Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Sosok Misterius


Bintang Tianyu


“Aku akhirnya mencapai tingkat Emas Abadi tahap awal!” Xia Yue'er yang membuka matanya, berkata dengan nada penuh semangat. Ia tidak sabar lagi untuk melihat seberapa kuat ia saat ini dengan cara bertempur melawan musuh kuat.


“Kau sudah selesai Yue'er? Jika sudah, kita akan segera bertarung setelah formasi ini dilepaskan.” ujar Jie Yan saat menatap Xia Yue'er yang masih memasang wajah bahagia.


“Oh? Tampaknya waktunya sangat tepat!” Xia Yue'er perlahan terbang menggunakan sayapnya dan berkata dengan nada angkuh.


Tetapi, ketika Xia Yue'er melihat ke arah Xiao Ziya, wajahnya sedikit gelap lalu bergumam kecil, “Sebelumnya tingkat kultivasi ku dan Jie Yan lebih tinggi darinya satu tahap! Bagaimana bisa saat ini dia memiliki tingkat kultivasi yang sama dengan kami?”


Xiao Ziya tentu dapat mendengar gumaman dari Xia Yue'er. Ia hanya meliriknya dengan senyum kecil dan di mata Xia Yue'er itu adalah provokasi langsung.


“Wanita sialan! Walaupun kau memiliki tingkat kultivasi yang sama denganku, apakah kau pikir kau dapat mengalahkanku?” Xia Yue'er berkata dengan nada sedikit kesal.


Tetapi Xiao Ziya hanya mengabaikannya. Ia menatap ke arah Jie Yan lalu Jie Yan pun mengangguk padanya.


“Bersiap-siaplah!” ucap Xiao Ziya saat ia melambaikan lengannya. Di saat itu juga, semua formasi yang ia buat pun langsung meledak layaknya sebuah gelombang kejut ke segala arah.


Bussssh!


Semangat Niat Pedang dan banyak binatang roh berwarna hijau pun terhempas ke segala arah. Celah kecil tempat Jie Yan, Xia Yue'er dan Xiao Ziya juga hancur berantakan.


“Graaa...” Salah satu bintang roh tersebut pun tampak semakin liar. Dia langsung melakukan gaya tolakan lalu melesat ke arah Jie Yan sambil mengayunkan pedang karatan dengan kedua tangannya dari atas ke bawah ketika tiba di depan Jie Yan.


Trang!


Bussssh!


Bom!


Kaki di bawah Jie Yan tampak cekung ke arah dalam saat ia menahan tebasan tersebut dengan satu tangan menggunakan pedang.


Jie Yan tersenyum kecil. Ia sedikit terkejut dengan kekuatan fisik bintang roh tersebut. Ia pun langsung mengayunkan pedangnya ke arah samping yang membuat bintang roh tersebut terpental kembali.


Crang!


Mata Jie Yan melebar sedikit, di saat itu juga, kekuatan misterius meledak ke segala arah.


“Supremasi : Dewa Binatang Buas!”


“Aaaaaaa....!”


Semua bintang roh tersebut langsung mencekam kepala mereka masing-masing menahan rasa sakit tiada Tara yang menusuk otak mereka.


“Ini...” Jie Yan terkejut melihat apa yang terjadi. Perlawanan untuk menundukkan semua bintang roh tersebut sangatlah besar. Baru kali ini ia mengalami hal itu ketika mencoba menundukkan bintang roh.


Bahkan untuk Xiao Ziya menyipitkan matanya karena tau bahwa sesuatu yang mengendalikan bintang roh tersebut bukanlah jenis binatang roh biasa.


**


Di suatu tempat di kedalaman tanah, terlihat ruangan yang cukup gelap. Banyak sosok yang mirip dengan bintang buas yang dilawan oleh Jie Yan dan kelompoknya di dalam sana. Mereka semua tampak berbaris dengan rapi dan berlutut ke arah satu arah.


Sosok tersebut duduk di kursi yang membuatnya terlihat seperti seorang raja. Tetapi, apa yang mengejutkan adalah, sosok tersebut menggunakan pakaian robek, dan itu sedikit mirip dengan pakaian yang digunakan oleh para Tetua Sekte Pedang.


“Sudah lebih dari 10.000 tahun! Tidak ada cara untuk keluar dari tempat ini, kecuali pintu masuk terbuka cukup lama dan aku bisa bergegas secepat mungkin untuk keluar.”


