidak bisa diandalkan. Kenapa mereka bertiga begitu egois? Pasukan yang mereka bawa untuk membuat kekacauan juga sangat banyak! Jika mereka bertemu Klan Kuno terlebih dahulu, bisa dipastikan kekuatan tempur kita akan berkurang drastis!” ucap Wang Qi sangat marah saat ini ketika mengingat tiga pemimpin lainnya yang di kirim ke Benua Saint sama seperti dirinya dan Wang Lee.


Wang Lee juga tidak puas dengan sikap ketiga rekannya tetapi ia hanya bisa diam saat ini dan menonton pertarungan walaupun ia hanya bisa merasakannya secara samar.


**


Di tempat ledakan akibat pertarungan antara Jie Yan dan Han Qin, Xiao Chen terlihat masih terbang di udara sambil menatap ke arah ledakan.


“Konsep Ruang, Api dan Petir. Pemuda yang memegang tombak itu cukup menarik. Apa lagi tombak yang dia gunakan adalah Tombak Pembunuh Naga, sungguh tidak terduga bahwa akan ada seseorang yang mampu mengendalikan Tombak Pembunuh Naga sedemikian rupa.”


“Jika tidak salah, di masa lalu hanya ada satu kultivator yang mampu menggunakannya walaupun dia hanya paling hebat menggunakan sekitar 40-50% kekuatan sejati Tombak Pembunuh Naga. Dari apa yang aku ketahui, tombak itu hanya bisa digunakan oleh seseorang....” Xiao Chen bergumam dan menghentikan kata-katanya. Ia merasa bahwa Jie Yan semakin menarik dan telah memikirkan identitas asli Jie Yan.


Lalu tatapan Xiao Chen tertuju pada tempat lainnya, dan itu adalah pertarungan antara Xia Yue'er dan Si Fei. Ia cukup tertarik dengan Xia Yue'er karena ia tau bahwa Xia Yue'er adalah Roh Peri. Tetapi, apa yang membuatnya penasaran, tentu saja Xia Yue'er yang terlihat sangat kecil.


Walaupun Xiao Chen tau tentang Dunia Roh Peri, ia tidak pernah melihat ada Roh Peri yang sangat kecil, tetapi sangat kuat sampai-sampai kekuatannya mampu melawan tahapan lebih tinggi padahal itu adalah kekuatan puncak Benua Saint. Bisanya, ketika mencapai kekuatan puncak, untuk tingkat Alam Sage tahap kedelapan, dia tidak akan bisa melawan tahapan lebih tinggi, yaitu tingkat Alam Sage tahap kesembilan. Ini merupakan hukum alam.


Tetapi, jika ada seseorang yang mampu melakukannya, maka mereka adalah orang yang bisa dikatakan sebagai yang terkuat jika mencapai puncak. Dan kali ini, Xiao Chen melihat dua diantaranya, yaitu Jie Yan dan Xia Yue'er.


Wusssh!


Ledakan perlahan mereda dan terlihat dua sosok yang saling berhadapan. Jarak yang memisahkan keduanya hanya sekitar sepuluh meter.


Keduanya tentu adalah Jie Yan dan Han Qin.


Jie Yan saat ini terlihat memasang wajah ekspresi sedikit jelek karena ada bekas luka di bahunya. Ia tidak menyangka bahwa kekuatan Han Qin akan mencapai titik di mana ia harus menggunakan semua kekuatannya hanya untuk memberikan sedikit luka.


Untuk Han Qin, kondisinya sedikit lebih parah dari Jie Yan karena terkena serangan tusukan sebelumnya. Ia adalah yang paling tidak percaya setelah melihat kekuatan Jie Yan. Ia semakin bertekad untuk menghabisinya saat ini.


“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”


Jie Yan muncul dalam sekejap di belakang Han Qin saat lubang teleportasi tercipta. ia langsung mengayunkan Tombak Pembunuh Naga sekuat tenaga yang ia bisa.


Sedangkan untuk Han Qin, ia cukup terbiasa melawan Jie Yan saat ini sehingga ia langsung memutar tubuhnya lalu mengayunkan pedangnya.


Trang!


Zrrrrt! Zrrrrt!


Ketika Bentrokan terjadi, qi Raja meledak ke segala arah. Untuk Han Qin, ia menyerang kembali dengan pedang di tangan kirinya karena hampir tidak mampu menahan beban dari Tombak Pembunuh Naga.


“Tebasan Petir Surgawi!”


Sraing!


Jie Yan yang telah menduga serangan itu, mengeluarkan pedangnya lalu mengayunkannya juga.


Trang!


Zrrrrt! Zrrrrt!


Han Qin semakin jengkel karena semua apa yang ia lakukan tampak seperti telah diprediksi oleh Jie Yan. Hal ini membuatnya semakin marah. Tetapi ia terkejut ketika Jie Yan membuka mulutnya dan ia langsung ingat Jie Yan adalah Raja Naga.


Saat Jie Yan membuka mulutnya, tubuhnya perlahan berubah menjadi setengah naga.


“Bola Awal Kehancuran!”


Duar!


Ledakan petir hitam melesat ke arah kejauhan yang membuat angin kencang berhembus ke segala arah. Walaupun itu mungkin melukai Han Qin, Jie Yan sangat paham itu tidak akan bisa memberikan cidera parah karena ia tidak menggunakan konsep sama sekali. Sangat sulit menggabung konsep Ruang dengan kekuatan Kehancuran yang menyerupai petir hitam.


