
Bintang Tianyu
“Binatang roh di tempat ini sangat aneh..” Gumam Jie Yan saat melihat ke tempat yang sangat jauh.
Apa yang dilihatnya adalah, banyak binatang roh yang saling bertarung. Mereka semua tampak sangat liar. Ini adalah sesuatu yang sungguh aneh menurut Jie Yan.
Selain dari itu, ketika Jie Yan telah masuk dalam waktu beberapa menit, matanya menyusut tajam karena tampaknya para binatang roh di tempat itu sangat sensitif terhadap qi.
Wusssh!
Tiba-tiba saja, dua binatang roh dari dua arah yang berbeda melesat ke arah Jie Yan. Keduanya adalah binatang roh jenis burung.
“Binatang roh sialan!” Xia Yue'er sedikit geram karena dapat melihat bahwa binatang roh tersebut menatapnya seperti sebuah makanan siap saji.
Tanpa peringatan sama sekali, Xia Yue'er langsung mengarahkan telapak tangannya ke kiri untuk menyerang.
“Formasi Cahaya, Pedang Cahaya!”
Untuk Jie Yan, ia langsung menebas ke arah kanan. Walaupun binatang roh itu tidak kuat, ia tidak ingin binatang roh menunda perjalanannya.
“Seni Rahasia, Bilah Teleportasi Pemecah Ruang!”
Sraing!
Jleb! Sraing!
Kedua binatang roh tersebut langsung terbunuh seketika.
Namun, Jie Yan semakin gelap karena ketika bau darah tercium, para binatang roh langsung melihat ke arahnya.
“Cih! Sungguh menyebalkan!” Batin Jie Yan saat menatap puluhan binatang roh tingkat Jiwa Abadi tahap awal menerjang ke arahnya.
Wusssh!
Tanpa menunda, Jie Yan langsung terbang ke arah langit dengan kecepatan tinggi. Namun, ketika ia hendak mencapai ketinggian melewati pepohonan, beberapa binatang roh lainnya yang mampu bersembunyi dengan baik menyerang dari balik bayang-bayang.
Mata Jie Yan menyipit dan itu terlihat sangat dingin. Kekuatan misterius yang samar terpancar yang membuat para binatang roh tersebut membeku.
Sraing! Sraing!
Jie Yan mengayunkan pedangnya dengan kecepatan tinggi sambil berputar karena ia saat ini sedang dalam posisi terbang.
Srak! Srak!
Binatang roh yang menyerupai monyet dengan ukuran relatif kecil pun langsung dibelah oleh pedang Jie Yan.
“Jie Yan, apakah kau menggunakan kemampuan itu?” Tanya Xia Yue'er terkejut.
“Ini sedikit berbeda, ini adalah intimidasi menggunakan fluktuasi qi Raja! Hanya dengan cara ini aku tidak perlu menggunakan teknik itu!” ucap Jie Yan dan terus terbang ke udara. Namun, ketika ia melewati pohon, ia sedikit sakit kepala karena di atas pohon, banyak binatang roh tipe burung yang langsung terbang dan menargetkannya.
“Hm! Binatang roh sialan! Kalian akan menyesal mencoba memprovokasi Putri ini!” ucap Xia Yue'er jijik dan ia langsung menyatukan kedua telapak tangannya.
Jie Yan yang menatap itu memiliki urat-urat tebal di kepalanya seperti kawat baja karena lupa memperingati Xia Yue'er agar tidak menyerang dengan cara yang mencolok.
“Formasi Cahaya, Telapak Tangan Cahaya Buddha!”
Wusssh!
Kejadian itu disaksikan oleh banyak murid yang membuat mereka terkejut karena tidak menyangka bahwa akan ada pengguna formasi tangguh di barisan para murid.
Duar!
Telapak tangan tersebut langsung menyapu semua bintang roh tersebut lalu membawanya ke arah bawah.
Pohon pohon tinggi tersebut langsung hancur berantakan oleh serangan dari Xia Yue'er.
“Sudah terlambat.” Batin Jie Yan dan harus mengakui bahwa untuk membuat kekacauan, Xia Yue'er memang ahlinya.
Murid Tetua Pertama yang hampir mencapai lokasi hutan tersebut merubah ekspresi malasnya dalam sekejap menjadi sedikit marah.
“Bajingan! Siapa yang menggunakan qi dan konsep sebanyak itu untuk menyerang dalam ruang lingkup luas? Apa dia tidak tau bahwa binatang roh itu semuanya akan berkumpul?” Murid Tetua Pertama langsung mengutuk siapapun yang melakukan itu.
