Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Sebelum Pertarungan Dahsyat


Daratan Barat


Xiao Chen sebenarnya sangat ingin mencabik-cabik para Raja Laut di sana tetapi ia menahannya. Tatapannya tertuju pada banyak pulau-pulau kecil di belakangnya. Diantara salah satu pulau kecil tersebut, terdapat sebuah istana yang sangat tua, walaupun terlihat tua, tidak ada kerusakan sama sekali pada istana tersebut.


“Tampaknya tempat itu memang seperti yang dirumorkan. Setiap Daratan Kecil, berisikan tentang warisan dari seseorang. Untuk Istana Bawah Laut, itu terletak di bawah Daratan Selatan. Untuk Daratan Utara berisikan tempat yang dijaga oleh Klan Zhu sebelumnya. Dan Daratan Timur...” Xiao Chen menghentikan kata-katanya karena tidak ada apa-apa di sana. Namun, satu yang ia ketahui, ada gerbang teleportasi di sana yang menghubungkan ke satu tempat di Benua Saint.


Dan tempat itu adalah sebuah gunung tertinggi yang terletak di pusat Benua Saint, tidak jauh dari lokasi kota tempat Organisasi Saint Langit didirikan sebelumnya.


“Tempat ini terisolasi dari luar! Para Pangeran Iblis pasti tidak akan bisa melacak Cermin Tembaga di sini! Jika ada yang masuk, aku akan membereskan mereka! Dari temperamen semua Pangeran Iblis, setidaknya dua dari mereka akan datang!” Batin Xiao Chen saat kilatan tertentu terlihat jelas di matanya. Sebagai seseorang yang sudah hidup sangat lama dan pernah pergi ke Alam Iblis, ia tau dengan jelas seperti apa Pangeran Iblis itu sebenarnya.


**


Di suatu tempat tidak jauh dari Daratan Barat, lubang teleportasi perlahan terbuka lalu satu sosok keluar dari dalamnya. Ia tidak lain adalah Jie Yan bersama dengan Xia Yue'er yang duduk di bahunya.


“Tempat apa ini?” Xia Yue'er menatap ke semua tempat yang tampak seperti kabut. Selain dari itu, instingnya mengatakan bahwa tempat tersebut sangat berbahaya.


Untuk Jie Yan, ia terlihat santai. Tetapi matanya terus menjelajah ke tempat yang jauh. Menggunakan Mata Dewa, ia dapat melihat menembus kabut.


“Sangat kuat...” Gumam Jie Yan saat matanya menyusut tajam ketika melihat pemandangan di tempat yang sangat jauh menembus kabut tersebut.


“Apa yang kau lihat?” Tanya Xia Yue'er buru-buru karena Jie Yan mengatakan bahwa ada seseorang yang sangat kuat dikejauhan.


“Mereka semua adalah binatang roh, dan itu adalah binatang roh laut! Beberapa dari mereka memiliki ukuran seperti sebuah pulau kecil!” jawab Jie Yan dengan wajah serius.


“Binatang Roh Laut?” Xia Yue'er bingung sedikit dan merasa heran bahwa ada binatang roh laut sangat kuat menurut Jie Yan.


“Ya. Banyak dari mereka yang memiliki kekuatan seperti Kaisar Han yang kita jatuhkan sebelumnya!” Balas Jie Yan serius dan ia pun langsung merobek ruang kembali lalu bergerak di dalam celah dimensi untuk melewati mereka semua.


Xia Yue'er tampak terus berpikir dan sedikit tertarik dengan jenis binatang roh yang dikatakan oleh Jie Yan.


Para binatang roh laut yang sudah dianggap sebagai Raja Laut, melihat ke arah tertentu karena mereka tentu dapat merasakan konsep Ruang yang digunakan oleh seseorang untuk melewati mereka walaupun jaraknya cukup jauh.


“Tampaknya ada pengguna konsep Ruang yang mencoba datang ke tempat ini!” Satu Raja Laut berbicara layaknya seperti manusia. Ia adalah binatang roh laut jenis ular berwarna biru dengan panjang sekitar 1 km. Ada sedikit jejak darah naga padanya karena ia memiliki kumis panjang. Kulitnya juga memiliki sisik aneh menyerupai skala naga.


Satu Raja Laut yang tidak terlalu jauh dari binatang roh sebelumnya mengangguk, ia adalah binatang roh laut jenis ikan hiu berwarna hitam legam. Ukurannya juga sangat mencengangkan.


Tetapi tidak ada binatang roh laut yang mencoba untuk mengejar Jie Yan karena masih menonton pertarungan antara dua Raja Laut.


Ada alasan mengapa mereka tiba-tiba muncul beberapa tahun yang lalu dan mengakibatkan mereka saling bentrok. Hal ini membuat Daratan Barat hancur sepenuhnya. Dan mengapa mereka bertarung, itu untuk menghabiskan waktu menunggu sesuatu.


