
Bintang Brahma, Dimensi Kecil
Ledakan besar terjadi pulau tersebut, hampir menghancurkan sekitar 70% dari wilayah pulau.
Dewa Naga yang berada di udara, menunjukkan taring gigi-giginya yang sangat tajam. Ia sedikit tidak puas dengan daya hancur dari serangannya sendiri karena di masa lalu ia mampu menghancurkan beberapa Alam Abadi tingkat atas dengan serangan yang sama.
Karena kekuatannya yang sangat terbatas saat ini, Dewa Naga bahkan tidak dapat melacak situasi di bawah sana.
“Ayo pergi ke pusat Dimensi Kecil ini! Untuk kalian semua Naga tingkat Kaisar Abadi tahap akhir, habis mereka semua!” Perintah Dewa Naga dan membawa semua Naga puncak ke arah pusat Dimensi Kecil untuk menghabisi para manusia seperti yang dijanjikan dengan Kelelawar Iblis Kegelapan.
Pulau yang sudah hancur 70% saat ini ditutupi oleh debu yang sangat banyak. Saat debu perlahan mereda, terlihat pulau yang hancur berantakan. Hanya daerah di sekitar gunung raksasa yang masih tersisa.
Di tempat tertentu, terlihat mawar berduri tak terhitung jumlahnya terlilit seperti sebuah bola, dengan petir hitam terus memercik di sekitar mawar berduri tersebut.
Wusssh!
Akar Mawar Berduri itupun bergerak seperti ular ke dalam tanah lalu memperlihatkan isinya.
“Para Naga itu sungguh gila!” ucap Yu Mei saat menatap semua tempat yang hancur berantakan. Ia juga melacak bahwa banyak herbal yang telah dihancurkan saat serangan terjadi.
Jie Yan mengangguk setuju. Jika tidak ada Yu Mei di sampingnya, ia mungkin akan tewas di ledakan besar sebelumnya. Ia harus mengakui bahwa aura yang berasal dari Naga berwarna hitam putih sebelumnya sangat luar biasa, lebih menakutkan dari pada Kelelawar Iblis Kegelapan yang pernah ia bunuh dengan bekerja sama dengan Yu Mei.
“Apakah herbal yang kau rasakan sebelumnya masih jauh?” Tanya Jie Yan karena merasa herbal itu pasti telah hancur. Jika masih ada, ia akan merasa sedikit lega.
“Tidak ada herbal yang tersisa. Semua herbal telah hancur oleh ledakan itu dan aku tidak dapat merasakan herbal yang telah mati.” ujar Yu Mei dengan gelengan kepala.
Jie Yan mengutuk para naga karena menghancurkan semua sumber daya yang tersebar di pulau tersebut.
Dan menang benar bahwa ini telah menjadi perhitungan Dewa Naga sehingga menghancurkan semua tempat, memotong peluang para kultivator untuk maju lebih jauh.
“Jie Yan, lihat di sana!” ucap Yu Mei saat menunjuk ke arah kerumunan para naga yang turun ke bawah, langsung tampak bertarung dengan sekelompok kultivator yang selamat dari ledakan sebelumnya.
Ketika Jie Yan melihat ke arah tempat Yu Mei menunjuk, salah satu naga yang turun dari udara melesat ke arahnya.
Naga dengan level kekuatan Tingkat Kaisar Abadi tahap akhir itu pun dengan wajah ganas, menyelimuti cakarnya dengan qi dan konsep, berniat menyerang Jie Yan dan Yu Mei dengan semua Kekuatan yang dia miliki.
“Kau ingin membunuhku?” Jie Yan menyipitkan matanya dan saat ia melebarkan matanya, aura tak kasat mata meledak seketika.
Dung!
Naga berwarna merah mendekati oranye yang ingin menyerang Jie Yan dan Yu Mei pun langsung membatu di tempat. Tubuhnya gemetaran karena aura tak kasat mata sebelumnya langsung memberinya tekanan sangat mengerikan.
“Berlutut!” Perintah Jie Yan menggunakan teknik Supremasi: Dewa Binatang Buas.
Naga itupun langsung turun ke bawah dan berlutut ke arah Jie Yan dengan tubuh gemetaran.
“Mulai saat ini kau akan menjadi bawahanku! Katakan, apa tujuan dari Naga berwarna hitam putih sebelumnya!” Tanya Jie Yan dengan nada dingin.
“Tuan.. Dewa Naga bersiap-siap mengumpulkan semua naga dan bekerja sama dengan Klan Kelelawar Iblis Kegelapan untuk menghancurkan semua manusia di Pusat Dimensi Kecil ini.”