Bahkan Yun Che yang telah menyadari anomali para binatang roh memasang wajah gelap. Tetapi ia tidak bisa mengalahkan siapapun saat ini karena itu tidak berguna sama sekali.
“Khaaaa...!”
Teriakan binatang roh di seluruh hutan terdengar dalam sekejap. Setelah itu, suara berat berbenturan dengan permukaan tanah terdengar dengan jelas. Itu adalah suara langsung kaki yang sangat banyak.
“Eh? Apa yang terjadi?” Xia Yue'er dengan wajah polos tidak memiliki rasa bersalah bertanya dengan bingung.
Jie Yan sedikit terdiam. Ia menggelengkan kepalanya lalu langsung melesat dengan kecepatan penuhnya di udara. Karena sudah seperti itu, ia tau bahwa menggunakan qi Raja untuk mengintimidasi dan membunuh binatang roh secara langsung tidak akan berhasil lagi karena jumlah mereka sangat banyak.
Selain dari itu, binatang roh tingkat Jiwa Abadi tahap puncak juga langsung berkeliaran, ia tidak akan bisa membunuh mereka secara instan. Oleh karena itu, Jie Yan hanya bisa menggunakan cara terakhir untuk melewati hutan dengan cepat walaupun harus menghabiskan qi-nya lebih banyak.
“Yue’er, bunuh binatang roh apapun yang mendekat di udara. Ketika kita mencapai tengah hutan tempat ini, aku akan menggunakan pertahanan sambil bergerak sehingga kita tidak memiliki halangan untuk melaju. Selain dari itu, ketika waktunya tiba aku ingin kau menggunakan formasi buff kecepatan padaku agar kita lebih cepat keluar dari hutan ini.” ucap Jie Yan saat terbang dengan kecepatan penuhnya.
Dengan Mata Dewa, ia belum menemukan ujung dari hutan tersebut yang artinya butuh waktu lebih dari satu jam dengan kecepatannya untuk melewati wilayah tersebut ke danau yang ada di peta.
“Baik.” Xia Yue'er tentu langsung setuju dan membuat lingkaran formasi di kedua tangannya. Setiap kali ada musuh yang mendekat, ia tidak akan kesulitan untuk membunuhnya dan tidak perlu buru-buru membuat formasi untuk menyerang.
Di belakang Jie Yan, Yun Che yang melihat hal itupun tidak bisa berkata-kata. Ia langsung membentuk bilah qi bercampur niat pedang. Ia juga berada di jalur udara saat ini sehingga tekanan yang ia terima tidak seberat para murid yang berada di permukaan tanah.
“Bajingan! Pasti pemula yang berada di posisi pertama yang melakukan serangan itu!” murid pertama Tetua Kelima menggeram marah saat menyaksikan para binatang roh yang meraung liar.
“Kita harus mencari jalan yang tidak terlalu banyak binatang roh! Ini akan menghambat kita! Apakah lebih baik pergi dengan murid lainnya?” Murid kedua Tetua Kelima menyarankan.
“Tidak, kita harus terus bergerak bersama! Tidak mungkin binatang roh mampu menghalangi Gabugan kita bertiga!” Murid Ketiga Tetua Kelima menambahkan.
Ketiganya pun langsung sepakat dan bergerak di arah garis lurus.
Sementara itu, murid tingkat tinggi lainnya banyak yang terjebak dalam pertarungan dengan bintang roh.
Selain dari itu, beberapa kecelakaan terjadi. Yaitu, ketika beberapa murid bergerak di pinggiran sungai tenang tersebut, binatang roh jenis air langsung menerjang lalu menyeret beberapa murid ke dalamnya.
Situasi kali ini pasti tidak sesuai dengan harapan dari Sekte Pedang. Mereka tentu tau tentang binatang roh di tempat itu. Menurut mereka, jika tidak terlalu memprovokasi binatang roh di hutan itu dengan gerakan besar, mereka tidak akan mengamuk.
Sedari awal, banyak informasi tentang tempat itu. Hutan tersebut memiliki banyak tumbuhan unik yang membuat binatang roh menjadi ganas. Itulah sebabnya jalur yang harus di tempuh adalah tempat itu agar para murid lebih bekerja keras.
Tetapi tidak akan ada yang menyangka bahwa seseorang melakukan gerakan sebesar itu sehingga kompetisi kali ini ditakdirkan menjadi kacau serta banyak murid yang akan terbunuh.
Semula, harapan Sekte Pedang adalah, walaupun para murid tidak akan mencapai final, setidaknya mereka pasti biasa melarikan diri dari binatang roh. Tetapi karena semua binatang roh mengamuk, maka ceritanya pasti akan berbeda.