Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Melawan Sing He


Bintang Brahma, Dimensi Kecil


Yu Mei mengerutkan keningnya saat menatap tatapan serakah Sing He kepadanya. Ia tentu sangat paham bahwa Sing He ingin melahapnya untuk meningkatkan kekuatan.


“Woaaaa..!” Sing He berteriak keras dan disaat itu juga, suara langkah kaki yang sangat banyak terdengar.


Dari arah pegunungan tempat Klan Minotaur berada, semua anggota Klan Minotaur yang memiliki kultivasi tingkat Kaisar Abadi tahap awal ke atas, mendekat seperti binatang liar menanggapi perintah dari pemimpin mereka.


“Mereka datang!” ucap Xue Lingyi dengan mata menyipit. Ia pun mengangkat tangannya ke arah atas lalu mengayunkannya ke arah bawah.


Di saat itu juga, Yu Mei pun menghilang bersamaan dengan Sing He.


Bom!


Ketika gelombang kejut terjadi di udara akibat bentrokan Yu Mei dan Sing He, kedua pasukan langsung bergerak ke arah musuh masing-masing.


Xue Lingyi tentu tidak akan membiarkan banyak korban jiwa yang terjatuh di pasukannya sehingga ia langsung turun tangan untuk menjatuhkan banyak petinggi di Klan Minotaur.


Untuk Jie Yan, ia hanya diam di udara setelah para naga ikut memasuki Medan perang. Tatapannya tertuju pada pertempuran antara Yu Mei dan Sing He.


Jie Yan tidak langsung membantu. Ia tau bahwa Yu Mei pasti akan menang, namun waktu untuk menjatuhkan Sing He tidak tau berapa lama. Itulah sebabnya ia hanya berjaga-jaga, jika terlalu lama, ia akan membantu Yu Mei karena mereka juga sedikit terburu-buru pergi ke pusat Dimensi Kecil.


Saat ini terlihat Yu Mei yang menekan daun tajam yang merupakan senjatanya.


“Herbal berusia 1.000.000 tahun! Aku tidak menyangka di Dimensi Kecil ini akan ada keberadaan sepertimu. Sangat sulit untuk mengkultivasikan diri mencapai level itu. Jika aku menyerapmu, maka Dewa Naga sekalipun tidak akan bisa melawanku!” ucap Minotaur.


Mendengar itu, Yu Mei sama sekali tidak peduli. Ia pun menghilang seketika yang membuat Sing He menyipitkan matanya.


“Hutan Mawar Api Surgawi!”


Yu Mei yang muncul di jarak yang tidak terlalu jauh dari Sing He, menaikkan kedua tangannya ke udara seolah-olah sedang memanggil sesuatu.


“Hutan Mawar Api Surgawi!”


Bussssh!


Tanaman mawar tak terhitung jumlahnya yang diselimuti oleh api, muncul dari dalam tanah.


“Bagaimana bisa? Kenapa elemen tumbuhan memiliki kekuatan yang menyatu dengan api? Sungguh sulit dipercaya! Tetapi, karena dia memiliki elemen api, maka itu akan semakin berharga!” ucap Sing He saat ia menghembuskan nafas asap dari kedua lubang hidungnya karena terlalu bersemangat.


Wusssh!


Tanaman mawar berapi yang sangat banyak melesat ke arah Sing He yang berada di udara.


Dung!


Kilatan oranye terlihat di mata Sing He. Nyala api oranye samar terpancar dari tubuhnya.


“Kapak Pemenggal!”


“Tarian Kematian!”


Sraing!


Sraing! Sraing!


Sing He bergerak dengan kecepatan tinggi, berputar di udara lalu memenggal semua tanaman mawar merambat yang ingin menangkapnya.


“Kapak itu...” Mata Jie Yan menyipit tajam ketika menatap ke arah kapak yang di pegang oleh Sing He. Ia dapat merasakan bahwa Kapak tersebut adalah sebuah Artefak yang sangat kuat.


Bahkan untuk Yu Mei yang mengendalikan tanaman mawar itupun sedikit terkejut bahwa Sing He dapat membelah semua tanaman yang ia ciptakan. Ini membuktikan bahwa Senjata di tangan Sing He tidak sederhana sama sekali.


Sraing!


Bilah api yang sangat besar langsung membelah banyak tanaman mawar dan disaat itu juga, Sing He bergerak ke arah tempat Yu Mei berada dengan kecepatan yang sangat tinggi.


“Bilah Api Pemenggal!”


Sraing!


Bilah api yang sangat besar dilepaskan oleh Sing He ketika ia terus bergerak ke arah Yu Mei.


Menatap serangan yang datang kepadanya, Yu Mei tetap tenang. Ia pun mengeluarkan senjatanya dari dalam tubuhnya lalu mengayunkannya ke arah depan dari belakang sekuat tenaga yang ia bisa.


