Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Jie Yan vs Yun Che (2)


Bintang Tianyu, Sekte Pedang


“Domain dengan basis konsep Ruang?” Qing Long terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Tetua Aula Penegak Hukum. Bahkan untuk Kaisar Shi juga terkejut karena ia tau betapa langkanya kultivator dengan konsep Ruang apa lagi mampu membentuk Domain menggunakan konsep Ruang.


Qing Long, yang mendengar itu langsung mengeluarkan benda tertentu dari cincin ruangan. Ketika ia menggunakannya, sebuah proyeksi terbuat dari qi muncul di udara yang dapat dilihat dari segala arah oleh semua penonton di arena.


Pelindung di arena tentu memiliki fungsi lainnya, yaitu memperlihatkan semua yang ada di arena jika kejadian pertarungan sama seperti yang terjadi saat ini.


Para penonton yang melihat layar lebar di udara pun terkejut. Kabut ungu yang ada di arena langsung diabaikan secara langsung seperti mereka menonton ke arena secara langsung tanpa hambatan.


“Lihat itu!” Teriak seorang murid.


Jrezh!


Jie Yan muncul di jarak hampir tiga meter dari Yun Che tanpa fluktuasi energi lalu menghilang kembali seperti melewati Yun Che.


Setelah itu, Yun Che yang terlihat mengangkat pedangnya mengalami luka tambahan lainnya.


Jrezh!


Jrezh!


Bilah pedang dan Kilatan berwarna ungu terus-menerus menerjang ke arah Yun Che yang membuat Yun Che mengalami banyak luka.


“Kemampuan apa itu? Apakah ada kemampuan Ruang mencapai level ini?” Jian Xu yang menonton membuka matanya lebar-lebar dengan tidak percaya.


Bahkan Huoyun Ying'er percaya bahwa ketika Jie Yan memiliki tingkat kultivasi yang sama dengannya, ia juga akan berada di situasi yang tidak jauh berbeda dari Yun Che jika bertarung melawan Jie Yan.


“Ini.. bagaimana mungkin seorang pemuda mampu menguasai konsep Ruang sedemikian rupa?” Kaisar Shi juga tidak percaya apa yang ia lihat.


Bahkan Tetua Aula Penegak Hukum yang sudah hidup sangat lama dan melihat banyak kultivator pengguna konsep Ruang, mungkin hanya beberapa yang mampu menyaingi Jie Yan dalam hal pengembangan kemampuan konsep Ruang.


Sementara itu, di dalam kabut ungu, Yun Che menggertakkan giginya sedikit lalu berteriak keras ke arah langit. Di saat itu juga, Domain Pedangnya tampak marah, mencoba menekan Domain Ruang milik Jie Yan.


Jie Yan yang awalnya dapat leluasa bergerak ke segala tempat, mengerutkan keningnya karena kemampuannya tampak dihalangi. Ia merasa semua ruang di sekitar Yun Che di blokir dan ia tidak mampu mendekat menggunakan konsep Ruang.


“Memang benar bahwa niat pedang mampu menahan konsep Ruang ke titik tertentu.” Batin Jie Yan lalu ia menghilang kembali dan muncul di jarak sekitar lima belas meter dari Yun Che.


“Seni Rahasia, Kubus Pemecah Ruang!”


Dung!


Di tempat Yun Che berada di jarak sepuluh meter darinya, semua ruang langsung berada di dalam kubus aneh.


“Celaka!” Batin Yun Che. Dengan Domain Pedang, ia dapat melacak juga dan tau bahwa jika ia tidak mencoba bertahan, ia akan terluka parah.


“Nafas Awan, Bentuk Kelima!”


“Badai Awan Hujan dan Guntur!”


Niat pedang Yun Che berubah sekali lagi. Di saat itu juga, ketika ia mengayunkan pedangnya ke arah kubus aneh yang mencoba menekannya, badai berupa awan hujan dan guntur meledak ke satu arah.


Duar!


Ledakan besar terjadi yang membuat kubus yang dibuat oleh Jie Yan untuk meledakkan ruang langsung hancur seketika.


Di saat itu juga, Yun Che mengambil kesempatan untuk menghancurkan Domain Pedang miliknya agar Domain Ruang Jie Yan rusak.


Niat pedang dan konsep Ruang saling melahap dengan liar lalu keduanya menghilang karena tidak ada pemenang sama sekali.


“Nafas Awan, Bentuk Keenam!”


“Awan Kilat dan Ledakan Guntur!”


Pedang Awan Abadi Yun Che berdengung keras saat diselimuti oleh niat pedang yang kali ini berubah menjadi warna hitam yang sangat tebal dan ia langsung mengayunkannya ke arah Jie Yan.


Sraing!


Blar!


Dari tebasan pedang Yun Che, enam guntur berwarna hitam meledak dan sedikit menyebar ketika bergerak ke arah tempat Jie Yan berada. Walaupun itu menyebar, itu tetap mengarah pada Jie Yan pada akhirnya.


Kecepatan serangan itu jauh melampaui kecepatan yang bisa di tangani oleh Jie Yan. Ia tidak menyangka bahwa Yun Che akan mampu mengeluarkan serangan seperti itu. Esensi dari kekuatan level Mata Pedang yang dirubah dan dipadatkan sangatlah kuat. Jika ia terkena serangan itu, kemungkinan banyak bagian tubuhnya yang rusak.


“Seni Kehancuran, Perisai Yin-Yang!”


Dung!


