Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Perang Terhenti


Bintang Brahma, Benua Kekacauan


Bukit Katisan


Kedatangan Master Sekte Langit membuat perang terhenti seketika.


“Apa yang kau lakukan di sini? Apa kau juga berniat ikut campur?” Zhan Ming mengeluarkan niat membunuh saat menatap kedatangan Master Sekte Langit. Meskipun Sekte Langit dikatakan sebagai salah satu kekuatan terkuat tingkat ketiga di Pegunungan Para Raja, Zhan Ming sama sekali tidak takut.


Diantara 13 kekuatan di Pegunungan Para Raja, semua pemimpin memiliki tingkat kultivasi yang sama. Meksipun itu sama, sudah pasti diantara mereka ada yang kuat dan ada yang lemah.


Dikategorikan sebagai yang terkuat, itu dikarenakan jumlah pasukan Sekte Langit bisa dikatakan lebih dari tiga kali lipat lebih banyak dari pada Organisasi Kegelapan ataupun Organisasi Raja Ular.


“Tenanglah Zhan Ming. Aku tidak tertarik ikut campur dengan urusan kalian. Tetapi, 9 kekuatan lainnya telah berdiskusi satu sama lainnya disaat kalian sibuk bertarung. Semuanya telah sepakat untuk membuka Warisan bersama. Apakah kalian bertiga akan bergabung? Jika kalian tidak berniat melakukan gencatan senjata dan bekerja sama dengan kami, maka jangan salahkan kami jika merebut kunci secara paksa dari kalian.” Master Sekte Langit menyeringai kejam saat mengatakan itu.


Mendengar perkataan dari Master Sekte Langit, Zhan Ming, Hang Song dan Meng Qi langsung memasang wajah gelap.


Ketiganya sangat paham bahwa pergerakan mereka telah diperhatikan oleh kekuatan lainnya. Ketika semua kekuatan telah sepakat, 9 kekuatan lainnya tidak menghentikan mereka berperang untuk mengurangi jumlah pasukan masing-masing.


Trik seperti itu pasti akan langsung diperhatikan oleh Zhan Ming, Hang Song dan Meng Qi.


Zhan Ming menatap ke arah semua tempat dan ia langsung melacak dengan kekuatan spiritualnya. Dan memang benar bahwa ia telah menemukan semua pemimpin kelompok menatap mereka bertiga seolah-olah sedang melihat monyet saling bertengkar.


Jika Zhan Ming, Hang Song ataupun Meng Qi tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Master Sekte Langit, maka yang tidak setuju pasti akan dimusnahkan oleh gabungan 9 kekuatan lainnya.


Zhan Ming sangat paham bahwa perang yang ia mulai tampak seperti lelucon saat ini. Wajahnya tenggelam dan tinjunya terkepal sangat kuat.


Hal yang sama juga terjadi pada Hang Song dan Meng Qi. Keduanya menatap ke arah semua pemimpin yang bersembunyi di balik layar dengan niat membunuh yang sangat kuat tetapi keduanya tidak berbicara sama sekali.


Sementara itu, di bawah Xiao Chen menatap Master Sekte Langit dengan tatapan dingin. Ia sangat ingin menyerang tetapi sangat sadar bahwa kekuatannya saat ini tidak bisa melawan Master Sekte Langit.


Bahkan Jie Yan juga sangat ingin menghabisi Master Sekte Langit. Tetapi ia masih menahan diri karena memikirkan hal yang sama dengan Xiao Chen.


“Aku hanya perlu bersabar. Kedatangan Master Sekte Langit juga merupakan berkah. Dengan begini, Zhan Ming pasti ingin menghabisi Master Sekte Langit. Kami hanya perlu memandunya suatu hari nanti untuk menyerang Sekte Langit setelah perebutan warisan selesai.” Batin Jie Yan.


Jie Yan dan Xiao Chen saling memandang dan keduanya mengangguk kecil. Tanpa berbicara, keduanya langsung sepakat karena memikirkan hal yang sama.


“Baik, kami akan setuju! Katakan waktunya!” ucap Zhan Ming dan mencoba berkompromi karena tidak mungkin melawan 9 kekuatan lainnya walaupun ia bekerja sama dengan Hang Song dan Meng Qi.


Senyum di wajah Master Sekte Langit cerah seketika dan menjawab, “Satu minggu lagi, pusat Pegunungan Para Raja.”


