
“Seni Kehancuran, Hujan Petir Kehancuran!”
Langit menjadi gelap seketika saat Jie Yan melepaskan qi dan konsep Kehancuran dalam jumlah yang sangat besar. Petir terus-menerus menggelegar dari tubuhnya ke segala arah yang membuat tekanan pada kultivator dari Alam Abadi dan para iblis menjadi lebih Intens.
Saat langit menjadi gelap, di saat itu juga banyak pusaran ungu berwarna hitam muncul. Teknik ini tidak seperti teknik Petir Hitam yang sering ia gunakan menggunakan qi bercampur dengan alam lalu menghasilkan petir hitam yang cukup kuat. Kali ini, ia menggunakan qi dan konsep Kehancuran itu sendiri lalu mentransfernya menggunakan teknik teleportasi ke arah langit.
“Apa itu?”
“Kenapa lubang aneh berwarna ungu itu tampak memercikkan petir hitam?”
“Perasaan ini...”
Para kultivator dan iblis yang ada di sana memasang wajah pucat saat bulu-bulu di tubuh mereka berdiri tegak saat merasakan ancaman kematian yang tiba-tiba datang.
Bahkan untuk kelima pemimpin pasukan Klan Wang dan Pangeran Iblis menyusutkan mata mereka masing-masing saat menatap ke arah langit. Riak rasa takut muncul di hati mereka masing-masing dan teringat tentang teknik yang digunakan oleh Xia Yue'er sebelumnya.
Bahkan serangan Jie Yan tampak sedikit lebih kuat. Serangan Xia Yue'er saja sudah menghabisi sekitar 30.000 kultivator dan kali ini, dampak dari teknik Jie Yan mungkin lebih mencengangkan.
“Sialan!” Para Pangeran Iblis dan pemimpin pasukan Klan Wang mengutuk Jie Yan dalam hati dan mencoba untuk membatalkan teknik yang hendak digunakan oleh Jie Yan.
Untuk Xiao Ziya, ia tau apa yang hendak dilakukan oleh Jie Yan dan langsung menghalangi para Pangeran Iblis untuk mendekat ke arah Jie Yan.
“Kalian tidak bisa pergi ke mana-mana!” ucap Xiao Ziya saat ia menepuk permukaan tanah dengan tangan kirinya.
“Formasi Kematian, Dunia Kematian!”
“Formasi Kematian, Hutan Kematian!”
Tempat disekitar para Pangeran Iblis berubah dalam sekejap dan disaat itu juga, hutan dengan pohon berwarna hitam tanpa daun meledak ke arah langit mencoba menusuk semua Pangeran Iblis.
“Roh Sialan!” Keempat Pangeran Iblis mengutuk Xiao Ziya karena tau bahwa mereka masing-masing akan tertahan oleh Xiao Ziya dan tidak bisa mendekat ke arah Jie Yan untuk menghentikan serangan skala besar tersebut.
Keempatnya langsung berlindung secara langsung karena teknik formasi Xiao Ziya memang sangat kuat.
Sementara itu, Xia Yue'er di sisi lain juga memperhatikan apa yang hendak dilakukan oleh Jie Yan dan menatap lima pemimpin pasukan Klan Wang yang hendak bergerak. Ia juga tidak ketinggalan dan langsung membuat gerakan khusus dengan kedua telapak tangannya yang telah dikelilingi oleh lingkaran formasi.
“Formasi Alam, Dunia Alam!”
Tempat tersebut berubah dalam sekejap, menjadi Padang rumput yang luas, dan yang tidak terduga, rumput-rumput itu mengeluarkan aura seperti sebuah serbuk yang tidak lain adalah racun.
“Jangan hidup udara di sini! Ini adalah racun!” Wang Lee berteriak keras saat merasakan qi dan konsep yang berubah menjadi racun entah bagaimana caranya.
Semua pemimpin pasukan Klan Wang mencoba keluar dari tempat itu tetapi apakah Xia Yue'er akan mengijinkannya? Tentu saja jawabannya tidak.
“Kalian tidak akan bisa pergi ke mana-mana! Kalian sudah melawanku dan mencoba untuk melawan Jie Yan? Kalian menganggap Putri ini terlalu lemah. Karena itu, kalian akan merasakan putus asa yang sebenarnya!” ucap Xia Yue'er angkuh dan sedikit rasa marah karena tampaknya kelima pemimpin pasukan Klan Wang terlalu meremehkannya.
“Formasi Alam, Kelahiran Alam!”
Dung!
Tumbuhan merambat tumbuh dengan kecepatan yang sangat tinggi dan langsung menyerbu ke arah semua pemimpin pasukan Klan Wang. Mereka semua memasang wajah gelap karena tau bahwa tumbuhan merambat tersebut sangat merepotkan.
Untuk para pasukan Iblis dan kultivator dari Alam Abadi, mereka semua tau bahwa pusaran itu sesuatu yang sangat berbahaya. Oleh karena itu, mereka semua pun mencoba melarikan diri sebisa mereka.
Menatap semua pasukan musuh yang hendak pergi, Jie Yan menaikkan sudut bibirnya dan itu terlihat sedikit jahat. “Terlambat! Secepat apapun kalian, kalian tidak akan bisa lebih cepat dari teknik ini! Terimalah kematianmu!”
