
Istana Bawah Laut
Pertarungan antara Jie Yan dan Han Chen sangat intens yang membuat kota bawah air tersebut hancur berantakan. Ke mana pun keduanya bergerak, itu akan menyisakan kehancuran.
Jie Yan tetap tenang selama pertarungan. Selain dari teknik teleportasi, ia juga menggunakan kemampuan penuh Mata Raja miliknya untuk melihat lintasan serangan Han Chen yang sangat cepat.
Sementara untuk Han Chen, ia semakin marah sampai-sampai wajahnya merah padam dibalik helm perang petir. Selain dari kecepatan teknik teleportasi Jie Yan, bahkan serangannya seperti diprediksi setiap waktu. Ia sangat menyadari bahwa dirinya lebih kuat dari pada Jie Yan. Tetapi ia sama sekali tidak mampu menekannya karena kemampuan Jie Yan.
Kecepatan absolut miliknya selalu bisa diatasi Jie Yan walaupun ia juga bisa terus menahan serangan Jie Yan. Mengetahui hal ini, Han Chen terus berpikir tentang cara untuk menjatuhkan Jie Yan.
Teknik Armor Kesatria Dewa Petir adalah salah satu teknik puncak Klan Han tetapi masih tidak ampu melawan Jie Yan. Karena itu, Han Chen pun tidak punya pilihan lain selain menggunakan teknik terlarang Klan Han hanya untuk menjatuhkan Jie Yan. Ia tidak akan pernah menyangka bahwa suatu hari ia harus menggunakan cara itu untuk menjatuhkan kultivator yang memiliki kultivasi dua tahap dibawahnya.
Trang!
Jie Yan dan Han Chen saling berbenturan lagi dan keduanya langsung menghilang di jarak tertentu lalu melesat kembali.
“Seni Rahasia, Kecepatan Teleportasi Ganda!”
Zhep! Zhep!
Jie Yan berteleportasi dua kali sekaligus yang membuat Han Chen sangat terkejut karena tidak menyangka bahwa Jie Yan akan mampu melakukan itu. Awalnya ia telah menghafal pola serangan menggunakan teleportasi Jie Yan dan itu memiliki jeda waktu. Tetapi, ia tidak menyangka bahwa masih akan ada level upgrade dari teknik teleportasi Jie Yan.
Sraing!
Jie Yan langsung melewati Han Chen dalam sekejap dan mendaratkan satu tebasan lumayan fatal.
Meskipun Han Chen mencoba menghindar, lehernya masih dibelah lebih dalam dari sebelumnya. Tidak hanya itu, armor petir miliknya juga dipotong yang membuatnya semakin takut.
“Sialan!” Han Chen berteriak marah saat melepaskan armor petir miliknya.
Blar! Blar! Blar!
Armor petir yang berpisah dari tubuh Han Chen pun meledak ke segala arah dan mencoba menerkam apa saja.
Jie Yan yang sudah familiar dengan teknik ledakan dari jubah api sebelumnya tidak terlalu terkejut melihatnya. Tetapi ia tidak bisa berteleportasi karena baru saja menggunakan teknik teleportasi ganda. Oleh karena itu, ia pun langsung menggunakan teknik bertahan lainnya.
“Seni Rahasia, Kubah Pelindung!”
Qi berwarna ungu langsung menyelimuti Jie Yan membentuk kubah seperti sebuah berlian. Ketika petir petir tersebut menyerbu, itu langsung dihancurkan atau lebih tepatnya dipindahkan secara paksa.
Ledakan petir di semua tempat juga membuat Gu Yuena dan Gu Yin serta kedua bawahan Han Chen langsung pergi menjauh karena mereka tau efek dari ledakan petir yang menggelegar di semua tempat di kota bawah air sangatlah mengerikan.
“Huft.. Huft.. Huft..” Han Chen terengah-engah saat melepaskan armor petir untuk menyerang secara paksa. Ia juga menerima sedikit dampaknya karena qi petir yang merangsang sel-selnya juga langsung dikeluarkan.
Sementara itu, Jie Yan yang baru saja melepaskan teknik pertahanan miliknya juga kelelahan. Tubuhnya sedikit kaku karena terakhir kali menggunakan teleportasi ganda.
