
Sekte Cahaya Suci
Langit terbelah ke tempat yang sangat jauh dibarengi kemunculan jurang yang dasarnya tidak terlihat membentang tepat di bawah langit yang terbelah.
Semua petarung yang ada di Sekte Cahaya Suci langsung berhenti bertarung ketika melihat serangan maha dahysat yang tidak pernah terlihat dalam sejarah.
“Ini.. apakah ini sebuah teknik?”
“Apakah ini ilusi?”
“Kalian pasti bercanda. Tidak mungkin sesuatu seperti ini dilakukan oleh Manusia!”
Para anggota Sekte Cahaya Suci bergumam pada diri mereka sendiri saat menatap ke arah kejauhan. Semua anggota Sekte Cahaya Suci termasuk Tetua Agung melihat arah munculnya serangan tersebut.
Semangat mereka semua runtuh dalam sekejap karena jika memang benar bahwa Jie Yan yang melakukan serangan itu, maka tidak ada kesempatan untuk menang sama sekali.
Untuk para anggota Klan Naga, mereka semua bersemangat ketika menatap serangan tersebut ternyata berasal dari Raja Naga.
Untuk Zhu Hong, wajahnya pucat pasi saat ini karena tau bahwa jika Jie Yan menggunakan serangan seperti itu ke arah Organisasi Saint Langit, maka tidak akan ada yang bisa selamat bahkan untuk dirinya sendiri.
**
Klan Xiao
Patriak Klan Xiao yang semula melakukan aktifnya sendiri langsung berdiri lalu menghilang dan muncul di atas Klan Xiao.
“Ini.. siapa gerangan seseorang yang mampu menggunakan kekuatan seperti ini di dunia ini? Apakah ada seseorang dari Alam Abadi yang mampu menahan belenggu Alam Fana?” Patriak Klan Xiao bergumam. Wajahnya sedikit muram dan ia langsung bergerak ke arah tempat asal serangan tersebut.
Xiao Long tentu tidak mau jika ada orang dari Alam Abadi sampai ke dunia tersebut. Walaupun ia pencinta pertarungan, ia tetap menjalankan tugasnya yaitu memenuhi wasiat Kaisar Manusia untuk menjaga tempat paling berbahaya di dunia. Walaupun tidak ada makhluk kuat di tempat itu seperti yang dijaga oleh Klan Yao dan Klan Lin, tetap saja tempat tersebut bisa membuat dunia hancur.
**
Klan Yao
Patriak Klan Yao juga membeku di tempat karena melihat ke arah kejauhan bahwa langit di belah ke tempat yang sangat jauh. Ia juga memiliki pemikiran yang sama dengan Patriak Klan Xiao dan langsung bergerak ke arah sumber serangan.
**
Klan Zhu
Untuk Patriak Klan Zhu, ia menyipitkan matanya karena ada aura tertentu yang familiar dari serangan yang membelah langit menjadi dua bagian di seluruh Benua Saint. Karena itu, ia juga bergerak ke Sekte Cahaya Suci karena ia tau asal dari arah tebasan mematikan tersebut. Ia telah menduga bahwa hal ini pasti dilakukan oleh Raja Naga.
**
Klan Lin
Apa yang tidak terduga, tebasan terkuat Jie Yan melewati wilayah Klan Lin. Walaupun Klan Lin tidak terkena secara langsung, dampak yang dihasilkan membuat Patriak Klan Lin ketakutan.
“Siapa yang melakukan ini?” Patriak Klan Lin menatap ke arah jalur yang dilewati oleh tebasan tersebut dan itu merupakan arah tempat segel yang dijaga oleh Klan Lin.
“Sial! Semuanya bersiap-siap untuk kondisi terburuk!” Patriak Klan Lin berteriak sekuat tenaga dan di dengar oleh semua anggota Klan Lin.
Patriak Klan Lin langsung bergerak ke tempat yang tampak seperti sebuah gerbang raksasa yang memiliki banyak pola-pola rumit disekitarnya.
Walaupun itu terlihat seperti gerbang, nyatanya itu adalah qi Iblis yang membentuk sebuah gerbang raksasa secara permanen. Gerbang tersebut dibuat oleh Iblis agar mereka dapat menyebrang ke dunia Manusia.
Patriak Klan Lin tau bahwa dirinya telah gagal menjalankan tugas yang diwariskan dari generasi ke generasi Klan Xiao. Semula ia meminta bantuan Lin Ming dan Lin Xi karena ketidakmampuannya, dan sekarang segel itu dirusak secara paksa oleh serangan yang datang entah dari mana.
Bussssh!
Qi Iblis meledak ke segala arah yang membuat Patriak Klan Xiao langsung bersiap-siap jika ada musuh yang datang dari Gerbang Dunia Lain.
“Hm? Kenapa segel yang ada diluar ini rusak? Apakah bocah itu melakukannya? Dasar bajingan cilik, aku sudah bersusah payah membuatnya tetapi dia merusaknya!” Suara wanita tua terdengar dari arah Gerbang Dunia Lain.
“Wanita tua, jangan salahkan bocah itu! Lagi pula, tidak ada artinya segel ini rusak atau tidak karena cepat atau lambat mereka akan datang.” Suara pria tua bermartabat terdengar.
“Kakek, nenek.. aku merasakan bahwa aura yang menghancurkan segel sebelumnya sangat familiar. Ini mirip dengan aura Yan’er..” Suara wanita merdu dengan nada riang terdengar.
