Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Melawan Cao Di


Kota Pedang


Trang!


Bussssh!


Api dan petir hitam meledak ke segala arah. Bentrokan antara Jie Yan dan pria berjubah tersebut membuat tanah di bawah kaki mereka mengalami retakan.


Pria berjubah yang bentrok dengan Jie Yan memasang wajah sedikit muram, ia tentu tau tentang qi Raja, tetapi ia tidak pernah melihat seseorang yang menggunakan qi Raja seperti yang dilakukan oleh Jie Yan. Tekanan yang diberikan oleh Jie Yan juga sangat besar karena qi Raja tersebut. Ia merasa tubuhnya melemah sedikit karena guncangan semangat dari qi Raja Jie Yan.


Cao Yuan yang sedang bentrok di udara dengan Qing Tao langsung menatap ke arah Jie Yan dengan mata tajam. Sebagai ahli tingkat atas di Organisasi Gerhana Matahari, ia tentu tau tentang informasi kultivator pengguna qi Raja yang memiliki metode untuk menggunakan qi Raja di senjata ataupun serangan tinju.


“Dari mana asal bocah itu? Kenapa dia memiliki metode tingkat tertinggi yang bahkan dirahasiakan oleh para penguasa?” Batin Cao Yuan. Karena kejadian itu, ia sangat ingin menangkap Jie Yan. Walaupun ia bukan pengguna qi Raja, metode Belitan qi Raja pastilah sangat berharga, bahkan lebih berharga dari pada Artefak Abadi.


Sedangkan untuk Qing Tao, matanya melebar dan senyum lebar muncul diwajahnya. Jika pemimpin Sekte Pedang tau bahwa ia telah merekrut seseorang dengan qi Raja dan bahkan memiliki keterampilan Belitan Qi Raja, maka statusnya di Sekte Pedang akan meroket tinggi.


Qing Tao yang menatap mata Cao Yuan melirik ke arah Jie Yan langsung paham bahwa Cao Yuan mencoba untuk menangkap Jie Yan dan mengorek informasi tentang metode Belitan Qi Raja. Tentu saja ia tidak akan membiarkannya menangkap Jie Yan.


Selain dari qi Raja, Jie Yan juga ahli pedang jenius, Qing Tao pasti akan menggunakan seluruh kekuatannya untuk membawa Jie Yan kembali ke Sekte Pedang cabang di dunia tersebut.


“Cao Di! Tangkap bocah itu dengan segenap kekuatan yang kau miliki! Kita harus membawanya kembali! Jika kau mampu menangkapnya, maka ayahmu sebagai Tetua akan memiliki status yang lebih tinggi di Klan!” Cao Yuan mengirim telepati kepada Cao Di.


Mata Cao Di berbinar ketika mendengar telepati Cao Yuan. Memang benar bahwa posisi ayahnya di Klan saat ini hampir jatuh karena mengalami kemerosotan Kultivasi akibat luka. Ini juga memberikan dampak tertentu padanya. Karena adanya kesempatan seperti ini, ia tentu tidak akan melewatkannya.


“Kau memang kuat untuk kultivator setingkat dirimu! Tetapi..” Cao Di memiliki kilatan tertentu di matanya saat api hitam meledak dari tubuhnya.


“Kegelapan Matahari!”


Jie Yan yang menatap ledakan elemen unik dari tubuh Cao Di, tetap tenang.


“Kau tidak mungkin bisa menang melawanku!” Lanjut Cao Di saat ia memulai tekniknya.


“Api Matahari!”


Blar!


Daerah radius puluhan meter langsung hangus dalam sekejap saat api hitam meledak ke arah langit. Ini adalah api khusus dari garis darah Klan Cao, yaitu garis darah Matahari Dingin, kebalikan dari suhu matahari.


Wusssh!


Semua tempat yang dibakar pun langsung membeku menjadi es hitam yang tampak seperti api.


Jie Yan yang berada di dekat api hitam itupun langsung membeku menjadi patung es.


Cao Di tersenyum lebar ketika melihat hal itu. Ketika ia mencoba untuk menangkap Jie Yan dan memberinya segel agar tidak dapat menggunakan qi, wajahnya tiba-tiba berkerut.


Dung!


Lingkaran Formasi tercipta tepat di bawah Cao Di dan ia langsung menatap ke arah tertentu dan menemukan Roh Peri mungil yang mengarahkan telapak tangannya ke arahnya.