Saat ini, Jie Yan tau bahwa ia mungkin akan menerima dampak serius jika menggunakan teknik teleportasi pada tubuhnya sendiri. Dengan kata lain, ia harus menumbangkan Han Chen dengan sekali teleportasi, untuk teknik menyerang berbasis teleportasi, itu tidak akan memiliki masalah sama sekali walaupun ia menggunakannya terus-menerus. Yang tidak bisa dilakukan terus-menerus adalah teknik teleportasi terhadap tubuhnya sendiri.
Inilah batasan dari alam pada garis darah miliknya. Jika saja Jie Yan bisa terus-menerus menggunakan teknik teleportasi pada tubuhnya, bisa dikatakan bahwa ia tidak akan terkalahkan sekuat apapun musuhnya karena ia terus-menerus bisa berpindah tempat.
Mata Han Chen menyipit ketika melihat raut wajah Jie Yan yang tampak sedikit berubah. Ia langsung memprediksi apa yang terjadi pada Jie Yan karena sedari awal ketika bertarung, Jie Yan tidak terus-menerus berteleportasi yang artinya ada batasan.
“Tampaknya teknik mu memiliki batasan. Ini seperti teknik terlarang dengan efek yang paling ringan. Walaupun kau masih bisa berteleportasi, kau tidak akan memiliki cukup waktu untuk berpindah karena aku tau dengan jelas kelemahan teknikmu!” ucap Han Chen percaya diri saat mencoba menenangkan dirinya dan mengatakan pada dirinya sendiri bahwa ia pasti akan memenangkan pertarungan.
Jie Yan hanya diam. Siapapun yang bertarung dengannya dalam waktu yang cukup lama akan dapat menemukan kekurangan teknik teleportasi miliknya. Jadi ia tidak heran sama sekali dan hanya menganggap Han Chen cukup pintar. Ia juga sadar bahwa jika Han Chen bukan seseorang yang lihai, tidak mungkin dia akan menjadi putra mahkota Kekaisaran Han.
“Waktunya bagimu mati! Tidak ada yang pernah selamat dari teknik ini tanpa cidera bahkan untuk kakekmu Lin Ming!” ucap Han Chen saat ia membuat kuda-kuda menyerang.
Zrrrrt! Zrrrrt! Zrrrrt!
Semua tempat memercikkan petir sekali lagi. Tidak lama kemudian, semua petir tersebut menyerbu ke dalam tubuh Han Chen yang membuat seluruh sel-sel dalam tubuhnya menjadi petir itu sendiri.
Urat-urat biru terlihat di semua permukaan kulit Han Chen. Matanya berubah menjadi biru serta memercikkan petir setiap saat. Ia menggerakkan giginya karena merasakan sakit luar biasa karena ia akhirnya menggunakan teknik terlarang Klan Han.
Pupil mata Jie Yan mengecil seketika karena ia dapat merasakan bahwa serangan Han Chen berikutnya pasti jauh lebih cepat dari pada teknik teleportasi miliknya. Ia menggerakkan giginya dengan kuat lalu mengambil keputusan.
Dalam pikirannya, Jie Yan yang telah mendapatkan banyak teknik yang merupakan warisan dari ibunya memiliki satu teknik khusus. Ini juga teknik teleportasi, tetapi jauh lebih cepat, dan bahkan dikatakan dapat menembus ruang itu sendiri meskipun ia tidak terlalu mengerti apa itu konsep ruang.
Kunci dari teknik tersebut adalah menggunakan sesuatu yang disebut sebagai konsep, ia telah mencoba mempelajarinya ketika mendapatkan semua teknik warisan dan sangat sulit bahkan untuk menyentuh sebuah konsep.
Tetapi kali ini, Jie Yan harus menggunakannya karena tidak punya pilihan lain. Jika tidak, lehernya pasti akan di penggal oleh Han Chen.
“Matilah!”
“Teknik Terlarang, Tebasan Kecepatan Dewa Petir!”
Zhep!
Han Chen muncul dalam sekejap di depan Jie Yan sambil mengayunkan pedangnya. Dan memang benar ini seperti yang di duga oleh Jie Yan karena kecepatan itu melebihi teknik teleportasi miliknya.
Di saat itu juga, qi berwarna ungu merembes dari tubuh Jie Yan. Ia tampak memudar dalam sekejap ketika qi tersebut menyelimutinya.
“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”