Dari pusaran ungu yang ada di langit, petir hitam kemerahan meledak ke arah permukaan tanah dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Blar! Blar! Blar!
Hujan petir hitam dengan ruang lingkup yang sangat luas terus-menerus menyambar dari dalam pusaran ungu. Karena teknik itu dipindahkan oleh teknik teleportasi milik Jie Yan, ia dapat mengendalikan arah petir menyambar sehingga walaupun para musuh mencoba melarikan diri, ia hanya perlu memiringkan sedikit sudut petir sehingga itu tepat mengenai musuh yang berkumpul dalam jumlah yang cukup besar.
“Arrrgggh!”
Teriakan demi teriakan terdengar di tempat tersebut saat banyak dari mereka yang tewas seketika dan untuk pada iblis dan kultivator dari Alam Abadi tingkat Alam Sage tahap kedelapan ke atas berusaha menahan petir tetapi mereka hampir tidak mampu sehingga mereka merasakan sakit luar biasa dan membuat mereka berteriak keras. Tidak seperti para pasukan di bawah tingkat Alam Sage tahap kedelapan yang langsung akan musnah menjadi debu karena mereka bukan pengguna konsep.
“Manusia sialan! Aku akan membunuhmu!” Jin Gu yang merupakan Pangeran Iblis terkuat tidak tahan melihat banyak iblis terbunuh. Walaupun ia adalah individu yang sangat kejam, tetap saja ia membutuhkan banyak bawahan karena ia tau bahwa sekuat apapun ia, akan pasti ada kemungkinan besar jatuh jika ada musuh sebesar pasukan Klan Wang.
Sraing!
Jin Gu mengayunkan senjatanya dan langsung menebas banyak pohon berwarna hitam. Di saat itu juga, ia bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi ke arah Jie Yan mengabaikan Xiao Ziya. Sementara untuk tiga Pangeran Iblis lainnya, mereka tau apa yang harus dilakukan dan langsung menghadang Xiao Ziya.
“Bocah itu harus mati!” Bahkan untuk Wang Lee yang terkuat diantara pemimpin kelompok pasukan Klan Wang juga sangat marah ketika menatap sangat banyak bawahannya tewas. Walaupun ia tidak peduli, akan sangat merepotkan melawan para iblis tanpa pasukan terutama untuk para Pangeran Iblis.
Oleh karena itu, Wang Lee melakukan hal yang sama dan bergerak ke arah Jie Yan untuk membereskannya bersama dengan Jin Gu.
Bisa dikatakan, kemampuan tempur Wang Lee dan Jin Gu setara dengan dua pemimpin pasukan atau dua Pangeran Iblis sehingga rekannya yang lain tau apa yang harus dilakukan, yaitu menahan Xia Yue'er dan Xiao Ziya.
Jie Yan yang saat ini terus menyalurkan qi dan konsep Kehancuran untuk menciptakan petir agar memusnahkan pasukan musuh dengan cepat, tiba-tiba mengerutkan keningnya saat merasakan dua aura yang lolos dari tangan Xia Yue'er dan Xiao Ziya.
“Mati!” Jin Gu tiba-tiba muncul tepat di belakang Jie Yan yang masih melancarkan serangan ke arah pasukan mereka. Ia mengayunkan pedang besar berwarna emas yang sama seperti warna rambutnya tepat ke arah kepala Jie Yan sekuat tenaga yang ia bisa.
Trang!
Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Jie Yan menghentikan tekniknya lalu menahan tebasan pedang besar Jin Gu menggunakan tombak.
Bom!
Tanah di bawah kaki keduanya langsung cekung ke arah dalam. Petir terus-menerus menyambar dan langit yang semula gelap, terlihat terbelah dua karena keduanya menggunakan qi Raja dalam bentrokan.
“Kau sama sepertinya!” Jin Gu memasang wajah muram ketika menatap ke arah Jie Yan karena ia langsung mengingat seseorang yang tidak bisa ia kalahkan seorang diri, yaitu Xiao Chen.
Sebelum Jie Yan membalas, seseorang muncul di belakangnya. Dia tidak lain adalah Wang Lee yang mengayunkan pedangnya untuk membunuh Jie Yan ketika memiliki kesempatan.
Trang!
Bussssh!
Qi dan konsep meledak ke segala arah saat pedang Wang Lee menghantam pedang Jie Yan yang dibuat ke arah belakang menahan tebasannya. Hal ini membuatnya terpana karena Jie Yan tampak seperti memiliki mata di punggungnya.
“Tampaknya kalian berdua ingin mati lebih cepat! Aku tau bahwa kau adalah iblis yang mengalahkan kakek buyut Xiao Chen dan kau pastilah yang mengalahkan kakekku Lin Ming! Karena kalian berdua telah melukai keluargaku, maka aku akan menghabisi kalian di sini!” ucap Jie Yan dengan haus darah yang sangat mengerikan. Ia telah menahan amarahnya yang hampir mencapai ubun-ubun. Saat ini, karena musuh yang melukai keluarganya secara langsung tiba di dekatnya, maka ia akan segera membereskannya dengan semua kekuatan yang ia miliki.