Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Perhatian Kecil


Bintang Tianyu, Sekte Pedang


Jie Yan hanya tetap diam ketika mendengar diskusi dan juga apa yang dikatakan oleh Tetua tersebut.


Sementara Xia Yue'er, wajahnya langsung gelap karena ternyata peyebab masalah saat ini adalah Yun Che.


“Bajingan itu! Aku akan memberi pelajaran kepadanya ketika bertemu kembali!” ucap Xia Yue'er sangat marah.


Tetua tersebut yang telah memberi persetujuan pengambilan misi pun memberikan kertas misi kembali ke Jie Yan.


“Misi berlangsung selama satu minggu. Jika kau gagal, maka kau akan membayar sejumlah denda.” ucap Tetua tersebut.


Jie Yan hanya mengangguk lalu mengambil misi. Ia telah mengetahui jarak antara Sekte Pedang dengan lokasi misi adalah hampir dua hari perjalanan dengan kekuatannya saat ini. Yang artinya, ia hanya memiliki waktu tiga hari untuk membereskan musuh karena jarak misi dengan Sekte Pedang.


Tanpa membuang waktu sama sekali, Jie Yan pun langsung pergi dari Aula Misi tidak memperdulikan semua mata busuk yang menatapnya dengan jijik. Dan semua ini dikarenakan Yun Che.


Jie Yan langsung bergerak menuju gerbang Sekte. Tidak lama kemudian, ketika ia mencapai gerbang, ia menatap ke arah bawah dengan tatapan seksama. Jalan yang menghubungkan kota dan Sekte adalah sebuah anak tangga yang sangat panjang. Rumor mengatakan bahwa melalui jalur lainnnya, apa lagi mencoba melewati Makam Pedang seenaknya, siapapun itu akan diserang oleh pedang tak terhitung jumlahnya.


Karena waktu yang sangat sedikit, Jie Yan pun langsung bergegas melesat ke arah bawah dengan kecepatan tinggi. Karena ia saat ini tidak bisa terbang, maka ia harus bergerak di darat.


Sama seperti di Alam Fana, untuk bisa terbang di udara, kultivator harus mencapai tingkat tertentu. Kecuali untuk para Roh, mereka memiliki sarana mereka sendiri untuk dapat terbang di udara.


Saat Jie Yan telah mencapai tengah anak tangga, ia melihat ke arah samping, lokasi yang ia lewati saat ini adalah Makam Pedang. Ketika menatap ke arah Makam Pedang, ia menyipitkan matanya.


Menatapnya langsung dari dekat dan dari kejauhan adalah sesuatu yang lain. Ia dapat merasakan niat pedang mengerikan yang berada di Makam Pedang. Saat ia terus bergerak, ia juga melihat banyak murid yang mencoba bermeditasi di pinggir jalan dan tentu saja tujuan mereka adalah mempelajari niat pedang.


Walaupun hanya ada tiga kategori niat pedang, setiap tingkatan memiliki memiliki banyak perbedaan. Semisal, sepuluh kultivator yang menguasai niat Pedang Esensi Pedang, setiap dari mereka akan memiliki celah dalam niat pedang tersebut. Inilah mengapa banyak ahli pedang menggunakan konsep agar kemampuan mereka menjadi lebih kuat.


Walaupun banyak kultivator yang tidak memiliki unsur elemen, mereka masih dapat menggunakan konsep tertentu, seperti konsep Ruang dan Waktu, itu bukanlah sesuatu yang dapat dibentuk menjadi elemen seperti elemen api dan lainnya.


Ruang dan Waktu sudah mencapai kategori konsep, dan setiap kultivator yang mampu menggunakan sesuatu yang berhubungan dengan Ruang dan Waktu tanpa mempelajari konsep hanya bisa dilakukan oleh seseorang dengan garis darah tertentu, contohnya adalah Jie Yan.


“Makam Pedang ini tidak sederhana sama sekali! Aku penasaran dari mana asal niat pedang yang mengerikan ini berasal. Itu pasti menyelimuti semua Malam Pedang!” Batin Jie Yan. Tetapi ia menyampingkan pemikirannya untuk saat ini dan terus bergerak ke arah kaki gunung tempat Sekte Pedang berada.


Banyak kultivator yang memperhatikan Jie Yan yang turun gunung tetapi mereka hanya melihat sekilas dan terus mencoba mempelajari niat pedang yang ada di Makam Pedang.


“Menarik, pemuda itu adalah memegang satu Artefak Abadi yang tidak dikenal. Selain dari itu, aku juga merasakan bahwa dialah asal sesuatu yang mirip dengan aura Cermin Tembaga.”


“Jika aku tidak terkekang oleh Makam Pedang ini, aku ingin mengetahui identitasmu yang sebenarnya! Garis darah yang kau bahwa sungguh mengerikan! Apa pun asalmu, itu pasti tidak sederhana karena memiliki semua hal itu padamu!”


