Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Binatang Roh Aneh


Bintang Brahma, Dimensi Kecil


Jie Yan pergi ke arah tebing dengan air terjun besar. Dalam beberapa menit, ia pun tiba di tempat tersebut lalu menatap semua yang ada di sana dengan Mata Dewa untuk melacak aura yang ia deteksi sebelumnya.


“Aura ini sungguh aneh. Di mana asalnya?” Batin Jie Yan dan menatap ke arah dalam air. Alisnya sedikit naik karena di aliran sungai kecil yang mengarah ke danau adalah asalnya.


Saat Jie Yan mendekat ke aliran sungai, Jie Yan sedikit ragu untuk masuk ke dalam karena mengingat tentang bintang roh ganas yang membunuh kultivator tingkat Kaisar Abadi hanya dalam satu gigitan saja.


Dengan Mata Dewa, Jie Yan memfokuskan penglihatannya dan mencoba menembus aliran sungai tersebut. Di dalam sana ia memang mendeteksi bahwa ada beberapa bintang roh tingkat Raja Abadi.


“Semoga tidak ada binatang roh tingkat Kaisar Abadi yang dapat menyembunyikan auranya.” Batin Jie Yan dan mengambil keputusan. Ia langsung melompat ke dalam air dan membaluti tubuhnya dengan qi-nya.


Jie Yan berenang dengan sangat cepat ke arah dalam. Ia tidak mau bersantai di dalam air karena banyaknya keberadaan kuat di tempat yang ia masuki.


Dalam waktu dua menit Jie Yan masuk ke dalam air, beberapa binatang roh ganas langsung melacak keberadaannya dan langsung berenang ke arahnya.


“Hm?” Jie Yan menaikkan sedikit alisnya ketika menatap empat binatang roh tipe ikan dengan gigi tajam mendekat ke arahnya. Dengan Mata Dewa, ia dapat melihat bahwa keempatnya adalah bintang roh tingkat 5 dengan kekuatan menyamai Raja Abadi tahap akhir.


“Aku tidak bisa membunuh ikan-ikan ini dengan sembarangan. Jika keempatnya terluka dan mengeluarkan darah, itu pasti akan memancing bintang roh kuat lainnya.” Batin Jie Yan.


Jie Yan berhenti di tempat dan menunggu empat bintang roh tersebut. Ia langsung menyatukan kedua telapak tangannya lalu perlahan merenggangnya.


“Seni Rahasia, Kubus Pemecah Ruang!”


Ketika empat bintang roh mendekat, Jie Yan langsung melepaskan tekniknya lalu kubus yang tercipta dengan qi dan konsep Ruang langsung melebar.


Wusssh!


Saat keempat bintang roh itu masuk ke dalam ruang yang diciptakan oleh Jie Yan, ia langsung memadatkannya kembali.


“Kompres!”


Blar!


Di bawah tekanan Ruang, keempat binatang roh itu pun langsung meledak lalu Jie Yan dengan hati-hati memindahkan semua daging binatang roh keluar dari dalam air.


“Huftt.. ini cukup merepotkan, tetapi cara ini berhasil.” Batin Jie Yan dan langsung berenang kembali ke dalam air dengan kecepatan penuhnya.


Sementara itu, tepat di pinggiran aliran air tempat air terjun berada, beberapa sosok muncul lalu menaikkan alis mereka masing-masing ketika melihat robekan Ruang muncul lalu beberapa binatang roh yang telah berubah menjadi pasta daging muncul.


“Fluktuasi Ruang ini berasal dari dalam air. Tampaknya ada kultivator dengan konsep Ruang yang masuk ke dalam. Apakah kita akan masuk? Tampaknya ada sesuatu yang istimewa di dalam sana.” ucap kultivator Tingkat Raja Abadi puncak kepada kedua rekannya yang memiliki basis Kultivasi yang sama.


“Apakah kalian yakin? Kultivator yang dapat menggunakan konsep Ruang level itu pastilah kultivator tingkat Kaisar Abadi.” ucap kultivator kedua.


