
Bintang Brahma, Benua Kekacauan
Setelah kepergian Han Xueyi, Jie Yan langsung berkelana seorang diri. Ia tentu tidak bepergian dengan cara terbang karena itu terlalu menguras sangat banyak qi. Walaupun tidak terbang, kecepatannya bergerak di darat hampir menyaingi kecepatan binatang roh yang sering digunakan untuk bepergian.
“Dari peta tidak lengkap yang diberikan oleh Han Xueyi, daerah sekitar sini tampaknya dikuasai oleh Kerajaan Api, salah satu kekuatan tingkat keempat di Bintang Brahma.” Gumam Jie Yan saat ia terus bergerak ke arah Kerajaan Api berada.
Jika ingin memulai, tempat itu adalah yang paling cocok. Untuk kekuatan kelas empat, itu sama seperti Klan Hun, yang di pegang oleh beberapa kultivator tingkat Kaisar Abadi.
Setelah bergerak selama seharian, Jie Yan pun akhirnya mendekati pedesaan disekitar Kerajaan Api. Namun, ia sedikit menyerit saat melihat kondisi desa kecil tersebut yang telah terbakar oleh api yang cukup ganas.
“Tampaknya kejadian ini belum lama karena masih ada beberapa rumah yang belum terbakar habis. Siapa yang melakukan hal keji seperti ini?” Batin Jie Yan saat melihat sangat banyak mayat tergeletakan di tanah. Tidak hanya orang tua, bahkan anak-anak pun di bunuh secara tragis.
Walaupun Jie Yan sudah memikirkan bahwa Benua Kekacauan akan sangat kacau, ia tidak menyangka sekacau ini karena di hari pertama ia berada di Benua Kekacauan, ia telah melihat kekacauan itu sendiri secara langsung.
“Hm?” Jie Yan menatap ke arah udara saat ada suara aneh seperti sebuah baling-baling. Sesuatu yang tampak seperti balon udara lonjong yang di dorong oleh baling-baling besar tampak lewat. Ada lambang api di balon lonjong tersebut yang membuatnya langsung menebak bahwa itu adalah alat transportasi udara yang dimiliki oleh Kerajaan Api.
Karena penasaran, Jie Yan langsung bergerak mengikuti, mengabaikan desa yang telah hancur tersebut.
Setelah beberapa jam mengikuti dengan kecepatan penuhnya, alat transportasi udara pun perlahan mendarat kembali. Kecepatan Jie Yan lebih rendah tetapi ia masih bisa melihat alat transportasi tersebut mendarat.
Ketika mendekati tempat alat transportasi antar mendarat, mata Jie Yan menyusut tajam karena ia tidak menyangka bahwa para kultivator dari Kerajaan Apilah yang menyerang desa-desa kecil yang dihuni oleh ratusan manusia.
“Tolong!”
“Apa salah kami?”
“Arrrrggh!”
Puluhan kultivator tingkat Penguasa Abadi bercampur sedikit kultivator tingkat Raja Abadi tampak membantai semua warga desa tanpa ampun.
Namun, Kerajaan Api tampak membawa wanita-wanita muda yang berusia 15-18 tahun.
“Cepat jalan atau kau mau mati!” Teriak salah satu prajurit Kerajaan Api kepada empat wanita yang menangis tersedu-sedu dan memasang wajah ketakutan saat melihat pembantaian yang dilakukan oleh para prajurit.
Keempat wanita itu ketakutan dan langsung berjalan dengan patuh ke dalam alat transportasi udara.
Tepat di jalan masuk alat transportasi udara tersebut, pria yang menggunakan armor lebih canggih dari pada prajurit menatap ke arah keempat wanita yang datang ke arahnya dengan wajah puas.
“Pangeran akan bahagia melihat hasil panen hari ini! Jangan biarkan ada yang tersisa! Tidak boleh ada saksi mata!” Teriak pria tersebut yang merupakan kapten dari semua prajurit.
Jie Yan menyaksikan semua itu dengan tatapan kosong. Ia tidak mengerti mengapa Kerajaan Api membunuh bangsanya sendiri dan mengambil wanita muda.
“Hm?” Kapten prajurit itupun menyipitkan sedikit matanya dan menatap ke arah tertentu di jarak hampir 500 meter.
“Apa kau ingin terus bersembunyi?” Kapten pasukan tersebut mendengus dingin dan qi-nya meledak ke arah tertentu.
Wusssh!
Qi yang sangat kuat pun langsung menumbangkan banyak pohon, dan itu mengarah ke tempat Jie Yan berada.