“Alasan kenapa semua Naga menghancurkan seisi pulau, itu dikarenakan agar semua manusia tidak bisa mendapatkan sumber daya melimpah lagi di pulau ini.” Naga itupun menjelaskan dengan nada ketakutan.
Yu Mei di sisi lain, ia sedikit penasaran bagaimana cara Jie Yan menundukkan naga itu tetapi ia hanya diam dan mendengarkan dari samping.
“Manusia? Kelelawar Iblis Kegelapan?” Jie Yan sedikit terkejut mendengar hal itu. Ia langsung ingat tentang Kelelawar Iblis Kegelapan, ia tidak ragu bahwa akan masih banyak spesies seperti itu. Tetapi ia mungkin akan terkejut karena Kelelawar Iblis Kegelapan yang ia bunuh sebelumnya adalah pemimpin Klan Kelelawar Iblis Kegelapan di Dimensi Kecil.
“Kenapa naga yang disebut sebagai Dewa Naga itu bekerjasama dengan Klan Kelelawar Iblis Kegelapan untuk menyerang manusia? Walaupun manusia baru masuk ke tempat ini, tidak mungkin hanya karena sumber daya di pulau ini para naga akan melakukan itu.” ucap Jie Yan dengan gelengan kepala.
“Tuan, ada harus tau bahwa dahulu Dewa Naga dan Klan Kelelawar Iblis Kegelapan memusnahkan manusia di Dimensi Kecil ini karena mereka semua adalah 12 Raja yang merupakan bawahan Dewi Naga Kehancuran. Semua binatang roh kuat di dunia ini di segel oleh Dewi Naga Kehancuran, sudah pasti Klan Naga dan Kelelawar Iblis Kegelapan sangat membenci manusia sehingga bekerja sama Menghabisi 12 Raja dan semua manusia yang sejenis dengan para 12 Raja.” ujar Naga tersebut.
Mata Jie Yan melebar karena tidak pernah menyangka bahwa 12 Raja yang disebutkan dalam legenda adalah bawahan dari seseorang yang mendapatkan gelar Dewi Naga Kehancuran. Tanpa sadar, ia mengingat tentang Xiao Bai dan merasa bahwa Dewi Naga Kehancuran itu berhubungan dengannya.
“Siapa sebenarnya Dewi Naga Kehancuran itu? Apakah kau mengetahui identitasnya?” Tanya Jie Yan menatap ke arah naga yang masih menundukkan kepalanya.
“Bawahan ini hanya mengetahui sedikit informasi tentangnya dari rumor yang beredar di Klan Naga. Dikatakan, Dewa Naga Kehancuran adalah salah satu dari murid Kaisar Manusia Generasi Pertama.” Jawab Naga tersebut dengan buru-buru.
Jie Yan semakin tercengang karena tidak menyangka bahwa Dewi Naga Kehancuran adalah murid ayah murahannya.
Dari informasi itu, Jie Yan tidak ragu bahwa ketika ia bertemu dengan naga yang disebut sebagai Dewa Naga akan mencoba menghabisinya. Tetapi ia tidak khawatir sama sekali karena ia memiliki teknik Supremasi: Dewa Binatang Buas yang mampu menundukkan binatang roh.
Tetapi Jie Yan tidak akan lengah karena ia memiliki kemampuan seperti itu. Naga itu disebut sebagai Dewa Naga dan dia pasti memiliki kemungkinan untuk menolak tekniknya.
“Lalu, apa yang ada di atas puncak gunung itu?” Tanya Jie Yan tentang hal lainnya dan menunjuk ke arah gunung.
“Tempat itu adalah tempat Klan Naga utama berada, hanya para naga tingkat Kaisar Abadi tahap Menengah ke atas yang bisa masuk ke dalam.” jawab Naga tersebut.
“Lalu, di mana naga yang lebih lemah lainnya berada?” Tanya Jie Yan heran.
“Mereka berada di daratan utama, di sana terdapat Klan Naga yang lebih besar, berisi ratusan ribu naga di bawah tingkat Kaisar Abadi tahap menengah.” jawab Naga tersebut.
Mata Jie Yan berbinar ketika mendengar apa yang dikatakan oleh naga yang ia tundukkan. Karena sudah mendapatkan informasi itu, tentu ia tidak akan melewatkan kesempatan untuk menundukkan semua naga karena ketika keluar dari Dimensi Kecil, ia tentu membutuhkan pasukan untuk melawan musuh dan target utamanya tentu saja adalah Sekte Langit.