“Kekuatanku di tekan ke level yang sangat rendah di tempat ini! Hanya tingkat Abadi Emas tidak akan mampu membobol dinding tempat ini!” ucap sosok tersebut.


Sosok tersebut menatap ke arah depan, memperhatikan ratusan makhluk hijau, mereka semua adalah binatang roh yang ia ciptakan seorang diri. Dan mereka semua tercipta melalui daging dan darah para murid yang di lempar ke dalam Makam Pedang Kematian.


Alasan dia mampu melakukan hal itu, semuanya dikarenakan tubuhnya telah terkontaminasi oleh kekuatan yang ada di dalam Makam Pedang Kematian setelah dirinya dilempar ke dalam karena membuat kesalahan khusus, yaitu membunuh banyak Tetua di masa lalu untuk menunjukkan supremasinya.


Dan juga, karena semuanya tercipta melalui daging dan darah manusia yang telah tewas, para Semangat Niat Pedang tidak mengincar semua ciptaannya.


Melihat semua bawahannya, sosok tersebut tidak puas sama sekali karena mereka semua yang terkuat hanyalah tingkat Emas Abadi tahap menengah. Ini juga dikarenakan tingkat kekuatannya mempengaruhi bawahan yang ia ciptakan seorang diri.


Tiba-tiba saja, kekuatan misterius meledak ke arah sosok tersebut yang membuatnya melebarkan matanya.


Bussssh!


“Aaaaaa...!” Semua bawahannya tampak meraung kesakitan, memegang kepala mereka masing-masing.


Tetapi untuk sosok tersebut, dia hanya sedikit terpengaruh. Tubuhnya sedikit gemetaran, tetapi itu langsung di tekan oleh semangat juang yang ada di dalam tubuhnya.


“Kekuatan ini...!” Sosok tersebut berdiri dengan kokoh dan menatap ke arah tempat yang jauh.


Darah binatang buas di dalam tubuhnya sedikit terpengaruh yang membuat sosok tersebut menjadi sedikit tersinggung.


“Woaaaaa...!”


Sosok tersebut mengepalkan kedua tangannya dengan kuat lalu berteriak keras ke arah kejauhan. Gelombang suara yang dihasilkan membuat aura tak kasat mata tersebut langsung di tekan yang membuat semua bawahannya kembali normal.


“Siapapun dia, tangkap dia dan bawa padaku!” Perintah sosok tersebut setelah selesai berteriak keras menepis aura tak kasat mata yang menyebar ke segala arah.


Ratusan bintang roh tersebut berteriak keras lalu mencengkram erat pedang mereka masing-masing dan berlari ke arah sumber aura tidak dikenal yang mencoba menekan mereka sebelumnya.


Sementara itu, sosok yang menjadi penguasa para binatang roh itupun memiliki kilatan tertentu dimatanya. Ia mengambil pedang besar di punggungnya dan menyelimutinya dengan niat pedang yang sangat tinggi.


“Niat pedang milikku juga di tekan sebesar mungkin! Aku sebagai ahli pedang nomor satu di Sekte Pedang Bintang Tianyu sudah jatuh ke level ini! Qing Long, ketika aku keluar dari tempat ini, maka kaulah yang pertama akan aku bunuh!” Teriak sosok tersebut sekuat tenaga lalu mengayunkan pedang besar di tangannya secara acak.


Sraing!


Blar!


Ayunan pedang tersebut membentuk niat pedang seperti sebuah pusaran lalu menghantam dinding, memberikan efek yang sangat besar. Dinding yang sangat tebal itupun dilubangi cukup dalam.


Tetapi sosok tersebut tidak puas sama sekali karena di masa lalu ketika kekuatannya tidak di tekan, ia bisa membelah seluruh Sekte Pedang dengan hanya satu ayunan pedang.


“Roh Artefak! Apa kau mendengarku? Lepaskan aku dari tempat ini! Kau terlalu bodoh untuk setia kepada Klan Qing!” Teriak sosok tersebut sekali lagi sekuat tenaga. Petir berwarna hijau bercampur emas meledak ke segala arah yang membuat banyak tempat retak seperti jaring laba-laba. Tetapi tidak ada jawaban sama sekali yang membuat sosok tersebut tampak semakin gila.