“Tidak, aku dapat merasakan bahwa aura yang berasal dari konsep Ruang itu adalah kultivator tingkat Raja Abadi, sama seperti kita.” ucap kultivator ketiga.


Jie Yan yang terus berenang ke arah dalam tidak mengetahui bahwa ada tiga kultivator tingkat Raja Abadi yang mengejarnya untuk melihat apa sebenarnya yang ada di dalam air.


Walaupun Jie Yan tau, ia sama sekali tidak peduli dengan hal itu karena hampir tidak ada kultivator tingkat Raja Abadi yang dapat mengancamnya.


Setelah berenang cukup dalam, Mata Dewa Jie Yan melihat ke arah aura yang ia lihat dan aura itu semakin padat. Ia menyipitkan matanya ketika melihat sebuah lubang tepat di dinding batu. Tanpa membuang waktu, ia langsung berenang ke arah tempat tersebut.


Saat memasuki lubang, goa bawah air itu tampak sangat panjang. Tetapi Jie Yan yakin dari situlah asal aura yang ia lihat.


Dalam waktu beberapa menit setelah berenang cukup jauh, jalur goa bawah air itu tampak naik ke arah atas tanda bahwa ujung goa itu telah dekat.


“Itu adalah ujungnya.” Gumam Jie Yan dan langsung melesat ke arah permukaan.


Bussssh!


Ketika Jie Yan keluar, matanya melebar saat melihat semua yang ada di dalam sana.


“Ini... Apa ini?” Jie Yan tidak bisa berkata-kata saat melihat semua kristal aneh yang menutupi seluruh goa tersebut.


Tetapi mata Jie Yan menyusut tajam karena di tempat tertentu di dalam goa tersebut, terlihat satu binatang roh tingkat 6 yang setara dengan eksistensi Kaisar Abadi tahap awal sedang memakan mangsanya yang mungkin baru saja dia buru.


“Buaya dengan sayap? Apa-apaan bintang roh itu?” Batin Jie Yan sedikit waspada saat melihat Buaya dengan panjang sepuluh meter berwarna biru kehijauan dengan sayap seperti sirip ikan berwarna biru.


“Grrr...” Buaya yang sedang makan, melacak keberadaan Jie Yan dan ia langsung menggeram. Ia menatap ke arah Jie Yan dengan tatapan ganas, seolah-olah ia menemukan mangsa yang sangat lezat.


“Celaka!” Batin Jie Yan. Kekuatannya saat ini belum mampu untuk melawan binatang roh setingkat itu secara langsung. Jika ia ingin menang, ia harus menggunakan taktik untuk melawannya.


“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”


Dung!


Portal ungu muncul di belakang Jie Yan dan ia langsung di tarik ke dalam lalu muncul di balik batu kristal besar untuk bersembunyi. Ia menahan qi dan nafasnya sebisa mungkin karena jika ia terlacak, maka ia akan kerepotan.


Buaya itu langsung melihat ke sana ke mari, mencoba melacak di mana keberadaan Jie Yan. Dia perlahan berjalan dengan waspada seperti sedang mengincar mangsanya.


“Apakah aku harus bertarung?” Batin Jie Yan dengan kerutan di dahinya. Ia perlahan mengeluarkan pedang miliknya karena Buaya itu semakin dekat dengannya.


Ketika Jie Yan berniat menyerang secara mendadak, ia langsung terhenti saat mendengar suara air memercik bersamaan dengan tiga aura yang muncul tiba-tiba.


“Grraaaa..!” Buaya itu langsung merespon dan menerjang ke arah tiga kultivator yang baru saja masuk ke dalam goa.


“Bajingan!” Ketiga kultivator itu mengutuk keberuntungan mereka dan langsung mengeluarkan senjata mereka masing-masing lalu menyerang ke arah Buaya menggunakan semua kekuatan yang mereka miliki karena mereka dapat melacak bahwa Buaya dengan sayap aneh itu adalah bintang roh tingkat 6.