
Bintang Tianyu
“Itulah akibat saat kau memprovokasi Putri ini!” Xia Yue'er berkata dengan nada dingin saat menatap pecahan tubuh murid Sekte Pedang yang ia bunuh.
Jie Yan menatap ke arah Xia Yue'er dengan tatapan diam, ia memperhatikan bahwa aura Xia Yue'er tampak sedikit kacau walaupun lebih kacau sebelumnya dari pada saat ini.
“Yue’er, bagaimana bisa kau bertemu dengan keduanya?” Tanya Jie Yan perlahan berjalan ke arah Xia Yue'er.
Xia Yue'er yang mulanya dipenuhi oleh amarah, tersadar lalu langsung terbang dan memeluk Jie Yan seperti biasa.
“Jie Yan, mereka sangat jahat! Mereka mencoba membuatku menjadi budak mereka! Manusia dari Sekte Pedang memang tidak ada yang baik!” Xia Yue'er langsung mengadu seperti biasa karena hanya Jie Yan yang bisa mengerti dirinya sejak pertama kali ia keluar dari Alam Roh.
Jie Yan terdiam lalu mencoba menghibur Xia Yue'er, setelah itu ia tau bahwa ketika Xia Yue'er sedang berburu, kebetulan kedua murid Sekte Pedang tersebut juga melawan binatang roh. Ketika Xia Yue'er membunuh bintang roh, mereka berdua tertarik dengan Xia Yue'er lalu mencoba menundukkannya.
“Apa yang dilakukan oleh murid Sekte Pedang di Lembah ini?” Batin Jie Yan. Ia mengambil kedua cincin ruang lalu menatap bahwa ada beberapa inti bintang roh di dalamnya yang berasal dari lembah tersebut. Selain dari itu, apa yang ia pikirkan saat ini adalah, kemampuan yang digunakan oleh salah satu murid Sekte Pedang sebelumnya adalah konsep Cahaya Bulan.
Selain dari itu, ada beberapa batu roh kelas rendah di dalam cincin ruang. Dan yang menarik perhatian Jie Yan saat ini adalah, sebuah catatan aneh di dalam salah satu cincin ruang.
“Sebuah catatan? Tidak, ini sebuah sandi.” Batin Jie Yan saat mengeluarkan catatan di kulit hewan berwarna coklat. Selain dari itu, ada beberapa simbol aneh lainnya di catatan tersebut.
“Jie Yan, ini adalah bahasa kuno para Roh!” ucap Xia Yue'er menunjuk simbol aneh yang tercatat di kulit hewan.
“Ha?” Jie Yan sedikit terkejut mendengarnya.
“Lalu, apa yang tercatat di simbol simbol aneh ini?” Tanya Jie Yan buru-buru karena mungkin itu sesuatu yang penting dan kemungkinkan ini adalah alasan kedua murid Sekte Pedang datang ke tempat tersebut.
Xia Yue'er langsung menatap ke arah semua simbol-simbol kuno tersebut. Walaupun itu adalah bahasa kuno, sebagai pewaris dari Alam Roh, ia tentu di paksa mempelajari banyak hal sebelumnya walaupun sebagian besar diabaikan olehnya.
Tetapi, kebetulan bahwa Xia Yue'er telah menyelesaikan pelajaran untuk menghafal simbol kuno para Roh.
“Ketika dunia gelap, cahaya bulan akan menyinari dua tembok di bawah pilar yang cacat.” ucap Xia Yue'er dengan nada bingung.
Jie Yan terdiam karena tidak mengerti apa maksud dari kata-kata yang diucapkan oleh Xia Yue'er walaupun ia sedikit paham maksud dari ‘Ketika dunia gelap, cahaya bulan akan menyinari dua tembok.’
Saat ini posisi keduanya berada di jurang kecil, kedua sisi adalah tembok yang di maksud di catatan tersebut. Tetapi, apa maksud dari di bawah pilar yang cacat?
Tanpa membuang waktu, Jie Yan langsung mengaktifkan Mata Dewa, ia juga perlahan melayang ketika mengeluarkan sayapnya. Ia menatap ke semua tempat dengan serius untuk mencari petunjuk penting.
“Pilar Rusak? Tunggu, tidak ada pilar di sini. Yang ada hanyalah...” Tatapan Jie Yan tertuju pada pusat jurang kecil tersebut dan menemukan sebuah pohon berwarna putih tanpa daun.
Jika dilihat dari luar, itu memang tampak seperti sebuah pohon biasa yang cukup besar. Tetapi untuk Jie Yan yang memiliki Mata Dewa yang dapat menembus banyak hal, ia langsung melihat sesuatu di dalam pohon tersebut.
“Yue’er.. ayo pergi!” Jie Yan langsung terbang ke arah pohon tersebut karena ia membuat spekulasi bahwa itu adalah tempat yang dimaksud oleh catatan kuno tersebut.
Xia Yue'er yang bingung hanya terbang mengikuti.