9 kekuatan lainnya juga langsung pergi karena rencana mereka mengurangi kekuatan tiga kekuatan telah berhasil. Inilah yang direncanakan oleh mereka sedari awal sehingga tidak memanggil tiga pemimpin itu untuk berdiskusi.


“Mundur!” Teriak Zhan Ming dengan wajah muram.


“Ayo pergi.” ucap Xiao Chen dan mengikuti pasukan kembali ke Bukit Tengkorak. Ia sedikit lega bahwa Master Sekte Langit tidak memperhatikan keberadaannya.


Jika putra Master Sekte Langit berada di sana, dia pasti akan mengenali Xiao Chen.


Semua pasukan langsung bubar. Untuk Hang Song, ia menggertakkan giginya sepanjang waktu. Ia juga sudah sangat membenci Master Sekte Langit. Dengan amarah yang di pendam, ia pun membawa pasukannya pergi.


Saat ini tiga kekuatan harus menelan rasa pahit karena pasukan mereka telah jatuh sangat banyak sehingga mereka mungkin tidak bisa bersaing ketika warisan dibuka.


Setelah sampai di Bukit Tengkorak, Zhan Ming memberikan beberapa pengarahan lalu memberikan kompensasi kepada semua Mercenaries, selain dari itu, dia juga memberikan kuota gratis bagi para Mercenaries untuk ikut pergi dalam perebutan warisan.


Mau tidak mau, Organisasi Kegelapan harus melakukan hal itu agar para Mercenaries hebat di Bukit Tengkorak tidak berpaling ke kekuatan besar lainnya.


Untuk Jie Yan dan yang lainnya, Setelah menerima kompensasi, mereka pun kembali ke kediaman sederhana milik Jie Yan.


“Nak, kekuatanmu saat ini tidak mencukupi untuk ikut ke sana. Aku yakin bahwa sebagian besar kultivator di sana nantinya adalah kultivator tingkat Kaisar Abadi. Cobalah mencapai tingkat Raja Abadi tahap akhir dalam waktu beberapa hari.” Xiao Chen tentu sangat mementingkan Jie Yan dan memberikannya sumber daya untuk menebus tahap selanjutnya.


Untuk Xiao Chen, tubuhnya belum bisa menembus ke tingkat Kaisar Abadi saat ini, ia membutuhkan waktu agar bisa menerobos.


Jie Yan tidak menolak sama sekali karena ia tau bahwa kekuatannya saat ini sangat lemah dan ia juga menduga bahwa semua kultivator yang akan datang pastilah sangat kaut, spekulasinya bahwa kultivator terlemah yang ikut pastilah tingkat Raja Abadi puncak.


“Luangkan waktumu untuk menembus tingkat Raja Abadi tahap akhir. Kami akan pergi untuk mencari beberapa informasi. Ketika keberangkatan tiba, kami akan datang menjemputmu.” ucap Xiao Chen dan pergi dari kediaman Jie Yan bersama dengan Xiao Yang, Xiao Fang dan Xiao Zun.


Menatap kepergian Xiao Chen dan yang lainnya, Jie Yan langsung berbalik dan memasuki ruang kultivasi.


Di dalam ruang kultivasi, Jie Yan mengeluarkan sumber daya yang diberikan oleh Xiao Chen dan ia sedikit terkejut bahwa itu adalah Pil Konsentrasi Qi Raja.


“Aku tidak menyangka bahwa kakek Xiao Chen juga memiliki pil seperti ini. Bukan karena harganya yang mahal, tetapi pil ini memang sangat sulit dicari karena begitu terlihat, para kultivator tingkat Raja Abadi pasti akan berebutan membelinya.” Batin Jie Yan saat menatap dua pil Konsentrasi Qi Raja.


Tanpa membuang waktu, Jie Yan melempar Pil Konsentrasi Qi Raja ke dalam mulutnya. Dengan dua Pil itu, tidak akan ada hambatan mencapai tingkat Raja Abadi tahap akhir.


Walaupun kekuatannya masih lemah nantinya diantara semua kultivator, Jie Yan tidak berkecil hati karena ia yakin bahwa ketika ia menembus tingkat Raja Abadi tahap akhir, maka tidak akan ada kultivator tingkat Raja Abadi yang dapat mengancamnya.