Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Yun Che vs Qing Lan Yu


Bintang Tianyu, Sekte Pedang


Pertarungan antara Yun Che dan Qing Lan Yu terus berlanjut. Keduanya tampak seimbang, salah satunya mengandalkan kecepatan tinggi, yang lainnya mengandalkan kemampuan pedang yang lebih kuat serta niat pedang lebih tinggi.


Para penonton tampak takjub menatap pertandingan tersebut. Selain dari itu, dukungan para murid wanita tampak lebih tinggi dari pada mereka mendukung Jie Yan sebelumnya karena Qing Lan Yu merupakan pedoman bagi mereka semua.


Di bangku penonton tertentu, Huoyun Ying'er menatap ke arah pertarungan Qing Lan Yu dengan senyum diwajahnya.


“Tampaknya senior Qing Lan Yu telah meningkat lagi.” Gumam Huoyun Ying'er. Ia adalah teman baik Qing Lan Yu, bisa dikatakan, banyak pemahaman pedang di masa lalu diajarkan oleh Qing Lan Yu padanya.


Keduanya memiliki umur berbeda sekitar 3 tahun. Dan Qing Lan Yu merupakan orang yang memberikan motivasi kepada Huoyun Ying'er untuk berkultivasi di jalan pedang ketika mereka pertama kali bertemu di luar Sekte Pedang.


Semenjak saat itu, Qing Lan Yu dan Huoyun Ying'er selalu berlatih bersama. Tetapi Huoyun Ying'er tidak memuja siapapun menjadi Guru. Tidak tau apa yang dipikirkan oleh Huoyun Ying'er karena sebelumnya pernah dikabarkan bahwa Qing Long ingin membawanya sebagai murid tetapi Huoyun Ying'er menolaknya.


Jian Xu di sebelah Huoyun Ying'er hanya terdiam. Ia tentu sangat kenal dengan Qing Lan Yu karena bisa dikatakan, mereka adalah murid satu generasi walaupun Qing Lan Yu lebih dulu masuk ke Sekte Pedang. Tentu itu dikarenakan Qing Lan Yu memang tumbuh di Sekte Pedang sejak ia kecil.


“Siapa menurutmu yang akan menang?” Tanya Jian Xu menatap ke arah Huoyun Ying'er.


Mendengar itu, Huoyun Ying'er terdiam untuk beberapa saat. Tentu ia sangat ingin Qing Lan Yu menang dan maju ke babak final. Namun, sebagai ahli pedang tingkat tinggi yang telah mencapai ranah Mata Pedang, ia tau dengan jelas seperti apa kemampuan Yun Che dan juga Qing Lan Yu.


Inilah salah satu keahlian Huoyun Ying'er, ia mampu menilai kekuatan seseorang dalam jalan pedang. Walaupun dipermukaan Yun Che dan Qing Lan Yu tampak seimbang, matanya tidak akan salah dalam menilai siapa yang lebih unggul.


Bukan tanpa alasan Huoyun Ying'er disebut sebagai reinkarnasi Dewi Pedang, pemahamannya dalam jalan pedang sangat tinggi, dan ia tau seberapa kuat niat Pedang Yun Che dapat menekan semua kultivator tingkat Jiwa Abadi, tidak terkecuali untuk Qing Lan Yu.


“Yun Che akan menang!” Balas Huoyun Ying'er.


Jian Xu menaikkan sedikit alisnya karena tidak menyangka bahwa Huoyun Ying'er akan mengatakan Yun Che menang. Ia sangat tau bahwa Huoyun Ying'er dan Qing Lan Yu adalah teman baik, atau lebih mudah dilihat sebagai suadari sumpah, biasanya jika seperti itu, siapapun akan mendukung saudarinya.


Tetapi Huoyun Ying'er tau bahwa sulit bagi Qing Lan Yu untuk menang. Mungkin hanya kecerobohan Yun Che lah yang akan membuat Qing Lan Yu dapat menang.


Tetapi, memikirkan kembali bakat Yun Che dalam jalan pedang yang mungkin sedikit lebih lemah dari pada dirinya, Huoyun Ying'er merasa tidak mungkin bagi Yun Che membuat kesalahan dalam pertarungan apa lagi itu bentrokan dengan sesama ahli pedang murni.


Di arena, Qing Lan Yu yang terus-menerus menyerang ke arah Yun Che sekaligus bertahan, memasang ekspresi muram. Ia tau dengan jelas, walaupun ia mencoba menekan Yun Che, dengan niat pedang mengerikan itu, kemampuan pedang Yun Che sangat mudah menghalau kecepatannya dalam menyerang menggunakan pedang.