Tidak lama kemudian, keduanya tiba di atas pohon yang memiliki tinggi sekitar 30 meter, serta memiliki diameter sekitar 5 meter.
Jie Yan memutar matanya karena tidak mungkin sebuah pohon adalah pilar yang dimaksud. Ia pun terbang perlahan ke arah bawah pohon dan ada celah kecil yang dapat dimasuki.
Itu terlihat seperti lubang biasa saat pohon telah sangat tua dan batang pohon mulai lapuk. Tetapi menurut Jie Yan tentu tidak seperti itu.
Saat Jie Yan masuk ke dalam celah tersebut, sebuah tiang berwarna putih yang dikelilingi oleh tulisan-tulisan kuno pun terlihat. Pilar tersebut hancur di banyak bagian menandakan bahwa pilar setinggi empat meter itu adalah apa yang disebut di catatan kuno.
“Ini tempatnya. Lalu apa yang dikatakan adalah di bawah pilar cacat.” Gumam Jie Yan saat menatap ke arah bawah. Ia langsung menoleh ke arah Xia Yue'er untuk meminta bantuan karena ia tidak mengerti tentang tulisan kuno para Roh.
“Serahkan kepada Putri ini!” Xia Yue'er menepuk dadanya dengan bangga karena Jie Yan sangat terlihat sedang mengandalkannya.
Xia Yue'er perlahan terbang lalu melihat semua tulisan kuno tersebut lalu membacanya satu per satu hingga selesai.
Saat Xia Yue'er selesai mengelilingi tulisan kuno tersebut, ia berhenti di sebelah Jie Yan dengan wajah bingung.
“Ini seperti sebuah kata-kata bijak walaupun sedikit aneh.” Gumam Xia Yue'er. Namun, ketika ia ingin memastikan sekali lagi, pilar setinggi empat meter serta simbol-simbol kuno tersebut perlahan bersinar terang.
Drrrrtttt!
Getaran kecil terjadi dan tempat Jie Yan berpijak tampak turun ke bawah yang membuat Jie Yan menyipitkan matanya karena memang sudah menduga bahwa pasti ada sesuatu di bawah pilar cacat tersebut.
Sementara Xia Yue'er, ia menatap sekelilingnya dengan tatapan penasaran saat ia berdiri di bahu Jie Yan. Apa yang membuatnya tertarik, konsep Cahaya Bulan di tempat itu semakin pekat.
Tidak lama kemudian, ketika tanah telah turun sejauh dua puluh meter, Jie Yan tiba di ruang bawah tanah yang sangat terang.
Semua tempat berwarna putih bersih, selain dari itu, ada benda yang cukup menarik melayang tepat di tengah ruang bawah tanah.
“Bulan? Tunggu, Jie Yan, benda itu adalah asal dari konsep Cahaya Bulan!” Xia Yue'er langsung menunjuk ke arah bola yang terlihat seperti bulan berukuran tiga kali kepala manusia.
Jie Yan juga sudah memperhatikan hal itu dengan Mata Dewa miliknya tetapi tidak dapat menafsirkan apa sebenarnya hal itu. Ia perlahan berjalan mendekat ke arah benda yang terlihat seperti sebuah bulan purnama.
“Ini... Benda ini sama seperti benda lainnya yang telah aku ambil di Istana Bawah Laut sebelumnya!” ucap Jie Yan.
“Apa yang kau ambil di Istana Bawah Laut?” Tanya Xia Yue'er penasaran. Matanya sedikit bersemangat karena merasa bahwa itu pasti benda yang berharga.
“Benda itu belum aku gunakan sampai saat ini karena terlalu berbahaya untuk dikonsumsi. Namanya adalah, Jantung Laut Atlantis!” ucap Jie Yan saat menatap ke arah bulan aneh.
Jantung Laut Atlantis adalah sesuatu yang sangat berharga, memancarkan qi dan konsep yang sangat kuat, dan ketika ia mempelajarinya sekali lagi ketika ingin berangkat ke Alam Abadi, itu seperti mengandung konsep asli untuk konsep Air.
Dan bulan ysng bersinar terang melayang di tengah ruangan itu juga sama, mengandung qi yang sangat mengerikan dan juga konsep asli Cahaya Bulan.
“Jantung Laut Atlantis?” Xia Yue'er memasang wajah cerah karena merasa bahwa nama benda yang dikatakan oleh Jie Yan sangat luar biasa. Ia pun menatap kembali ke arah bulan kecil yang melayang di tengah ruangan.
“Jika benda itu sama, apakah itu dapat meningkatkan kekuatan juga? Atau, apakah seseorang akan dapat menguasai konsep Cahaya Bulan yang sempurna jika mencernanya?” Xia Yue'er semakin bersemangat karena merasa bahwa dirinya mendapatkan harta luar biasa. Tentu saja ketika ia merasakan konsep Cahaya Bulan, ia merasa bahwa itu lebih istimewa dari pada konsep Cahaya lainnya, itu sedikit lebih istimewa dari pada konsep Cahaya bawaan yang ia miliki.