“Formasi Cahaya, Panas Cahaya!”


Sssssshh!


Cahaya menyilaukan meledak di tempat tersebut dan langsung melelehkan semua es hitam yang dibuat oleh Cao Di. Selain dari itu, satu titik panas yang dibuat oleh Xia Yue'er mencoba membakar Cao Di.


“Sial!” Batin Cao Di saat api hitam menyelimuti seluruh tubuhnya. Ia juga langsung melompat mundur karena panas tepat di bawah kakinya cukup mengerikan. Ia bertanya-tanya bagaimana bisa Roh mengubah elemen cahaya menjadi sepanas itu.


“Matilah!”


Cao Di terkejut dan langsung berbalik lalu mengangkat pedang di tangannya serta melapisinya dengan qi dan konsep.


“Seni Pedang Awan!”


Sraing!


Trang!


Cao Di yang menahan serangan, sangat terkejut karena kekuatan tebasan itu sungguh aneh, walaupun tekanan tampak lemah, di satu sisi kekuatan niat pedang yang terkandung sungguh mengerikan.


Bussssh!


Cao Di terhempas menjauh. Darah tampak mengalir sedikit dari sudut bibirnya karena serangan sebelumnya tampak menembus tubuhnya. Walaupun tidak ada luka di permukaan, niat pedang tersebut merusak sebagian dari organ dalam tubuhnya.


Jie Yan yang telah pulih dari pembekuan, menghilang seketika.


“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”


Dung!


Jie Yan muncul tepat di belakang Cao Di yang terhempas lalu mengayunkan pedangnya sekuat tenaga. Ia juga melirik sekilas ke arah pemuda yang tidak lain adalah Yun Che, ia sedikit terkejut dengan keahlian pedang Yun Che karena itu mirip dengan hasil serangan menggunakan qi Raja.


“Seni Rahasia, Tebasan Kecepatan Teleportasi!”


Sraing!


Cao Di yang merasakan nyawanya terancam, mencoba menghindar serangan yang dilancarkan oleh Jie Yan.


Srak!


Ketika Jie Yan melewati Cao Di, wajahnya sedikit tidak puas karena Cao Di masih bisa menghindar walaupun ia telah memberikan luka yang cukup dalam.


Cao Di yang menerima tebasan di lehernya, langsung mencoba mundur dengan keringat dingin di dahinya. Ia tau bahwa jika ia tidak menghindar sebelumnya, lehernya akan terpenggal.


Namun, ketika Cao Di mencoba mundur, sosok mungil muncul tepat di depan wajahnya sambil mengarahkan telapak tangannya yang mungil ke wajahnya.


Sosok tersebut tentu saja adalah Xia Yue'er yang memasang wajah mengejek dingin walaupun itu terlihat sangat imut, “Formasi Cahaya, Pedang Cahaya!”


Cao Di yang tidak bisa bereaksi lagi, hanya bisa melebarkan matanya saat menatap pedang cahaya tersebut mencoba menusuk wajahnya.


Jleb!


Pedang cahaya yang digunakan oleh Xia Yue'er langsung menusuk kepala Cao Di yang membuatnya membatu di tempat. Ia telah melupakan keberadaan Xia Yue'er sebelumnya karena terburu-buru untuk mundur dan itu membuatnya tewas di tempat karena tidak sempat bereaksi.


“Hmmm! Sungguh lemah!” Xia Yue'er mendengus kecil setelah berhasil membunuh Cao Di.


Jie Yan yang menatap itu hanya mengabaikan Xia Yue'er lalu menatap ke arah Yun Che dengan mata sedikit menyipit. Apa yang membuatnya penasaran adalah, metode serangan Yun Che yang sangat unik, itu sedikit mirip dengan metode serangan menggunakan Belitan Qi Raja dari Xiao Chen.


Yun Che juga menatap datar ke arah Jie Yan. Tetapi dalam hatinya, semangat juang untuk melawan seseorang seperti Jie Yan sudah sangat membara. Salah satu alasannya adalah kemampuan Jie Yan mengunakan Belitan Qi Raja. Ia memiliki seorang guru yang telah mengajarinya dalam waktu singkat sebelum gurunya telah tiada. Dan disaat itu, ia tau apa penyebab kematian gurunya yang terluka.


Dan luka itu berasal dari serangan yang sangat mematikan, yaitu serangan dengan Belitan Qi Raja yang dianggap sebagai serangan pamungkas di Alam Abadi.