Dengan buru-buru, Jie Yan menyimpan pedangnya lalu Tombak Pembunuh Naga berubah menjadi bintik-bintik energi lalu masuk ke dalam tubuhnya. Di saat itu juga, tubuhnya membengkak dengan kecepatan yang sangat tinggi lalu ia mengayunkan cakarnya saat proses dirinya memasuki Mode Naga Hitam Kehancuran.


“Cakar Naga!”


Sraing!


Jrezh!


Di tempat Han Qin terhempas, limat jurang yang sangat dalam tercipta dalam sekejap saat Jie Yan mengayunkan cakarnya.


“Sialan!”


Teriakan marah Han Qin terdengar saat qi dan konsep meledak dalam sekejap lalu membuat semua tempat terbakar serta permukaan tanah memercikkan petir. Ia perlahan melayang dari salah satu jurang dengan wajah yang sangat muram. Bekas sayatan terlihat membentang dari bahu sampai pinggangnya karena ia tidak menyangka bahwa Jie Yan akan melakukan hal itu ketika ia masih dalam kondisi menyetabilkan tubuhnya saat menahan serangan Jie Yan sebelumnya.


“Kau memang benar-benar Raja Naga! Kekuatan penindasan ini jauh lebih tinggi dari pada Tetua Naga!” ucap Han Qin sangat dingin. Matanya saat ini memerah karena merasa bahwa hidup telah mempermainkannya.


Jika Han Qin dilukai oleh seseorang yang satu generasi dengannya, ia akan merasa maklum walaupun ia masih marah. Tetapi, kali ini harga dirinya seolah-olah diinjak karena ia bahkan tidak mampu mengalahkan generasi muda yang satu generasi dengan Putranya.


“Karena kau telah membuatku sangat marah saat ini, maka aku akan mengambil nyawamu walaupun nyawaku adalah taruhannya!” Saat mengatakan itu, aura di sekitar Han Qin tampak sangat berat. Api meledak ke arah langit dan langsung merubah Medan pertempuran menjadi lautan api.


Selain dari itu, petir menyambar di mana-mana. Dan banyak petir yang menyambar ke arah Han Qin. Petir tersebut tampak diserap, yang membuat aura Han Qin terus meroket.


Jie Yan yang menatap itu, mendengus dingin ketika mendengar kata-kata sombong Han Qin. Ia pun meraung keras ke arah langit.


Disaat itu juga, kekuatan yang sangat mengerikan berkumpul di satu titik dengan kecepatan yang sangat tinggi. Selain dari itu, konsep Ruang tampak dipadatkan juga ke dalam satu titik yang membuat serangan tersebut menjadi lebih berbahaya.


Xiao Chen yang menonton, menaikkan sedikit alisnya. Ia semula sangat terkejut dengan wujud Jie Yan karena ia tau dengan jelas wujud apa sebenarnya itu. Namun, ketika melihat qi berwarna hitam bercampur dengan konsep Ruang berwarna abu-abu berkumpul ke satu titik, matanya menyusut tajam.


“Apa yang dilakukan olehnya? Apakah dia berniat menghancurkan ruang itu sendiri? Pemuda ini sungguh gila!” Batin Xiao Chen tetapi tidak berniat menghentikannya sama sekali. Ia juga jarang melihat seseorang yang menggunakan konsep Ruang dan ingin melihat seperti apa dampak yang dihasilkan jika konsep Ruang dipadatkan ke satu titik dan digabungkan ke dalam satu serangan.


Dung!


Bola hitam keabu-abuan memercikkan petir terlihat di atas rahang Jie Yan dalam wujud Naga Hitam Kehancuran.


Sementara untuk Han Qin, semua api dan petir tampak diserap olehnya yang membuat tubuhnya berubah menjadi api dan petir itu sendiri. Ia telah memutuskan untuk menghabisi Jie Yan walaupun nyawanya menjadi taruhannya. Setelah mengetahui bahwa mungkin hanya dirinya yang tersisa dari Klan Han, ia tidak terlalu peduli tentang apakah ia hidup atau tidak karena dikuasi oleh kebencian.


Jika tau hal seperti ini akan terjadi, Han Qin pasti akan lebih dulu mengevakuasi Klan Han ke tempat yang jauh agar suatu hari nanti dapat pulih kembali. Tetapi penyesalan pasti selalu datang terlambat. Ia juga mengutuk Wang Lee dan Wang Qi karena tidak datang membantunya.


“Matilah!”


“Teknik Rahasia Han, Tebasan Penghancur Dunia!”


Sraing!


Han Qin langsung mengayunkan kedua pedangnya menggunakan setiap bit kekuatan yang ia bisa gunakan. Tebasan berupa bilah yang dikelilingi oleh pusaran api memercikkan petir melesat ke arah Jie Yan dengan kecepatan yang sangat tinggi.


“Serangan Penghancur Ruang!”


“Bola Awal Kehancuran!”


Duar!


Kedua serangan langsung menerjang ke arah musuh masing-masing.


Xiao Chen yang menatap itupun langsung mundur menjaga jarak sambil membuat pertahanan karena tau betapa kuat dampak yang dihasilkan ketika kedua serangan tersebut berbenturan.


Bom!