Lingkaran Perisai Yin-Yang berputar dengan cepat di depan Jie Yan dan langsung memblokir serangan Yun Che. Jika ia terlambat sepersekian detik saja, ia pasti akan terkena serangan secara langsung.


Blar! Blar! Blar!


Perisai Yin-Yang perlahan retak dan pulih kembali dengan kecepatan yang sangat tinggi. Tetapi Jie Yan terkejut karena baru kali ini ada yang membuat Perisai Yin-Yang mengalami retakan. Selain dari itu, konsumsi yang digunakan olehnya sangat banyak hanya untuk menahan serangan tersebut.


Niat pedang berupa petir hitam meledak ke segala arah yang membuat banyak tempat hancur berantakan.


“Kena kau!” Yun Che yang mengkonsumsi banyak niat pedang dalam serangan itu tentu dilakukan dengan sengaja agar Jie Yan menggunakan Perisai Yin-Yang yang ia duga menggunakan banyak kekuatan dan konsentrasi harus sangat tinggi saat mempertahankan perisai.


“Nafas Awan, Bentuk Kedua!”


“Roh Awan Petir!”


Zhep!


Yun Che menghilang dan muncul di arah yang bukan tempat Perisai Yin-Yang menahan serangan lalu melancarkan serangannya.


Sraing!


Sosok berbentuk kabut putih memegang pedang muncul di belakang Jie Yan lalu mengayunkan petir yang membentuk pedang ditangannya.


“Sial!” Jie Yan sangat terkejut dan ia langsung bereaksi, ia hanya mampu berbalik sedikit lalu menahan serangan dengan pedangnya.


Blar!


Namun Jie Yan yang tidak tau apa serangan itu terkejut ketika petir putih menyelimuti dirinya disertai oleh tekanan yang sangat kuat menekannya lalu menghempaskannya.


“Uhuk...”


Jie Yan yang terhempas masih diselimuti oleh petir putih. Ia memuntahkan uap panas karena bagian dalam tubuhnya dirusak oleh petir. Ia tidak menduga bahwa serangan yang tampak seperti sebuah tebasan itu ternyata adalah penyaluran petir ketika mengenai sasaran.


Itulah sebabnya teknik Yun Che disebut sebagai Roh Awan Petir.


Yun Che yang sedikit kelelahan langsung menghilang kembali dan muncul di dekat Jie Yan terhempas.


Jie Yan yang merasakan itu, langsung mengarahkan telapak tangannya ke arah Yun Che lalu gerbang Roh perlahan muncul yang membuat Yun Che tiba-tiba membatu dan kewaspadaannya meningkat.


“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”


Deg!


Jie Yan muncul di sisi lain karena Yun Che tidak jadi menyerangnya lalu Jie Yan langsung mengayunkan pedangnya sekuat tenaga.


“Belitan Qi Raja!”


“Seni Rahasia, Penghancuran Ilahi!”


Krak!


Gerbang Roh terbuka tetapi tidak ada siapapun yang keluar yang membuat wajah Yun Che pucat lalu merasakan bahaya dari sampingnya. Ia tau bahwa dirinya terlalu waspada dan di tipu oleh Jie Yan secara mentah-mentah.


Blar!


Hamburan petir tidak beraturan meledak dan menyapu Yun Che yang mencoba bertahan.


“Ugh...”


Yun Che terpental dan memuntahkan banyak darah saat qi Raja dan kekuatan mengerikan lainnya mencoba menghancurkan organ dalam tubuhnya.


Tap!


Ketika Yun Che mendarat dengan susah payah, ia terengah-engah dan menatap Jie Yan sambil menggertakkan giginya dengan kuat.


“Uhuk...” Yun Che mencoba menutup mulutnya dengan tangan kiri saat memuntahkan seteguk darah sekali lagi.


Sementara itu, Jie Yan di sisi lain juga tidak dalam kondisi lebih baik dari Yun Che. Tubuhnya masih mati rasa serta beberapa organ dalam tubuhnya hangus oleh serangan Yun Che sebelumnya.


Pertarungan antara Jie Yan dan Yun Che membuat semua penonton menahan nafas karena pertarungan tersebut sangatlah intens. Tidak ada yang berbicara dan menunggu Keduanya untuk menyerang lagi.


Mata Jie Yan saat ini berkilau aneh. Saat terus bertarung, ia terus mengaktifkan Mata Dewa untuk melihat semua hal. Dan ini adalah keunggulannya dalam pertarungan tersebut.


“Yun Che! Selama memasuki Alam Abadi, kaulah yang pertama menekanku sedemikian rupa! Tetapi aku tidak akan kalah di sini!” ucap Jie Yan dengan seringai kejam diwajahnya.


“Hal yang sama harus aku katakan! Kau mampu menekanku sedemikian rupa! Tetapi sebelum aku membalas dendam, aku tidak akan kalah!” Balas Yun Che dingin saat petir putih memercik di Pedang Awan Abadi.


“Tampaknya kau akan menggunakan Belitan Qi Raja tidak sempurna itu bukan? Apa kau tidak memiliki pilihan lain lagi?” Tanya Jie Yan saat ia mengerahkan semua qi Raja di pedang miliknya untuk melakukan serangan terakhir.


Yun Che tidak membalas dan hanya membuat kuda-kuda menyerang.


Jie Yan tidak lagi berbicara dan melakukan hal yang sama.


Dan keduanya telah bertekad untuk melakukan serangan akhir. Dan ini akan langsung menentukan siapa pemenangnya.