“Apa katamu?” Suara pria dan wanita tua tersebut terdengar bersamaan.
Patriak Klan Lin yang berada di dekat segel terdiam ketika mendengar perbincangan yang memasuki telinganya. Ia tentu hafal dengan kedua suara tersebut.
Ketika qi iblis menyebar ke segala arah, tiga sosok terlihat perlahan berjalan keluar dari Gerbang Dunia Lain. Ketiganya tidak lain adalah Lin Ming, Lin Xi dan Huan Caiyi.
“Guru!” Seru Patriak Klan Lin.
“Hm?” Lin Ming menoleh dan menatap ke arah Patriak Klan Lin dengan penuh tanda tanya. Ia juga melihat ke arah depan dan menemukan jurang raksasa membentang ke tempat yang tidak dapat ia lacak. Hal ini membuatnya memasang wajah serius karena tau bahwa siapapun yang melakukannya memiliki kekuatan sangat kuat. Ia hanya bisa berharap bahwa apa yang dikatakan oleh cucu perempuannya Huan Caiyi adalah kenyataan.
“Bocah! Berapa kali kami mengatakan bahwa kau tidak boleh memanggil kami Guru? Kami memang mentormu, tetapi tidak Gurumu! Bocah sepetimu tidak layak memakai sepatuku!” ucap Lin Xi dengan wajah jijik ketika menatap ke arah Patriak Klan Lin.
Lin Ming hanya diam ketika istrinya berbicara sangat kasar kepada Patriak Klan Lin.
Sementara untuk Huan Caiyi, ia terdiam karena tidak menyangka bahwa neneknya akan begitu mendominasi. Ia saat ini sangat paham kenapa kakeknya sangat takut melihat neneknya.
Patriak Klan Lin merasa sedikit canggung. Ia tidak marah sama sekali dan hanya bisa tersenyum sedikit pahit. Ia telah mendengar kalimat seperti itu ribuan kali dari Lin Xi. Jika tidak ada orang luar, ia tidak keberatan. Tetapi saat ini, ada seorang wanita muda yang tidak dikenal yang mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Xi.
Dan memang benar bahwa Lin Ming dan Lin Xi tidak pernah menerima murid sekalipun karena tidak ada yang layak mewarisi dua kemampuan menantang surga milik Lin Ming dan Lin Xi, yaitu teknik obat-obatan dan teknik penempaan. Selain dari itu, keduanya ahli bertarung yang bahkan mendominasi Benua Saint ketika di masa keduanya muda.
Jika Lin Ming dan Lin Xi melatih seseorang, maka bisa dipastikan bahwa siapapun yang dilatih, akan menjadi eksistensi legenda lainnya.
“Lin Huang, apa yang sebenarnya terjadi? Apakah kau menyewa seseorang untuk melakukan ini? Atau ada serangan musuh?” Tanya Lin Ming.
“Guru..” Patriak Klan Lin yang bernama Lin Huang pertama membungkuk ke arah Lin Ming dan Lin Xi lalu ia menjawab, “Tidak keduanya Guru.”
Lin Xi mendengus karena bocah bernama Lin Huang sama sekali tidak mengindahkan kata-katanya agar tidak memanggilnya Guru. Ia hanya mengambil waktu untuk mendidik bocah itu sekali lagi agar tidak membangkang.
“Tampaknya seseorang melepaskan serangan secara acak lalu melewati tempat ini. Serangan ini sangat kuat karena bahkan hampir dapat menghancurkan Gerbang Dunia Lain. Tidak masalah sama sekali apakah segel ini masih ada atau tidak karena para iblis akan segera datang.” ucap Lin Ming acuh tak acuh.
“Apa?” Lin Huang terkejut dan tubuhnya menegang di tempat. Ia tidak tau harus berkata apa lagi karena tampaknya Benua Saint akan jatuh ke dalam kekacauan dan Klan Lin gagal memenuhi tugas.
“Bocah! Segera evakuasi Klan Lin! Pergilah ke Klan Zhu karena mereka lebih mudah diajak berbicara!” Perintah Lin Xi.
“Juga, kirim informasi kepada Klan Zhu, Yao dan Xiao untuk membuat pasukan yang terdiri dari para elit, jika ada Pembunuh Iblis, maka itu lebih baik! Kali ini, Klan Lin seorang diri tidak akan bisa menahan para Iblis!” Lanjut Lin Ming.
Lin Huang tidak ragu sama sekali dengan kata-kata Lin Ming dan Lin Xi. Ia melupakan tentang Huan Caiyi karena sebelumnya ia penasaran siapa sebenarnya wanita muda yang berani berdiri disebelah Leluhur Tua Klan Lin dengan santainya. Ia langsung pergi karena ia juga tidak merasa keberatan diperintah oleh Lin Ming dan Lin Xi karena ia telah menganggap keduanya sebagai Gurunya.
“Pria tua, tinggallah di tempat ini sebentar! Aku dan Caiyi akan pergi ke tempat asal serangan ini untuk memastikan bahwa serangan ini dilakukan oleh Yan’er.” ucap Lin Xi.
Lin Ming mendengus kesal karena disuruh tinggal. Ia juga ingin melihat cucunya setelah sekian lama tetapi ia menahan diri saat ini karena tau bahwa situasi Klan Lin harus diawasi.