Ketika Jie Yan keluar kembali dari lubang teleportasi, ia mendarat di salah satu pulau kecil yang sudah hancur. Ia menatap ke arah tertentu dan dapat merasakan secara samar aura Xiao Chen.


“Apa yang dilakukan bocah itu? Sungguh sangat keras kepala!” Batin Xiao Chen tetapi ketika ia memikirkan kembali seperti apa sifat Lin Ming dan Lin Xi, ia pun akhirnya menghela nafas panjang. Walaupun Jie Yan bukan keturunan langsung dari keduanya, bisa dipastikan sifat Jie Yan akan mengikuti Lin Ming dan Lin Xi karena Jie Yan dibesarkan oleh keduanya.


Jie Yan yang telah merasakan tempat Xiao Chen, langsung terbang ke arah tersebut karena ia penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Xiao Chen di tepat terpencil seperti itu yang hanya mengandung sedikit qi. Tempat itu juga mengingatkan Jie Yan terhadap Daratan Utara.


Setelah Jie Yan sampai, Xiao Chen langsung bertanya dengan nada sedikit kesal, “Apa yang kau lakukan di tempat ini nak?”


Jie Yan merasa canggung karena melihat wajah Xiao Chen yang muram dan menatapnya dengan kesal.


“Tempat apa ini kakek buyut?” Tanya Jie Yan dengan nada canggung. Sementara untuk Xia Yue'er, ia hanya mendengus ke arah Xiao Chen karena memasang raut wajah seperti itu dihadapannya.


Tetapi Xia Yue'er tidak berbicara karena sedikit takut juga dengan Xiao Chen. Baru kali ini ia melihat seseorang bahkan di Alam Roh sekalipun yang memiliki tingkat kultivasi Alam Sage tahap kesembilan memiliki aura yang tak tertandingi.


Xiao Chen menghela nafas panjang lalu menceritakan tempat apa sebenarnya itu. Ia menceritakan sedikit kisah tentang Dunia yang mereka tempati, dan apa fungsi dari empat daratan kecil yang mengelilingi Benua Saint.


“Apa kau lihat istana yang ada di sana? Itu adalah sebuah warisan dan mungkin saja tidak. Alasannya tentu karena belum pernah ada yang bisa masuk ke dalam sana.” ujar Xiao Chen menunjuk ke arah istana.


Tatapan Jie Yan tertuju pada istana tersebut. Walaupun itu sudah di tutupi oleh lumut dan rumput liar yang membuatnya terlihat sangat tidak terawat, ia masih dapat menemukan banyak ornamen tertentu di banyak dinding istana.


“Tetapi mungkin kau bisa masuk ke dalam. Kau pasti telah menemukan ornamen itu bukan? Semuanya adalah cerita tentang para naga.” ucap Xiao Chen menatap ke arah Jie Yan dengan tatapan penasaran karena ia tentu telah melihat Jie Yan berubah menjadi naga sebelumnya lalu memiliki Tombak Pembunuh Naga bersamanya.


Jie Yan tetap diam namun ia sangat tertarik dengan istana tersebut dan ingin mencoba masuk ke sana.


Namun, sebelum Jie Yan ingin pergi ke sana, wajahnya kusam lalu melihat ke arah tertentu. Bahkan untuk Xiao Chen juga langsung menatap ke arah lainnya.


Apa yang mereka rasakan tentu adalah sekelompok iblis kuat yang datang ke tempat tersebut.


“Tampaknya karena koneksi mereka dengan Cermin Tembaga, mereka dapat menemukan jejak terakhir di mana Cermin Tembaga menghilang lalu menyusuri daerah sekitar sini. Jika tidak, mereka pasti tidak mencoba melacak tempat terpencil seperti ini bahkan jika mereka telah menguasai Benua Saint!” Batin Xiao Chen.


“Kakek buyut, kenapa mereka datang ke tempat ini? Aku yakin bahwa akan sangat sulit melacak tempat terpencil seperti ini karena adanya kabut yang menghalangi kekuatan spiritual!” ucap Jie Yan ketika menatap ke arah tempat para iblis datang.


“Jangan berbicara saat ini nak, mereka telah datang!” ucap Xiao Chen saat ia mengeluarkan pedang besar miliknya.


Bahkan untuk para Raja Laut, mereka telah menemukan keberadaan iblis dengan sangat cepat tetapi tetap tidak bergerak sama sekali.


Dua Pangeran Iblis yang membawa Jendral mereka pun telah melacak keberadaan Cermin Tembaga. Keduanya tersenyum kejam dan yakin dapat membunuh siapapun yang memegang Cermin Tembaga tersebut. Ini juga dikarenakan mereka membawa lima Jendral Iblis mereka masing-masing, dan mereka semua memiliki tingkat kultivasi Alam Sage tahap kesembilan juga.


Walaupun musuh sangat kuat, para Pangeran Iblis tidak gentar sama sekali karena mereka tentu memiliki cara untuk menjatuhkan seseorang sekaliber Xiao Chen yang memegang Cermin Tembaga.