“Tebasan Api Surgawi!


Sraing!


Blar!


“Akan lama untuk Yu Mei mengalahkan Sing He. Tampaknya aku harus ikut membantu.” Batin Jie Yan. Ia pun melirik ke arah tempat pertempuran lainnya.


Dengan kehadiran seseorang seperti Xue Lingyi, tidak akan lama bagi pasukan Sing He untuk dijatuhkan.


“Yu Mei, aku akan membantumu melawannya. Kita tidak bisa membuang waktu lagi di tempat ini. Jika terus berlanjut, Xue Lingyi akan menghabisi semua Minotaur. Akan sangat disayangkan mereka dibunuh begitu saja. Mereka akan menjadi pasukan yang kuat untuk membantu kita nanti.” Jie Yan mengirim telepati kepada Yu Mei yang sedang bertarung dengan Sing He.


Yu Mei yang sedang bentrok dengan Sing He, tau bahwa untuk dirinya sekalipun, akan lama melawan Sing He. Ini dikarenakan kapak yang di pedang oleh Sing He yang membuat kekuatan serangan berlipat ganda.


Jika Sing He tidak memiliki kapak tersebut, Yu Mei yakin dapat mengalahkannya dalam waktu beberapa menit.


“Baik, ayo lakukan. Aku juga tidak ingin membuang waktu dengan banteng bau ini.” Balas Yu Mei melalui telepati kepada Jie Yan.


“Fluktuasi spiritual? Bahkan ketika melawanku kau masih sempat memikirkan hal lainnya?” Sing He sangat marah karena merasa bahwa dirinya terlalu diremehkan.


“Mode Minotaur Neraka!”


Duar!


Layaknya sebuah ledakan, api berwarna oranye layaknya matahari meletus di udara. Api itu lenyap seketika di saat Yu Mei mundur dalam sekejap.


Setelah api mereda, terlihat tubuh Sing He yang semakin ganas, otot-ototnya lebih terlihat, armor seperti bara api menyelimuti seluruh tubuhnya.


Kapak yang ada di tangan Sing He juga berubah bentuk, awalnya itu adalah kapak yang tampak biasa dengan aura biru menyelimutinya. Tetapi kini itu berubah menjadi oranye setra bentuk kapak yang aneh dengan banyak rongga di bilahnya.


“Bintang Jatuh!”


Bussssh!


Sing He melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Yu Mei. Ketika ia mencapai depan Yu Mei, ia pun langsung menyerang sekuat tenaga yang ia bisa.


“Matilah dan jadilah bagian dari diriku!” Teriak Sing He.


Tetapi, sebelum Sing He mengayunkan kapaknya sepenuhnya, Jie Yan pun muncul di samping Sing He menggunakan teknik teleportasi dan waktu kilat.


“Seni Rahasia, Tebasan Dimensi!”


“Belitan Qi Raja!”


Sraing!


Crang!


Jrezzh!


Minotaur merasakan benda tajam di lehernya. Tetapi itu tetap dapat ditahan oleh pertahanan pasif dari qi dan konsep, namun tetap saja serangan itu akan melukai bagian dalam lehernya.


Bussssh!


Sing He terpental sangat jauh oleh tebasan dari Jie Yan, tetapi itu hanya memotong sedikit kulitnya. Namun, apa yang paling menyakitkan dari serangan itu adalah qi Raja yang merasuki tubuh Sing He.


Bom!


Ledakan besar terjadi saat tubuh Sing He membentur permukaan tanah.


Yu Mei juga tidak hanya tinggal diam. Ia langsung mengarahkan telapak tangannya ke arah tempat Sing He terjatuh.


“Sinar Api Pemusnah!”


Sebuah tanaman mawar dengan satu bunga yang cukup besar muncul dari dalam tanah dan kelopak bunga diarahkan ke arah tempat Sing He berada.


Dung!


Sinar api pun diledakkan dari mawar tersebut, melesat dengan kecepatan sangat tinggi ke arah tempat Sing He berada.


Blar!


Ledakan besar terjadi sekali lagi yang membuat semua tempat bergetar keras.


“Sialan! Aku akan membunuh kalian semua!”


Suara Sing He bergema di udara, di saat itu juga terlihat Sing He yang seperti kehilangan akal sehatnya, meraung gila ke arah langit. Tubuhnya pin membesar dengan kecepatan yang sangat tinggi, mencapai tinggi sekitar 25 meter.


Xue Lingyi yang sedang membekukan banyak Minotaur, menatap ke tempat yang jauh, tempat Sing He berada. “Tampaknya Sing He akan menggunakan kekuatan itu, aku ingin melihat apakah tumbuhan berusia 1.000.000 tahun akan dapat melawan binatang roh yang telah berkultivasi selama 800.000 tahun!”