Sosok Roh Artefak itupun bergumam kecil sambil terus memperhatikan Jie Yan yang keluar dari wilayah Makam Pedang.


Saat Jie Yan keluar dari wilayah Makam Pedang, ia merasakan perasaan aneh sebelumnya seolah-olah ada seseorang yang mengawasinya. Tetapi ia menggelengkan kepalanya karena merasa kemungkinan itu adalah beberapa kultivator yang mencoba mempelajari niat pedang di Makam Pedang.


Tanpa mempedulikan hal itu, Jie Yan terus bergerak menuju kota, tujuannya tentu saja keluar dari Kota yang merupakan kota yang bernama Kota Qing.


Ada informasi khusus yang telah dipelajari oleh Jie Yan. Yaitu Sekte Pedang diciptakan oleh dua eksistensi luar biasa dalam hal ahli pedang. Untuk dua Cabang Sekte Pedang yang memiliki Makam Pedang, itu dikelola oleh Klan Qing, dan Sekte Utama dikelola oleh Klan lainnya.


Kedua eksistensi tersebut adalah pemimpin kedua Klan tersebut di zaman kuno. Sejarah mengatakan bahwa yang menjadi pemimpin di Sekte Pedang Utama adalah keturunan dari salah satu dari kedua eksistensi tersebut, dan tentu saja dia yang terkuat dari kedua pendiri Sekte Pedang sehingga keturunannya menikmati berkah menjadi penguasa Sekte Pedang.


“Kota ini memang luar biasa! Banyak benda berharga yang diperdagangkan di tempat ini! Tetapi sangat disayangkan bahwa aku hanya memiliki sedikit batu roh. Walaupun aku sebelumnya menjarah dari musuh yang menginvasi Benua Saint, jumlahnya jika digunakan di Alam Abadi sangat sedikit!”


“Selain dari itu, sumber daya yang diberikan oleh Sekte Pedang setiap bulannya kepada setiap murid tidaklah cukup bagiku. Hanya 1.000 batu roh kelas bawah tidak cukup bagiku menerobos!” Batin Jie Yan saat dalam perjalanan keluar dari Kota Qing. Ia tau dengan jelas seberapa banyak sumber daya yang ia butuhkan untuk menebus tahap selanjutnya di tingkat Transformasi Abadi tahap menengah.


Untuk murid inti, mereka akan menerima sumber daya sepuluh kali lipat dari pada murid lingkaran dalam.


Tetapi tujuan Jie Yan bukan menjadi murid inti. Apa yang ia inginkan sebenarnya adalah memasuki Sekte Pedang Utama, karena menurutnya jika ia berhasil pergi ke Sekte tersebut, maka ia akan berkembang lebih cepat.


“Tidak perlu memikirkannya saat ini. Yang penting, aku harus menyelesaikan banyak misi untuk mendapatkan Poin Prestasi. Sumber daya akan lebih muda diambil menggunakan Poin Prestasi.” Batin Jie Yan. Dan pada akhirnya, setelah bergerak selama setengah hari, ia pun tiba di pintu gerbang Kota Qing.


Jie Yan merasa tidak berdaya karena kekuatannya saat ini sangat lemah. Ia tidak memiliki alat transportasi untuk bepergian sehingga hanya harus berlari terus-menerus di permukaan tanah.


Penjaga gerbang Kota Qing tidak menghentikan Jie Yan keluar karena sangat terlihat bahwa Jie Yan adalah murid Sekte Pedang dari pakaian dan token yang ada di pinggangnya.


Tetapi, Jie Yan tidak mengetahui bahwa pergerakannya telah dikunci oleh beberapa kultivator di Kota Qing. Alasannya tentu sederhana, saat ini informasi tentang Jie Yan telah menyebar luas diantara para kekuatan gelap di Bintang Tianyu.


Sebagai ancaman nyata di masa depan, para kekuatan gelap itu pasti memberikan sedikit perhatian kepada Jie Yan. Walaupun mungkin dia ancaman, saat ini kekuatannya masih lemah sehingga mereka hanya akan mengirim kultivator lemah, lagi pula untuk mencapai tingkat tinggi dalam jalan kultivasi, waktu yang dibutuhkan sangatlah lama sehingga para kekuatan gelap di Bintang Tianyu tidak terburu-buru untuk menghabisi Jie Yan.


Tentu saja ada alasan lainnya, yaitu mereka pasti akan mencoba merekrut Jie Yan ke pasukan mereka. Hanya saja, ada satu kelompok yang tidak akan membiarkan Jie Yan lepas, yaitu Organisasi Gerhana Matahari atau lebih tepatnya adalah Tetua Kedua yang merupakan ayah dari Cao Di yang di bunuh oleh Jie Yan.