Bahkan Tetua Aula Penegak Hukum yang sedang duduk di kursi penonton hanya bisa menghela nafas panjang karena ia juga menyadari bahwa pertandingan akan dimenangkan oleh Yun Che kecuali jika Yun Che membuat kesalahan, maka Qing Lan Yu bisa mengambil kesempatan untuk menjatuhkan Yun Che.


“Oh? Aku tidak menyangka bahwa dengan tingkat kultivasi Jiwa Abadi tahap akhir pemuda bernama Yun Che akan mampu menampilkan kekuatan seperti itu. Kekuatan itu terlihat lebih kuat dari pada murid bernama Jie Yan.” ucap Kaisar Shi dengan mata takjub.


“Ya, aku juga tidak menyangka bahwa Yun Che akan mampu bermain sekuat itu melawan Qing Lan Yu.” Balas Qing Long.


Untuk Tetua Aula Penegak Hukum, ia hanya dia mendengar itu dan tidak peduli sama sekali karena apa yang keduanya katakan memang benar. Walaupun ia sangat ingin muridnya menang, tetapi itu akan sulit hanya melihat pertandingan tersebut.


Trang! Trang! Trang!


“Tidak, jika terus seperti ini aku akan kalah!” Batin Qing Lan Yu saat terus mengayunkan kedua pedangnya sekuat tenaga tetapi tidak bisa menekan Yun Che.


“Jika seperti ini, aku harus melakukannya! Menang atau kalah, hasilnya akan diputuskan dengan serangan ini!” Batin Qing Lan Yu saat ia langsung melompat mundur di jarak hampir lima belas meter dari Yun Che.


Hal ini membuat Yun Che sedikit bingung. Sedari awal, ia memang sengaja melawan Qing Lan Yu seperti itu agar wawasannya dalam ilmu pedang naik terus-menerus. Inilah yang sering dilakukan oleh ahli pedang, dia tidak akan terburu-buru untuk menjatuhkan lawan yang bisa ia jatuhkan, tetapi terus bertarung di tingkat yang sama agar kemampuannya berkembang.


Dan memang benar, ketika pertama kali melawan Qing Lan Yu, Yun Che sedikit kesulitan. Tetapi dalam waktu kurang dari lima menit, ia langsung melampaui Qing Lan Yu dalam aspek bermain pedang.


“Aku tau bahwa kau menggunakan sebagai batu asah untuk melampaui tingkatanmu saat ini! Tetapi aku tidak akan membiarkanmu terus berkembang!” ucap Qing Lan Yu saat rambut panjangnya bersama dengan jubahnya menari-nari di udara akibat ledakan qi dan niat pedang. Selain dari itu, elemen konsep yang ia olah juga terintegrasi ke dalam niat pedang yang membuat kekuatannya pasti meningkat.


Di kursi penonton, Tetua Aula Penegak Hukum mengangguk puas dengan keputusan Qing Lan Yu karena jika terus berlanjut dan kemampuan Yun Che terus semakin kuat, tidak ada kesempatan bagi Qing Lan Yu untuk menang.


“Tampaknya kau menyadarinya!” Balas Yun Che acuh tak acuh saat membuat kuda-kuda menyerang karena ia tau bahwa saat ini Qing Lan Yu ingin menjatuhkannya secara langsung sebelum terlambat. Sebagai ahli pedang, ia tentu akan menerima tantangan Qing Lan Yu.


Qing Lan Yu juga membuat kuda-kuda dengan satu pedang ke depan dan satu di pegang terbalik ke arah belakang.


“Gaya Dua Pedang, Bilah Pemotong Dewa!”


Wusssh!


Qing Lan Yu melesat dengan kecepatan tinggi lalu mengayunkan kedua pedangnya horizontal bersamaan ke arah Yun Che.


“Pedang Awan Abadi, Badai Pedang!”


Sraing!


Keduanya melewati satu sama lainnya dalam sekejap. Permukaan arena tampak retak di semua tempat ketika kedua serangan berbenturan.


Qing Lan Yu membelakangi Yun Che di jarak hampir sepuluh meter dengan wajah pahit. Ia memang tidak terluka tetapi sesuatu yang lain terjadi yang membuatnya kalah.


Prang!


Kedua pedang Qing Lan Yu hancur berantakan yang membuat semua yang menonton hal itu terkejut.


Bahkan Tetua Aula Penegak Hukum berdiri karena terkejut. “Bagaimana bisa pedang tingkat Raja Abadi dihancurkan begitu saja? Apakah keahlian pedang Yun Che sudah mencapai level itu?”


Semua eselon atas Sekte Pedang juga terkejut melihatnya.


Untuk Jie Yan yang berada di kursi Perseta, ia hanya diam lalu menutup matanya untuk terus memulihkan dirinya sambil bergumam kecil, “Belitan Qi Raja tidak sempurna!”