
Istana Bawah Laut
Kuil Dewi Laut
“Inikah Kuil Dewi Laut?” Tanya Gu Yin penasaran saat menatap sebuah kuil yang cukup besar, tempat Kuil Dewi Laut berada juga cukup tersembunyi, jika tidak menggunakan peta yang diambil oleh Jie Yan, mungkin butuh waktu menemukannya.
“Apakah kami harus mengantarmu?” Tanya Jie Yan menatap ke arah Gu Yuena.
“Tidak perlu. Kalian berdua pergilah lebih dulu. Aku merasa bahwa aku akan tinggal cukup lama di tempat ini. Kuil Dewi Laut ini seolah-olah memanggilku. Mungkin ini terkait dengan Trisula Takdir.” ucap Gu Yuena menatap ke arah Istana Dewi Laut dengan tatapan serius.
“Apakah kau yakin?” Tanya Gu Yin buru-buru.
“Tentu saja tidak. Kemungkinan ketika kalian keluar dari Istana Bawah Laut, aku juga pasti akan keluar disaat itu juga.” ucap Gu Yuena.
Jie Yan menatap Gu Yuena dalam-dalam. Ia pun mengalihkan pandangannya ke Kuil Dewi Laut dan merasa bahwa apa yang dikatakan oleh Gu Yuena memang benar.
Kemungkinan di dalam sana adalah pewarisan sebenarnya untuk penerus Dewi Laut Xinxin yang memegang Trisula Takdir.
“Tapi.. tapi...” Gu Yin ingin mengatakan sesuatu tetapi di potong oleh Gu Yuena.
“Yin’er, tenanglah. Percayalah padaku, jika kalian berdua menunggu lebih lama di sini, mungkin kalian tidak akan bisa pergi ke mana-mana dan kalian berdua akan menunggu dalam waktu yang lama. Inilah yang aku perkirakan, Trisula Takdir yang aku pegang ini juga menunjukkan hal seperti itu.” ujar Gu Yuena saat memotong kata-kata Gu Yin.
Mata Jie Yan sedikit menyipit ketika mendengar hal itu. Ia tentu sudah menduga hal itu karena kekuatan Takdir yang berasal dari Trisula Takdir bisa melihat masa depan. Inilah mengapa Gu Yuena mengatakan kepadanya untuk pergi lebih dulu bersama Gu Yin.
“Yin’er, biarkan sepupumu masuk ke dalam sana. Kita akan pergi lebih dulu.” ucap Jie Yan.
Gu Yin hanya bisa pasrah saat ini ketika ia mengangguk kecil. Ia pun menatap ke arah Gu Yuena lalu berbicara, “Kami akan pergi. Kita akan bertemu kembali diluar.”
“Ya.” Gu Yuena mengangguk kecil saat ia perlahan berjalan masuk ke dalam Kuil Dewi Laut.
“Kau pasti bisa mewarisi semua hal yang diberikan oleh Dewi Laut. Kami menunggumu.” ucap Jie Yan.
Gu Yuena terhenti sejenak, ia tidak menduga bahwa Jie Yan akan tau bahwa tempat tersebut adalah sebuah warisan tertentu dari Dewi Laut. “Aku akan.”
Hanya itu yang dikatakan oleh Gu Yuena saat ia mencapai pintu Kuil lalu menggunakan Trisula Takdir untuk membukanya. Ia tentu sudah menerima semua informasi tersebut dari Trisula Takdir ketika ia telah mendekat ke Kuil Dewi Laut.
Pintu Kuil Dewi Laut perlahan terbuka dan Gu Yuena pun masuk ke dalamnya. Saat dia masuk, pintu Kuil Dewi Laut tertutup kembali disaksikan oleh Jie Yan dan Gu Yin.
“Mungkin butuh waktu yang cukup lama agar kami bertemu kembali dengannya.” Batin Jie Yan. Ia telah membuat spekulasi tentang hal ini, kemungkinan dalam waktu beberapa bulan lagi agar Gu Yuena keluar dari Istana Bawah Laut. Walaupun Istana Bawah Laut akan ditutup nantinya, Gu Yuena pasti akan bisa keluar karena Istana Bawah Laut adalah ciptaan Dewi Laut Xinxin.
“Yin’er, ayo pergi.” Jie Yan pun langsung terbang ke arah tujuan selanjutnya.
Gu Yin menatap untuk yang terakhir kalinya ke arah Kuil Dewi Laut dan ia pun langsung terbang mengikuti Jie Yan.