“Oh?” Jie Yan sedikit terkejut karena di jarak tersebut masih ada yang melacaknya. Ia tetap berdiri kokoh di atas batu tinggi saat qi tersebut melewatinya.
Semua prajurit yang telah selesai membantai warga desa pun menatap ke arah tempat Jie Yan berada.
“Karena kau telah melihat hal ini, maka matilah!” Kapten pasukan mengeluarkan pedangnya lalu mengayunkannya ke arah Jie Yan. Dia langsung menggunakan kekuatan penuhnya dari awal.
“Bilah Api!”
Sraing!
Bussssh!
Jie Yan menaikkan sudut bibirnya. Ia awalnya tidak ingin ikut campur tetapi karena ia telah diserang, tentu saja ia tidak akan tinggal diam.
Aura berwarna emas muncul di depan Jie Yan dan sebuah pedang terbentuk dari niat pedangnya. Ia hanya menggerakkan sedikit jarinya dan pedang itu langsung berayun ke arah bilah api.
Blar!
Serangan tersebut dihancurkan dan api menyebar ke segala arah.
“Apa?” Kapten pasukan terkejut melihat itu. Ia telah merasakan dengan samar kekuatan Jie Yan setara dengannya jadi ia yakin akan menang.
“Teleportasi!”
Zhep!
Jie Yan muncul seketika dengan pose berjongkok tidak jauh dari tempat para prajurit dan Kapten pasukan tersebut.
“Oh? Ternyata kau memiliki sedikit Keahlian. Namun, karena kau mencampur urusan Kerajaan Api, maka kau akan dikuburkan di tempat ini!” ucap Kapten pasukan dengan wajah dingin.
Kata-kata Kapten pasukan membuat Jie Yan terdiam karena ia tidak ingat kapan ia ikut campur. Ia merasa sangat dirugikan kali ini.
“Kalian semua! Bunuh dia!” Perintah Kapten pasukan dengan nada dingin.
Wusssh!
Semua kultivator yang rata-rata berada di tingkat Penguasa Abadi tahap puncak langsung mengepung Jie Yan dari segala arah.
“Karena kalian lebih dulu menyerangku, maka hanya kematian yang akan menunggu kalian!” ucap Jie Yan dingin. Di tangan kanannya, pedang langsung muncul.
“Waktu Kilat!”
Wusssh!
Angin kencang tampak berhembus seketika. Dan dalam waktu tiga detik, Jie Yan langsung mendarat tepat di dekat Kapten pasukan.
Blug! Blug! Blug!
Semua kultivator yang mencoba menyerangnya jatuh dalam waktu tiga detik. Walaupun itu tiga detik, bagi Jie Yan sudah lima detik berlalu karena ia menggunakan kemampuan Waktu puluhan kali.
“Apa?” Kapten pasukan tersebut melebarkan matanya dan menatap ketakutan ke arah Jie Yan. Jantungnya berdetak sangat cepat saat ini karena ia hanya bisa melihat sedikit pergerakan Jie Yan.
“Ck, tampaknya percobaan menggunakan konsep Waktu sungguh melelahkan. Menggunakannya berkali-kali langsung menghabiskan lebih dari setengah konsep yang aku miliki.” Batin Jie Yan dan tau seberapa jauh ia mengunakan konsep Waktu saat ini.
Dan kebetulan prajurit Kerajaan Api menjadi tumbal untuk mempraktekkan teknik baru yang di kuasai oleh Jie Yan saat mencapai konsep Waktu tingkat kedua.
“Siapa kau?” Kapten pasukan tersebut melangkah mundur beberapa kali karena tau bahwa ia bukan tandingan Jie Yan. Ia saat ini bertanya-tanya apakah Jie Yan adalah kultivator Raja Abadi atau Kaisar Abadi.
“Waktu Kilat!”
Sraing!
Jie Yan melesat lalu melewati Kapten pasukan yang memiliki kekuatan tingkat Raja Abadi tahap awal. Tetapi dia tidak bereaski oleh serangan Jie Yan.
Jrezh!
Kepala Kapten pasukan itu langsung terbang ke udara karena Jie Yan langsung memenggalnya.
“Sampah menjijikkan.” Gumam Jie Yan lalu mengibaskan pedangnya untuk menjatuhkan noda darah di pedang.
Setelah itu, Jie Yan menyimpan pedang lalu menatap ke arah keempat wanita yang berada di depan pintu masuk alat transportasi udara. Ia pun dengan wajah sedikit ramah, langsung bertanya, “Apakah kalian tau kenapa mereka menangkap kalian?”