Tujuan Jie Yan dan Gu Yin saat ini menurut peta adalah pusat dari Reruntuhan Kerajaan Atlantis. Tempat itu cukup tersembunyi karena Gu Yuena telah menjelaskan bahwa tidak ada Istana di sana, tempat yang di tunjuk oleh peta yang mereka ambil.
Sementara itu, Dai Mubai, Xiao Ziya dan Xia Yue'er yang sedang bergerak langsung berbelok arah karena Xiao Ziya merasakan bahwa Jie Yan merubah arah lintasannya. Semakin dekat jarak mereka, semakin kuat koneksi yang bisa dirasakan oleh Xiao Ziya.
Tidak sampai setengah hari kemudian, Jie Yan dan Gu Yin pun tiba di daerah sekitar pusat Reruntuhan Kerajaan Atlantis.
Saat ini Jie Yan dan Gu Yin sedang menatap ke arah semua tempat. Tidak ada hal lain selain dari reruntuhan biasa di tempat tersebut.
“Apakah tempatnya ada di sekitar sini?” Tanya Gu Yin heran karena tampaknya semua tempat sama saja.
Jie Yan tidak berbicara, ia menatap peta dan juga semua tempat secara bergantian menggunakan Mata Dewa miliknya.
“Pusat Reruntuhan Kerajaan Atlantis terkubur di bawah tanah.” Batin Jie Yan saat ia terbang ke arah tertentu. Itu adalah titik yang ditunjukkan di peta yang ia pegang saat ini.
Lalu Mata Dewa miliknya melihat sejumlah kecil qi dan Konsep yang sangat tersembunyi. Ia pun bergerak ke arah tempat tersebut lalu perlahan turun.
Jie Yan mendarat di sebuah bangunan yang masih utuh. Walaupun itu sudah berlumut di setiap sudut, hanya bangunan sederhana itulah yang tidak hancur. Ia pun perlahan masuk ke dalam bangunan sederhana tersebut yang tidak memiliki pintu sama sekali diikuti oleh Gu Yin.
Di dalam ruangan tersebut, hanya ada sebuah meja batu, dan meja batu tersebut yang tampak sangat biasa sama persis dengan meja batu yang ada di pohon tempat perpustakaan berada.
“Suami.. jangan bilang..” Gu Yin berhenti berbicara saat ia menatap ke arah peta yang ada di tangan Jie Yan.
“Ya. Aku memikirkan hal yang sama dengan apa yang kau pikirkan, Yin’er.” Jie Yan mengangguk kecil lalu melebarkan peta. Ia pun menaruh peta tersebut sama seperti posisi ketika peta tersebut diletakkan di meja yang ada di perpustakaan.
Ketika peta menempel, Jie Yan perlahan mundur. Awalnya ia dan Gu Yin merasa bingung karena tidak ada reaksi apa-apa.
Drrrrtttt!
Getaran kecil kemudian terasa yang membuat Jie Yan dan Gu Yin tau bahwa mereka berdua saat ini berada di jalur yang benar.
Bussssh!
Qi dan konsep yang sangat kuat meledak seketika. Getaran yang terjadi pun semakin kuat. Meja batu tempat peta diletakkan perlahan turun ke arah bawah.
Karena kejadian itu, Jie Yan dan Gu Yin pun langsung keluar dari bangunan lalu terbang sedikit menjauh karena tekanan yang begitu besar dari qi dan konsep yang tiba-tiba muncul.
Istana Bawah Laut bergetar keras, semua kultivator yang masuk ke dalam sana dan juga pada anggota Klan Naga pun menatap ke arah tempat jauh, dan itu adalah tempat asal mula fenomena yang mempengaruhi seluruh tempat di Istana Bawah Laut.
Jie Yan tidak mengerti mengapa semua tempat dibuat tersembunyi. Ia hanya bisa menggelengkan kepalanya karena merasa bahwa semua orang kuat memiliki hobi aneh masing-masing dan mungkin suatu hari nanti ia akan seperti itu juga.
Tidak lama kemudian, banyak tempat yang tampak ambruk ke dalam tanah tepat di tempat Jie Yan dan Gu Yin berada.
Semua reruntuhan tersebut jatuh ke dalam jurang yang tiba-tiba muncul. Tidak lama kemudian, sesuatu yang tidak terduga pun keluar dari lubang yang sangat dalam tersebut.
Jie Yan dan Gu Yin yang menatap itupun tersenyum kecil karena tampaknya tempat yang paling berharga di Istana Bawah Laut memang berada di Reruntuhan Kerajaan Atlantis.